Abstract:Abstract: The Central Bureau of Statistics is a government agency that serves the public in providing accurate statistical data. Central Bureau of Statistics Every year the Central Bureau of Statistics accepts new partners.…
rs. Partners who do data processing that has been done on data in the field. In this case, the acceptance of new partner candidates is quite often held to carry out survey and population census activities. The partner acceptance process is less effective because it still uses the manual method, namely the approach between existing partners. So we need a decision support system that can help election performance to be more effective. The basic concept of the Simple Addictive Weighting method is to find a weighted sum of performance ratings for each alternative on all criteria or attributes. The purpose of this research is to build and design a data processing application for prospective new partners at the Central Bureau of Statistics of the Asahan district to get an assessment according to the specified criteria. The results of the research conducted produced the best alternative decision, namely Ruslan Efendi with a score of 0.975 and Yenni Yulistina with a value of 0.95. based on these results can assist the Central Bureau of Statistics in determining the assessment of potential new partners so that they can provide a reference in decision making. In accordance with the criteria required by the Central Bureau of Statistics.
Keywords: decision support support system; simple addictive weighting; prospective partners; information systems.
Abstrak: Badan Pusat Statistik merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani masyarakat dalam menyediakan data statistik yang akurat. Badan Pusat Statistik Setiap tahunnya Badan Pusat Statistik menerima mitra baru. Mitra yang melakukan pengolahan data yang sudah dilakukan pada data dilapangan.. Dalam hal ini, penerimaan calon mitra baru cukup sering diadakan untuk menjalankan kegiatan survei dan sensus penduduk. Proses penerimaan mitra ini kurang efektif karena masih menggunakan cara manual, yaitu dan pendekatan antara mitra yang sudah ada sebelumnya. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu kinerja pemilihan menjadi lebih efektif. Konsep dasar dari metode Simple Addictive Weighting mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja untuk setiap alternative pada semua kriteria atau atribut. Tujuan penelitian ini dapat membangun dan merancang sebuah aplikasi pengolahan data calon mitra baru di Badan Pusat Statistik kabupaten Asahan yang tepat untuk mendapatkan penilaian yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah keputusan alternatif terbaik yaitu Ruslan efendi dengan nilai 0.975 serta Yenni Yulistina dengan nilai 0.95. berdasarkan hasil tersebut dapat membantu pihak Badan Pusat Statistik dalam menentukan penilaian calon mitra baru sehingga dapat memberikan acuan dalam pengambilan keputusan. Sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh pihak Badan Pusat Statistik.
Kata kunci : sistem pendukung pendukung keputusan; simple addictiv weighting; calon mitra; sistem informasi.
Abstract:Abstract: Technology is growing rapidly and has become one of the human needs that must be owned to solve the problems being faced. The development of touchless input devices or hand gesture recognition using a camera is…
a form of machine learning. Gestures can define as physical movements of the hands, arms, or body as expressive messages, besides that this hand gesture system can explain the contents of commands that have meaning. In this research, a virtual mouse system will be developed using hand gesture recognition based on the hand landmark model for pointing devices. The resulting application can be run on a desktop device using a webcam. The results of the tests carried out to analyze the implementation of the hand landmark model into the system show that the average system accuracy reaches 96% and the speed reaches 0.05 seconds.
Keywords: hand gesture recognition, hand landmark models, machine learning, virtual mouse
Abstract: Teknologi semakin pesat dan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia yang harus dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Perkembangan piranti masukan tanpa sentuhan atau hand gesture recognition menggunakan kamera adalah salah satu bentuk dari machine learning. Gestur mampu mendefinisikan sebagai gerakan fisik dari tangan, lengan, maupun badan sebagai pesan yang ekspresif, selain itu sistem gestur tangan ini mampu menjelaskan isi perintah yang memiliki arti. Dalam penelitian ini akan dikembangkan sebuah sistem virtual mouse menggunakan hand gesture recognition berbasis hand landmark model untuk pointing device. Aplikasi yang dihasilkan dapat dijalankan pada perangkat desktop dengan menggunakan webcam. Hasil dari pengujian yang dilakukan untuk menganalisa penerapan hand landmark model kedalam sistem menunjukkan rata-rata akurasi sistem mencapai 96% dan kecepatan mencapai 0.05 second.
