Abstract:Kata Karakter menurut Bahasa Indonesia pada tahun 2008, artinya sifat- sifat atau kejiwaan pada akhlak seseorang yang dapat membedakan dari seseorang yang lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwasanya individu yang baik adalah…
alah yang memiliki karakter yang baik yang selalu berusaha untuk bersungguh- sungguh dalam menerapkan hal- hal yang terbaik terhadap Allah Subhana Wa Ta’ Ala. Dalam pementukan karakter dapat dengan cara pada sistem di pesantren yaitu TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Al- Islamiyah) yang menjadi sistem pembelajaran mengikuti Gontor. Namun, TMI yang dipakai adalah gabungan dari kurikulum Gontor dengan kurikulum pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Informan dalam ini adalah Direktur Kurikulum, Penjamin Mutu, Kepala Sekolah, Direktur Pengasuhan Santri, Wali Murid/ Masyarakat Sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa: Pengertian kurikulum TMI, Perbedaan kurikulum TMI dan KMI, kemampuan kurikulum TMI dalam pembentukan karakter Islami, Langkah- langkah pembentukan kurikulum TMI oleh Pengasuhan dan kurikulum TMI, kendala- kendala dalam pembentukan karakter Islami oleh kurikulum TMI.
Abstract:Di era globalisasi seperti saat ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, pembayaran yang awalnya berupa uang Cash telah diganti dengan Cashless, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor memilih pembayaran kartu berbasis…
rbasis Radio Frekuensi, yaitu Radio Frekuency Identification (RFID), Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, di mana penelitian dilakukan langsung melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Dari hasil penelitian yang di peroleh, Manajemen RFID yang diterapkan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor sudah optimal dimaulai dari Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Penerapan (actuating), dan Pengawasanya (controlling). Kelebihan dari RFID ini adalah, simpel, uang lebih aman, pembayaran lebih cepat, dan pengisian saldo mudah. Sedangkan kekurangannya sendiri yaitu, harus terhubung ke internet pada perangkat scanner yang digunakan, hanya bisa digunakan pada perangkat dengan frekuensi yang sama, dan terjadi pemborosan.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional guru di SMP Terpadu Rangganis. selain itu tujuan dari supervisi ini dapat membantu guru-guru…
ru-guru dalam meningkatkan kompetensi professional guru di SMP Terpadu Rangganis Bogor. Metode Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif Kualitatif dengan instrument penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi, dan teknik pengumpulan data digunakan melalui wawancara dan dokumentasi, metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMP Terpadu Raganis Bogor. Hasil dari penelitian yaitu Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional guru sangat baik, ini dibuktikan dengan tahapan tahapan pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Berkat adanya supervisi kepala sekolah ini dapat membantu guru-guru yang ada di SMP Terpadu Raganis menjadi profesional dalam mengajar
Abstract:Penggunaan teknologi dalam pendidikan telah menjadi topik penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan…
tkan kualitas pembelajaran, serta untuk memahami dampak psikologis dan sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dua titik permasalahan utama yang diteliti dalam penelitian ini adalah tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum dan dampak psikologis serta sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka yang melibatkan analisis terhadap berbagai sumber informasi dan penelitian yang relevan dalam bidang ini. Temuan penelitian menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, termasuk kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi terkini. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat memiliki dampak psikologis dan sosial yang signifikan, terutama terkait dengan interaksi sosial antara siswa, keterlibatan langsung dalam proses belajar-mengajar, dan pengembangan keterampilan interpersonal. Implikasi temuan ini terhadap praktik pembelajaran di sekolah adalah pentingnya memperhatikan tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, serta memahami dan mengelola dampak psikologis dan sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, sekolah dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin terdigitalisasi.
Abstract:Sistem Manajemen aset merupakan sebuah sistem informasi manajemen untuk melakukan pendataan aset inventaris secara terintegrasi pada sebuah instansi dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan dan pendataan…
barang. Permasalah yang terjadi pada PT. MICE Edutainment Media adalah belum terdapat sistem informasi manajemen aset pada PT. MICE Edutainment Media sehingga proses pengelolaan aset menjadi tidak optimal, aktivitas manajemen aset belum tersimpan dengan baik karena sistem yang masih melalui pembukuan sehingga membuat karyawan kesulitan dalam pengelolaan aset perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah UML (Unified Modeling Language), sistem informasi manajemen aset yang dibuat dengan menggunakan Bahasa Pemrograman PHP (Hypertext Preprocessor) dan MySQL. Hasil dari penelitian ini ialah tercatat dalam pengujian black box dengan 13 tes valid. Dengan adanya website ini diharapkan dapat membantu PT. MICE EDUTAINMENT untuk mempermudah dalam penyimpanan data aset.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor dan untuk mengetahui Untuk mengetahui faktor…
pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi, dan teknik pengumpulan data digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia. Hasil penelitian yaitu kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru berperan penting dalam keberhasilan seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Meskipun masih ada beberapa sarana dan prasarana yang belum lengkap dan masih ada beberapa guru yang belum profesional dari segi administrasi peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru itu sangat penting. Arahan serta motivasi dari kepala sekolah untuk guru demi membangun sebuah ke profesionalan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah Kemampuan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor.
