Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Smartphones"

Computational Thinking (Clothing) Untuk Pembelajaran Informatika Di SMP Negeri 1 Kalimanah

Nugroho, Arief Kelik, Permadi, Ipung, Afuan, Lasmedi
Abstract: Abstract: Computational thinking (CT) basically defines the abstract accurately and covers various kinds of skills in understanding problems and determining appropriate solutions according to the rules of computing in computer… mputer science. Understanding the terminology of accuracy is used in computer science fundamentally to understand problems and find solutions that are built from these problems in a logical, structured, and systematic manner. Junior high school 1 Kalimanah is a school with a good ranking in the district because almost every year it always ranks in the top ten on the achievement index of its graduates. The condition of the students of Junior high school 1 Kalimanah is very diverse in economic background, some come from families of employees, farmers, laborers, or others. With a variety of existing economic backgrounds, the issue of ownership of computer equipment is also very limited, not all have computers/or mobile devices/smartphones. The method of application in service activities is carried out by exploration by asking questions, then elaborating and confirming by asking questions. The activity plan is carried out by providing programming learning at the intermediate level to provide motivation to learn logically and systematically so that computational computer-based learning is expected to provide a learning experience for students, especially computer programming experience, bridging the school in selecting outstanding students in the programming field. computer.           Keywords: computational thinking; functionality; Computer science; logical; systematic   Abstrak: Kajian ilmu dalam ilmu komputer adalah mengindentifikasi dengan akurat definisi, prosedure dan fungsionalitas. Pemahaman terminologi keakuratan digunakan dalam ilmu komputer secara mendasar untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang dibangun dari masalah tersebut secara logis, terstruktus dan sistematis. Computational thinking (CT) pada dasarnya mendefinisikan abstrak secara tepat dan mengkover berbagai macam ketrampilan-ketrampilan dalam memahami masalah dan menentukan solusi yang tepat sesuai dengan kaidah komputasi dalam ilmu komputer. SMPN 1 Kalimanah merupakan sekolah dengan peringkat baik di wilayah kabupaten karena hampir setiap tahun selalu menempati rangking sepuluh besar pada indeks prestasi lulusannya. Kondisi siswa SMP N 1 Kalimanah sangat  beragam latar belakang ekonomi, ada yang berasal dari keluarga pegawai, petani, buruh atau yang lainnya. Dengan beragam latar ekonomi yang ada, maka dalam masalah kepemilikan perangkat komputer juga sangat terbatas tidak semua memiliki komputer/atau perangkat mobile/smartphone. Metode penerapan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan eksplorasi dengan memberikan pertanyaaan  kemudian elaborasi dan konfirmasi yakni memberi pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembelajaran pemrograman pada level tingkat menengah untuk memberi motivasi belajar secara logis dan sistematis, sehingga dengan pembelajaran berbasis komputer secara komputasi diharapkan memberi pengalaman belajar bagi siswa khususnya pengalaman pemrograman komputer, menjembatani pihak sekolah dalam menyeleksi siswa-siswa berprestasi dalam bidang pemrograman komputer. Kata kunci: computational thinking; fungsionalitas; ilmu komputer; logis; sistematis 

