Search Articles & Publications

Showing 4768 articles found for "Data"

PENENTUAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE DI DESA TEBARA

Bore, Aristo Tagu, Trisno, Trisno, Kurra , Titus
Abstract: Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan merupakan salah satu kebutuhan hajat hidup orang banyak, sehingga perlu diatur dan disediakan oleh negara sesuai amanah undang-undang 1945 pasal 33. Subsidi diberikan… erikan dengan tujuan agar ketersediaan listrik dapat terpenuhi, serta membantu pelanggan yang kurang mampu dan masyarakat yang belum terjangkau pelayanan PT. Berdasarkan hasil evaluasi BKF dengan German International Cooperation (GIZ) terhadap subsidi listrik yang diberikan kepada kelompok pelanggan R1-450 VA dan R1-900 VA yang berlaku saat ini menunjukkan subsidi listrik tidak tepat sasaran, karena 5,9 juta pelanggan R1-450 VA dan 14,4 juta pelanggan R1-900 VA adalah kelompok rumah tangga yang telah mampu karena termasuk dalam pengeluaran per kapita lebih dari Rp.1 juta per bulan. Guna mengurangi risiko salah sasaran tersebut, perlu dilakukan klasifikasi dalam pemberian subsidi listrik berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang telah menjadi standar di PT. PLN menggunakan data mining dengan metode decision tree. Berdasarkan evaluasi dan hasil pengujian bab sebelumnya dengan dataset 50 data, 70 data dan 100 data produksi yang telah dilakukan, maka  hasil  pengukuran  Confusion  Matrix  dalam  penerapan  data mining untuk memprediksi target Desa Tebara dengan metode Decision Tree (Algoritma C4.5) pada pengujian 50 data menghasilkan akurasi 74%, precision 60% dan recall 83,33%. Pada pengujian 70 data menghasilkan akurasi 81,43%, precision 76,92% dan recall 74,07%. Pada pengujian 100 data menghasilkan akurasi 82%, precision 76,67% dan recall 67,65%. Jadi untuk data uji lebih banyak akan menghasilkan akurasi yang lebih tinggi.

KLASIFIKASI DATA MINING KELULUSAN MAHASISWA (STIMIKOM) STELLA MARIS SUMBA MENGGUNAKAN ALGORITMANAIVE BAYES

Tamo, Rahel Danga, Trisno, Trisno, Kurra , Titus, Uliyatunisa, Uliyatunisa
Abstract: Dalam data mining, penelitian mengenai klasifikasi kelulusan mahasiswa sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. Sebagian besar penelitian tersebut difokuskan pada identifikasi variabel prediktor. Ada banyak penelitian… dalam literatur terdahulu yang menjelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat mensukseskan proses pengklasifikasian kelulusan mahasiswa. Pemilihan penggunaan algoritma Naive Bayes, dan  pada penelitian ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: Selain ketiga algoritma tersebut sama-sama mudah diimplementasikan dan sama-sama dapat memberikan hasil yang baik dalam kasus klasifikasi, ketiga algoritma tersebut juga mempunyai beberapa keunggulan masing-masing. Implementasi data training sebanyak 51 data dengan algoritma Naive Bayes berhasil memprediksi besarnya kelulusan mahasiswa dengan persentase  keakuratan sebesar 74,67%, Sebanyak 184 mahasiswa sebagai data uji yang dihasilkan penelitian ini bahwa mahasiswa yang akan lulus tepat waktu sebanyak 42 mahasiswa atau sekitar 22,8% dari jumlah data testing dengan keakuratan sebesar 74,67%, Bagi Prang Studi Teknik Informatika berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak jurusan sebagai bahan pertimbangan bahwa dari jumlah data testing sebanyak 184 mahasiswa yang diperdiksi lulus tepat waktu sekitar 22,8% dan jumlah tidak tepat waktu 77,2%.

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMA SERBA BAKTI SURYALAYA

Dian Ardiansah, Makarim , Siti Amirah
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana kompetensi manajerial kepala sekolah dan pengaruhnya terhadap kinerja guru pada SMA Serba Bakti Suryalaya. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa perbedaan… Kepala Sekolah dalam Memimpin Guru akan menghasilkan hasil yang berbeda dalam pencapaian kinerja. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan jenis desain sequential explanatory designs. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMA Serba Bakti Suryalaya dengan sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi manajerial kepala sekolah di SMA Serba Bakti Suryalaya berada pada kategori sangat baik dengan presentase 88,53%, (2) Kinerja guru di SMA Serba Bakti Suryalaya berada pada kategori baik dengan presentase 78,48%.

HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN TIMBULNYA DAMPAK BIOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI POSKESDES DESA DALAM

Sri Gusniyati, Tahun, Omega DR.
Abstract: Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan… remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan  Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)

PERSEPSI MASYARAKAT SEKUPANG TERHADAP KEPEMIMPINAN MUHAMMAD RUDI SEBAGAI WALIKOTA BATAM

Sofia Martin, Raissa, Arianto, Bismar, Riyadi, Sayed Fauzan
Abstract: This study examines the leadership of Mayor Muhammad Rudi as the first leader to concurrently serve as Mayor of Batam and head of BP Batam. This study aims to describe the perception of the people of Sekupang District towards… wards Muhammad Rudi's leadership as Mayor of Batam. The theory used in this study is the leadership theory of Path-Goal. The theory of Path-Goal has 4 indicators, namely steering leadership, supporting leadership, participatory leadership, and achievement-oriented leadership. The method used in this study is quantitative method. The research location is in the Batam area of Sekupang District by taking 7 villages, from Tiban Baru, Tiban Lama, Sungai Harapan, Tanjung Riau, Tanjung Pinggir, Patam Lestari, and Tiban Indah Villages. Data was collected using questionnaires distributed to 100 respondents spread across 7 sub-districts. The data is analyzed using a percentage formula. Based on the results of research from the four indicators of directed leadership get a percentage value of 77.86% with the good category, supporting leadership gets a percentage value of 77.6% with the good category, participatory leadership gets a percentage value of 72.2% with the good category, and achievement-oriented leadership gets a percentage value of 78% with the good category. The conclusion of the four indicators consisting of 12 statements using the percentage formula that public perception produced for the assessment of the overall leadership indicators of Muhammad Rudi as Mayor of Batam is 95.52% is at the Likert scale interval of 81-100% with the very good category.   Keywords : Perception, Leadership, Mayor

TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Nitzschia sp SKALA LABORATORIUM DENGAN PEMBERIAN PUPUK YANG BERBEDA

Putri, Nadisa Theresia, Salim, M Agus
Abstract: Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk… tuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.  

PERAN DINAS PENDIDIKAN DALAM MENANGANI KESENJANGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA MAPUR, KECAMATAN BINTAN PESISIR, KABUPATEN BINTAN

Sihaloho, Erika Rahayu, Winarti, Novi, Putra, Ardi
Abstract: Keadaan Pendidikan yang ada di Desa Mapur bahwasanya pendidikan yang ada di Desa Mapur khususnya tingkat SD dan SMP di Mapur masih minim, belum memiliki fasilitas yang baik. Selain fasilitas yang menjadi alasan, kesadaran… n orang tua dan juga anak-anaknya sangat minim terhadap pentingnya Pendidikan, maka diperlukan peran dari Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan Pendidikan di desa tersebut.  Secara esensi tujuan Pendidikan menjadi pembentukan manusia yang hanya bukan dapat menyesuaikam diri, hayati dalam masyarakat melainkan, lebih asal itu yang bagaimana mampu menyumbang perubahan bagi masyarakat serta memiliki sebagai orang penyeimbang masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Biddle dan Thomas uang menggunakan empat indicator, yakni harapan, norma, wujud perilaku, evaluasi dan sanksi, jensi penelitian yangdigunakan adalah penelitian desktrifif kaulitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dinas Pendidikan yang berperan dalam menangani kesenjangan Pendidikan di desa mapur, kecamatan bintan pesisir kabupaten bintan. Hasil dari penelitian ini  menunjukan bahwa harapan dari para wali murid dan para tenaga pendidik yaitu adanya penambahan guru bahasa inggris dan alat transprotasi yang diharapkan bisa beroperasi jalan setiap hari. Dalam melaksanakan peran Dinas Pendidikan mengutamakan norma dan berpegang teguh kepada Undang-Undang 23 Tahun 2014. Wujud nyata yang terlihat jelas yaitu adanya pembagian baju seragam gratis, apembagian alat tulis gratis serta adanya kartu Indonesia pintar bagi siswa siwsi yang kurang mampu. Evaluasi dan sansksi para wali murid mengnaytakan bahwa dinas pantas mendapatkan penilain yang positif dan juga para tenaga Pendidikan berkata demikian bahwa dinas layak mendapatkan penilaian yang positif hanya saja ada beberapa hal yang harus di evaluasi.  

