Search Articles & Publications

Showing 326 articles found for "Marketing"

FEASIBILITY ANALYSIS OF THE NUTMEG JAM FROM IKM SF'BARIK IN DESA BEONG KECAMATAN SIAU TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

Moningka, Marselino Morets, Karuntu, Rilya Patrcia Esther, Rumondor, Fadly, Pinaria, Yeanly Wuena, Lintong, Heibert, Wongkar, Piet Hein, Manorek, Felma
Abstract: This study aims to analyze the financial feasibility of the SF'Barik Nutmeg Jam IKM business in Beong Village, Siau Tengah Subdistrict, Sitaro Regency. The research method  used was a case study with a quantitative descriptive… riptive approach. Data were collected through questionnaires administered to 40 respondents. The results of the study Break-Even Point (BEP), show that the total production cost for the agroindustry is Rp805,250 and total revenue of Rp1,400,000, resulting in an operating profit of Rp594,750. An R/C Ratio of 1.74 indicates that the business is viable. The BEP analysis shows that the break-even point is at 23.01 units, rounded to 24 units, with a BEP revenue of Rp805,350. Descriptively, the business is still managed in a simple, family-based manner, with marketing conducted through word-of-mouth promotion and social media. Based on the research findings, the SF’Barik Nutmeg Jam IKM is viable to operate and develop because it is capable of generating profits and has potential for the development of agro-industry based on local commodities.

SOSIALISASI PENGUATAN BRANDING DAN MARKETING DIGITAL BAGI PELAKU USAHA DI DESA KETANDAN, KLATEN

Kamil, Rafli Zulfa, Pradana, Azaria Eda, Putra, Hega Bintang Pratama, Saputra, Rifaldo Tegar Eka, Saputra, Muh Zidane Wahyu Jaka, Kusumawati, Asri
Abstract: Pelaku usaha di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, memerlukan penguatan kesiapan pengembangan usaha yang tidak hanya mencakup promosi digital, tetapi juga identitas usaha, penentuan harga, visual produk, media komunikasi,… kasi, dan transaksi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai branding dan marketing digital melalui pembelajaran yang terintegrasi dan praktis. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Balai Desa Ketandan dan diikuti oleh 38 peserta. Program mencakup identifikasi kebutuhan, penyusunan materi dan booklet digital, pretest, penyampaian materi dan demonstrasi, diskusi dan tanya jawab, posttest, serta evaluasi deskriptif. Booklet digital merangkum delapan topik praktis, yaitu branding dan kesiapan produk, keunggulan produk dan target konsumen, penentuan harga dasar, foto produk, akun Instagram usaha, perencanaan konten, WhatsApp Business, dan QRIS. Evaluasi menggunakan sepuluh pernyataan dengan cakupan materi yang setara pada pretest dan posttest dan dianalisis terhadap 35 peserta dengan data berpasangan lengkap. Rata-rata skor meningkat dari 94 menjadi 98. Karena skor awal peserta sudah tinggi, hasil tersebut diinterpretasikan secara deskriptif sebagai penguatan pemahaman yang telah dimiliki, bukan sebagai bukti pengaruh kausal. Booklet menjadi luaran edukasi tambahan yang mendukung ketersediaan materi setelah kegiatan. Program terutama berkaitan dengan SDG 8 dan SDG 9, serta secara tidak langsung dengan SDG 1.

PENGARUH INFLUENCER MARKETING DAN CONTENT MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PENGGUNA SHOPEE DI KECAMATAN BANYURESMI KABUPATEN GARUT

Adawiyah, Neng Hilda Siti Robiah, Nuratri, Bangkit
Abstract: Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) dan penggunaan media sosial telah mendorong perubahan dalam cara konsumen memperoleh informasi serta mengambil keputusan pembelian melalui marketplace. Penelitian ini bertujuan… ujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan content marketing terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi dengan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,486 menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 48,6%, sedangkan sisanya sebesar 51,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Pengaruh Brand Image dan Viral Marketing terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mie Gacoan Bumi Indah Tangerang

Mutiara Azzahra Nur Fatimah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image dan Viral Marketing terhadap keputusan pembelian konsumen pada Mie Gacoan Bumi Indah Tangerang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan&#8230; endekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling terhadap 30 responden yang pernah membeli di gerai tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian (t = 2,565 > t-tabel 2,052; sig. 0,016 < 0,05). Viral Marketing juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial (t = 2,931 > t-tabel 2,052; sig. 0,007 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (F = 92,252 > F-tabel 3,354; sig. 0,000 < 0,05), dengan Adjusted R² sebesar 0,863, yang berarti 86,3% variasi keputusan pembelian dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, Brand Image dan Viral Marketing memiliki peran penting dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen Mie Gacoan Bumi Indah Tangerang.