Abstract:Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode penelitian lapangan (field research) di lokasi penelitian, yaitu SMP Pelita Cendekia. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi…
i untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru PAI di SMP Pelita Cendekia sangat berperan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Guru-guru menerapkan pendekatan inovatif dan interaktif, seperti penggunaan media teknologi, permainan peran, dan diskusi, untuk mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran agama. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Pelita Cendekia sangat berperan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Para guru menggunakan pendekatan yang inovatif dan interaktif, seperti penggunaan media teknologi, permainan peran, dan diskusi, yang dapat mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran agama. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Abstract:Komunikasi interpersonal pada hakikatnya adalah interaksi antara seorang individu dan individu lainnya, tempat, lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama dalam komunikasi antar manusia menggunakan Bahasa.…
Motivasi belajar adalah sebuah dorongan, hasrat atau pun minat yang begitu besar di dalam diri, untuk mencapai pembelajaran yang baik,
Diketahui hasil perhitungan statistic dengan menggunakan SPSS 22 menunjukan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara Komunikasi Interpersonal (X) dan Motivasi belajar (Y) , terbukti dengan nilai (Rxy) = 0,745 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dengan rentang nilai (0.600 – 0,799) , nilai signifikansi sebesar 0,745 > 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya sangat signifikan, dan nilai koefisien determinasinta sebesar 53% sedangkan sisanya 47% nya dipengaruhi faktor lainnya.
Abstract:Administrasi sekolah atau lebih sering disebut dengan Tata usaha sekolah merupakan suatu kegiatan pengelolaan organisasi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok secara sistematik dan teratur untuk mencapai tujuan suatu…
tu organisasi selain itu ketatausahaan juga melakukan pencatatan untuk segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sekolah untuk digunakan sebagai bahan keterangan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pemimpin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Layanan Siswa di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Tata usaha terhadap Layanan Siswa di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 30 siswa/i. Adapun sampel yang digunakan adalah sampel jennuh, sebanyak 60 siswa/i. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien korelasi dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh antara Tata Usaha (X) dengan Layanan Siswa (Y) MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini ditampilkan nilai = 0,004, untuk menentukan koefisien determinasi pengaruh antara Tata Usaha dengan Layanan Siswa dapat dihitung dengan (0,04) x 100% = 4%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 4% Tata Usaha berkontribusi terhadap Layanan Siswa, sedangkan sisanya yaitu 100% - 4% = 96% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Abstract:Pembelajaran aqidah akhlak adalah materi yang bersumber dan dikembangkan dari ajaran dasar agama Islam dengan Al-Quran dan Al-Hadits sebagai sumbernya. Untuk dijadikan pondasi dalam berperilaku dan panduan berakhlak mulia…
a sesuai dengan Al-Qurann dan Al-Hadits. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan juga teknik regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 72 peserta didik. Sampel penelitian ini menggunakan sebagian dari peserta didik kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner pembelajaran aqidah akhlak dan perilaku peserta didik, yang berjumlah 20 pada masing-masing variabel, kemudian diuji kepada 20 peserta didik. Setelah dilakukan uji coba, dinyatakan valid 15 butir pernyataan untuk variabel pembelajaran aqidah akhlak, dan 15 butir pernyataan untuk variabel perilaku peserta didik, kemudian digunakan untuk pengambilan data. Selanjutnya dilakukan uji normalitas, dan uji regresi sederhana. hasil perhitungan diperoleh persamaan Ý = 13,383 + 0,783X persamaan tersebut diketahui bahwa β > 0, berarti H0 ditolak, dan H1 diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran aqidah akhlak terhadap perilaku peserta didik kelas V. Hasil koefisien diperoleh Fhitung = 44,3362 lebih besar daripada Ftabel = ? ini berarti H0 ditolak pada taraf signifikasi α= 0,05 ini berarti sangat signifikan. Nilai koefisien korelasi sederhana dari ryx 0,783 koefisien mengandung makna bahwa 59,9% pembelajaran aqidah akhlak mempunyai pengaruh terhadap perilaku peserta didik dan 40,1% dipengaruhi oleh faktor lain.