Search Articles & Publications

Showing 124 articles found for "Menuntut"

PELATIHAN CODING SCRATCH UNTUK MENINGKATKAN COMPUTATIONAL DAN CRITICAL THINKING SISWA SDN KARANG TENGAH 2 KOTA TANGERANG

Yulhendri, Ratnawati Susanto, Noni Agustina
Abstract: Perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan literasi digital sejak usia dini. Namun, pembelajaran coding di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terbatas dan belum terimplementasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian… kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran coding menggunakan Scratch guna meningkatkan kemampuan Computational Thinking dan Critical Thinking siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning), serta evaluasi melalui observasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun algoritma sederhana, menggunakan loop dan variabel, serta melakukan debugging program. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan problem solving. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran Scratch, produk proyek siswa (animasi dan game sederhana), dokumentasi kegiatan, serta publikasi artikel ilmiah. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi digital dan pola pikir komputasional siswa sekolah dasar.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENDUKUNG PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GKSI PELITA HARAPAN LEMBO KODI

Yane Henderina Keluanan, Wiranto
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendukung pertumbuhan rohani jemaat di GKSI Pelita Harapan Lembo Kodi. Fokus utama penelitian adalah bagaimana metode pembinaan… binaan iman yang terstruktur, partisipatif, dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman Alkitab, kedisiplinan rohani, serta keterlibatan jemaat dalam pelayanan sosial. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, pendampingan rohani, dan praktik pelayanan nyata, yang dilaksanakan secara konsisten selama program PkM berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kehadiran jemaat, partisipasi aktif, dan penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mulai menginternalisasi firman Tuhan, memperkuat disiplin doa, membaca Alkitab secara rutin, serta menunjukkan kepedulian sosial melalui pelayanan kepada sesama. Evaluasi program mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang pemahaman Alkitab, yang menuntut penyesuaian metode agar program lebih inklusif dan efektif. Kesimpulannya, pendidikan iman yang holistik, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan praksis, terbukti mampu membentuk jemaat yang dewasa secara rohani, aktif dalam pelayanan, dan memperkuat komunitas gereja secara menyeluruh. Temuan ini memberikan dasar penting bagi gereja untuk merancang program pembinaan rohani berkelanjutan yang relevan, kontekstual, dan transformatif, sehingga pertumbuhan iman jemaat dapat terjadi secara nyata, mendalam, dan berkesinambungan.

BELAJAR MATEMATIKA DARI BUDAYA LOKAL: PENGENALAN SATUAN UKUR TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Ayu Yarmayani, Diliza Afrila, Deki Syaputra ZE, Satrio Pamungkas
Abstract: Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut adanya keterkaitan antara konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi matematika dengan… budaya lokal. Matematika pada hakikatnya tidak terpisah dari kehidupan manusia melainkan berkembang seiring dengan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Budaya lokal sebagai konstruksi sosial yang dinamis mencakup sistem nilai, norma, pengetahuan, dan praktik kehidupan yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini menelaah pentingnya integrasi satuan ukur tradisional dalam pembelajaran matematika sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Satuan ukur tradisional seperti suku dalam pengukuran emas, tumbuk dalam pengukuran tanah serta canting dan gantang dalam pengukuran beras digunakan sebagai contoh penerapan konsep matematika formal. Konversi satuan emas suku ke satuan baku gram () dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep bilangan desimal dan nilai tempat secara kontekstual. Satuan tumbuk mendukung pemahaman konsep luas dan perkalian, sedangkan canting dan gantang membantu siswa memahami perbedaan satuan baku dan tidak baku serta konserp konversi satuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan satuan ukur tradisional tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS MELALUI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DI KECAMATAN PADANGRATU

Hartono, Masduki, Sri Hartiningsih
Abstract: Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut penguasaan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar. Namun, masalah utama di Kecamatan Padangratu adalah rendahnya tingkat literasi Bahasa Inggris pada siswa SD hingga… ga SMA, yang berada jauh di bawah standar kompetensi minimum. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berkualitas, metode pengajaran yang konvensional, serta kurangnya lingkungan yang mendukung untuk praktik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendirikan Excellent Learning Center (ELC) sebagai lembaga kursus Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas, meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Inggris peserta secara signifikan, serta menerapkan metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode pelaksanaan tiga tahap—persiapan, implementasi, dan evaluasi—program berhasil meningkatkan skor rata-rata tes Bahasa Inggris peserta sebesar 37,8%. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran komunikatif dan interaktif yang diterapkan di ELC efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi peserta, terutama pada keterampilan membaca dan mendengarkan.