MARKETING MIX STRATEGI MARKETING MIX DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN (STUDI KASUS TOKO BERAS FELISHA DI DESA PADANG TEPONG KECAMATAN ULU MUSI KABUPATEN EMPAT LAWANG)

Santi, Novaria, Milla, Hilyati, Suryani, Ade Irma
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing mix yang digunakan Toko Beras Felisha dalam meningkatkan volume penjualan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang. Penelitian menggunakan&#8230; akan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh dari pemilik toko, karyawan, dan konsumen, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi serta literatur pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Beras Felisha menerapkan strategi marketing mix 4P yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Strategi produk menekankan jaminan kualitas, kebersihan, dan penyediaan beberapa jenis beras sesuai kebutuhan konsumen. Strategi harga dilakukan secara kompetitif dengan mempertimbangkan biaya produksi, harga pasar, dan kualitas produk. Strategi tempat didukung oleh lokasi yang strategis di jalan lintas, mudah dijangkau, memiliki lahan parkir, serta tata letak produk yang rapi. Strategi promosi masih dilakukan secara konvensional melalui personal selling dan word of mouth. Volume penjualan meningkat dari 5 ton pada tahun 2023 menjadi 8 ton pada tahun 2024 dan 10 ton pada tahun 2025. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan marketing mix 4P berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan. Strategi yang paling efektif adalah produk dan tempat, kemudian harga, sedangkan promosi merupakan strategi yang paling rendah efektivitasnya sehingga masih perlu dikembangkan.

TikTok Shop Live Streaming and Gen Z’s Repurchase Intention in Fashion Retail: The Mediating Role of Customer Experience

Sandira, Nur Fadilah Ayu, Sarah, Nulthazam, Ridha, Achmad, Rostina, Sachrir, Muh. Irshan
Abstract: Fashion sellers on TikTok Shop increasingly rely on live streaming marketing to engage Generation Z consumers, although how well this approach translates into repeat purchases remains underexplored, particularly the extent&#8230; nt to which customer experience functions as a psychological link between the two. This study examines how live streaming marketing influences repurchase intention through customer experience as a mediating variable, focusing on Generation Z fashion consumers who use TikTok Shop in Makassar City. A quantitative design was applied, drawing on a purposive sample of 280 respondents, with data analyzed through SEM-PLS using SmartPLS 4. Findings reveal that live streaming marketing has a positive and significant influence on customer experience, whereas its direct effect on repurchase intention is not significant. Customer experience, in turn, positively and significantly affects repurchase intention and fully mediates the link between live streaming marketing and repurchase intention. These patterns suggest that Generation Z consumers remain skeptical of direct marketing cues and instead give greater weight to personal experience quality when deciding to repurchase. The study extends the Stimulus-Organism-Response framework to the live commerce setting and offers practical guidance for sellers to redirect marketing efforts from promotional intensity toward building immersive, personalized shopping experiences.

Market Image, TikTok Promotion, and Visit Intention: The Mediating Role of Perceived Shopping Accessibility in a Traditional Market

Yusuf, Muh. Arsyad, Budiyanti, Hety, Riu, Isma Azis, Hasnidar, Azhari, Azlan
Abstract: Traditional markets face increasing competition from modern retail and digital commerce, requiring effective strategies to sustain consumers' visit intention despite physical accessibility constraints. This study investigates&#8230; gates the effects of market image and TikTok promotion on consumers' visit intention, with perceived shopping accessibility serving as a mediating variable in the context of Pasar Cidu Makassar. A quantitative approach was employed using survey data collected from 130 consumers who had visited Pasar Cidu Makassar. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that market image and TikTok promotion have positive and significant effects on both perceived shopping accessibility and visit intention. Perceived shopping accessibility also has a positive and significant effect on visit intention. However, it does not mediate the relationships between market image and visit intention or between TikTok promotion and visit intention. These findings suggest that consumers' intention to visit a traditional market is influenced more by favorable market image and effective digital promotion than by perceived shopping accessibility. Traditional market managers can utilize TikTok to promote market products, atmosphere, and activities through engaging and informative content to strengthen consumers' intention to visit. Consistent TikTok promotion can also serve as a practical digital marketing strategy to increase the market's visibility among potential visitors. This study contributes to the literature on traditional market marketing by demonstrating the importance of integrating market image and social media promotion to strengthen consumers' visit intention despite physical accessibility limitations.

