Showing 17 articles found for "Referensi"

Pemilihan Parfum Terbaik Di Kalangan Masyarakat Menggunakan Metode Weighted Product

Siti Marliah, Nicken Saskia Maharani, Nuriadi Manurung
Abstract: Pemilihan parfum yang sesuai dengan preferensi konsumen merupakan tantangan tersendiri mengingat banyaknya pilihan merek, aroma, dan harga yang tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung… ng Keputusan (SPK) menggunakan metode Weighted Product (WP) dalam menentukan parfum terbaik berdasarkan lima kriteria utama: aroma, ketahanan, harga, kemasan, dan ketersediaan. Data diperoleh melalui observasi pasar dan kuesioner kepada 100 responden pengguna parfum berusia 17–35 tahun. Setiap alternatif parfum dinilai dan dihitung nilai vektor S serta vektor V dengan mempertimbangkan bobot masing-masing kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parfum Morris (A9) menempati peringkat tertinggi dengan nilai vektor V sebesar 0,0728, diikuti oleh parfum racikan (A12) dan kategori lainnya (A16). Metode WP terbukti efektif dalam menghasilkan rekomendasi parfum yang sesuai dengan preferensi masyarakat secara objektif dan terstruktur

Analisis Produk Face Wash Pasaran dengan Metode COPRAS untuk Remaja dan Dewasa

Feri Irawan, Rahmadita, Melly Ayunda Putri Lubis
Abstract: Perawatan wajah kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi remaja dan dewasa yang memiliki jenis kulit berbeda. Banyaknya produk face wash di pasaran sering kali membingungkan konsumen dalam menentukan pilihan terbaik.… . Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sepuluh merek face wash menggunakan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), dengan mempertimbangkan preferensi dua segmen konsumen, yaitu remaja dan dewasa. Sebanyak 25 responden dilibatkan dalam survei dengan empat kriteria utama: harga, kemasan, kenyamanan, dan kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas merupakan faktor paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, diikuti oleh harga. Metode COPRAS terbukti efektif memberikan peringkat objektif terhadap produk yang dievaluasi. Dari hasil evaluasi, lima merek dengan skor utilitas tertinggi adalah Pond’s Men, Garnier, Biore, Nivea, dan Cosrx. Pond’s Men memperoleh skor 4,1025, sementara Garnier dan Biore sama-sama mendapatkan skor 4,1124. Merek lokal seperti Wardah juga menunjukkan performa yang kompetitif, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek internasional. Temuan ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk perawatan wajah sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih responsif terhadap keinginan pasar. Secara keseluruhan, COPRAS terbukti sebagai alat bantu pengambilan keputusan multikriteria yang andal dalam industri kosmetik.

Pengelolaan dan Pemanfaatan Manajemen Referensi pada Penulisan Ilmiah

Arsyah, Ulya Ilhami, Pratiwi, Mutiana
Abstract: Teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi… ogi ini. Saat ini penerapan teknologi sudah mulai pesat, tidak ada satupun kegiatan yang tidak melibatkan penggunaan komputer. Salah satu software gratis yang dapat digunakan untuk manajemen referensi pada penulisan karya ilmiah atau tugas akhir.  Pelatihan manajemen referensi merupakan kebutuhan penting bagi mahamahasiswa, khususnya dalam mendukung penyusunan karya ilmiah yang terstruktur dan terorganisir. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen referensi bagi mahamahasiswa organisasi Al-Makki Universitas Al-Azhar, Mesir. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan perangkat lunak manajemen referensi, seperti Mendeley dan Zotero, yang memungkinkan mahamahasiswa untuk menyimpan, mengelola, serta menyusun daftar pustaka secara efisien. Metode pelatihan meliputi pembekalan teoretis, demonstrasi, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami cara mengintegrasikan aplikasi manajemen referensi dalam penulisan ilmiah mereka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola referensi secara otomatis, mengurangi kesalahan pengutipan, serta meningkatkan produktivitas dalam penulisan karya ilmiah. Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang lebih profesional di kalangan mahamahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Dari 40 peserta baik secara offline maupun online yang mengikuti kegiatan ini, sebanyak 83% berhasil memahami penggunaan aplikasi Mendeley, sementara sisanya (17%) masih mengalami kesulitan, terutama karena keterbatasan, seperti tidak memiliki laptop. Berdasarkan hasil tersebut, aktivitas ini dinilai berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dalam program pengabdian kemitraan masyarakat.

