Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam menopang perekonomian nasional, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah…
engah perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM dituntut mampu menyesuaikan strategi pemasaran agar produk yang ditawarkan dapat dikenal dan diminati konsumen. Dalam konteks ini, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peluang besar untuk mengembangkan UMKM inovatif melalui pemanfaatan media digital, kreativitas promosi, serta penguatan identitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan mahasiswa dalam pengembangan UMKM inovatif pada UMKM Nanasaurus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Nanasaurus dilakukan melalui branding produk, pemanfaatan media sosial, promosi penjualan seperti diskon dan bundling, pemasaran dari mulut ke mulut, serta partisipasi dalam bazar. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran merek, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengelola komunikasi pemasaran menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM inovatif yang berdaya saing.
Abstract:Penelitian ini berangkat dari berbagai isu utama yang menghambat keberlanjutan dan optimalisasi potensinya, seperti keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata, seperti akses jalan, sanitasi, dan akomodasi…
yang belum memadai, sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan dan daya tarik destinasi, minimnya upaya promosi dan pemasaran, yang menyebabkan rendahnya kunjungan wisatawan, rendahnya kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata, termasuk kurangnya pelatihan bagi masyarakat lokal Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif agar mencapai tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan objek wisata Kampung Tematik di Kampung Jawi, seacara rinci menggunakan analasis skala likert dan analisis SWOT , pengumpulan data primer yaitu wawancara, observasi kuisoner, dan data sekunder yaitu survey instansional dan literatur web Berdasarkan hasil analisis konsep 4A, dapat diketahui bahwa komponen Ancillary dengan hasil 4,07 menjadi aspek yang paling kuat dalam mendukung pengembangan Kampung Jawi, diikuti oleh Atraksi yaitu 3,99 dan Amenitas yaitu 3,70 yang juga berada dalam kategori baik. Sementara itu, Aksesibilitas yaitu 3,27 menjadi aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut karena memiliki nilai rata-rata terendah. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh nilai IFAS sebesar 6,16 dan EFAS sebesar 5,79. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan internal yang dimiliki Kampung Jawi lebih besar dibandingkan pengaruh faktor eksternal yang dihadapi. Kondisi ini menempatkan Kampung Jawi pada penerapan strategi ST (Strength–Threat) dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk menghadapi tantangan eksternal melalui penguatan identitas budaya, peningkatan kemandirian pengelolaan, dan pengembangan inovasi wisata dalam jangka menengah (3–5 tahun).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kepala sekolah…
olah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta data sekunder yang berasal dari dokumen sekolah, laporan kegiatan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data dari instansi terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan konfirmasi kepada informan, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 14 Luwu Timur telah berjalan secara sistematis dan terintegrasi. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi kepala sekolah sebagai edukator dalam mengembangkan kompetensi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sebagai manajer dalam melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah, sebagai supervisor dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proses pembelajaran, serta sebagai pemimpin yang menerapkan kepemimpinan demokratis dalam mengarahkan, memotivasi, dan melibatkan seluruh warga sekolah. Faktor pendukung peningkatan kualitas pendidikan meliputi kerja sama warga sekolah, komitmen dan kedisiplinan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, kepemimpinan kepala sekolah, serta budaya kerja yang positif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi guru yang belum merata, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta perbedaan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Perang Ahzab berdasarkan kitab Fikih Sirah karya Zaid Az-Zaid serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di…
era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Fikih Sirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akhlak Islam, Sirah Nabawiyah, dan penelitian pendidikan Islam yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan makna pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaid Az-Zaid mengonstruksi enam belas nilai pendidikan akhlak dari peristiwa Perang Ahzab, yaitu tawakal, syaja’ah, optimisme, musyawarah, tawadhu’, penghargaan terhadap pendapat, kontribusi sosial, keterbukaan berpikir, keteladanan, integritas, ta‘awun, tabayyun, menjaga lisan, husnuzan kepada Allah, ketenangan batin, dan keteladanan sahabiyah. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat tipologi utama, yaitu akhlak spiritual, akhlak sosial, akhlak intelektual, serta akhlak kepemimpinan dan keteladanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi pembelajaran PAI kontemporer, terutama dalam penguatan karakter, resiliensi spiritual, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi sosial, serta pengembangan kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, Perang Ahzab dapat diposisikan sebagai sumber pendidikan akhlak yang kontekstual dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini.
