Abstract:Abstract: In the current digital era, almost all health care sectors require fast, precise, detailed, and valid services. The results of observations show that during lectures, students still have difficulty understanding…
g the flow of input, process, and output of a good application, and do not know and have an idea about Application Software in Health Care Facilities that are already running in health facilities because some students do Field Work Practices. placed in health care facilities institutions still use manual systems with paper and recording in ledgers, during the current pandemic. In this study, an electronic medical record information system was designed and built as a student learning application regarding health service applications, system accuracy test using ISO 9126, where ISO 9126 looks at Functionability, Reliability, usability, efficiency, maintainability, and portability of a good system and provides recommendations if there are findings that the system does not meet the needs. The results of this study obtained the value of the Information System that was built only 75,92593 % which is the result of quality measurement so that this application does not fall into the category of the ISO 9126 standard because there are Portability Characteristics, namely Adaptability and Installability elements are not met, for these finding recommendations for improvements are given so that the system can run perfectly. according to the need for use.
Keywords: Covid-19, Electronic Medical Records, Learning Media, ISO 9126
Abstrak: Pada era digital sekarang, hampir semua sektor pelayanan kesehatan membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, detail, dan valid. Hasil observasi menunjukkan bahwa selama perkuliahan mahasiswa masih kesulitan memahami alur input, proses, dan output dari suatu aplikasi yang baik, serta belum mengetahui dan mempunyai gambaran tentang Software Aplikasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang sudah berjalan di fasilitas kesehatan dikarenakan beberapa mahasiswa yang melakukan Praktek Kerja Lapangan ditempatkan di institusi fasilitas pelayanan kesehatan masih menggunakan sistem manual dengan kertas dan pencatatan di buku. Pada penelitian ini dirancang dan dibangun sebuah sistem informasi rekam medis elektronik sebagai aplikasi pembelajaran mahasiswa mengenai aplikasi pelayanan kesehatan, uji akurasi sistem menggunakan ISO 9126, dimana ISO 9126 menilik Functionability, Reliability, usability, efesiency, maintainability dan portability sistem yang baik serta memberi rekomendasi apabila ada temuan sistem yang belum sesuai kebutuhan. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai Sistem Informasi yang dibangun hanya 75,92593 % yang merupakan hasil pengukuran kualitas sehingga aplikasi ini tidak masuk kategori standar ISO 9126 karena ada Karakteristik Portability yaitu unsur Adaptability, dan Installability tidak terpenuhi, untuk temuan ini diberikan rekomendasi perbaikan agar sistem dapat berjalan sempurna sesuai kebutuhan penggunaannya.
Kata kunci: Covid-19, Media Pembelajaran, Rekam Medis Elektronik, ISO 9126
Abstract:Abstract: The system information section filing in UPT Puskesmas Rahayu to submit a medical record file to any of the poly, assembling medical records, store medical records, retention medical records are already inactive.…
e. This research aims to design and create a system of information filing outpatient medical records in UPT Puskesmas Rahayu in terms of borrowing and return the medical record file as well as facilitate the retention of medical records with the use of qualitative methods. The Data used in the study in UPT Puskesmas Rahayu, namely interviews, observation, and FGD (Focus Group Discussion). This study shows the input data of the patients is in accordance with UPT Puskesmas Rahayu. Input patient data include No RM, the Name of the KK, the Patient's Name, Gender, Address, and Villages. This research resulted in the information system of medical record filing outpatient procedures that can facilitate the officer in the management of the filing of medical records.
Keywords: borrowing and return; medical record filing; puskesmas
Abstrak: Sistem informasi bagian filing di UPT Puskesmas Rahayu untuk mengirimkan berkas rekam medis ke setiap poli, assembling rekam medis, menyimpan rekam medis, meretensi rekam medis yang sudah in aktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi filing rekam medis rawat jalan di UPT Puskesmas Rahayu dalam hal peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis serta mempermudah dalam retensi rekam medis dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian di UPT Puskesmas Rahayu yaitu wawancara, observasi dan FGD (Focus Group Discussion). Penelitian ini menunjukkan input data pasien sudah sesuai dengan yang ada di UPT Puskesmas Rahayu. Input data pasien meliputi No RM, Nama KK, Nama Pasien, Jenis Kelamin, Alamat, dan Kelurahan. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi rekam medis filing rawat jalan yang dapat mempermudah petugas dalam pengelolaan filing rekam medis.