Gambaran Nilai Hematokrit Sebelum Dan Sesudah Donor Darah Di UDD PMI Kabupaten Cilacap

Aniesa Izzatun Nafsi, Sofyanita, Eko Naning
Abstract: Donor darah merupakan tahap pengambilan darah dari seseorang secara sukarela dan disimpan di bank darah sebagai stok darah yang nanti dipakai untuk mentransfusikan darah. Hematokrit (Hct) adalah persentase jumlah sel darah… ah merah atas jumlah keseluruhan darah. Nilai normal untuk pria 40-48% dan untuk wanita 37-43%. Nilai hematokrit dapat digunakan sebagai tes skrining sederhana untuk anemia, sebagai referensi kalibrasi untuk metode otomatis hitung sel darah dan membimbing keakuratan pengukuran hemoglobin. Mengetahui hasil nilai hematokrit sebelum dan sesudah donor darah di UDD PMI Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan kriteria penelitian deskriptif serta menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan data primer. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 30 responden yaitu sebelum donor darah didapatkan paling tinggi yaitu jenis kelamin laki-laki dengan kategori normal sebanyak 16 pendonor (53,3%), sedangkan sesudah donor didapatkan paling tinggi yaitu jenis kelamin laki-laki dengan kategori normal sebanyak 15 pendonor (50%). Sebelum donor darah berdasarkan usia didapatkan pendonor terbanyak berusia 22-44 tahun (dewasa) memiliki nilai Hct normal sebanyak 13 pendonor (43,4%) dan sesudah donor pendonor terbanyak berusia 22-44 tahun (dewasa) memiliki nilai Hct normal sebanyak 10 pendonor (33,3%). Penelitian yang dilakukan di UDD PMI Kabupaten Cilacap dengan total 30 responden disimpulkan bahwa rata-rata nilai hematokrit sebelum donor darah adalah 43,3% dan sesudah donor darah adalah 40,2%. Jadi tidak ada hubungan nilai hematokrit dengan sebelum dan sesudah donor darah.

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Sepatu Terbaik dengan Metode Simple Additive Weighting

Mhd Hafid Pramuja, Aulia Sahani Rambe, Erik Marales Sirait
Abstract: Pemilihan sepatu yang sesuai dengan preferensi pengguna sering kali menjadi permasalahan karena banyaknya pilihan merek, model, serta beragam kriteria yang harus dipertimbangkan. Konsumen kerap mengalami kesulitan dalam… menentukan sepatu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan maupun gaya hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengambilan keputusan yang dapat membantu memberikan rekomendasi pemilihan sepatu terbaik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu menangani data multi-kriteria secara sederhana, sistematis, dan efektif. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga, kualitas, kenyamanan, dan desain. Setiap alternatif sepatu akan dinilai berdasarkan kriteria tersebut dan dihitung nilai preferensi akhirnya (Vi). Berdasarkan hasil perhitungan, alternatif Adidas memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,818, diikuti oleh Nike dengan nilai 0,653, serta Aerostreet dengan nilai 0,641. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu memberikan rekomendasi sepatu secara rasional dan objektif sesuai dengan preferensi pengguna. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi pendukung dalam membantu konsumen memilih sepatu yang paling tepat, sehingga meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pengguna terhadap keputusan yang diambil

Implementasi Metode WASPAS Dalam Pemilihan Laptop untuk Mahasiswa

Akbar, Maulana, Nurlaila Sari, Sapriani Lubis
Abstract: Dalam dunia akademik, khususnya di jurusan Sistem Informasi, pemilihan laptop yang sesuai menjadi kebutuhan esensial guna menunjang kegiatan pembelajaran. Banyaknya pilihan laptop dengan spesifikasi dan harga yang sangat… bervariasi sering membingungkan mahasiswa dalam menentukan pilihan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang membantu mahasiswa dalam memilih laptop berdasarkan kriteria objektif menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS). Metode ini menggabungkan pendekatan jumlah tertimbang (WSM) dan produk tertimbang (WPM), sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif. Kriteria yang digunakan meliputi harga, prosesor, RAM, dan kapasitas penyimpanan. Hasil akhir dari sistem menunjukkan bahwa laptop Compaq Presario memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,9341, sehingga direkomendasikan sebagai pilihan terbaik bagi mahasiswa. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa dapat memperoleh referensi yang lebih akurat dan berbasis data dalam memilih laptop sesuai kebutuhan perkuliahan mereka

Pemanfaatan Metode Topsis dalam Menentukan Smartphone yang Paling Banyak Digunakan Oleh Mahasiswa

Bella Puspita, Khairunnisa, Anggriani, Risma
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan smartphone yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Universitas Royal dengan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode… TOPSIS dipilih karena mampu memberikan hasil yang objektif dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang saling memengaruhi. Lima kriteria utama dalam penelitian ini meliputi harga, kualitas kamera, kapasitas baterai, kapasitas RAM, dan desain. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Royal yang dipilih secara acak, dengan tujuan untuk mengetahui preferensi dan persepsi mereka terhadap berbagai merek smartphone yang umum digunakan. Tahapan analisis melibatkan normalisasi matriks keputusan, pembobotan kriteria, penentuan solusi ideal positif dan negatif, perhitungan jarak terhadap solusi ideal, serta penentuan nilai preferensi. Berdasarkan hasil analisis, smartphone merek Samsung (A3) memperoleh nilai preferensi tertinggi dibandingkan alternatif lainnya, sehingga dinyatakan sebagai smartphone yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Universitas Royal. Temuan ini menunjukkan bahwa metode TOPSIS efektif digunakan dalam mengidentifikasi pilihan terbaik berdasarkan kriteria yang relevan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak kampus, pengembang teknologi, maupun peneliti lain dalam memahami tren penggunaan perangkat teknologi di lingkungan pendidikan tinggi