Abstract:Pantai Bohay merupakan salah satu destinasi ekowisata yang berada di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kawasan ini memiliki berbagai potensi ekowisata yang didukung oleh keindahan panorama pantai, keberadaan…
radaan terumbu karang, ekosistem mangrove, wisata kuliner berbasis hasil laut, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Di sisi lain, aktivitas ekowisata juga menimbulkan berbagai dampak yang perlu dikaji sebagai dasar pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan dampak ekowisata Pantai Bohay, serta menganalisis strategi pengembangannya menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengelola ekowisata Pantai Bohay, masyarakat lokal, dan wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan strategi pengembangan dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Bohay memiliki potensi ekowisata yang meliputi ekowisata bahari berbasis terumbu karang, panorama pantai dan sunset, ekosistem mangrove, serta wisata kuliner hasil laut. Dampak positif yang ditimbulkan meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi, serta tumbuhnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas tertentu, pengelolaan mangrove yang belum optimal, dan ancaman terhadap ekosistem pesisir. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan diarahkan pada penguatan potensi sumber daya alam dan kelembagaan lokal, peningkatan fasilitas pendukung, pengembangan atraksi ekowisata, serta penguatan upaya konservasi lingkungan.
Bohay Beach is an ecotourism destination located in Binor Village, Paiton District, Probolinggo Regency. The area boasts various ecotourism potentials supported by scenic coastal views, coral reefs, mangrove ecosystems, seafood-based culinary tourism, and local community involvement in its management. However, ecotourism activities also generate impacts that require assessment to inform sustainable area development. This study aims to identify the ecotourism potential and impacts of Bohay Beach and to analyze development strategies using SWOT analysis. This study employs a qualitative approach using a case study design. Research subjects include Bohay Beach ecotourism managers, local community members, and tourists, selected via purposive sampling. Data collection involved observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data analysis utilized the Miles and Huberman model—comprising data reduction, data display, and conclusion drawing—while development strategies were analyzed using SWOT. The results indicate that Bohay Beach possesses ecotourism potential including coral reef-based marine ecotourism, coastal scenery and sunsets, mangrove ecosystems, and seafood culinary tourism. Positive impacts include increased community income, job creation, heightened community participation in conservation activities, and growing environmental awareness. Nevertheless, challenges remain, such as limited facilities, suboptimal mangrove management, and threats to the coastal ecosystem. Based on the SWOT analysis, development strategies focus on strengthening natural resource potential and local institutions, upgrading supporting facilities, developing ecotourism attractions, and reinforcing environmental conservation efforts.
Abstract:Perkembangan moral anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter integritas di masa depan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, nilai kejujuran memerlukan strategi internalisasi yang tidak hanya bersifat…
ersifat verbal, tetapi juga diwujudkan melalui praktik nyata dalam interaksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penanaman nilai kejujuran dalam pembentukan karakter integritas anak usia dini melalui keteladanan guru di TK As-Salam Kecamatan Kutawaluya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru yang konsisten, pembiasaan reflektif dalam budaya kelas, serta dukungan kebijakan sekolah berbasis nilai religius membentuk lingkungan yang mendorong anak berani berkata jujur dan mengakui kesalahan. Integritas anak berkembang melalui pengalaman konkret yang berulang dalam interaksi sehari-hari. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru sebagai model moral dalam pendidikan karakter serta perlunya integrasi budaya sekolah yang konsisten untuk mendukung internalisasi nilai kejujuran sejak usia dini.