Keywords: hand gesture recognition, hand landmark models, machine learning, virtual mouse
Abstract:Abstract: Marriage is a husband and wife relationship between a man and a woman to form a family. There are several conditions in marriage that must be fulfilled both religiously and legally in force in Indonesia. To carry…
ry out the marriage, the prospective bride and groom must register at the nearest Religious Affairs Office (KUA), KUA is an institution established by the government to handle marriage matters. At marriages, various age groups are often found registering at the KUA. This research was conducted using the Data Mining technique through the K-Means Clustering Model to determine the age grouping of marriage which aims to make it easier for the Office of Religious Affairs in educating the prospective bride and groom from a future perspective and an economic perspective in terms of having a child. The research dataset is data on prospective wedding brides at KUA Rawang Lama, Panca Arga in 2022 with a total of 102 samples, by forming 3 clusters, namely: the Ideal cluster of 76 prospective wedding brides (age 19-30 based on husband's age and age 18-25 based on age wife), a good cluster of 20 prospective marriage brides (age 28-44 based on husband's age and age 24-37 based on wife's age), and a risky cluster of 6 prospective marriage brides (age 49-72 based on husband's age and age 39-58 based on wife's age), and produces a Silhouette Score of 0.57.
Keywords: clustering; data mining; k-means; marriage
Abstrak: Pernikahan merupakan hubungan sebagai suami dan istri antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk sebuah keluarga. Terdapat beberapa syarat dalam pernikahan yang wajib dipenuhi baik secara agama maupun secara hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk melakukan pernikahan, calon kedua mempelai harus mendaftarkan diri pada Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat, KUA merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani masalah pernikahan. Pada pernikahan sering ditemukan berbagai kalangan umur yang mendaftarkan diri di KUA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Data Mining melalui Model K-Means Clustering untuk menentukan pengelompokkan umur pernikahan yang bertujuan untuk mempermudah pihak KUA dalam mengedukasi calon mempelai pernikahan dalam sudut pandang masa depan dan sudut pandang ekonomi dalam hal memiliki seorang anak. Dataset penelitian ini adalah data calon mempelai pernikahan pada KUA Rawang Lama, Panca Arga pada tahun 2022 sebanyak 102 sampel, dengan membentuk 3 klaster yaitu : cluster Ideal sebanyak 76 calon mempelai pernikahan (usia 19-30 berdasarkan umur suami dan usia 18-25 berdasarkan umur istri), cluster baik sebanyak 20 calon mempelai pernikahan (usia 28-44 berdasarkan umur suami dan usia 24-37 berdasarkan umur istri), dan cluster beresiko sebanyak 6 calon mempelai pernikahan (usia 49-72 berdasarkan umur suami dan usia 39-58 berdasarkan umur istri), dan menghasilkan Silhouette Score 0.57.
Kata kunci: clustering; data mining; k-means; pernikahan
Abstract:Abstract: This research uses the PIECES framework to analyze user satisfaction with the MySooltan application as a single digital touch for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The framework was chosen because it…
t has been proven empirically to evaluate information system user satisfaction to see opportunities and improvements in information system development. The sample of this research are users of the MySooltan application, namely MSMEs in Labuan Bajo City. The total sample is 102 respondents. Data was collected using a Google Form questionnaire distributed from October to November 2022 and measured using a Likert scale calculation. The evaluation results found that MSMEs, assisted by Rumah BUMN in Labuan Bajo City, were very satisfied using the MySooltan application during the pandemic. However, PT Telkom still needs to improve the guarantee of confidentiality and protection of user data so that MSMEs can use this application optimally.
