Showing 16 articles found for "Tindakan"

Pengaruh Pendekatan Pendidikan Kesehatan Di Dalam Discharge Planning Terhadap Interdialytic Weight Gains (IDWG) Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa RSUD Ratu Zalecha Martapura

Agus Rachmadi, Rita Kirana
Abstract: Interdialytic Weight Gains (IDWG) merupakan peningkatan volume cairan pada pasien hemodialisis yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan merupakan indikator terhadap pengaturan cairan yang dikonsumsi oleh pasien.… en. Penelitian ini bertujuan menganalisa efektifitas pendidikan kesehatan tentang pengaturan cairan dan diet GGK dengan hemodialisis dengan  kejadian IDWG pada pasien yang menjalani tindakan hemodialisis  di ruang Hemodialisa RSUD Martapura yang ada di Kalimantan Selatan yang belum diberikan pendidikan kesehatan dengan yang sudah diberikan pendidikan kesehatan di dalam pelaksanaan discharge planning saat pasien pulang. Desain yang digunakan yaitu quasy- experiment one group pre-post treatment design dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, pada pasien menjalani terapi hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD Ratu Zaleha Martapura. Analisis data dengan menggunakan Paired T test dengan taraf signifikasi α 0,05. Ada perbedaan antara IDWG sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, tidak terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan IDWG pasien.

Hubungan Antara Pengetahuan Dan Dukungan Orang Tua Dan Keluarga Dengan Anak Stunting Di Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan

Fitri Supardi
Abstract: Salah satu penyebab terjadinya stunting pada balita adalah kurangnya pendidikan dan dukungan dari orang tua dan kerabat sehingga menurunkan motivasi ibu dalam melakukan tindakan peningkatan kesehatan khususnya dalam pencegahan… egahan stunting. Studi pendahuluan mengatakan orang tua tidak mengetahui tentang stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting di Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenis peneliitian ini yaitu kuantitatiif denqan pendekatan crooss sectional menggunakan desain analitik. Populasi dalaam peneliitian ini yakni seluruh orang tua baliita sebayak 33 orang denqan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan orang tua berhubungan dengan stunting pada anak dimana tinggkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukungan orang tua berhubunqan denqan stunting pada anak dimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukunqan keluarqa berhubunqan denqan stunting pada anak diimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulan-nya yaitu ada hubunqan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting. Saran bagi Puskesmas Tinangkung Utara agar meningkatkan edukasi mengenai stunting agar meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga dalam pencegahan stunting.

Kekerasan Seksual Pada Anak Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Positif dan Hukum Syariah Islam

Baharudin Baharudin
Abstract: Kekerasan sesksual pada anak dewasa ini sangat rentan ditengah kehidupan kita, kekerasan seksual pada anak banyak terjadi dewasa ini, dikarenakan banyaknya factor yang memperngaruhi kekerasan seksual pada anak, banyaknya… iming-iming yang diberikan oleh si pelaku untuk memberikan rangsangan atau motivasi pada anak agar si anak mengikuti ajakan si pelaku. Kekerasan sesksual pada anak banyak terjadi dilakukan oleh pelaku yakni orang-orang terdekat kita sendiri, banyak nya factor media pendukung membuat para pelaku mengalihkan hasrat seks nya pada anak-anak yang tak berdosa. Permasalahan dari penelitian ini adalah, sejaumana efektifitas hukuman baik hukuman positif maupun hukuman syariat islam dalam memberikan hukuman kepada pelaku yang melakukan tindakan pelecehan seksual pada anak. Adapun metode penelitian yakni penulis menggunakakn penelitian yang bersifat persuasive approach dalam dalam melakukan pendekatan terhadap baik pelaku maupun si korban terhadap tindak pelecehan sesksual pada anak. Kedsimpulan dalam penelitian ini adalah baik secara hukum positive maupun hokum syariat islam, sangat tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada para pelaku tindakan pelecehan seksual pada anak.