Kata kunci: peminjaman dan pengembalian; puskesmas; rekam medis filing
Abstract:Abstract: This research is based on retention activities in a hospital that are still done manually. Storage activities that are still carried out manually greatly affect the performance of medical record officers because…
use of the length of time it takes and also affects the storage of medical record files in the storage room. The purpose of this research is to create a retention information system. Where the design of this retention information system can provide information about the processing and reporting of retention carried out in a hospital. This retention information system contains data that supports the presentation of information needed by medical record officers. In addition, this retention information system helps make it easier for medical record officers to store medical record files quickly and accurately, as well as assist officers in the data reporting process. Data are collected through observation, interviews, and literature study. The results of this study indicate that this retention information system makes it easier for officers to do retention more quickly and precisely, especially in terms of data reporting.
Keywords: design; informations system; microsoft visual studio 2010; retention.
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan retensi di suatu rumah sakit yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan retensi yang masih dilakukan secara manual ini sangat mempengaruhi kinerja petugas rekam medis karena lamanya waktu yang dibutukan dan juga berpengaruh terhadap penyimpanan berkas rekam medis di ruang penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem informasi retensi. Dimana perancangan sistem informasi retensi ini dapat memberikan informasi mengenai pengolahan dan pelaporan retensi yang dilakukan di suatu rumah sakit. Sistem informasi retensi ini terdapat data yang mendukung penyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para petugas rekam medis. Selain itu, sistem informasi retensi ini membantu memudahkan petugas rekam medis untuk meretensi berkas rekam medis dengan cepat dan tepat, dan juga membantu petugas dalam proses pelaporan data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan literatur review. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi retensi ini mempermudah petugas untuk melakukan retensi lebih cepat dan tepat terutama dalam hal pelaporan data.
Kata kunci: microsoft visual studio 2010; perancangan; retensi; system informasi.
Abstract:Abstract: To increase the Electronic-Based Government System (SPBE) maturity level and comply with Presidential Regulation no. 95 of 2018, the Sukabumi Regency Government needs to standardize the SPBE design to be implemented…
ented appropriately integrated with utilizing technological advances optimally. One of the frameworks used to design the SPBE architecture is using the Enterprise Architecture (EA). EA aims to meet the gap between the needs of stakeholders and the availability of government administration services. The journal's focus on the design of this SPBE EA is on the SPBE Service Domain in the Electronic-Based Government Administration Service. The design is carried out using a combination of references to the SPBE Presidential Regulation and the National SPBE Master Plan Attachment and one of the main components of the EA framework, namely TOGAF ADM. This design produces an output in the form of an Electronic-Based Government Administration Service Catalog. It is expected to be used as a reference in developing technology in the Regency Government Sukabumi both from practical contributions and academic contributions.
Keywords: Enterprise Architecture; Service Architecture; SPBE; TOGAF ADM
Abstrak: Dalam rangka meningkatkan tingkat kematangan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dan mematuhi Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sukabumi perlu melakukan standarisasi terhadap perancangan SPBE agar dapat terimplementasi dan terintegrasi dengan baik dalam memanfaatkan kemajuan teknologi secara optimal. Salah satu kerangka kerja yang bisa digunakan untuk merancang Arsitektur SPBE yaitu menggunakan Enterprise Architecture (EA). EA bertujuan untuk memenuhi kesenjangan antara kebutuhan pemangku kepentingan dengan ketersediaan layanan administrasi pemerintahan. Fokus jurnal pada perancangan EA SPBE ini yaitu pada Domain Layanan SPBE di bagian Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik. Perancangan yang dilakukan memanfaatkan kombinasi antara referensi pada Perpres SPBE dan Lampiran Rencana Induk SPBE Nasional serta salah satu komponen utama framework EA yaitu TOGAF ADM. Perancangan ini menghasilkan keluaran berupa Katalog Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik dan diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan pengembangan teknologi di Pemkab. Sukabumi baik dari kontribusi praktis maupun kontribusi akademik.
