Search Articles & Publications

Showing 3086 articles found for "Terhadap"

Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima

Dwi Andini, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Putri Juwita, Sutarini
Abstract: Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi… i untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.

MENGENAL SEGITIGA DAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI YANG BERMAKNA

Ade Irma Yani Putri, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan penalaran spasial, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa. Segitiga dan lingkaran adalah konsep geometri… tri fundamental yang perlu diperkenalkan secara bermakna karena keduanya berkaitan erat dengan objek dan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pengajaran geometri seringkali disampaikan secara prosedural, menyebabkan siswa fokus pada menghafal rumus tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran geometri yang bermakna melalui pengenalan konsep segitiga dan lingkaran di pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis konten konseptual, strategi pembelajaran kontekstual, dan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek di sekitarnya. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna mendukung siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat geometris, memahami hubungan matematika, dan menerapkan konsep dalam konteks otentik. Pembelajaran kontekstual juga mendorong partisipasi aktif dan memperkuat penguasaan konsep. Oleh karena itu, pengajaran geometri yang bermakna direkomendasikan sebagai pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geometri dasar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

ANALISIS STRATEGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN DI SEKOLAH DASAR

Sella Safitri, Safrida Napitupulu, Dinda Yarshal, Dara Fitrah Dwi, Nurmairina
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan dan taktik murid di tingkat sekolah dasar dalam menyelesaikan tantangan geometri yang tidak rutin. Tantangan yang tidak rutin memerlukan siswa untuk berpikir secara kritis,… tis, kreatif, dan adaptif, karena solusi tidak bisa ditemukan melalui metode atau algoritma yang biasa merekaingat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subyek yang diteliti adalah murid sekolah dasar kelas atas yang diambil secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penyelesaian masalah geometri nonrutin dan wawancara mendalam untuk mengungkap proses berpikir para siswa. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri nonrutin bervariasi dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi cenderung menggunakan strategi visualisasi seperti menggambar kembali bentuk, menciptakan model sederhana, serta memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Siswa dengan kemampuan sedang mengaplikasikan kombinasi strategi percobaan dan penerapan konsep dasar, namun masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep secara menyeluruh. Di sisi lain, siswa dengan kemampuan rendah sering terjebak dalam prosedur yang rutin dan menemui kesulitan dalam memahami maksud dari soal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tantangan geometri nonrutin sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap konsep, kemampuan dalam representasi, serta kelenturan taktik yang mereka gunakan. Oleh karena itu, pengajaran geometri di tingkat sekolah dasar perlu dirancang dengan menerapkan variasi soal nonrutin secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa.

PEMANFAATAN MEDIA KONKRET DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR

Nabila Cinta Pradana Tanjung, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Studi ini meneliti pengaruh penggunaan media konkret dalam pembelajaran geometri spasial terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Media konkret, berupa model fisik tiga dimensi geometri spasial, digunakan untuk… membantu siswa memvisualisasikan dan lebih memahami konsep geometri. Studi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan benda konkret dapat membantu siswa memahami konsep volume, serta bagaimana pengaruhnya terhadap keterlibatan dan motivasi siswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti penggunaan benda konkret dalam pembelajaran volume geometri spasial sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengenalan media pembelajaran dalam materi geometri spasial di kelas atas sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka melalui data dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa seringkali bingung dengan unsur-unsur geometri spasial, seperti rusuk, sisi, dan jaring.

ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL

Dira Salsabila Bilbina, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Sutarini, Abdul Mujib
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif,… litatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.

PENGARUH PENGGUNAAN GEOBOARD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SUDUT PADA SISWA SD

Cici Hayati Nasution, Safrida Napitupulu, Beta Rapita Silalahi, Sujarwo, Juliandi Siregar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan geoboard terhadap pemahaman konsep sudut pada siswa sekolah dasar. Materi sudut kerap diajarkan secara prosedural sehingga siswa hanya mengenali jenis sudut tanpa… pa memahami bagaimana sudut terbentuk dan apa maknanya. Geoboard dimanfaatkan sebagai media manipulatif agar siswa dapat mengeksplorasi garis dan titik secara langsung, sehingga konsep sudut dipahami melalui pengalaman konkret. Penelitian ini menggunakan desain kuasieksperimen dengan model pretest–posttest pada dua kelompok siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep dan lembar observasi aktivitas belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan geoboard mengalami peningkatan pemahaman yang lebih signifikan dibandingkan dengan siswa yang belajar melalui metode konvensional. Selain itu, siswa tampak lebih aktif, terlibat dalam diskusi, dan berani mencoba berbagai kemungkinan bentuk sudut. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam dan tidak sekadar menghafal konsep. 

HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR

Indry Ayu Lizahra, Safrida Napitpulu, Dinda Yarshal, Lia Afriyanti Nasution, Nazriani Lubis
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.… al. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.

ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI

Siti Fadilah, Safrida Napitupulu, Dinda Yarshal, Abdul Mujib, Tiflatul Husna
Abstract: Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian… ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.

PENGARUH WARNA DAN LABEL PADA BUSUR DERAJAT TERHADAP KETETAPAN PEMBACAAN SUDUT

Alifah Ashilah, Safrida Napitupulu, Dara Fitrah Dwi, Putri Juwita, Hizmi Wardani
Abstract: Pembelajaran pengukuran sudut di sekolah dasar sering kali terkendala oleh kesulitan siswa dalam menentukan skala angka yang tepat pada busur derajat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan warna dan… label penanda pada busur derajat terhadap tingkat ketepatan siswa dalam membaca nilai sudut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Swasta Tiara. Instrumen utama yang digunakan berupa tes kemampuan membaca sudut menggunakan dua jenis busur derajat (standar dan modifikasi warna) serta lembar observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui uji beda rata-rata (t-test) untuk membandingkan akurasi pembacaan sudut antar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan busur derajat dengan label warna yang membedakan skala luar dan dalam secara signifikan dapat meningkatkan ketepatan pembacaan sudut dibandingkan busur derajat konvensional atau tidak berwarna. Simpulan penelitian ini adalah modifikasi visual pada alat ukur dapat meminimalkan kesalahan kognitif siswa dalam memahami konsep pengukuran geometri.

ULOS BATAK DALAM PERSPEKTIF ETNOMATEMATIKA: PENERAPAN KONSEP GEOMETRI DAN POLA MATEMATIKA

Friska Hartati Br Lumban Gaol, Safrida Napitupulu, Putri Juwita, Zamaluddin Sembiring, Dalimawaty Kadir
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar seringkali dianggap abstrak karena kurangnya keterkaitan dengan pengalaman nyata siswa, yang berdampak pada rendahnya minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat… angkat pembelajaran berbasis etnomatematika melalui motif kain Ulos Batak guna meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah pengembangan produk yang menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media visual digital menggunakan GeoGebra dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam matematika mampu memvisualisasikan konsep bangun datar, pola berulang, dan simetri secara konkret. Kebaruan proyek ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital untuk membedah unsur geometris pada warisan budaya tradisional secara interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Perangkat ini layak digunakan sebagai inovasi strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.