Search Articles & Publications

Showing 1172 articles found for "Rain"

STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK SMA MUHAMMADIYAH

Hidayah, Ridho, Asmara, Nia, Azizah, Nur, Marti, Pipin Danu
Abstract: Abstract: This study aims to analyze teachers’ strategies in instilling discipline values among students at Muhammadiyah Senior High School. Discipline is considered an essential character value that supports students’… ents’ academic achievement and moral development. This research employed a qualitative descriptive approach to obtain an in-depth understanding of how teachers implement discipline-oriented strategies in the school environment. The research subjects included subject teachers, Islamic education teachers, and school staff who play a role in fostering student discipline. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The collected data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that teachers apply various strategies to instill discipline values, including role modeling, habituation through school rules, effective classroom management, and the integration of discipline values into the learning process. Teachers consistently demonstrate disciplined behavior, such as punctuality and responsibility, which positively influences students’ attitudes. In addition, the implementation of clear and consistent school regulations helps students develop disciplined habits in their daily activities. The integration of technology-based learning also supports discipline by training students to manage time, complete assignments responsibly, and use digital media ethically. Furthermore, the application of educational reward and punishment strengthens students’ motivation and awareness of discipline. Overall, teachers’ strategies have proven effective in fostering students’ discipline and character development. This study concludes that teachers play a crucial role in shaping students’ discipline through comprehensive, consistent, and value-based educational practices. Keyword: Discipline Values; Teacher Strategies; Character Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai-nilai disiplin di kalangan siswa SMA Muhammadiyah. Disiplin dianggap sebagai nilai karakter penting yang mendukung prestasi akademik dan perkembangan moral siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana guru menerapkan strategi berorientasi disiplin di lingkungan sekolah. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran, guru pendidikan agama Islam, dan staf sekolah yang berperan dalam membina kedisiplinan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, termasuk teladan, pembiasaan melalui peraturan sekolah, manajemen kelas yang efektif, dan integrasi nilai-nilai disiplin ke dalam proses pembelajaran. Guru secara konsisten menunjukkan perilaku disiplin, seperti ketepatan waktu dan tanggung jawab, yang secara positif memengaruhi sikap siswa. Selain itu, penerapan peraturan sekolah yang jelas dan konsisten membantu siswa mengembangkan kebiasaan disiplin dalam kegiatan sehari-hari mereka. Integrasi pembelajaran berbasis teknologi juga mendukung disiplin dengan melatih siswa untuk mengatur waktu, menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab, dan menggunakan media digital secara etis. Lebih lanjut, penerapan penghargaan dan hukuman pendidikan memperkuat motivasi dan kesadaran siswa akan disiplin. Secara keseluruhan, strategi guru telah terbukti efektif dalam menumbuhkan disiplin dan pengembangan karakter siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa guru memainkan peran penting dalam membentuk disiplin siswa melalui praktik pendidikan yang komprehensif, konsisten, dan berbasis nilai. Kata kunci: Nilai Disiplin; Strategi Guru; Pendidikan Karakter

OPERASIONAL TVET DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA: ANALISIS MANAJEMEN INSTITUSI, WORKSHOP, METODE PELATIHAN DAN KURIKULUM

Ameliza, Kiki, Refdinal, Refdinal, Abdullah, Rijal, Mardizal, Jonni, Fadhilah, Fadhilah
Abstract: Abstract: This study examines the implementation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in improving students’ employability in Indonesian Vocational High Schools (SMK). The analysis focuses on four… four operational components: institutional management, workshop organization, training approaches, and industry-based curriculum practices. The research background highlights the persistent mismatch between the expected role of SMK as producers of skilled workers and the low employment rate of their graduates. Using a qualitative case study in selected SMK, the findings reveal that improving work readiness depends not only on teaching competencies but also on the effectiveness of operational systems in these four areas. The results show that institutional governance largely shapes industrial collaboration, instructional quality, and evaluation systems aligned with labor market demands. Industry-standard workshops significantly strengthen students’ technical skills through practical activities using relevant tools and procedures. Training models such as project-based learning, teaching factory, and internships enhance practical competencies and work attitudes. Meanwhile, flexible and collaborative curricula improve the relevance of graduate skills to industry needs. Keyword: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan Technical and Vocational Education and Training (TVET) dalam meningkatkan kesiapan kerja peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Fokus penelitian mencakup empat aspek utama, yaitu manajemen institusi, pengelolaan workshop, metode pelatihan, dan implementasi kurikulum berbasis industri. Latar belakang penelitian didasari rendahnya serapan lulusan SMK di pasar kerja meskipun SMK ditujukan sebagai penghasil tenaga kerja terampil. Melalui studi kasus kualitatif pada beberapa SMK, ditemukan bahwa peningkatan kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pedagogis guru, tetapi juga oleh kualitas operasional keempat aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola manajemen berperan penting dalam menjalin kemitraan industri, mengatur mutu pembelajaran, dan merancang sistem evaluasi berbasis kebutuhan pasar. Workshop berstandar industri turut meningkatkan kompetensi teknis siswa melalui praktik menggunakan peralatan dan prosedur terkini. Metode pelatihan seperti project-based learning, teaching factory, dan magang industri mendorong keterampilan praktis serta etos kerja. Kurikulum yang fleksibel dan disusun bersama industri memperkuat relevansi kompetensi lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan TVET membutuhkan sinergi kebijakan antara sekolah, industri, dan pemerintah dalam pendanaan, kurikulum, sertifikasi, dan penyediaan instruktur. Kata kunci: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi.