EVALUASI APLIKASI ARAHKAN (Ayo Realisasikan Administrasi Harmonis Perikanan) DI UPT PELAYANAN USAHA PERIKANAN KECAMATAN KUNDUR

Muhayat, Asrul, Winarti, Novi, Putra, Ardi
Abstract: The Karimun Regency Government is improving fisheries business services through the Fisheries Service creating an online-based service innovation in the form of the ARAHKAN (Let's Realize Harmonious Fisheries) Application… n in realizing fisheries administration services that are fast, cheap, efficient and transparent. This research discusses matters related to the implementation of fisheries business services using technology and obstacles in application services. The aim of this research is to find out how application-based fisheries business services are at the Fisheries Business Services UPT, Kundur District, Karimun Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method with informants consisting of elements from the Fisheries Service, UPT and the community and using data collection techniques and tools in the form of observation, interviews and documentation. The overall research results of this application have been said to meet expectations based on the following 4 indicators: a) input: human resources, finances, adequate facilities and infrastructure. b). Process: easy procedure, more time and cost efficient. c). Output: service levels increase, such as Kube, fuel recommendations, benefits received by fisheries business actors increase. d). Outcome: fisheries business services are more effective and efficient. However, in terms of the implementation process it cannot be said to have met expectations because there are still obstacles or obstacles such as network problems, the community is not yet technologically independent. Keywords : Services, Policy Evaluation, Electronic Services

EVALUASI PELAKSANAAN KARTU KUSUKA DI UPT PELAYANAN USAHA PERIKANAN KUNDUR

Trifiwidyana, Ica, Nazaki, Nazaki, Anggria Pratama, Ryan
Abstract: The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, in its government mission, carries out the creation of Maritime and Fisheries Business Actor Cards (KUSUKA). This card is an individual identification card issued by the Ministry… nistry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia for maritime and fisheries business actors in Indonesia. This research discusses matters related to the results of the implementation of the KUSUKA card program services at the Kundur District Fisheries Business Services UPT. The aim of this research is to find out the results of the implementation of the KUSUKA card at the Kundur Fisheries Business Services UPT. The approach used in this research is descriptive qualitative using data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. The results of this research show that the implementation of the KUSUKA card program for the community at the Kundur District Fisheries Business Services UPT is as expected. The implementation of this program meets expectations based on the following 6 indicators: a). effectiveness: the results achieved have met expectations. b) Efficiency: time and costs are efficient. c). Adequacy: Human resources and facilities/infrastructure are adequate. d). Alignment: program benefits are adequate. e). Responsiveness: service is adequate. f). Accuracy: the program results are useful. However, the effectiveness indicators and efficient indicators still cannot be said to meet expectations, this is because there are problems or obstacles such as the lack of clarity on the time for printing KUSUKA cards which only adjusts the bank's ability to print cards, the functions and benefits of the program have not been fully felt and there is no real change in the lives of the community or fisheries business actors in the Kundur District Fisheries Business Services UPT. Keywords : Public Services, Evaluation, Kusuka Card

ANALISIS TATA KELOLA CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN LINGGA

Chahyadi Anugrah, Febry, Winarti , Novi, Riyadi , Sayed Fauzan
Abstract: Cultural Heritage in Lingga Regency is spread in several areas, which requires attention. The Cultural Heritage is managed by the Lingga Regency Cultural Office by involving programs, activities sub-activities and at the… same time coordinating with other related parties to succeed the management of Cultural Heritage in Lingga Regency. The purpose of this study is to analyze the Governance of Cultural Heritage in Lingga Regency using the theory of governance from Widyananda (2008) with four indicators. The method used is qualitative descriptive with 10 informants and uses data collection techniques and tools in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study found that in the management of Cultural Heritage in Lingga Regency that the Cultural Office involved related parties, namely the Cultural Preservation Agency, cultural activists and regional and provincial apparatus organizations to succeed in management, in its management the Lingga Regency Cultural Office encountered problems regarding geographical location, lack of budget and weak human resources owned, knowing this, the Cultural Office carries out policies to overcome these problems by submitting proposals to the National Research and Development Agency for Culture, collaborating with other related agencies and by conducting routine mutual assistance to Cultural Heritage. In the process of Cultural Heritage Governance in Lingga Regency, it can be said that there is less role in technology in the media social sector. Keywords: Lingga Regency, Governance, Cultural Heritage