Keywords: information system; MSMEs; Mysooltan application; PIECES; user satisfaction
Abstrak: Tujuan riset ini adalah untuk melakukan analisis kepuasan pengguna aplikasi MySooltan sebagai single digital touch Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan PIECES framework. Metode ini dipilih karena telah terbukti secara empiris dapat digunakan untuk mengevaluasi kepuasan pengguna sistem informasi untuk melihat peluang dan perbaikan dari sistem informasi yang dikembangkan. Sampel riset ini adalah pengguna aplikasi MySooltan, yaitu UMKM di Kota Labuan Bajo. Total sampel sebanyak 102 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Google Form yang disebar dari bulan Oktober hingga November 2022 dan diukur menggunakan perhitungan skala likert. Hasil evaluasi menemukan secara keseluruhan, UMKM binaan Rumah BUMN di Kota Labuan Bajo sangat puas untuk menggunakan aplikasi MySooltan selama pandemi. Namun demikian, PT Telkom masih perlu meningkatkan jaminan kerahasiaan dan perlindungan data pengguna, agar aplikasi ini dapat digunakan secara optimal.
Kata kunci: aplikasi MySooltan; kepuasan pengguna; PIECES; sistem informasi; UMKM
Abstract:Abstract: A digital library is a service system that capable in supporting access to information objects automatically using a computer technology. In this study, the authors aimed to develop a digital library application…
n based on SLiMS 9 bulian at MAN 1 Bukittinggi library, especially in terms of content with the addition of e-book features, and changing the character of its applications into mobile version, which were previously local (intranet). The methods used were research and development, while system development used the Waterfall model. This study succeeded to develop a digital library application based on SLiMS 9 at MAN 1 Bukittinggi library. The development of the digital library in this study has been carried out through testing, including three types of product tests, namely validity test, practicality test, and effectiveness test, each of which was tested using a questionnaire instrument. The product validity test obtained an average value of 0.88 in the valid category; the product practicality test obtained an average value of 0.90 in the very practical category; and the product effectiveness test obtained an average value of 0.94 in the high effectiveness category. Based on the product test results that have been described, the digital library development product in this study was declared feasible and applicable as a digital library, and can be accessed via mobile by users, such as students, teachers, and library members of MAN 1 Bukittinggi.
Keywords: Digital Library; Mobile Application; Research and Development; SLiMS 9
Abstrak: Perpustakaan digital merupakan sebuah sistem yang memiliki layanan yang mendukung akses objek informasi secara otomasi menggunakan teknologi komputer. Dalam studi ini, peneliti bermaksud mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 bulian pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi, khususnya dari sisi content-nya dengan penambahan fitur e-book, serta mengubah sifat aplikasinya menjadi bersifat mobile, yang mana sebelumnya bersifat lokal (intranet). Metode dalam studi ini adalah penelitian dan pengembangan, sedangkan pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall. Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi. Pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini telah dilakukan melalui pengujian, meliputi tiga jenis uji produk, yaitu uji validitas, uji praktikalitas, dan uji efektivitas, yang setiap pengujiannya dilakukan menggunakan instrumen angket. Uji validitas produk memperoleh nilai rerata 0,88 dengan kategori Valid; uji praktikalitas produk memperoleh nilai rerata 0,90 dengan kategori Sangat Praktis; dan uji efektivitas produk memperoleh nilai rerata 0,94 dengan kategori Efektivitas Tinggi. Berdasarkan hasil uji produk yang telah diuraikan, produk pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini dinyatakan layak dan dapat diterapkan sebagai perpustakaan digital, serta dapat diakses secara mobile oleh para pengguna, yaitu siswa, guru, dan anggota perpustakaan MAN 1 Bukittinggi.