THE PHILOSOPHICAL ESSENCE OF TECHNICAL AND VOCATIONAL EDUCATION AND TRAINING IN THE DIGITAL ERA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Saputra, Andi, Abdullah, Rijal, Giatman, M., Mardizal, Jonni
Abstract: Abstract: This study aims to provide a comprehensive philosophical justification for Technical and Vocational Education and Training (TVET) by examining how ontological, epistemological, and axiological foundations can strengthen… trengthen its role in the modern era. This study addresses growing concerns that TVET is increasingly dominated by a market-driven instrumental paradigm that neglects its humanistic, reflective, and ethical dimensions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol. This review synthesized 34 Scopus-indexed journal articles published between 2020 and 2025, identified through Boolean-based keyword searches focusing on philosophical, conceptual, and theoretical perspectives in TVET. The selected studies were analyzed using qualitative thematic analysis to explore the philosophical justifications and their implications for TVET. This review reveals an intense philosophical urgency in redefining TVET amid rapid digitalization, Industry 4.0 demands, social inequality, and widening skill gaps. The philosophical foundations collectively shift TVET from a mechanistic skills training model to a holistic human development system. A philosophical approach contributes to character building, work ethic, and social awareness through virtue ethics, practical wisdom (phronesis), and spiritual workability. This study presents a comprehensive philosophical framework for reevaluating the essence and direction of TVET. By integrating ontology, epistemology, and axiology, this research offers a new conceptual lens to strengthen TVET as a transformative, humanistic, and socially responsive education system. Keywords: Technical and Vocational Education and Training (TVET); Philosophy of education; Vocational knowledge; Ethical competence; Systematic Literature Review Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pembenaran filosofis yang komprehensif untuk Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET) dengan mengkaji bagaimana landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dapat memperkuat perannya di era modern. Studi ini membahas kekhawatiran yang berkembang bahwa TVET semakin didominasi oleh paradigma instrumental yang digerakkan oleh pasar yang mengabaikan dimensi humanistik, reflektif, dan etisnya. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dilakukan mengikuti protokol PRISMA. Tinjauan ini mensintesis 34 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, diidentifikasi melalui pencarian kata kunci berbasis Boolean yang berfokus pada perspektif filosofis, konseptual, dan teoretis dalam TVET. Studi yang dipilih dianalisis menggunakan analisis tematik kualitatif untuk mengeksplorasi pembenaran filosofis dan implikasinya terhadap TVET. Tinjauan ini mengungkapkan urgensi filosofis yang intens dalam mendefinisikan ulang TVET di tengah digitalisasi yang cepat, tuntutan Industri 4.0, ketidaksetaraan sosial, dan kesenjangan keterampilan yang melebar. Fondasi filosofis secara kolektif menggeser TVET dari model pelatihan keterampilan mekanistik menuju sistem pengembangan manusia yang holistik. Pendekatan filosofis berkontribusi pada pembentukan karakter, etika kerja, dan kesadaran sosial melalui etika kebajikan, kebijaksanaan praktis (phronesis), dan kemampuan kerja spiritual. Studi ini menyajikan kerangka filosofis yang komprehensif untuk mengevaluasi kembali esensi dan arah TVET. Dengan mengintegrasikan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, penelitian ini menawarkan lensa konseptual baru untuk memperkuat TVET sebagai sistem pendidikan yang transformatif, manusiawi, dan responsif secara sosial. Kata kunci: Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET), Filsafat pendidikan, Pengetahuan vokasi, Kompetensi etika, Tinjauan Literatur Sistematis

