Search Articles & Publications

Showing 16 articles found for "Bilangan"

Pendampingan Orang Tua Melalui Sosialisasi Media Pembelajaran Nilai Tempat Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Siswa Kelas III SD

Sari Natalia Br Sihombing, Devi Vitaloka Naingolan, Rosarmita Sihombing, Melyana Priskila Rajagukguk, Widya, Juwita Sri Ayu Br Barus
Abstract: Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar, terutama pada materi nilai tempat bilangan.… ilangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap satu orang tua siswa kelas III Sekolah Dasar di kediamannya yang beralamat di Jalan Bunga Lau II Nomor 8, diperoleh informasi bahwa orang tua masih mengalami kendala dalam mendampingi anak belajar karena belum memahami penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut menyebabkan anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan nilai satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan media pembelajaran nilai tempat sebagai sarana pendampingan belajar di rumah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan yang meliputi observasi dan penyusunan materi, pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, serta praktik penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi melalui wawancara untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep nilai tempat bilangan, mampu menggunakan media pembelajaran secara mandiri, serta lebih percaya diri dalam mendampingi anak belajar di rumah. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan karena media pembelajaran yang diperkenalkan dinilai sederhana, mudah digunakan, dan efektif dalam membantu menjelaskan konsep bilangan secara lebih konkret. Dengan demikian, sosialisasi media pembelajaran nilai tempat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak sehingga mendukung peningkatan pemahaman konsep bilangan siswa kelas III Sekolah Dasar.

BELAJAR MATEMATIKA DARI BUDAYA LOKAL: PENGENALAN SATUAN UKUR TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Ayu Yarmayani, Diliza Afrila, Deki Syaputra ZE, Satrio Pamungkas
Abstract: Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut adanya keterkaitan antara konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi matematika dengan… budaya lokal. Matematika pada hakikatnya tidak terpisah dari kehidupan manusia melainkan berkembang seiring dengan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Budaya lokal sebagai konstruksi sosial yang dinamis mencakup sistem nilai, norma, pengetahuan, dan praktik kehidupan yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini menelaah pentingnya integrasi satuan ukur tradisional dalam pembelajaran matematika sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Satuan ukur tradisional seperti suku dalam pengukuran emas, tumbuk dalam pengukuran tanah serta canting dan gantang dalam pengukuran beras digunakan sebagai contoh penerapan konsep matematika formal. Konversi satuan emas suku ke satuan baku gram () dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep bilangan desimal dan nilai tempat secara kontekstual. Satuan tumbuk mendukung pemahaman konsep luas dan perkalian, sedangkan canting dan gantang membantu siswa memahami perbedaan satuan baku dan tidak baku serta konserp konversi satuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan satuan ukur tradisional tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

PENERAPAN MEDIA KANTONG BILANGAN MATERI NILAI TEMPAT BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR

Lya, Dina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika materi nilai tempat bilangan melalui pemanfaatan media kantong bilangan pada peserta didik kelas III UPT SD Negeri Sidomulyo 2. Metode yang… ang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kantong bilangan secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Sebelum tindakan dilakukan hanya 3 siswa (60%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 6 orang (71,6%), dan pada siklus II seluruh siswa (100%) berhasil memenuhi KKM. Rata-rata nilai hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 78,75 pada siklus I menjadi 86,25 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan media kantong bilangan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat bilangan pada siswa kelas III.  

Integritas Kepemimpinan Musa dalam Bilangan 12:3-8 dan Implikasinya bagi Kepemimpinan Guru Pendidikan Agama Kristen

Safira
Abstract: This study is grounded in the crisis of leadership integrity within Christian education, characterized by inconsistency between teaching and the lived practice of Christian Religious Education teachers, which consequently… y weakens the formation of students’ character. The research problem addresses how Moses’ leadership integrity in Numbers 12:3–8 is understood through exegetical analysis and how it is relevant to the leadership of contemporary Christian Religious Education teachers. This study aims to identify the principles of Moses’ leadership integrity and to formulate its theological and practical relevance for Christian education. The research employs a descriptive qualitative method through biblical exegesis, theological analysis, and practical theology based on library research. The findings indicate that Moses’ integrity is grounded in profound humility, an intimate relationship with God as the source of leadership legitimacy, and moral consistency in obedience to the divine calling despite criticism and internal conflict. The study concludes that leadership integrity is not based on formal position, but on character quality aligned with the will of God and a living spiritual relationship. Its implication for Christian Religious Education teachers is that integrity constitutes the foundation of pedagogical and spiritual authority in shaping students’ character through life example, alignment between faith and action, and deep spiritual devotion. The novelty of this research lies in integrating the exegetical study of Numbers 12:3–8 with the construction of a leadership model for Christian Religious Education teachers based on three core dimensions of Moses’ integrity, forming a coherent theological framework applicable to contemporary Christian education.