Kata kunci: Aplikasi Mobile; Perpustakaan Digital; Penelitian dan Pengembangan; SLiMS 9
Abstract:Abstract : At the SMK Negeri 1 Barumun, there are still shortcomings in monitoring net-work use where monitoring data is not stored in the database so that past network usage monitoring data cannot be displayed as new information…
formation to be used as evaluation material for network infrastructure at the school. For that reason, the researcher wants to research to solve the problems that exist in the school by building a new system, namely monitoring network usage. This system is built using the PHP programming language by utilizing the Mikrotik API as a liaison between the programming language and the Mikrotik device in retrieving the RX/TX data contained on the Mikrotik Router and then storing the monitor-ing data for network usage into a database, the database used is a MySql database. By im-plementing and testing the system, it can be concluded that the system has been able to solve problems in the field of information technology at the SMK Negeri 1 Barmun, namely monitoring network usage which can store monitoring data into a database and monitoring data can be used as material for evaluating network infrastructure for the bene-fit of the school.
Keywords: Networking, Mikrotik, Mikrotik API, Network Usage Monitoring
Abstrak: Pada Sekolah SMK Negeri 1 Barumun masih terdapat kekurangan dalam melakukan monitoring penggunaan jaringan dimana data monitoring tidak tersimpan kedalam database sehingga data monitoring penggunaan jaringan yang telah lalu tidak dapat ditampilkan sebagai informasi baru untuk dijadikan bahan evaluasi pada infrastruktur jaringan pada sekolah tersebut. Dengan alasan itu peneliti ingin melakukan penelitian untuk menyelesaikan masalah yang ada pada sekolah tersebut dengan membangun sistem yang baru yaitu monitoring penggunaan jaringan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan memanfaatkan Mikrotik API sebagai penghubung antara bahasa pemrograman dengan device Mikrotik dalam mengambil data rx/tx yang terdapat pada Router Mikrotik kemudian menyimpan data monitoring penggunaan jaringan tersebut ke dalam database, database yang digunakan merupakan database MySql. Dengan melakukan implementasi dan pengujian sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem telah mampu menyelesaikan masalah pada bidang teknologi informasi di Sekolah SMK Negeri 1 Barumun yaitu monitoring penggunaan jaringan yang dapat menyimpan data monitoring kedalam database dan data monitoring dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi infrastruktur jaringan untuk kepentingan Sekolah.
Kata kunci : Jaringan, Mikrotik, Mikrotik API, Monitoring Penggunaan Jaringan
Abstract:Abstract: Interpersonal skills in employees are an important part of technology companies in achieving their goals through the development of skills in their employees. The application of agile methods for application development…
development has been widely carried out by technology companies. The agile method has the main principle of communication between employees, requiring skills to face these principles. The method used in this study is the systematic literature review (SLR) method to know how the use of agile methods can develop interpersonal skills in karyawan. In the initial search conducted using the Publish or Perish application, 740 journals were found in the range of 2015 to 2022. Next, journal filtering and cluster search continued using Microsoft Excel, Zotero, Mendeley, and VOS Viewer applications, resulting in 53 journals selected based on Q1. In the final stage of screening, researchers re-screened 9 journals that were used as a reference regarding the use of agile methods to develop employee interpersonal skills. The results showed that the agile development method can affect the development of employee interpersonal skills. 11 skills develop because of the use of this agile development method including team working, emotional intelligence, negotiation and persuasion, problem-solving, communication skills, conflict resolution, decision making, time management, organizational skills, listening, and relationship building. Of the 11 skills, the most mentioned is team working.
