Abstract:Pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu:…
(1) Untuk menganalisis perencanaan kinerja ASN berbasis e-kinerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. (2) Untuk menganalisis pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja ASN berbasis e-kinerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. (3) Untuk menganalisis evaluasi kinerja ASN berbasis e-kinerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kinerja ASN berbasis e-kinerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo dilaksanakan secara berkala, yaitu triwulanan dan tahunan, dengan penilaian didasarkan pada target, realisasi, waktu pelaksanaan, serta bukti dukung yang diunggah dalam sistem, sehingga prosesnya menjadi lebih terstruktur, terukur, objektif, dan transparan serta digunakan sebagai dasar pemberian penghargaan. Meskipun sudah berjalan cukup baik, masih terdapat kendala berupa keterlambatan pengumpulan bukti dukung dan lambatnya akses aplikasi, sehingga efektivitasnya sangat bergantung pada kedisiplinan pegawai serta ketelitian pimpinan dalam memverifikasi data. Oleh karena itu, sistem ini perlu terus dioptimalkan agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar pembinaan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Abstract:Gunung Fuji merupakan gunung berapi tertinggi di Jepang yang memiliki empat jalur pendakian utama. Di antara keempat jalur tersebut, Yoshida dan Fujinomiya menjadi pilihan paling populer di kalangan pendaki dari berbagai…
penjuru dunia. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi tingkat kemiringan masing-masing jalur dengan memanfaatkan konsep gradien dalam kerangka kalkulus peubah banyak. Data elevasi setiap stasiun serta panjang segmen antar-stasiun dikumpulkan dan diolah untuk memperoleh nilai kemiringan per segmen maupun kemiringan rata-rata keseluruhan jalur. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jalur Yoshida memiliki kemiringan rata-rata sebesar 23,36% (setara 13,15°), sedangkan jalur Fujinomiya mencatat kemiringan rata-rata yang lebih tinggi, yakni 31,54% (setara 17,50°). Segmen paling curam pada jalur Yoshida terletak di antara Stasiun 5 dan Stasiun 6 dengan kemiringan 45,45%, sementara segmen paling curam pada jalur Fujinomiya berada di antara Stasiun 8 dan Stasiun 9a dengan kemiringan 65,69%. Temuan ini mengindikasikan bahwa jalur Yoshida lebih sesuai bagi pendaki pemula, sedangkan jalur Fujinomiya menuntut kondisi fisik yang lebih prima.
Abstract:Penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas merupakan kewajiban konstitusional birokrasi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Namun, Kantor Camat Kota Selatan menghadapi tantangan penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat…
syarakat (IKM) pada tahun 2025 sebesar 5,18 poin menjadi 88,04%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan sistemik dan mengukur kualitas pelayanan administrasi publik di Kantor Camat Kota Selatan, Kota Gorontalo, dengan menggunakan model SERVQUAL secara komprehensif.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informan utama yang terdiri dari aparatur kecamatan serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan SERVQUAL, yaitu Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan), dan Empathy (empati).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi publik belum berjalan optimal dan masih menghadapi sejumlah kendala operasional pada kelima dimensi SERVQUAL. Pada dimensi Tangibles, infrastruktur gedung mengalami kerusakan fisik yang parah, fasilitas penunjang minim, serta pemanfaatan aplikasi Yanjak Gorontalo Kota belum maksimal karena operasional lapangan masih didominasi proses manual. Pada dimensi Reliability, terjadi keterlambatan penyelesaian dokumen akibat proses verifikasi yang birokratis dan koordinasi lintas instansi yang lemah. Dimensi Responsiveness menunjukkan sikap petugas sudah cukup baik, namun penyampaian alur prosedur dan prasyarat berkas belum transparan dan tidak seragam. Pada dimensi Assurance, terdapat inkonsistensi informasi antarpetugas yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Sementara pada dimensi Empathy, sikap ramah dan humanis sudah mulai diterapkan, tetapi implementasinya masih bersifat individual dan belum konsisten secara institusional.
Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa optimalisasi pelayanan memerlukan rehabilitasi fasilitas fisik, pemangkasan alur birokrasi, digitalisasi sistem informasi terpadu melalui optimalisasi teknologi, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang kaku untuk menyamakan persepsi staf, serta pengawasan berkala terkait internalisasi nilai-nilai hospitality bagi seluruh aparatur kecamatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap kematangan emosi remaja yang tinggal di Kota Kupang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 35 orang remaja berusia…
erusia 17 hingga 21 tahun yang dipilih secara keseluruhan karena jumlah populasi yang terbatas. Data dikumpulkan melalui daftar pernyataan berjenjang yang diisi langsung oleh responden, kemudian diolah menggunakan program statistik SPSS versi 22. Hasil gambaran umum menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas komunikasi keluarga dan tingkat kematangan emosi keduanya tergolong baik. Pengujian regresi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,426 yang lebih besar dari batas kesalahan 5%, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Besaran peran pola komunikasi keluarga hanya mencapai 1,9%, sedangkan sisanya sebesar 98,1% dipengaruhi oleh aspek lain di luar ruang lingkup penelitian. Meskipun demikian, arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa interaksi keluarga yang baik tetap berperan mendukung perkembangan emosi yang sehat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kualitas alat ukur dan jumlah sampel, sehingga disarankan bagi penelitian mendatang untuk menggunakan instrumen yang lebih teruji dan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kepercayaan diri terhadap kecemasan akademik di kalangan mahasiswa tahun pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain…
n yang bersifat korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert yang menampilkan 20 butir pernyataan untuk setiap variabel. Uji validitas menunjukkan bahwa semua butir pernyataan adalah valid (r hitung > r tabel = 0,334), dan uji reliabilitas memperoleh skor Cronbach’s Alpha sebesar 0,968 yang tergolong sangat dapat diandalkan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan software SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan akademik pada mahasiswa tahun pertama, dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,519, dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,420 yang menunjukkan bahwa kepercayaan diri dapat menjelaskan 42,0% variasi kecemasan akademik. Sisa 58,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Abstract:Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah komponen penting dalam administrasi layanan publik dan pemerintahan. Kehadiran ASN sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional dan jaminan pelaksanaan pemerintahan yang…
berorientasi pada masyarakat, efektif, dan efisien. Keberhasilan organisasi pemerintah dalam memenuhi tanggung jawab dan fungsinya, termasuk pelaksanaan kebijakan publik, layanan publik, dan administrasi pemerintahan, diukur oleh kinerja ASN. Oleh karena itu, peningkatan kinerja ASN merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus diupayakan oleh setiap instansi pemerintah. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan hasil kerja pegawai. Hasil penelitian (Hanasi et al., 2024) menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan publik. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pegawai yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan pegawai yang memiliki motivasi kerja rendah.
