Search Articles & Publications

Showing 6 articles found for "Cashless"

PENGARUH SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SERTA IMPLIKASINYA PADA KUALITAS PELAYANAN (SUATU SURVEY PADA METRO JABAR TRANS)

Yeni Juniarti, Wentri Merdiani
Abstract: Perkembang teknologi mendorong terciptanya cashless society melalui penerapan sistem pembayaran non tunai yaitu Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Bank Indonesia, adanya gerakan ini… i memunculkan inovasi yang bernama elektronifikasi pada sektor transportasi. Salah satunya di implementasikan oleh Metro Jabar Trans. Hasil pra survei yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa terdapat ketidakpuasan pengguna terkait pelayanan dan juga kendala yang terjadi pada proses pembayaran non tunai. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh sistem pembayaran non tunai terhadap kepuasan pelanggan dengan kualitas pelayanan sebagai variabel mediasi pada Metro Jabar Trans. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikati dengan sampel 385 responden yang diperoleh melalui kuesioner, data dianalisis dengan teknik path analysis dan uji sobel. Hasil menunjukkan pengaruh positif dan signifikan pada setiap variabel yang diteliti.

THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY, PERCEIVED EASE OF USE, PERCEIVED RISK, AND LIFESTYLE MODERATED BY GENDER ON THE ADOPTION OF QRIS AS A CASHLESS PAYMENT METHOD (A Case Study of Generation Z in Greater Bandung)

Fella Fitriani, Abdul Mukti Soma
Abstract: The growth of internet users in Indonesia has increased significantly from last year and penetration has reached 79.5% by the beginning of 2024. Reaching 13.66% of the Indonesian population has made payments.e-commerceregularly… gularly cashless with e-wallet or digital wallet. This reflects that Indonesian society is undergoing transformation by implementing digital wallet programs.cashless society or change of cash payment to non-cash. The use of QRIS is one of the instruments that support the BI program in creating cashless society. The existence of digital transformation is only supported by 6.84% of the Indonesian population who are digitally literate, which means that more than 90% of the people in Indonesia are not digitally literate in facing this digital transformation. The aim of the research is to determine the influence of digital transformation.financial literacy, perceived ease of use, perceived risk, And lifestyle moderated by the rolegender towards the adoption of the use of QRIS ascashless payment on Generation Z in Bandung Raya. The theory from this study uses Technology Acceptance Model 1 because the theory is relevant to the objectives of this research. The model focuses on the main factors affecting technology acceptance, one of which isperceived ease of usewhich is modified within the research framework. The research method used is quantitative with the aimcausal descriptive which is applied by usingTechnology Acceptance Model (TAM). The time for implementing the study iscross sectionaland the research backgroundnon-contrived. The analysis tool usesStructural Equation Model (SEM) basedPartial Least Square (PLS) to test the tentative hypothesis proposed to 30 Generation Z QRIS users in Greater Bandung. During the sampling process, 113 respondents were recruited. The preliminary findings indicate that all independent variables are valid, as all questionnaire items have r-values > 0.361 at a significance level of 0.05. The results of this study show that eachfinancial literacy, perceived ease of use, perceived risk, And lifestyle has a significant positive effect onbehavior intention on Generation Z in Bandung.Gender is known to moderate the influence of each independent variable in this study onbehavior intention on Generation Z in Greater Bandung. Academic suggestions from this study are intended to enable future research to explore the indicators of each independent variable in more depth and expand the sample size. Practical suggestions for service providerse-wallet to focus on reducing risks and increasing personal security and develop strategies to build user trust inlifestyle owned by the user.  

THE INFLUENCE OF TRUST AND RISK ON THE USE OF QRIS WITH FRAUD ISSUES AS A MODERATING VARIABLE IN BANDUNG

Indah Kusprasetya, Budi Rustandi Kartawinata, Aldi Akbar
Abstract: The development of digital payment systems has driven the increasing use of the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) as a practical and integrated cashless transaction method. Although QRIS adoption continues to… o increase, its continued use is still influenced by trust, perceived risk, and the prevalence of fraud in digital transactions. This study aims to analyze the influence of trust and risk on QRIS use, with fraud as a moderating variable, in the city of Bandung. This study used a quantitative approach with a survey of 200 QRIS user respondents. The data analysis technique used was Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The results showed that trust had a positive and significant effect on QRIS use, while risk had a negative and significant effect. Furthermore, fraud moderated the relationship between trust and QRIS use by weakening the influence of trust, and moderated the relationship between risk and QRIS use by strengthening the influence of risk. These findings confirm that although QRIS offers convenience and efficiency, perceptions of risk and fraud remain crucial factors influencing usage behavior. This research is expected to provide theoretical contributions to the development of digital payment technology adoption models and provide practical implications for regulators, payment service providers, and MSMEs in strengthening security, improving digital literacy, and building user trust in the QRIS payment system.