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Pasien Post Sectio Caesarea Et Causa Oligohidroamnion  : Studi Kasus

Adha, Faradila Risky, Wijianto, Wijianto, Arif Abdullah
Abstract: Sectio caesarea (SC) merupakan suatu tindakan bedah untuk melahirkan bayi melalui sayatan pada dinding perut dan rahim. Salah satunya faktor penyebabnya yaitu komplikasi oligohidramnion. Masalah yang dialami wanita pasca… SC meliputi nyeri, keterbatasan gerak, dan menurunnya kemampuan aktivitas sehari-hari. Untuk mengetahui apakah program fisoterapi rehabilitasi yang diberikan dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien pasca operasi caesarea. Penelitian ini menggunakan metode case study yang dilakukan secara langsung kepada pasien Ny. FR berusia 24 tahun, di diagnosis post partum setelah menjalani operasi sectio caesarea yang disebabkan oleh kondisi oligohidramnion, dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Selogiri pada bulan Februari 2025. Program fisioterapi yang diberikan meliputi deep breathing exercise, ankle pumping, pelvic floor exercise, pelvic tilt exercise, serta latihan mobilisasi. Untuk mengevaluasi tingkat nyeri digunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS), Curl Up Test  untuk mengukur kekuatan otot dan Kenny Self Care Index untuk mengukur kemampuan aktivitas fungsional. Setelah dua kali sesi terapi, terjadi penurunan tingkat nyeri : nyeri saat diam menurun dari skor 3 menjadi 2, nyeri tekan dari 7 menjadi 5, dan nyeri saat bergerak dari 6 menjadi 4. Adanya peningkatan kekuatan otot dari fair menjadi fair+, serta hasil Kenny Self Care Index dari 10 menjadi 23. Intervensi fisioterapi yang terdiri dari deep breathing exercise, ankle pumping, pelvic floor exercise, pelvic tilt exercise dan mobilisasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot serta meningkatkan kemampuan fungsional harian pada pasien dengan Post SC.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Perilaku Menyikat Gigi Pada Siswa Kelas II Dan III Disekolah Dasar Negeri Cimone 8 Kota Tangerang

Dita Faradillah, Ida Faridah, Ria Setia Sari
Abstract: Latar Pendahuluan : Pengetahuan tentang kesehatan gigi sangatlah penting, terutama dalam hal menjaga kebersihan gigi. Dengan pengetahuan yang memadai, seseorang dapat memengaruhi sikap dan perilakunya dalam merawat kebersihan&#8230; sihan mulut, selain itu Periode usia anak sekolah 6-12 tahun adalah salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Tujuan: Tujuan umum pada penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar  Negeri Cimone 8  Kota Tangerang. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah Sampel: jumlah sampel sama dengan populasi karena dimana jumlah sampel 100 siswa-siswi sama dengan jumlah populasi dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Analisis Data: Analisis data mengunakan uji Chi Square test. Hasil Penelitian: Didapatkan  ada hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar Negeri 8 Cimone Kota Tangerang, dengan nilai p=0,003 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan anatar pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku menyikat gigi. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dalam upaya pelayanan asuhan kesehatan gigi dengan Program Studi Kesehatan Gigi untuk memberikan promosi kesehatan gigi secara kontinyu sehingga siswa sekolah dasar dapat meningkatkan budaya tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan benar.

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak-Hak Pekerja Akibat Kepailitan Perusahaan

Hidayah, Nurul, Amanda, Aprilia, Az – Jahra , Syabrina, Dinda Rahmayanti, Selvia
Abstract: Pailit adalah posisi atau keadaan debitur tidak mampu membayarkan utangnya kepada para kreditur. Pengusaha dapat melakukan PHK terhadap pekerja/buruh karena perusahaan pailit (bangkrut), dalam pemutusan kerja tentunya ada&#8230; a resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan yaitu pemenuhan hak-hak atas pekerja/buruh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dan mengetahui bagaimana tindakan perusahaan terhadap para pekerja jika perusahaan mengalami kepailitan berdasarkan hukum positif dan akibat hukum yang timbul terhadap perusahaan yang mengalami kepailitan namun tidak memenuhi kewajibannya terhadap hak-hak pekerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian, pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) UU Ketenagakerjaan dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU Ketenagakerjaan. Berdasarkan ketentuan PP No. 35 tahun 2021, perusahaan yang pailit wajib memberikan uang pesangon sebesar 0,5, uang penghargaan masa kerja 1 kali, dan uang penggantian hak. Akibat yang timbul jika perusahaan tetap tidak membayarkan hak pesangon pekerja maka penyelesaian perselisihan tersebut dapat diselesaikan dengan dua cara penyelesaian yaitu dengan cara non-litigasi (di luar pengadilan) dan litigasi (melalui pengadilan). Kesimpulan, kewajiban atas pekerja untuk mendapatkan hak nya diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021, dan peraturan terkait lainnya. Akibat dari pengingkaran kewajiban adalah pekerja dapat menyelesaikan melalui cara non litigasi dan litigasi, sejak dinyatakan pailit pengurusan dan penguasaan harta kekayaan si pailit (perusahaan) beralih ke tangan kurator atau Balai Harta Peninggalan.