Kata kunci: Arsitektur Layanan; Enterprise Architecture; SPBE; TOGAF ADM
Abstract:Abstract: Question classification is a computer science system, which aims to analyze questions and can label each question based on existing categories. Questions can be collected from several materials or topics that are…
re many and different. Therefore, the researcher intends to create a classification system for quiz questions Data Warehouse and Business Intelligence which can be grouped into topics Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analytics, and Performance Measurement. One way to solve this problem is by approach machine learning. In this study, researchers used a comparison of machine learning algorithms, namely the algorithm NaïveBayes and SupportVectorMachine using SMOTE and methods Cross-Validation The results of this study show the best accuracy results and are very helpful. The results obtained in the method cross-validation before SMOTE resulted in an accuracy rate of 82.02% for the results after going through the SMOTE stage of 94.79% on the algorithm Naïve Bayes, while the algorithm SupportVectorMachine get accuracy of 81.39% in the process before SMOTE for the results after going through SMOTE of 96.52%.
Keywords: Cross-Validation; Machine Learning; Naive Bayes; Support Vector Machine; Question Classification
Abstrak: Klasifikasi pertanyaan merupakan sebuah sistem ilmu komputer, yang bertujuan untuk menganalisis pertanyaan serta dapat memberi label pada setiap pertanyaan berdasarkan kategori yang ada. Pertanyaan soal dapat dikumpulkan dari beberapa materi atau topik yang banyak dan berbeda. Oleh karena itu, bermaksud untuk membuat sistem klasifikasi pertanyaan soal kuis Data Warehouse dan Business Intelligence yang dapat dikelompokkan menjadi topik Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analitik, dan Pengukuran Kinerja. Cara yang dapat dilakukan untuk permasalahan ini dengan menggunakan pendekatan MachineLearning. Pada penelitian kali ini menggunakan perbandingan algoritma MachineLearning yaitu algoritma NaïveBayes dan SupportVectorMachine menggunakan metode SMOTE dan Cross-Validation. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil akurasi yang terbaik dan sangat membantu. Hasil yang diperoleh pada metode cross-validation sebelum SMOTE menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82.02% untuk hasil sesudah melalui tahap SMOTE sebesar 94.79 % pada algoritma Naïve Bayes, sedangkan pada algoritma Support Vector Machine menghasilkan akurasi sebesar pada proses sebelum SMOTE 81.39% untuk hasil sesudah melalui SMOTE sebesar 96.52%.
Kata kunci: Klasifikasi Pertanyaan; Pembelajaran Mesin; Naive Bayes; Support Vector Machine; Cross-Validation
Abstract:Abstract: In an effort to control the rate of the spread of Covid-19, the Governor of Sumatera Utara detailed-right of instructions written to perform the extension of PPKM Mikro. One of the scenarios control that is used…
d to perform the contact tracing. Many countries have managed to implement technology-based applications as a tool to do contact tracing to the victims who are exposed. On the one hand, the use of application is very helpful in reducing the rate of transmission of Covid-19. But on the other hand, concerns against the use of user data that is secret to be its own obstacles. This study aims to create a tracing system contact Covid-19 using the QR Code. QR Code technology is selected because it can be used as a tracing tool contact without need to take the user's location data confidential. This system developed by applying the waterfall model. The results of the research show that the tracing system contact Covid-19 without using the privacy data of the user is successfully created with the use of QR Code technology is web-based. Using the method of blackbox testing, the results of the test the functionality of the system running well.
Keywords: Contact Tracing, Covid-19; QR Code; Waterfall; Web
Abstrak: Dalam upaya mengendalikan laju penyebaran Covid-19, Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan instruksi tertulis untuk melakukan perpanjangan PPKM Mikro. Salah satu skenario pengendalian yang digunakan adalah dengan melakukan pelacakan kontak (contact tracing). Beberapa negara telah berhasil mengimplementasikan teknologi berbasis aplikasi sebagai alat untuk melakukan pelacakan kontak terhadap korban yang terpapar. Disatu sisi, penggunaan aplikasi sangat membantu dalam menekan laju penularan Covid-19. Namun disisi lain, kekhawatiran terhadap penggunaan data pengguna yang bersifat rahasia menjadi hambatan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem pelacakan kontak Covid-19 menggunakan QR Code. Teknologi QR Code dipilih karena dapat digunakan sebagai alat pelacakan kontak tanpa perlu mengambil data lokasi pengguna yang bersifat rahasia. Sistem ini dikembangkan dengan menerapkan model waterfall. Hasil peneltian menunjukkan bahwa sistem pelacakan kontak Covid-19 tanpa menggunkan data privasi pengguna berhasil dibuat dengan menggunkan teknologi QR Code yang berbasis web. Dengan mengguna metode blackbox testing, hasil dari uji fungsionalitas sistem berjalan dengan baik.