Abstract:Transformasi nilai akhlak pada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan sosial emosional yang berkelanjutan. Pada fase perkembangan awal, anak belajar mengelola emosi, membangun…
empati, serta membentuk kebiasaan sosial melalui interaksi yang bermakna di lingkungan pendidikan. Budaya sekolah Islami berperan sebagai sistem nilai yang menghadirkan pembiasaan, keteladanan, dan penguatan moral dalam aktivitas sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi nilai akhlak dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini melalui budaya sekolah Islami di Pos PAUD Merpati Kecamatan Kutawaluya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi nilai akhlak berlangsung melalui integrasi pembiasaan rutin, keteladanan guru, serta penguatan regulasi emosi berbasis praktik religius seperti doa dan istighfar. Nilai akhlak terinternalisasi dalam aktivitas konkret seperti berbagi, antre, meminta maaf, dan mengendalikan emosi dalam situasi konflik. Budaya sekolah berfungsi sebagai sistem yang menjaga konsistensi antara perencanaan program dan praktik pembelajaran. Implikasinya, budaya sekolah Islami dapat menjadi model integratif dalam pengembangan karakter dan sosial emosional anak usia dini secara kontekstual dan aplikatif.
Abstract:Education is an ecosystem involving various elements, with the family as its primary foundation. Schools then act as strategic partners, continuing, strengthening, and developing the educational process in a systematic and…
nd structured manner. Effective and valuable communication is believed to be able to build sustainable educational synergy. This study aims to analyze school-parent communication practices from an Islamic perspective and their impact on student learning outcomes at Nurul Hidayah Elementary School in Kutawaluya District. The study used a qualitative approach with a case study. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed interactively through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results indicate that communication practices occur formally and informally, are integrated with the values of trust and deliberation, and encourage active parental involvement in home learning support. Dialogic and persuasive communication contributes to improved student discipline, learning readiness, and responsibility. Integrating Islamic values into communication practices strengthens collaborative relationships between schools and families. The implications of this research emphasize the importance of developing an Islamic values-based educational communication model as a strategy to strengthen school-parent partnerships in improving student learning outcomes.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digital marketing dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, melalui penerapan RACE Framework (Reach, Act, Convert, Engage). Latar belakang…
elakang penelitian didasarkan pada adanya kesenjangan tingkat kunjungan dibandingkan destinasi unggulan lain di Bandung Selatan, meskipun Gunung Puntang memiliki potensi alam dan nilai historis yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkaya dengan analisis SWOT berbasis RACE Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap Reach efektif dalam memperluas jangkauan promosi melalui optimalisasi media sosial, meskipun masih terkendala pada konsistensi konten dan pemanfaatan SEO. Tahap Act mampu meningkatkan ketertarikan calon wisatawan melalui konten visual dan narasi destinasi, namun belum sepenuhnya mengoptimalkan strategi storytelling. Tahap Convert berkontribusi terhadap peningkatan keputusan kunjungan melalui promosi musiman dan kolaborasi influencer, tetapi belum didukung sistem reservasi digital yang terintegrasi. Tahap Engage menunjukkan potensi dalam membangun loyalitas dan promosi organik, meskipun masih terbatas pada komunitas lokal. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan pada keunikan lanskap dan sejarah, kelemahan pada keterbatasan SDM digital, peluang dari tren wisata digital, serta ancaman dari kompetitor. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi digital marketing terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi.
Abstract:Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam memahami potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi yang mendukung pengembangan…
an usaha secara berkelanjutan. Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Air Tawar, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai potensi wilayah yang dapat dioptimalkan dalam sistem agribisnis perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya tentang potensi wilayah yang mendukung usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sebakung Jaya dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN). Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui pendekatan pedagogi yang dipadukan dengan presentasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup potensi sumber daya alam dan lingkungan, serta potensi sosial ekonomi, yang mendukung pengembangan komoditas unggulan ikan air tawar melalui upaya budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai potensi wilayah sebagai modal pengembangan usaha budidaya. Peningkatan tersebut tercermin dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi potensi wilayah, serta munculnya berbagai gagasan terkait penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi wilayah merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kapasitas pembudidaya menuju usaha budidaya ikan yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.