PERAN STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI: ANALISIS SINTESIS TERHADAP UMKM DI KOTA DUMAI

Lastri, Novelma, Aditiya, Variza, Hartutik, Dwi, Suprasman, Suprasman, Mustafa, Said
Abstract: Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Dumai City; however, they continue to face challenges in expanding market reach and enhancing competitiveness,… titiveness, particularly in adopting digital marketing technologies. This study aims to synthesize relevant literature on digital marketing strategies and their impact on MSME economic growth in Dumai City. A qualitative approach using a literature review method was employed to analyze previous studies related to digital marketing, e-commerce, and digital transformation among MSMEs. The findings indicate that digital marketing implementation significantly improves sales performance, product visibility, and customer interaction, with some MSMEs reporting substantial revenue increases, even exceeding twofold growth over the past two years. The utilization of social media platforms and digital marketplaces has become a key driver in expanding market access beyond local geographic boundaries. Nevertheless, challenges remain, including limited digital literacy, infrastructure constraints, and underutilization of websites as marketing tools. This study highlights that integrated digital marketing strategies supported by continuous training and institutional assistance are essential to strengthen MSME competitiveness and achieve sustainable growth in the digital era. Keywords: MSMEs, digital marketing, e-commerce, digital transformation, Dumai City. Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Dumai, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing, khususnya dalam adopsi teknologi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur terkait strategi pemasaran digital dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi UMKM di Kota Dumai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai penelitian relevan mengenai digital marketing, e-commerce, serta transformasi digital pada UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital secara signifikan meningkatkan penjualan, visibilitas produk, serta interaksi dengan konsumen, bahkan beberapa UMKM melaporkan peningkatan omzet hingga lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Pemanfaatan media sosial dan marketplace digital menjadi faktor utama dalam memperluas pasar di luar batas geografis lokal. Namun demikian, keterbatasan literasi digital, infrastruktur, serta pemanfaatan website yang belum optimal masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang terintegrasi, didukung oleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan, sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan UMKM di era digitalisasi. Kata kunci: UMKM, pemasaran digital, e-commerce, transformasi digital, Kota Dumai.

PREDIKSI PENJUALAN SUPERMARKET MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM)

Rambe, Lima Hartimar, Manza, Yuke, Siregar, Kiki Putri Ani, Roslina, Roslina
Abstract: Abstract: Sales forecasting is a crucial aspect of supermarket operations, as it supports inventory management, production planning, and strategic decision-making. Sales data typically exhibit complex patterns such as trends,… ends, seasonality, and fluctuations, requiring modeling methods capable of handling nonlinear time-series characteristics. This study employs the Long Short-Term Memory (LSTM) model, an advanced form of Recurrent Neural Network (RNN) designed to capture long-term dependencies and overcome the vanishing gradient problem. The secondary dataset was obtained from the Kaggle platform, consisting of 20 features and a total of 1,000 records. The LSTM model was constructed using 50 neurons in the LSTM layer and a single dense output layer. Training was conducted for 100 epochs using the Adam optimizer and Mean Squared Error (MSE) as the loss function. The training process showed a consistent decrease in loss, reaching approximately 0.0193, while evaluation using Root Mean Squared Error (RMSE) indicated that the model effectively learned historical patterns. Visualization of predictions on the test dataset demonstrated that the model successfully followed sales trends, although it was less responsive to extreme fluctuations. Overall, the LSTM model proved effective for daily sales forecasting and can serve as a valuable tool for operational planning in supermarkets. Keywords: LSTM, Sales Forecasting, Time Series, Deep Learning, RMSE, Supermarket. Abstrak: Peramalan penjualan merupakan aspek penting dalam operasional supermarket karena berperan besar dalam pengelolaan inventaris, perencanaan produksi, serta pengambilan keputusan strategis. Data penjualan umumnya memiliki pola tren, musiman, dan fluktuasi yang kompleks sehingga memerlukan metode pemodelan yang mampu menangani karakteristik deret waktu nonlinear. Penelitian ini menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM), sebuah pengembangan Recurrent Neural Network (RNN) yang efektif dalam menangkap dependensi jangka panjang dan mengatasi masalah vanishing gradient. Data sekunder diperoleh dari platform Kaggle dengan 20 fitur dan total 1.000 record. Model LSTM dibangun menggunakan 50 unit neuron pada lapisan LSTM dan satu lapisan dense sebagai output. Model dilatih selama 100 epoch menggunakan optimizer Adam dan fungsi loss MSE. Hasil pelatihan menunjukkan penurunan loss yang stabil hingga mencapai nilai sekitar 0,0193, sedangkan evaluasi menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE) menunjukkan bahwa model mampu mempelajari pola historis dengan baik. Visualisasi prediksi pada data pengujian memperlihatkan bahwa model mampu mengikuti tren pergerakan penjualan meskipun masih kurang responsif terhadap fluktuasi ekstrem. Secara keseluruhan, model LSTM terbukti efektif dalam memprediksi penjualan harian dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan operasional supermarket. Kata kunci: LSTM, Peramalan Penjualan, Deret Waktu, Deep Learning, RMSE, Supermarket.