Kata kunci: Covid-19; Pelacakan Kontak; QR Code, Waterfall, Web
Abstract:Saat ini penggunaan sistem informasi sangat penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi suatu proses bisnis. Pemerintah Kota Denpasar merupakan salah satu instansi yang telah mengimplementasikan sistem informasi…
Karma Simanis untuk mempermudah proses monitoring realisasi anggaran yang dapat dilakukan secara online. Mengingat pentingnya penggunaan sistem informasi Karma Simanis maka diperlukan suatu pengukuran kualitas perangkat lunak berdasarkan kesesuaian fungsional dan usability untuk mengetahui nilai kualitas sistem yang digunakan dari segi fungsionalitas dan tingkat kegunaan. Dalam melakukan pengukuran kualitas terdapat beberapa model yang dapat digunakan menjadi pedoman untuk melakukan pengukuran perangkat lunak. ISO/IEC 25010 adalah model kualitas yang dapat digunakan sebagai standar untuk mengukur kualitas perangkat lunak.. Proses pengukuran dilakukan berdasarkan kuesioner yang telah dirancang dengan menggunakan sub karakteristik functional suitability dan usability pada aspek sistem yang diukur. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sistem informasi Karma Simanis memiliki nilai kelayakan sistem sebesar 75,99% yang terdiri dari kualitas kesesuaian fungsional sebesar 75,85% dan nilai kualitas usability sebesar 76,09%.
Abstract:Abstract: This research aims to analyze IT governance related to academic services at Muria Kudus University, which is responsibility of Information System Center division. Analysis did by measuring maturity level of IT…
governance using COBIT 2019 framework to know about current maturity and expected maturity, also analyze the gap. It purposes to increase IT governance and forming recommendations that organization can do in the future. The results show that the average of current maturity level of 11 processes domain is 3,37 on level 3 (defined). It represents enterprisewide standards provide guidance across the enterprise to reach it goals. The result of gap analysis obtained the average of gap values is 1,63 and represents Information System Center MKU needs to do IT governance and management evaluations that aims to reach enterprise goals or expected maturity level. We give some recommendations into it.
Keywords: COBIT 2019; gap analysis; IT governance; maturity level
Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dalam menganalisis tata kelola TI terkait layanan akademik yang ada di Universitas Muria Kudus (UMK), dimana aktivitas ini menjadi tanggung jawab divisi Pusat Sistem Informasi (PSI). Analisis dilakukan melalui pengukuran menjadikan tingkat kematangan (maturity level) pengelolaan TI dengan standar COBIT 2019 guna mengetahui kondisi tata Kelola TI saat ini diharapkan serta menganalisis kesenjangan (gap) yang terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan tata kelola TI serta merumuskan rekomendasi yang bisa dilakukan selanjutnya oleh Pusat Sistem Informasi UMK di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata tingkat kematangan 11 domain proses yang dianalisis adalah sebesar 3,37 dan berada pada level 3 (ditetapkan). Hal tersebut merepresentasikan, bahwa organisasi telah memiliki standar proses yang berlaku diseluruh lingkup organisasi tersebut untuk mencapai tujuan. Sedangkan dari hasil analisis kesenjangan (gap) diperoleh rata-rata nilai kesenjangan sebesar 1,63 yang merepresentasikan, bahwa Pusat Sistem Informasi UMK perlu melakukan perbaikan-perbaikan tata kelola dan manajemen TI guna mencapai tujuan organisasi atau tingkat kematangan yang diharapkan. Terhadap hal tersebut diberikan beberapa rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan organisasi.
