Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.…
r. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan karakter Islami siswa SMA Trisula Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional.…
sional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Trisula Kendal, sedangkan sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji korelasi memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan karakter Islami siswa. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,743 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Artinya, semakin baik kebiasaan membaca Al-Qur’an siswa, maka semakin baik pula karakter Islami yang dimiliki siswa. Dengan demikian, pembiasaan membaca Al-Qur’an dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam membentuk karakter Islami siswa di lingkungan sekolah.
Abstract:Penelitian ini menganalisis krisis kepemimpinan pasca-kematian Saif al-Islam Gaddafi dan implikasinya terhadap stabilitas politik di Libya setelah runtuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011 dalam konteks Arab Spring. Sejak…
k saat itu, Libya mengalami fragmentasi politik akibat lemahnya institusi negara, menguatnya aktor non-negara, dan konflik kekuasaan berkepanjangan. Dalam situasi tersebut, Saif al-Islam dipandang memiliki legitimasi simbolik dan potensi untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik yang terpecah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan analisis deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari jurnal, laporan internasional, dan media terpercaya, dengan kerangka teori kepemimpinan karismatik, krisis suksesi, dan konsep failed state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematiannya memperdalam krisis kepemimpinan dengan menghilangkan figur potensial pemersatu, memperkuat peran milisi, serta meningkatkan risiko konflik, sekaligus mencerminkan lemahnya kapasitas negara dalam mengendalikan kekerasan. Disimpulkan bahwa stabilitas politik Libya tidak hanya bergantung pada institusi, tetapi juga pada keberadaan figur yang mampu mengkonsolidasikan kekuasaan; ketiadaan figur tersebut di negara yang rapuh memperbesar risiko instabilitas jangka panjang, sehingga penguatan institusi menjadi kunci stabilitas berkelanjutan.
Abstract:Pendidikan agama sangat penting dalam pembentukan akhlak anak sejak usia dini. Salah satu faktor yang memengaruhi dalam pembentukan akhlak anak adalah orang tua. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam menanamkan…
n pendidikan agama untuk pembentukan akhlak anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi orang tua mengenai pentingnya pendidikan agama Islam untuk anak, dengan fokus pada implementasi nilai-nilai agama Islam yang dilakukan orang tua di rumah, dan pentingnya menjadi teladan yang baik bagi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menjadi pengaruh bagi anak dalam mengenalkan dan mengajarkan ajaran agama Islam pada anak, seperti salat berjamaah, membaca Quran, dan menghafal surat pendek. Dengan demikian, orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi agama yang kuat pada anak, yang kelak akan menjadi landasan di masa yang akan datang.
Abstract: Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian…
Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.
Abstract:Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validasi pengetahuan. Ketiga nalar ini tidak berdiri…
rdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membangun pemahaman manusia terhadap realitas, baik yang bersumber dari wahyu, akal, maupun pengalaman spiritual. Nalar bayani bertumpu pada teks-teks otoritatif, khususnya Al-Qur’an dan Hadis, dengan penekanan pada pemahaman kebahasaan, penafsiran, dan penalaran normatif. Melalui pendekatan ini, kebenaran ilmu ditentukan berdasarkan kesesuaian makna dengan teks dan otoritas keagamaan, sehingga nalar bayani berperan besar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, dan ushul fikih. Sementara itu, nalar irfani menekankan dimensi batin dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan. Nalar ini berangkat dari keyakinan bahwa kebenaran tidak hanya dapat dicapai melalui teks dan rasio, tetapi juga melalui penyucian jiwa, intuisi, dan pengalaman langsung dengan realitas transenden. Pengetahuan dalam nalar irfani bersifat subjektif namun mendalam, karena diperoleh melalui proses kontemplasi, riyadhah, dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Oleh karena itu, nalar irfani banyak berkembang dalam tradisi tasawuf dan filsafat spiritual Islam, dengan tujuan mencapai pemahaman hakikat yang melampaui makna lahiriah. Adapun nalar burhani berpijak pada rasio dan logika demonstratif sebagai sarana utama dalam memperoleh kebenaran. Nalar ini menekankan argumentasi rasional, kausalitas, dan pembuktian sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam tradisi Islam, nalar burhani banyak digunakan dalam filsafat, ilmu kalam rasional, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat empiris dan analitis. Kebenaran dalam nalar burhani diukur melalui konsistensi logis dan kesesuaian antara teori dan realitas.