Keywords: agile development methods; interpersonal skills; literature review
Abstrak: Interpersonal skill pada karyawan menjadi bagian penting bagi perusahaan teknologi dalam mencapai tujuannya melalui berbagai pengembangan keterampilan. Penerapan metode agile untuk pengembangan aplikasi sudah banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Metode agile memiliki prinsip utama berupa komunikasi antar karyawan sehingga membutuhkan keterampilan untuk menghadapi prinsip-prinsip tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode systematic literature review (SLR) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan metode agile dapat mengembangkan interpersonal skill pada karyawan. Pada pencarian awal yang dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish, ditemukan 740 jurnal pada rentang tahun 2015 sampai 2022. Selanjutnya, penyaringan jurnal menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan Mendeley Desktop yang menghasilkan 53 jurnal yang dipilih berdasarkan penilaian kualitas. Pada tahap akhir penyaringan, peneliti menyaring kembali menjadi 9 jurnal yang digunakan sebagai acuan mengenai pemanfaatan metode agile untuk mengembangkan interpersonal skills karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode agile development dapat mempengaruhi pengembangan interpersonal skill karyawan, faktanya terdapat 11 skill yang berkembang karena pemanfaatan metode agile development ini diantaranya adalah team working, emotional intelligence, negotiation and persuasion, problem solving, communication skills, conflict resolution, decision making, time management, organizational skill, listening, dan relationship building. Dari 11 skill tersebut yang paling banyak disebut yaitu team working.
Kata kunci: interpersonal skills; metode agile development; literature review;
Abstract:Abstract: PT. Indonesian logistics posts have cooperation in the postal network field, namely cooperation in sending goods or shipments at a certain time, a certain amount from one point to another in accordance with a warrant…
arrant from the partner. Components of the postal network include Manpower, vehicles, postal operational control, and operational costs. This study aims to examine the problems and roots of problems that cause risk potential for the risk of postal network components, especially in the manpower component (driver), and know how high the impact of the risk. The research method used in this study is qualitative and semi-quantitative methods by conducting case studies. Data collection was carried out by interview/FGD, and the distribution of questionnaires. The results showed that the risk of manpower is at high and very high levels. The results of the study will provide recommendations to the manpower component (driver) in the form of risk mitigation and can be used by companies in managing operational risk on postal networks, especially in the manpower component (driver).
Keywords: manpower; operational risk; postal network; risk mitigation.
Abstrak: PT. Pos Logistik Indonesia memiliki kerjasama dalam bidang Jaringan Postal, yaitu kerjasama dalam mengirimkan barang atau kiriman pada waktu tertentu, jumlah tertentu dari satu titik ke titik lain sesuai dengan surat perintah dari mitra. Komponen pada jaringan Postal meliputi: Man Power, Kendaraan, Pengendalian Operasional Postal, dan Biaya Operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan dan akar masalah yang menimbulkan potensi kejadian risiko pada komponen Jaringan Postal khususnya pada komponen manpower (driver) dan mengetahui seberapa tinggi dampak risikonya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan semi kuantitatif dengan melakukan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara/FGD, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko pada manpower berada pada level high dan very high. Hasil penelitian akan memberikan rekomendasi terhadap komponen manpower (driver) berupa mitigasi risiko dan dapat digunakan perusahaan dalam pengelolaan risiko operasional pada jaringan Postal khususnya pada komponen manpower (driver).
Kata kunci: jaringan postal; manpower; mitigasi risiko; risiko operasional.
Abstract:Abstract: Tract disorders are disorders caused by abnormalities in the digestive system. This disorder is triggered by food or a person's physical condition. Digestive disorders cannot be diagnosed quickly, but mostly occur…
cur in the digestive system. Because the knowledge that will be suspected as a disease is still lacking, it takes experts or doctors to diagnose digestive disorders. The goal is to help produce a diagnosis of the disease experienced by the patient based on the symptoms experienced. The research data is processed based on the symptoms felt by the patient. Patient data using the Certainty Factor method or the value of disease certainty. This Certainty Factor method is a system that is able to run according to needs and produces a high percentage of accuracy results. The system design stage is implemented in the Hypertext Preprocessor programming language and My SQL database. The results of the diagnosis with this method produce a level of confidence in the patient's disease. From the results of the tests carried out, it can produce information about the diagnosis of the disease and help patients and medical personnel in knowing the condition of the disease that is being experienced.