IMPLEMENTATION OF THE SMART SCHOOL APPLICATION WEB-BASED USING A PROTOTYPE MODEL

Haerani, Reni, Adi Nugroho, Praditya, Sofan Ansor, Ahmad
Abstract: Abstract: The advances in information technology have substantially affected the world of education. One of these impacts is the emergence of the concept of innovative schools. The Smart School application is a solution… to increase the effectiveness and efficiency of managing the educational procedures in schools. This research intends to design a Smart School application using the Web-based Prototype method. The prototype method allows developers to design and develop application prototypes that can be tested by users (teachers, students, and parents) before implementing the actual application. This will help identify user needs, collect feedback and ensure that the resulting Smart School application meets the expectations and needs of all stakeholders. The Smart School application has many features, such as student data management, lesson schedules, homework and test management, communication between teachers, students and parents, and tracking student learning progress. This application is designed with a web interface like computers, tablets and smartphones. The resulting Smart School application using the Prototype approach will be better able to meet changing user needs and help improve the quality of education in schools. Apart from that, web technology will make it easier to access and use applications by all stakeholders in the world of education.               Keywords: Smart School Application; Prototype; Website   Abstrak: Kemajuan teknologi informasi sudah meninggalkan efek yang substansial terhadap dunia pendidikan. Salah satu dampak tersebut adalah munculnya konsep sekolah cerdas. Aplikasi Smart School merupakan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan prosedur pendidikan di sekolah. Riset ini bermaksud untuk merancang aplikasi Smart School dengan menggunakan metode Prototype berbasis Web. Metode Prototipe memungkinkan pengembang merancang dan mengembangkan prototipe aplikasi yang dapat diuji oleh pengguna (guru, siswa, dan orang tua) sebelum menerapkan aplikasi sebenarnya. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengumpulkan umpan balik dan memastikan bahwa aplikasi Smart School yang dihasilkan memenuhi harapan dan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan. Aplikasi Smart School dirancang dengan banyak fitur yang beragam seperti pengelolaan data siswa, jadwal pelajaran, pengelolaan pekerjaan rumah dan ulangan, komunikasi antara guru, siswa dan orangtua, serta pelacakan kemajuan perkembangan pembelajaran siswa. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka web seperti komputer, tablet, dan smartphone. Dengan menggunakan pendekatan Prototype, diharapkan aplikasi Smart School yang dihasilkan akan lebih mampu memenuhi perubahan kebutuhan pengguna dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Selain itu, pemanfaatan teknologi web akan memudahkan akses dan penggunaan aplikasi oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Kata kunci: Aplikasi Smart School; Prototype; Website

Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Penggunaan Smartphone Pada Remaja Kelas VIII Di SMP Negeri 25 Padang Pada Tahun 2025

Rani Ramadani, Amelia Susanti, Diana Arianti
Abstract: Penggunaan smartphone di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi, hiburan, dan media sosial. Menurut APJII (2024), 98% remaja menggunakan smartphone, sementara data dari Badan Pusat… sat Statistik Sumatera Barat (2024) menunjukkan bahwa 67,78% remaja memiliki akses ke smartphone. Penggunaan berlebihan ini membuat remaja kesulitan mengelola waktu, mengurangi konsentrasi, sering menunda-nunda tugas, dan mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang Tahun 2025, dengan pengumpulan data dilakukan pada 26-28 Mei 2025. Populasi penelitian terdiri dari 261 siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang pada tahun 2025. Sampel sebanyak 72 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik sampling acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner MSLQ, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 45,8% remaja memiliki motivasi belajar rendah, sementara 44,4% memiliki penggunaan smartphone yang tinggi. Secara bivariat, terdapat hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Diharapkan guru dapat meningkatkan program pendidikan tentang penggunaan smartphone yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Smartphone use among adolescents is increasing along with easier acces to information, entertainment, and social media. According to APJII (2024), 98% of adolescents use smartphones, while data from the West Sumatra Statistics Agency (2024) shows that 67,78% of adolescents have acces to smartphones. This excessive use makes it difficult for teenager to manage their time, reduces their concentration, causes them to frequently procrastinate, and affects their motivation to learn. This study aims to determine the relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in August 2025, with data collection carried out on May 26-28, 2025. The study population consisted of 261 eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. A sample of 72 respondents was taken using the Slovin formula with random sampling technique. Data collection was conducted using observation sheets and MSLQ questionnaires,analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 45,8% of adolescents had low learning motivation, while 44,4% had high smartphone usage. Bivariate there is a relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. It is hoped that teachers can improve educational programs on healthy smartphone use and create a create a conducive learning environment.