Implementasi Layanan Donasi Cashless Berbasis Qris Bagi Jemaah Masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong

Jufri, Muhammad, Dwipananda, Rizki Fadhel, Elvira, Mita, Maulina, Mutiara, Angraini, Nadia, Karlina, Karlina
Abstract: Abstract: This Community Service Program (PKM) activity aims to provide socialization and practical implementation of QRIS-based cashless donation services for the administrators and congregation of the Hidayatul Islamiyah… ah Mosque in Madong Village. In the current digital era, there has been a change in congregation behavior, and people are increasingly accustomed to conducting non-cash transactions through digital platforms such as mobile banking. However, the donation system in mosques is still dominated by conventional methods, such as using cash donation boxes, so congregations that do not carry physical cash experience obstacles in distributing donations. Furthermore, BKM also does not have an adequate understanding and infrastructure to manage the digital donation system optimally. This PKM activity was attended BKM administrators and congregation representatives. The methods used were participatory socialization, mentoring, and direct implementation. The activity results showed a knowledge transfer from the implementation team to the mosque management regarding the benefits and governance of digital donations. The main output of this activity is the realization of the implementation of digital donation services through the provision of QRIS codes connected to mosque accounts, equipped with standing banners placed in strategic areas of the mosque to facilitate the congregation in making donations practically and efficiently. Keywords: digitalization; cashless donations; mosques; improved donation services; QRIS.   Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan implementasi praktis mengenai layanan donasi cashless berbasis QRIS bagi pengurus dan jemaah masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong. Di era digital saat ini, terjadi perubahan perilaku jemaah yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai melalui platform digital seperti mobile banking. Namun demikian, sistem donasi di masjid masih didominasi oleh metode konvensional menggunakan kotak amal tunai, sehingga jemaah yang tidak membawa uang fisik mengalami kendala dalam menyalurkan donasi. Selain itu, pengurus masjid (BKM) juga belum memiliki pemahaman dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola sistem donasi digital secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagaimana donasi digital mampu meningkatkan kemudahan dan partisipasi jemaah. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan perwakilan jemaah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi-partisipatif, pendampingan, dan implementasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada pengurus masjid terkait manfaat dan tata kelola donasi digital. Output utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya implementasi layanan donasi digital melalui penyediaan kode QRIS yang terhubung dengan rekening masjid, dilengkapi dengan standing banner yang ditempatkan di area strategis masjid untuk memfasilitasi jemaah dalam melakukan donasi secara praktis dan efisien. Kata kunci: digitalisasi; donasi cashless; masjid; peningkatan layanan donasi; QRIS.

Penggunaan QRIS Oleh UMKM Sebagai Praktik Usaha Dengan Gaya Hidup Cashless Di Era Digitalisasi

Jayanti, Putri, Nabila Yeva Putri, Sofia Nur Madina
Abstract: Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi dalam melakukan pembayaran dan memperkuat ekonomi digital di era… a digitalisasi. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi baru yang diluncurkan sebagai standarisasi pembayaran non tunai berbasis QR Code sebagai pemersatu pembayaran non tunai. Dengan adanya QRIS para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya perlu menyediakan 1 QR Code berlogo QRIS yang dapat membaca semua aplikasi pembayaran non tunai baik berupa uang elektronik, dompet elektronik, dan mobile banking. Dengan adanya QRIS menciptakan solusi yang efektif bagi UMKM untuk mengadopsi gaya hidup tanpa uang tunai (cashless) dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi keuangan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah kami telaah dapat disimpulkan bahwa penggunaan QRIS memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM di berbagai kota di Indonesia. Penggunaan QRIS cenderung masih didominasi oleh kalangan pekerja kantoran daripada remaja atau mahasiswa. Namun demikian, penggunaan QRIS di kalangan UMKM menunjukkan potensi untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas, terutama jika didukung dengan inovasi teknologi dan pengetahuan yang lebih luas tentang manfaatnya. Hasil penelitian ini berimplikasi pada perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi UMKM dalam penggunaan QRIS. Peranan pemerintah dan pihak terkait penting untuk memberikan sosialisasi yang lebih luas tentang manfaat QRIS dan memberikan insentif bagi UMKM yang mengadopsinya. Selain itu, perlu dilakukan pelatihan tambahan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM memahami secara menyeluruh cara menggunakan QRIS untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas pasar mereka dan lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital untuk pertumbuhan dan kelangsungan usaha mereka.

Manajemen Keuangan Melalui Pembayaran Cashless Berbasis RFID di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Bayu Azizi Khamid, Abdul Saipon, M. Irfanudin Kurniawan
Abstract: Di era globalisasi seperti saat ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, pembayaran yang awalnya berupa uang Cash telah diganti dengan Cashless, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor memilih pembayaran kartu berbasis… rbasis Radio Frekuensi, yaitu Radio Frekuency Identification (RFID), Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, di mana penelitian dilakukan langsung melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Dari hasil penelitian yang di peroleh, Manajemen RFID yang diterapkan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor sudah optimal dimaulai dari Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Penerapan (actuating), dan Pengawasanya (controlling). Kelebihan dari RFID ini adalah, simpel, uang lebih aman, pembayaran lebih cepat, dan pengisian saldo mudah. Sedangkan kekurangannya sendiri yaitu, harus terhubung ke internet pada perangkat scanner yang digunakan, hanya bisa digunakan pada perangkat dengan frekuensi yang sama, dan terjadi pemborosan.