Keywords: certainty factor; digestive tract disorders; expert system,
Abstrak: Gangguan saluran merupakan gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada sistem pencernaan. Gangguan ini dipicu oleh makanan atau kondisi fisik seseorang. Gangguan pencernaan ini tidak bisa dilakukan diagnosa dengan cepat, tetapi sebagian besar terjadi pada sistem pencernaan. Dikarenakan pengetahuan yang akan diduga sebagai penyakit masih kurang, maka dibutuhkan tenaga ahli atau dokter untuk mendiagnosis gangguan pencernaan. Tujuannya untuk membantu menghasilkan diagnosa penyakit yang dialami pasien berdasarkan gejala yang dialami. Data penelitian diolah berdasarkan gejala yang dirasakan oleh pasien. Data pasien menggunakan metode Certainty Factor atau nilai kepastian penyakit. Metode Certainty Factor ini merupakan sistem yang mampu berjalan sesuai dengan kebutuha serta menghasilkan persentase akurasi hasil yang tinggi. Tahapan perancangan sistem diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor dan database My SQL. Hasil diagnosa dengan metode ini menghasilkan tingkat kepercayaan terhadap penyakit pasien. Dari hasil pengujian yang dilakukan sudah dapat menghasilkan informasi tentang diagnosa penyakit dan membantu pasien serta tenaga medis dalam mengetahui kondisi penyakit yang sedang dialami.
Kata kunci: certainty factor; gangguan saluran pencernaan; sistem pakar
Abstract:Abstract: One example of the application of the use of information technology in public services is the use of SAHAJA ONLINE. SAHAJA ONLINE is a mobile-based application whose function is for the needs of Kediri Regency…
population document services with the aim of making it easier for the public to manage population documents and break down queues at the Kediri Regency Dispendukcapil office. There were several complaints that were felt by users, namely that there was information on the option selection feature in the moving certificate service which was difficult to understand and when resetting an account they were required to come directly to the Kediri Regency Dispendukcapil office. Despite these problems, people still use SAHAJA ONLINE in submitting population documents. With the conditions in the field, it certainly affects the acceptance of SAHAJA ONLINE. The purpose of this study was to find out what factors affect the acceptance of the SAHAJA ONLINE application at the Kediri Regency Civil and Civil Registration Office using the Technology Acceptance Model (TAM). The sample in this study were 365 SAHAJA ONLINE users. Data collected through questionnaires were analyzed using SmartPLS version 3.3.9. Based on the research results of the 10 hypotheses proposed, there are 9 accepted hypotheses. So that Information Quality, Complexity, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, and Actual Usage are acceptance factors of SAHAJA ONLINE.
Keywords: SAHAJA ONLINE; SmartPLS; TAM
Abstrak: Salah satu contoh penerapan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik yaitu penggunaan SAHAJA ONLINE. SAHAJA ONLINE adalah aplikasi berbasis mobile yang fungsinya untuk kebutuhan layanan dokumen kependudukan Kabupaten Kediri dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan dan mengurai antrian di kantor Dispendukcapil Kabupaten Kediri. Ditemukan beberapa keluhan yang dirasakan oleh para pengguna yaitu terdapat informasi pada fitur pemilihan opsi dalam layanan surat keterangan pindah yang sulit dimengerti dan saat melakukan reset akun yang diharuskan datang langsung ke kantor Dispendukcapil Kabupaten Kediri. Meskipun terdapat permasalahan tersebut, masyarakat masih tetap menggunakan SAHAJA ONLINE dalam melakukan pengajuan dokumen kependudukan. Dengan adanya kondisi dilapangan tersebut tentunya berpengaruh terhadap penerimaan SAHAJA ONLINE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan aplikasi SAHAJA ONLINE Dispendukcapil Kabupaten Kediri menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Sampel dalam penelitian ini adalah 365 pengguna SAHAJA ONLINE. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dianalisis menggunakan SmartPLS versi 3.3.9. Berdasarkan hasil penelitian dari 10 hipotesis yang diajukan, terdapat 9 hipotesis diterima. Sehingga Information Quality, Complexity, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual Usage merupakan faktor penerimaan dari SAHAJA ONLINE.
Kata kunci: SAHAJA ONLINE; SmartPLS; TAM