SOCIAL SKILL TRAINING DAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN MASALAH EXTERNALIZING BEHAVIOR

Saragih, Emma Fauziah
Abstract: Abstract: Externalizing behavior in preschool children is a common behavioral problem in early childhood education settings and may persist if not addressed at an early stage. This study aimed to examine the effectiveness&#8230; s of Social Skill Training combined with a Token Economy technique in reducing externalizing behavior among preschool children. The study employed a one-group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of five preschool children aged six years who exhibited characteristics of externalizing behavior. Behavioral assessment was conducted using the Indonesian version of the Child Behavior Checklist (CBCL), focusing on the aggressive behavior and attention problems domains. The intervention was delivered over eight sessions through modeling, role play, and behavioral reinforcement using a Token Economy system. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results indicated a reduction in externalizing behavior scores among all participants, with a statistically significant difference between pretest and posttest scores (Z = −2.02; p < 0.05). These findings suggest that Social Skill Training combined with a Token Economy is effective in reducing externalizing behavior in preschool children. Keywords: externalizing behavior; social skill training; token economy; preschool children Abstrak: Externalizing behavior pada anak prasekolah merupakan permasalahan perilaku yang sering muncul di lingkungan pendidikan anak usia dini dan berpotensi berlanjut bila tidak ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Social Skill Training yang dikombinasi dengan Token Economy dalam menurunkan externalizing behavior pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group prestest-posttest. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak lima orang anak prasekolah berusia 6 tahun, dengan karakteristik esternalizing behavior. Pengukuran dalam penelitian menggunakan instrumen Child Behavior Checklist (CBCL) versi Indonesia yang difokuskan pada domain agressive behavior dan attention problems. Intervensi diberikan selama delapan sesi, melalui kegiatan modelling, role play serta penguatan perilaku menggunakan Token Economy. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed ank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan skor externalizing behavior pada ke enam partisipan yang terlihat dari perbebdaan signifikan antar skor pretest dan posttest (z= -2.02; p

THE EFFECT OF DIGITAL SKILLS AND MARKET FEASIBILITY ON STARTUP PERFORMANCE: THE MODERATING ROLE OF TVET TRAINING

Ameliza, Kiki
Abstract: Abstract: This study examines the effect of digital skills and market feasibility on startup performance, with Technical and Vocational Education and Training (TVET) acting as a moderating variable. The rapid digital transformation&#8230; nsformation has reshaped entrepreneurial ecosystems, making digital competence and market alignment essential for startup survival. Using a quantitative explanatory design, data were collected from 100 startup founders through structured questionnaires. The results show that digital skills have a significant positive effect on startup performance, demonstrating how technological proficiency enhances innovation, operational efficiency, and competitiveness. In contrast, market feasibility reveals a significant but negative effect, suggesting possible misinterpretation of market conditions or oversaturation within competitive industries. TVET training emerges as the strongest predictor, indicating its crucial role in equipping entrepreneurs with practical competencies, hands-on problem-solving skills, and technical readiness. Furthermore, TVET training moderates the effects of digital skills and market feasibility, strengthening the relationship between these predictors and performance outcomes. The findings emphasize the importance of integrating digital literacy and vocational training within entrepreneurial development programs. This study contributes to theoretical understanding and provides practical insights for policymakers, educators, and startup ecosystem stakeholders. Keywords: Digital Skills, Market Feasibility, Startup Performance, TVET Training, Entrepreneurship Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh keterampilan digital dan kelayakan pasar terhadap kinerja startup, dengan pelatihan Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasional (TVET) sebagai variabel moderasi. Transformasi digital yang cepat telah mengubah ekosistem kewirausahaan, sehingga kompetensi digital dan kesesuaian pasar menjadi faktor penting bagi keberhasilan startup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan mengumpulkan data dari 100 pendiri startup melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan digital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja startup, menegaskan bahwa kemampuan teknologi meningkatkan inovasi, efisiensi operasional, dan daya saing. Sebaliknya, kelayakan pasar menunjukkan pengaruh signifikan namun negatif, yang dapat mencerminkan kesalahan interpretasi kondisi pasar atau persaingan industri yang jenuh. Pelatihan TVET menjadi prediktor paling kuat, menegaskan perannya dalam membekali wirausaha dengan kompetensi praktis, kemampuan pemecahan masalah, dan kesiapan teknis. Selain itu, TVET memoderasi pengaruh keterampilan digital dan kelayakan pasar, memperkuat hubungan antara variabel prediktor dan kinerja. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi literasi digital dan pelatihan vokasional dalam program pengembangan kewirausahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemangku kepentingan ekosistem startup. Kata Kunci: Keterampilan Digital, Kelayakan Pasar, Kinerja Startup, Pelatihan TVET, Kewirausahaan

IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN REGULASI SERTIFIKASI HALAL DI INDONESIA (Studi Kasus Pada Sektor UMKM di Provinsi Sumatera Utara)

Batubara, Zulfa Khairina, Nawawi, Zuhrinal M, Ramadhan, Muhammad
Abstract: Abstract: Halal certification is a strategic public policy instrument for strengthening the national Islamic economic ecosystem. Following the enactment of Law Number 33 of 2014 on Halal Product Assurance, the Indonesian&#8230; government has intensified the mandatory implementation of halal certification, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Nevertheless, policy implementation at the regional level continues to face various structural, administrative, and socio-cultural challenges. This study aims to analyze the implementation of halal certification regulation for MSMEs in North Sumatra Province using a descriptive qualitative approach. The analytical framework integrates Edwards III’s policy implementation theory with the maqāṣid al-sharī‘ah perspective and Islamic economic values as articulated by Chapra and Asutay. Research data were collected through document analysis, secondary data from the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH), and exploratory interviews with three key informants, namely a regional BPJPH official, a halal facilitator (LP3H), and an MSME actor. The findings indicate that the implementation of halal certification in North Sumatra has improved significantly following the Halal Certification Facilitation Program (SEHATI). However, major constraints remain, including limited human resources, low digital literacy among MSMEs, and weak inter-institutional coordination. This study contributes theoretically by proposing an integrative maqāṣid-based halal policy implementation model and offers practical insights for strengthening Islamic public policy and halal governance at the regional level. Keywords: Halal Certification, MSMEs, Policy Implementation, Maqāṣid al-Sharī‘ah, Sharia Economics. Abstrak: Sertifikasi halal merupakan instrumen kebijakan publik strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, pemerintah Indonesia berupaya mendorong kewajiban sertifikasi halal, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kultural di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi regulasi sertifikasi halal pada UMKM di Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kerangka analisis penelitian ini mengintegrasikan teori implementasi kebijakan Edwards III dengan perspektif maqāṣid al-sharī‘ah serta nilai ekonomi Islam sebagaimana dikembangkan oleh Chapra dan Asutay. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi, analisis data sekunder BPJPH, serta wawancara eksploratif dengan tiga informan kunci, yaitu pejabat BPJPH daerah, pendamping halal (LP3H), dan pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sertifikasi halal di Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pasca penerapan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), namun masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya, rendahnya literasi digital pelaku UMKM, dan lemahnya koordinasi lintas lembaga. Studi ini berkontribusi secara teoretis melalui pengembangan model konseptual implementasi kebijakan halal berbasis maqāṣid al-sharī‘ah serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan kebijakan publik Islam di tingkat daerah. Kata kunci: Sertifikasi Halal, UMKM, Implementasi Kebijakan, Maqāṣid al-Sharī‘ah, Ekonomi Syariah.