LAPORAN PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS MELALUI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DI KECAMATAN PADANGRATU

Hartono
Abstract: Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut penguasaan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar. Namun, masalah utama di Kecamatan Padangratu adalah rendahnya tingkat literasi Bahasa Inggris pada siswa SD hingga… ga SMA, yang berada jauh di bawah standar kompetensi minimum. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berkualitas, metode pengajaran yang konvensional, serta kurangnya lingkungan yang mendukung untuk praktik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendirikan Excellent Learning Center (ELC) sebagai lembaga kursus Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas, meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Inggris peserta secara signifikan, serta menerapkan metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode pelaksanaan tiga tahap—persiapan, implementasi, dan evaluasi—program berhasil meningkatkan skor rata-rata tes Bahasa Inggris peserta sebesar 37,8%. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran komunikatif dan interaktif yang diterapkan di ELC efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi peserta, terutama pada keterampilan membaca dan mendengarkan.

DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL IMPLEMENTASI KKN SMART VILLAGE DI DESA USSU

Rahma Cahyani, Ninis Renita S, Hera, Amelia, Yurnita Gujali, Ragil Arrayyan, Desi, Nabila Fatika Sari Z, Rezha Fauziah, Sriwulandari Bahtiar, Nurcindy, Desi
Abstract: Transformasi digital yang semakin cepat menuntut desa untuk beradaptasi menuju konsep desa cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah mengakar. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Ussu,… Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaksanakan sebagai langkah memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan kekuatan dan potensi lokal sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan discovery, design, define, hingga refleksi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program KKN ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting, seperti pengembangan website resmi desa, penerapan layanan administrasi digital melalui Digides (Digitalisasi Desa), penyusunan infografis layanan publik, serta pembuatan video edukasi digital. Inovasi-inovasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital warga, efektivitas layanan administrasi, keterbukaan tata kelola, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, KKN Smart Village di Desa Ussu dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa cerdas berbasis kearifan lokal di era digital.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GREEN DAKWAH DAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS NILAI KEISLAMAN DI DESA BASSIANG TIMUR KABUPATEN LUWU

Putri Irda Aprilla, Dahliyani, Genta Buana Pratama, Fitri Ramadani B, Hilwa Muthia Hilal Umar, Ihsanul Maliki, Muh. Alif Tegar
Abstract: Kondisi darurat ekologi saat ini menuntut pendekatan menyeluruh yang menyatukan prinsip-prinsip keagamaan dengan upaya konservasi alam. Kelurahan Bassiang Timur mempunyai kapasitas strategis untuk mengimplementasikan gagasan… asan dakwah hijau sebagai metode pemberdayaan komunitas yang berlandaskan ajaran Islam. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KKN) dari Universitas Islam Negeri Palopo dijalankan mengusung konsep "Dakwah Hijau dan Pendidikan Lingkungan" sebagai realisasi tridharma pendidikan tinggi. Pelaksanaan program mengaplikasikan metodologi Asset-Based Community Development (ABCD) lewat proses inkulturasi, discovery, perancangan strategis, pelaksanaan, dan evaluasi. Penghimpunan informasi diselenggarakan melalui pengamatan partisipatif, tanya jawab mendalam, pencatatan, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam aktivitas komunitas. Inisiatif ini sukses menaikkan kepedulian warga mengenai urgensi konservasi ekologi dari sudut pandang Islam lewat pengkajian fiqh ekologi, membangun literasi ekologis dan religius di kalangan anak-anak, serta menyediakan prasarana penunjang seperti papan informatif pengelolaan limbah dan wadah sampah terpisah. Aktivitas pembelajaran Kitab Suci untuk anak-anak juga menguatkan dasar keimanan sambil menanamkan sikap peduli ekologi. Secara menyeluruh, inisiatif KKN ini sukses menyatukan dakwah Islam dengan kampanye kepedulian ekologi, menghasilkan skema pemberdayaan komunitas yang menyeluruh dan berkesinambungan berlandaskan kebijaksanaan setempat dan ajaran Islam.