Kata kunci: analisis kesenjangan; COBIT 2019; tata kelola TI; tingkat kematangan
Abstract:Abstract: Geographical information system (GIS) is a tool with computer and android systems used to map conditions and events that occur on earth. With the current mapping system's capabilities, it can be used by the community.…
munity. There are still few people who know the hospitals around them, especially with people outside the district. They have to ask the local community to find out the location of the hospital. With a system designed to provide convenience through determining the hospital location points that are available on the system. The data collection process and methods using the waterfall method. Testing this geographic information system with BlackBox. Someone searches Al-Aziz hospital data by selecting the al-Aziz hospital symbol contained in the system. A detailed menu will appear on the symbol so that it provides information about the hospital address, the schedule for opening and closing of the clinic, the name of the doctor, receiving PBJS health patient services, and the doctor's practice schedule at Al-Aziz Hospital.
Keywords: Blackbox Testing; Hospital; Location; Waterfall method; Webgis
Abstrak: Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah alat komputer dan sistem android yang digunakan untuk memetakan kondisi dan peristiwa yang terjadi di bumi. Dengan kemampuan sistem pemetaan yang ada saat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Masih sedikit masyarakat yang mengetahui rumah sakit di sekitar mereka, terutama yang berada di luar kabupaten. Mereka harus meminta masyarakat sekitar untuk mengetahui lokasi rumah sakit tersebut. Dengan sistem yang dirancang untuk memberikan kemudahan melalui penentuan titik lokasi rumah sakit yang tersedia dalam sistem. Proses dan metode pengumpulan data menggunakan metode waterfall. Uji sistem informasi geografis ini dengan BlackBox. Seseorang mencari data rumah sakit Al-Aziz dengan memilih simbol rumah sakit al-Aziz yang terdapat dalam sistem. Pada simbol ini akan muncul menu detil sehingga memberikan informasi mengenai alamat rumah sakit, jadwal buka tutup klinik, nama dokter, penerimaan pelayanan pasien kesehatan PBJS, dan jadwal praktek dokter di RS Al-Aziz.
Kata kunci: Blackbox Testing; Lokasi; Rumah sakit; Waterfall; Webgis
Abstract:Abstract: In this research, a prediction system has been successfully developed to predict whether or not a prospective money borrower will run smoothly. Prospective borrowers who will borrow, some of the data that meet…
the criteria will be inputted by the office clerk into a prediction application system interface to be processed using the Data Mining method, namely the K-Nearest Neighbor Algorithm with the Codeigniter programming language 3. The results of the Euclidean calculation process are based on predetermined criteria Between training data (training) to testing data (test) will be displayed with a table that has been sorted from smallest to largest containing 9 closest neighbors according to the K value that has been determined, namely 9. The nine neighbors will be taken the dominant category. This dominant category can be used as a guideline that makes it easier for the leader to make a decision on the next borrower.
Keywords: Data Mining; Euclidean; K-Nearest Neighbor; Prospective Borrowers;
Abstrak: Dalam penelitian ini telah berhasil dibuat sebuah sistem prediksi untuk memprediksi lancar atau tidak lancarnya seorang calon peminjam uang. Calon peminjam uang yang akan meminjam, sebagian datanya yang memenuhi kriteria akan diinputkan petugas kantor ke dalam sebuah interface sistem aplikasi prediksi untuk diolah menggunakan metode Data Mining yaitu Algoritma K-Nearest Neighbor dengan bahasa pemrograman Codeigniter 3. Hasil proses perhitungan Euclidean berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan antara data training (latih) ke data testing (uji) tersebut akan ditampilkan dengan sebuah tabel yang sudah diurutkan dari yang terkecil ke terbesar berisi 9 tetangga terdekat sesuai dengan nilai K yang sudah ditentukan yaitu 9. Sembilan tetangga tersebut akan diambil kategori yang dominan. Kategori yang dominan tersebut bisa dijadikan suatu pedoman yang memudahkan pimpinan dalam mengambil sebuah keputusan kepada calon peminjam selanjutnya.
Kata kunci: Debitur; Data Mining; Euclidean; K-Nearest Neighbor