Abstract:Pembelajaran di era modern menuntut guru untuk menerapkan praktik pedagogis yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran guru dalam…
am meningkatkan kemampuan siswa serta mengkaji pemahaman guru terhadap kebutuhan, minat, potensi, dan gaya belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui variasi metode, komunikasi interaktif, serta pemberian umpan balik yang mendukung perkembangan belajar. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dilakukan melalui pengamatan perilaku, interaksi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Kesimpulannya, praktik pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kemampuan siswa secara lebih optimal.
Abstract:Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam keberhasilan suatu institusi pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kebutuhan peserta didik menuntut pemimpin lembaga pendidikan…
idikan Islam untuk mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi yang dihadapi. Artikel ini membahas penerapan teori kepemimpinan situasional dalam institusi pendidikan Islam dengan meninjau konsep dasar kepemimpinan situasional, karakteristik pendidikan Islam, serta implementasinya dalam manajemen lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait kepemimpinan situasional dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam melalui fleksibilitas pemimpin dalam menyesuaikan pendekatan kepemimpinan berdasarkan tingkat kesiapan, kemampuan, dan motivasi bawahan. Selain itu, penerapan teori ini juga selaras dengan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan. Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam keberhasilan suatu institusi pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kebutuhan peserta didik menuntut pemimpin lembaga pendidikan Islam untuk mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi yang dihadapi. Artikel ini membahas penerapan teori kepemimpinan situasional dalam institusi pendidikan Islam dengan meninjau konsep dasar kepemimpinan situasional, karakteristik pendidikan Islam, serta implementasinya dalam manajemen lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait kepemimpinan situasional dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam melalui fleksibilitas pemimpin dalam menyesuaikan pendekatan kepemimpinan berdasarkan tingkat kesiapan, kemampuan, dan motivasi bawahan. Selain itu, penerapan teori ini juga selaras dengan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan.
Abstract:Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat…
literasi digital mahasiswa, mengukur capaian prestasi akademik, dan mengidentifikasi hubungan antara literasi digital dengan prestasi akademik dalam konteks pembelajaran daring berbasis artificial intelligence. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 53 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur dengan validitas dan reliabilitas teruji, serta dokumentasi nilai Indeks Prestasi Kumulatif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,22% mahasiswa memiliki literasi digital kategori baik hingga sangat baik dengan rata-rata skor 4,08, sementara 81,13% mahasiswa mencapai IPK 3,51-4,00 dengan predikat cum laude dan rata-rata IPK 3,72. Uji korelasi menghasilkan koefisien r = 0,684 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), mengkonfirmasi adanya hubungan positif kuat dan signifikan antara literasi digital dengan prestasi akademik. Koefisien determinasi sebesar 46,8% menunjukkan literasi digital berkontribusi substansial terhadap prestasi akademik. Temuan ini mengimplikasikan urgensi pengembangan program literasi digital komprehensif dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.
Abstract:Artikel ini membahas keterhubungan antara spiritualitas dan empati dalam pemikiran Hendricus Leven, seorang pemikir humanistik yang menempatkan relasi antarmanusia sebagai pusat perkembangan spiritual. Melalui kajian literatur…
eratur yang mendalam, tulisan ini menyoroti bahwa spiritualitas dalam pandangan Leven bukan sekadar pengalaman kontemplatif yang bersifat personal, tetapi sebuah dinamika relasional yang menuntut keterbukaan terhadap kehadiran orang lain. Dalam konteks tersebut, empati berfungsi sebagai ekspresi nyata spiritualitas, sebab empati menghadirkan manusia pada perjumpaan yang autentik dengan sesama. Artikel ini juga menguraikan implikasi pemikiran Leven bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter manusia modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa spiritualitas dan empati saling menopang dalam membentuk pribadi yang utuh, transformatif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Abstract:Tujuan dari peziarahan setiap manusia adalah beristirahat dalam Allah, sehinga tidak ada satupun kekayaan material di dunia ini yang sanggup memberikan kepuasan yang abadi kepada manusia selain Allah sendiri. Kehidupan manusia…
anusia seringkali dihadapkan pada tantangan materialistis yang berisiko mengaburkan keberadaan yang lebih dalam. Kehidupan ini dipahami bukan sebagai pemenuhan kewajiban eksternal semata, melainkan sebagai manifestasi cinta yang tulus dan sukarela. Penelitian ini mengkaji konsep kehidupan yang berakar pada iman yang teguh dan pelayanan yang nyata. Iman disini menuntut ekspresi konkret dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip “Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati”. Aspek pelayanan menjadi bukti nyata dari iman yang hidup, dimana setiap individu didorong oleh kasih untuk menolong sesama yang membutuhkan. Kehidupan yang berakar pada iman dan pelayanan adalah kehidupan yang terintegrasi dimana iman dan pelayanan saling menguatkan. Fondasi iman yang kuat memungkinkan individu yang tetap teguh menghadapi tantangan hidup sementara semangat pelayanan mengubah keyakinan menjadi dampak sosial yang nyata, menjadikan individu sebagai agen transformasi yang membawa nilai-nilai positif ke dalam masyarakat.