PENGUATAN LITERASI ARGUMENTATIF MELALUI RETORIKA NARATIF DALAM PENULISAN ESAI BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA UIN SATU TULUNGAGUNG

Wahda Rahma Laila, Nur Amalia Balqis, Aprilia Nur Azizah, Usliani, M. Wildan Navi, Rozanna Ismarika, Jumaddil, Akhmad Tabran
Abstract: Penulisan esai beasiswa menuntut kemampuan literasi argumentatif yang tidak hanya menyusun informasi, tetapi juga membangun identitas akademik secara meyakinkan. Banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memulai cerita,… erita, menyusun alur yang runtut, serta merumuskan tujuan studi dan kontribusi secara persuasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan literasi argumentatif melalui retorika naratif dalam penulisan esai Bahasa Indonesia bagi mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui Google Form yang diisi peserta pelatihan penulisan esai beasiswa, berupa skala penilaian diri terhadap pemahaman esai persuasif dan kemampuan retorika, serta jawaban naratif mengenai pengalaman hidup yang dianggap mewakili diri, bagian tersulit dalam menulis esai, dan kesan terhadap kegiatan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan persepsi literasi argumentatif, sedangkan data naratif dianalisis melalui pengkodean etos, pathos, dan logos, penemuan tema-tema konstruksi identitas, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian diharapkan memotret pola cara mahasiswa menampilkan identitas akademiknya dalam esai, strategi retorika yang paling dominan digunakan, serta aspek-aspek kemampuan menulis yang masih membutuhkan penguatan. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan modul pelatihan penulisan esai berbasis retorika naratif dalam konteks Pendidikan Bahasa Indonesia.

PELATIHAN APLIKASI MICROSOFT WORD PADA SISWA DAN SISWI SMKN 1 ARJASA KANGEAN SUMENEP

Winda Yanti Umami, Khozaimah Dian Islami, Zaehol Fatah
Abstract: Kemajuan teknologi computer yang sangat pesat menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan adaptasi serta penguasaan terhadap ketermpilan dasar pengoperasian perangkat lunak, khususnya aplikasi pengolah kata seperti… Microsoft word. Namun, di SMKN 1 Arjasa, keterampilan tersebut masing tergolong rendah karena belum adanya mata pelajaran khusus yang membahas penggunaan Microsoft word secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang berbasis penulisan. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menggunakan Microsoft word sebagai bekal dalam mengerjakan tugas akademik serta persiapan menghadapi tuntutan dunia kerja. Metode pelatihan yang diterapkan adalah praktik langsung dengan pendekatan bertahap, dimulai dari pengenalan dasar hingga penguasaan fitur lanjutan seperti pengaturan margin, tata letak teks, dan pembuatan table.    

ANALISIS KEMIRINGAN JALUR PENDAKIAN GUNUNG FUJI: PENDEKATAN GRADIEN KALKULUS PEUBAH BANYAK PADA JALUR YOSHIDA DAN FUJINOMIYA

Putri, Farah Amalia, Nuraini, Latifah, Sinatrya, Elang Prahestu, Maulana, Failasuf Arya, Prayogo, Sammy
Abstract: Gunung Fuji merupakan gunung berapi tertinggi di Jepang yang memiliki empat jalur pendakian utama. Di antara keempat jalur tersebut, Yoshida dan Fujinomiya menjadi pilihan paling populer di kalangan pendaki dari berbagai… penjuru dunia. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi tingkat kemiringan masing-masing jalur dengan memanfaatkan konsep gradien dalam kerangka kalkulus peubah banyak. Data elevasi setiap stasiun serta panjang segmen antar-stasiun dikumpulkan dan diolah untuk memperoleh nilai kemiringan per segmen maupun kemiringan rata-rata keseluruhan jalur. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jalur Yoshida memiliki kemiringan rata-rata sebesar 23,36% (setara 13,15°), sedangkan jalur Fujinomiya mencatat kemiringan rata-rata yang lebih tinggi, yakni 31,54% (setara 17,50°). Segmen paling curam pada jalur Yoshida terletak di antara Stasiun 5 dan Stasiun 6 dengan kemiringan 45,45%, sementara segmen paling curam pada jalur Fujinomiya berada di antara Stasiun 8 dan Stasiun 9a dengan kemiringan 65,69%. Temuan ini mengindikasikan bahwa jalur Yoshida lebih sesuai bagi pendaki pemula, sedangkan jalur Fujinomiya menuntut kondisi fisik yang lebih prima.