Keberhasilan penerapan e-governance tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan dukungan organisasi. (Hulopi et al., 2025) menjelaskan bahwa pelayanan digital yang efektif memerlukan integrasi antara teknologi informasi, kompetensi aparatur, serta komitmen organisasi dalam mendukung transformasi digital.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antar variaberl pernerlitian serrta merlakukan perngujian hipotersis. Moderl statistik yang digunakan untuk mernguji hipotersis dalam pernerlitian ini adalah analisis rergrersi linierr berrganda, yang digunakan untuk merngertahui perngaruh motivasi kerrja dan pernerrapan er-goverrnancer terrhadap kinerrja Aparatur Sipil Nergara (ASN) di Badan Kerpergawaian Perndidikan dan Perlatihan Kota Gorontalo.
Motivasi kerrja dan Pernerrapan ER-Goverrnancer sercara simurltan berrperngarurh signifikan terrhadap kinerrja aparaturr sipil nergara (ASN) di Badan Kerpergawaian dan Perngermbangan Surmberr Daya Manursia Kota Gorontalo derngan nilai derterrminan serbersar 73,00%, serdangkan sisanya serbersar 27,00% dapat diperngarurhi olerh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini bermakna bahwa kombinasi antara motivasi kerja dan penerapan E-Governance mampu meningkatkan kinerja ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota
Abstract:Pemeriksaan Protrombin Time (PT) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai sistem pembekuan darah, sehingga ketepatan dan ketelitian hasil pemeriksaan harus terjamin melalui pelaksanaan pengendalian mutu. Penelitian…
litian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode satu tahun berdasarkan data Quality Control (QC). Analisis dilakukan dengan menghitung nilai mean, standar deviasi (SD), dan koefisien variasi (CV), serta mengevaluasi kestabilan hasil menggunakan grafik Levey–Jennings. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar nilai koefisien variasi (CV) berada di bawah 5%, yang menandakan tingkat presisi yang baik. Grafik Levey–Jennings menunjukkan bahwa sebagian besar data QC berada dalam batas kendali ±2 SD dan tersebar di sekitar nilai mean, sehingga proses analitik dapat dikatakan stabil. Namun, terdapat beberapa LOT dengan nilai CV di atas 5% yang mengindikasikan adanya variasi hasil yang lebih tinggi. Secara umum, tidak ditemukan penyimpangan yang signifikan berdasarkan pola grafik maupun evaluasi pengendalian mutu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode penelitian berada dalam kategori baik, dengan hasil pemeriksaan yang stabil, presisi, dan masih dalam batas kendali yang dapat diterima.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan…
n Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, kusioner dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis kuantitatif, dengan teknik analisis data bantuan SPSS versi 25. Tahapan analisis meliputi pengujian instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F), sementara besarnya kontribusi pengaruh variabel diukur menggunakan analisis koefisien determinasi. dengan bantuan SPSS versi 25. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ASN di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 57 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya kerja masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini didukung oleh nilai koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional dan budaya kerja memberikan kontribusi sebesar 58,4% terhadap disiplin kerja, sedangkan 41,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV–VI SD Negeri Totabuan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian…
nelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV–VI SD Negeri Totabuan yang berjumlah 52 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel terikat terdiri atas motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumentasi, dan observasi. Data pola asuh orang tua dan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, sedangkan hasil belajar diperoleh dari nilai rapor mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji T, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, semakin baik pola asuh yang diterapkan orang tua, semakin tinggi motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam pembinaan qori’ dan qori’ah, mengidentifikasi faktor pendukung dan…
ung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi pembinaan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LPTQ serta qori/qori’ah yang mengikuti pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan MTQ, seleksi peserta, pelaksanaan training center, pendampingan kafilah, serta penguatan nilai-nilai Qur’ani di masyarakat. Pembinaan yang dilakukan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan tajwid, tahsin, fashahah, lagu, suara, serta pembentukan karakter Qur’ani peserta. Faktor pendukung pembinaan meliputi adanya pelatih, dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, TPQ, sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sarana-prasarana, pelatih profesional, kendala geografis, dan pembinaan yang belum sepenuhnya rutin sepanjang tahun. Oleh karena itu, optimalisasi peran LPTQ perlu dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, penguatan anggaran, penyediaan fasilitas, pemetaan kader, serta penerapan sistem zonasi atau rumah tahsin.