Abstract:Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi…
erasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional.
Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana inovasi produk serta strategi penetapan harga berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Kanawa Cafe. Persaingan dalam industri kuliner yang semakin meningkat…
menuntut para pelaku usaha untuk secara konsisten memberikan produk yang inovatif serta menentukan harga yang tepat agar mampu memenuhi ekspektasi konsumen dan menghasilkan kepuasan jangka panjang. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif, melibatkan 97 responden yang pernah melakukan transaksi di Kanawa Cafe. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling, sementara analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda dengan memanfaatkan software SPSS versi 24.0. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa inovasi produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas produk serta keragaman inovasi yang ditawarkan dapat mendorong naiknya tingkat kepuasan pelanggan. Variabel harga juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga yang wajar, sesuai dengan kualitas, dan sebanding dengan nilai manfaat yang diterima mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, hasil uji F juga menegaskan bahwa inovasi produk dan harga secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta strategi harga yang kompetitif sangat penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan, meningkatkan rasa puas, dan menumbuhkan loyalitas. Dengan demikian, Kanawa Cafe direkomendasikan untuk terus mengembangkan produknya serta merumuskan strategi harga yang tepat guna mempertahankan pelanggan dan menarik konsumen baru.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukam kedudukan normatif asas keterbukaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia dan urgensi asas keterbukaan dalam pembentukan Peraturan Daerah. Metode…
e penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif (normative legal research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Asas Keterbukaan memiliki kedudukan normatif dalam pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembenrtukan Peraturan Perundang-undangan. Selain itu Asas Keterbukaan memiliki urgensi yang multidimensional dalam pembentukan Peraturan Daerah. Secara normatif, asas ini diwajibkan oleh UU No. 12 Tahun 2011 dan perubahannya, menjamin hak masyarakat untuk memberikan masukan secara lisan dan tertulis. Secara filosofis dan sosiologis, keterbukaan adalah prasyarat good governance yang memperkuat legitimasi kebijakan, akuntabilitas, dan secara signifikan mengurangi tingkat resistensi sosial terhadap implementasi Peraturan Daerah. Standar Asas Keterbukaan telah mengalami transformasi dari kepatuhan formal menjadi kewajiban konstitusional untuk menyediakan meaningful participation. Standar ini, yang lahir dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020 dan diadopsi ke dalam UU 13/2022, menuntut hak masyarakat untuk didengar, dipertimbangkan, dan diberi penjelasan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan brand image terhadap keputusan pembelian produk fashion muslim pria di Kota Sukabumi. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya permintaan…
an terhadap fashion muslim pria serta tingginya persaingan di industri yang menuntut produsen untuk menawarkan produk berkualitas dan membangun citra merek yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda, melibatkan 103 responden yang pernah membeli produk fashion muslim pria. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan brand image berpengaruh positif serta signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian. Kualitas produk, khususnya dari aspek ketahanan bahan, presisi jahitan, dan kenyamanan, terbukti menjadi faktor penting yang memengaruhi minat beli konsumen. Sementara itu, brand image memberikan pengaruh paling dominan, menunjukkan bahwa citra merek yang kuat mampu meningkatkan kepercayaan, loyalitas, dan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan kualitas dan penguatan citra merek guna memenangkan persaingan di industri fashion muslim pria.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana transformasi digital memengaruhi bentuk, arah, dan efektivitas…
fektivitas interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan konseptual digunakan untuk meninjau berbagai teori komunikasi pendidikan dan relevansinya dalam konteks digitalisasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di era digital tidak hanya ditandai oleh penggunaan media baru, tetapi juga oleh perubahan paradigma interaksi yang lebih kolaboratif, interaktif, dan fleksibel. Peran pendidik bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik berperan lebih aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, transformasi komunikasi pendidikan di era digital menuntut adaptasi kompetensi digital, literasi media, serta penguatan etika komunikasi dalam ruang virtual.