Abstract:Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah qana’ah dalam Al-Qur`an (Kajian Tafsir Tematik). Adapun tujuannya untuk menjelaskan dan menganalisis makna dan manfaat qana’ah dalam Al-Qur`an. Jenis penelitian ini…
an ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik atau maudhu’i. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah content analysis. Sumber data primer dari penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan tentang qana’ah, kemudian kitab-kitab tafsir seperti; kitab Tafsir Shafwatut Tafasir karya Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni, kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, dan kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun sumber data sekunder adalah adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan para peneliti atau teoritis yang orisinil, kamus-kamus, buku-buku, artikel-artikel, dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah qana’ah dalam Q.S al-Hajj [22] ayat 36 dimaknai dengan rasa ridha, puas hati dan perasaan cukup terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah Swt. Qana’ah dalam Q.S Ibrahim [14] ayat 43 dimaknai dengan rasa penyesalan orang-orang yang mendapatkan siksa atas perbuatan buruknya di dunia. Adapun manfaat qana’ah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Ridha terhadap Allah Swt, (2) Mencegah diri dari penyesalan akhirat, (3) Mendatangkan sifat ‘iffah dalam hidup, (4) Menjadikan diri mudah beryukur, (5) Mendatangkan keberkahan, dan (6) Mendapatkan keberuntungan yang besar.
Abstract:Rendahnya minat untuk berwirausaha di kalangan anak muda menimbulkan kebutuhan akan pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai dari usia dini, bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan tetapi juga sebagai…
ai bagian dari pengembangan karakter. Artikel ini membahas peran edupreneurship sebagai metode pendidikan dalam menciptakan kreativitas wirausaha Islami dengan pendekatan kajian pustaka. Analisis akan berfokus pada pengertian edupreneurship, integrasi nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan, serta cara yang dapat digunakan untuk menilai kreativitas wirausaha di sekolah. Kajian literatur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sumber akademis untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan penerapan program edupreneurship, termasuk dalam hal kurikulum, desain pembelajaran, kegiatan praktik seperti bazar sekolah, pembuatan produk, pemasaran digital, serta penerapan alat untuk mengembangkan kreativitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa edupreneurship memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas wirausaha Islami jika diintegrasikan ke semua mata pelajaran, dijalankan secara teratur, dan didukung oleh alat evaluasi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, klaim keberhasilan dalam membentuk kreativitas bersifat deskriptif dan sulit untuk digeneralisasi. Sebagai kesimpulan, penguatan edupreneurship harus diarahkan pada pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti agar dapat secara efektif membentuk generasi wirausaha Islami yang kreatif, beretika, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abstrak dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Abstrak berisi maksimum 250 kata, spasi tunggal ditulis dengan huruf miring (Italic) bagi abstrak Bahasa Inggris. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.
Abstract:Gangguan bipolar menjadi tantangan serius di masyarakat Muslim Indonesia karena masih banyak disalahpahami, distigmatisasi, dan jarang mendapat penanganan optimal. Artikel ini bertujuan menelaah literatur tentang integrasi…
si psikiatri modern dan spiritualitas Islam—termasuk Islamic counseling dan mental health integration—dalam penanganan bipolar, serta menganalisis peluang dan hambatannya pada konteks komunitas Muslim Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif reflektif melalui telaah jurnal ilmiah dan sumber keislaman terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi model perawatan—meliputi kolaborasi agama-medis, Islamic therapy, edukasi komunitas, dan penguatan Muslim community health—dapat meningkatkan efektivitas penanganan, memperkuat resiliensi psikologis, mengurangi stigma, dan mendorong pemulihan komprehensif bagi pasien bipolar. Namun, integrasi ini masih menghadapi hambatan berupa stigma sosial, rendahnya literasi masyarakat, serta kesenjangan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pemuka agama. Peluang besar dapat dioptimalkan melalui pelatihan konselor dan ustadz kesehatan jiwa, program edukasi berbasis masjid, serta kebijakan publik yang mendukung. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi psikiatri modern dan spiritualitas Islam, khususnya melalui Islamic counseling dan community-based intervention, dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan jiwa, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan model layanan yang lebih holistik, inklusif, dan adaptif terhadap nilai budaya serta keagamaan di Indonesia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai adab dalam hubungan murid dan guru menurut pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Metode yang digunakan yatu dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi…
udi pustaka, di mana data didapat dari beberapa literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah dan buku biografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Hasyi Asy’ari memberikan perhatian besar terhadap pentingnya adab dalam proses Pendidikan. Adab murid meliputi sikap hormat kepada guru, kesungguhan dalam menuntut ilmu, etika dalam berperilaku, serta ketawadhuan, Di sisi lain, guru memilikki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan yang baik. Penekanan terhadap nilai-nilai adab ini menjadi teladan yang baik. Penekanan terhadap nilai-nilai adab ini menjadi landasan untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan bermartabat, serta memperkuat karaketr spiritual dalam dunia Pendidikan.