PENGARUH LITERASI DIGITAL PELAKU USAHA DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP DAYA SAING EKONOMI KREATIF DAERAH SUMATERA UTARA

Suriono, Hadi, Dewantoro, Riy, Optari, Leni Kurnia
Abstract: Abstract : The creative economy has become a strategic sector in regional economic development in Indonesia, particularly in North Sumatra, which possesses abundant cultural wealth and creative potential. This study aims&#8230; to analyze the influence of digital literacy of business actors and service quality on the competitiveness of the regional creative economy in North Sumatra. The research employs a quantitative approach using multiple regression analysis on 250 creative economy business actors in North Sumatra across 16 subsectors. Data were collected through surveys using structured questionnaires and analyzed using SPSS version 26. The results show that digital literacy of business actors has a positive and significant effect on creative economy competitiveness (β = 0.456, p < 0.01), contributing 45.6% to competitiveness improvement. Service quality also has a positive and significant effect on creative economy competitiveness (β = 0.389, p < 0.01), contributing 38.9%. Simultaneously, digital literacy and service quality influence 72.3% of creative economy competitiveness in North Sumatra (R² = 0.723). These findings confirm that improving digital literacy through training programs and digital transformation, along with enhancing service quality of business actors, are key factors in increasing regional creative economy competitiveness. The practical implications of this research highlight the need for integrated policies among local government, educational institutions, and business actors in developing a competitive creative economy ecosystem through strengthening digital capacity and quality service standards. Keywords: Digital Literacy, Service Quality, Competitiveness, Creative Economy, North Sumatra, MSMEs Abstrak : Ekonomi kreatif telah menjadi sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara yang memiliki kekayaan budaya dan potensi kreatif yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital pelaku usaha dan kualitas layanan terhadap daya saing ekonomi kreatif daerah Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda terhadap 250 pelaku usaha ekonomi kreatif di Sumatera Utara yang tersebar di 16 subsektor. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital pelaku usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing ekonomi kreatif (β = 0,456, p < 0,01), dengan kontribusi sebesar 45,6% terhadap peningkatan daya saing. Kualitas layanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing ekonomi kreatif (β = 0,389, p < 0,01), dengan kontribusi sebesar 38,9%. Secara simultan, literasi digital dan kualitas layanan berpengaruh sebesar 72,3% terhadap daya saing ekonomi kreatif di Sumatera Utara (R² = 0,723). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa peningkatan literasi digital melalui program pelatihan dan transformasi digital, serta peningkatan kualitas layanan pelaku usaha merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi kreatif daerah. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan terintegrasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing melalui penguatan kapasitas digital dan standar layanan yang berkualitas. Kata Kunci: Literasi Digital, Kualitas Layanan, Daya Saing, Ekonomi Kreatif, Sumatera Utara, UMKM

PREDIKSI POLUSI UDARA BERDASARKAN TINGKAT CURAH HUJAN MENGGUNAKAN MODEL LSTM, BILSTM DAN PROPHET

Nuraina, Nuraina, Panjaitan, Erwin Setiawan, Nurjanah, Sofiana
Abstract: Abstract: The city of Jakarta, as the center of Indonesia's economic life and growth, continues to experience an astonishing population surge, reaching 11,248,839 people by 2024. However, this growth is inseparable from&#8230; negative consequences, such as increased activity and modernization, which significantly affect air quality. Air pollution, as a direct impact of these changes, has exceeded national air quality standards, endangering human, animal, and plant health. Understanding the relationship between air pollution and weather conditions is crucial in determining future control measures. In this study, we used the LSTM, BiLSTM, and Prophet models on air pollution data. The results show that the single BiLSTM model and the BiLSTM-Prophet hybrid model provide the best performance, with accuracy levels reaching 99.32% and 99.31%, respectively. These findings provide a solid basis for forecasting and controlling potential future air pollution levels, as well as identifying key factors contributing to air quality in the capital city. . Keyword: Air Pollution, LSTM, BiLSTM, Prophet, Rainfall Abstrak: Kota Jakarta, sebagai pusat kehidupan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, terus mengalami lonjakan penduduk yang menakjubkan, mencapai 11.248.839 orang pada tahun 2024. Namun, pertumbuhan ini tidak terlepas dari konsekuensi negatif, seperti peningkatan aktivitas dan modernisasi, yang secara signifikan mempengaruhi kualitas udara. Polusi udara, sebagai dampak langsung dari perubahan ini, telah melampaui standar kualitas udara nasional, membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Memahami hubungan antara polusi udara dan kondisi cuaca sangat penting dalam menentukan langkah-langkah pengendalian di masa depan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan model LSTM, BiLSTM, dan Prophet pada data polusi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tunggal BiLSTM dan model hybrid BiLSTM-Prophet memberikan kinerja terbaik, dengan tingkat akurasi masing-masing mencapai 99,32% dan 99,31%. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk memperkirakan dan mengendalikan potensi tingkat polusi udara di masa depan, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap kualitas udara di ibu kota. Kata kunci: Polusi udara, LSTM, BiLSTM, Prophet, Curah hujan