Perempuan sebagai Pewaris: Transformasi Hukum Kewarisan dalam Bilangan 27:7 sebagai Manifestasi Keadilan Ilahi di Tengah Dominasi Patriarkat

Rudolf John Ritiauw
Abstract: Ancient Israelite tradition reflects a patriarchal social structure that positioned men at the center of social, legal, and religious authority, resulting in limitations on women’s rights and roles, including access to inheritance… inheritance law. This article addresses theological and juridical issues concerning the mechanism of legal change through the narrative of the daughters of Zelophehad in Numbers 27:1-11, which constitutes a significant turning point in Israelite legal tradition. The research problem focuses on the lack of attention in previous studies to the theological meaning of God’s decision in Numbers 27:7, as earlier research has tended to emphasize socio-cultural aspects, contextual relevance, or purely linguistic analysis. This study employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing Hebrew textual exegesis, analysis of Israel’s patriarchal context, and a critical reading through the lens of feminist theology. The findings indicate that the daughters of Zelophehad’s claim was not merely a response to a legal vacuum, but a conscious action that positioned women as active subjects in the process of legal formation. God’s decision affirming their claim underscores divine justice that transcends the limitations of the patriarchal system and corrects institutionalized structural injustice. The conclusion affirms that this narrative presents God as the source of justice who sides with the restoration of the dignity of marginalized groups and opens space for women’s participation as agents of legal change. The novelty of this study lies in its theological interpretation that positions women not only as recipients of inheritance rights, but as pioneers of legitimate and divinely recognized legal transformation. These findings contribute to the development of feminist theology and Old Testament legal studies, while also providing a reflective foundation for gender equality discourse in contemporary theological and religious practice across cultures.

Analisis Konten Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka

Juwita, Nazwa Alyanda Putri, Luri Nursucita, Nita Kurnia Sari, Hera Azhari Bangun, Maisahara Dalimunthe, Elfira Ramhadani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,… et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning. 

Systematic Literature Review: Kemampuan Pembuktian Matematis Mahasiswa

Nurul Choriah Tumanggor, Rusi Ulfa Hasanah, Septi Ardianti, Sri Hari Yanti
Abstract: Penelitian kajian Literature terkait kemampuan pembuktian matematis mahasiswa belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis studi-studi kualitatif terkait kemampuan pembuktian matematis… atematis pada tahun 2018-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahap PRISMA terhadap semua artikel hasil penelitian yang terindeks dalam Google Scholar. Strategi pencarian disesuaikan dengan kriteria seleksi dan melibatkan beberapa variable moderator yaitu tahun publikasi, indeks jurnal, materi penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil dalam penelitian SLR ini memperlihatkan bahwa studi terkait kemampuan pembuktian matematis mahasiswa relative mengalami penurunan, meski sempat naik ditahun 2021 dan 2022, namun pada tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan drastis. Mayoritas materi penelitian paling banyak diteliti adalah Analisis Real, diikuti Teori Bilangan, Geometri, Aljabar, dan induksi Matematika. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan kemampuan pembuktian matematis siswa.                                                                                                               

Aplikasi Kekongruenan Pada Motif Kain Budaya Indonesia

Mico Aditya Priyadi, Nurul Huda
Abstract: Penelitian ini mengkaji penerapan konsep kekongruenan dalam teori bilangan untuk merekonstruksi motif kain tradisional Indonesia, seperti batik dan sasirangan, melalui pendekatan etnomatematika. Tujuan utama adalah membangun… ngun model matematis berupa fungsi kongruen yang menghasilkan pola berulang menyerupai motif budaya lokal. Penelitian dimulai dengan pengumpulan literatur terkait kekongruenan dan analisis bentuk motif kain. Selanjutnya, fungsi kongruen dikembangkan dan divisualisasikan menggunakan Python dalam bentuk grid berwarna. Hasil menunjukkan bahwa berbagai motif, seperti motif Patah, Tembokan, Bayam Raja, dan Hiris Gagatas, dapat direpresentasikan secara matematis melalui fungsi kongruen dengan berbagai syarat, termasuk pemodelan piecewise dan penggunaan pusat modular. Dengan pendekatan ini, warisan budaya dapat dikaji dan dilestarikan menggunakan perspektif matematika modern. Penelitian ini membuktikan bahwa konsep kekongruenan tidak hanya relevan dalam kajian matematis, tetapi juga berpotensi besar dalam bidang seni dan budaya.

KEADILAN DAN KEMENANGAN ORANG KUDUS: SUATU EKSEGESIS WAHYU 15:1-8

Hotria Imelda Sagala
Abstract: Paper ini membahas penglihatan Yohanes dalam Wahyu 15:1–8 yang menggambarkan keadilan Allah dan kemenangan orang-orang kudus dalam konteks penghakiman akhir zaman. Melalui analisis ekspositori, dipaparkan bagaimana tujuh… uh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir sebagai perwujudan final dari murka Allah atas dosa dunia, khususnya terhadap mereka yang mengikuti binatang, patung, dan bilangan namanya. Di sisi lain, orang-orang kudus yang setia digambarkan menang dan memuliakan Allah dengan nyanyian kemenangan di tepi lautan kaca bercampur api—simbol kemuliaan dan murka Allah. Paper ini menekankan bahwa kemenangan orang percaya bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan sebagai buah dari keadilan Allah yang menegakkan kebenaran. Dalam penglihatan Yohanes, kemuliaan Allah dipertegas melalui simbol asap di bait suci yang menunjukkan kesucian dan ketidakterjangkauan rencana ilahi sampai penghakiman itu selesai. Dengan demikian, tulisan ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah akan berujung pada kemenangan kekal, sementara penolakan terhadap Allah membawa pada murka dan kebinasaan. Penelitian ini relevan bagi kehidupan iman Kristen masa kini sebagai panggilan untuk tetap setia di tengah penderitaan dan penindasan.

Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima

Dwi Andini, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Putri Juwita, Sutarini
Abstract: Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi… i untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.