Digital Narrative in Café Sawah Pujon Kidul Promotion

Wilujeng, Ita Prihatining, Dhewi, Titis Shinta, Muhammad, Naufal Dzakwana, Paramitha, Fortuna Pradnya, Wardani, Desiana Aulia, Puspasari, Shafa' Annisa
Abstract: Amidst the growing number of tourism villages and intensifying competition among destinations, tourism village managers face the challenge of devising digital marketing strategies that are not merely informative but also&#8230; capable of sustainably building meaning, experiences, and destination competitiveness. This study aims to examine the social media-based digital marketing strategies implemented by a specific attraction within Pujon Kidul Tourism Village identifying supporting and inhibiting factors and to analyze the role of digital narratives in shaping the destination's image and competitiveness. A qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with tourism village managers (BUMDes), the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), tourism-related MSMEs, village officials, and tourists. Data analysis was conducted thematically, utilizing source triangulation to ensure the validity of the findings. The study reveals that social media management remains reactive and unplanned, characterized by the absence of content calendars, creative direction, and performance evaluation mechanisms. Furthermore, there is a misalignment between the digital narratives used and the core identity of Cafe Sawah Pujon Kidul as a culinary destination rooted in the rural experience. Nevertheless, there are opportunities to be leveraged, such as hosting TikTok live streams which have proven effective for content collaboration with local SMEs and communities as well as the management's openness to learning and guidance.

SOCIAL MEDIA MARKETING, PRICE, AND BRAND IMAGE AS DRIVERS OF PURCHASE DECISIONS AND CONSUMER LOYALTY: EVIDENCE FROM SKINTIFIC ON SHOPEE

Ganis Maulana Rahmawan, Iha Haryani Hatta, Agustinus Miranda W
Abstract: Penelitian ini menganalisis pengaruh Social Media Marketing, Harga, dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian dan Loyalitas Konsumen, sekaligus menguji peran mediasi Keputusan Pembelian pada konsumen produk skincare Skintific&#8230; kintific di Shopee. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang terhadap 100 konsumen di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala 1–5 dan dianalisis melalui Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas. Social Media Marketing (β = 0,357; p < 0,001), Harga (β = 0,441; p < 0,001), dan Citra Merek (β = 0,335; p < 0,001) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. Social Media Marketing (β = 0,235; p = 0,002), Harga (β = 0,287; p < 0,001), Citra Merek (β = 0,306; p < 0,001), serta Keputusan Pembelian (β = 0,385; p < 0,001) berpengaruh positif terhadap Loyalitas Konsumen. Keputusan Pembelian memediasi secara parsial pengaruh ketiga variabel eksogen terhadap Loyalitas Konsumen dengan nilai VAF masing-masing 36,8%, 37,2%, dan 29,7%. Harga merupakan prediktor langsung terkuat terhadap Keputusan Pembelian. Temuan menegaskan pentingnya integrasi pemasaran media sosial, harga yang sepadan dengan nilai, penguatan citra merek, dan pengalaman pembelian yang positif untuk meningkatkan loyalitas konsumen pada e-commerce skincare.

Pengaruh PENGARUH CONTENT MARKETING DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK UMKM TELUR ASIN REMPAH SABARAYA DI KOTA BANDUNG

Anggraeni, Sinta Nur, Pramudya FR, Agung
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk UMKM Telur Asin Rempah Sabaraya di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif&#8230; dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner kepada 100 konsumen yang pernah melakukan pembelian, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan verifikatif menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan content marketing berada pada kategori baik (80,97%), persepsi harga berada pada kategori sangat baik (82%), dan keputusan pembelian berada pada kategori baik (81%). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 4,400 + 0,236X1 + 0,889X2. Secara parsial, content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 3,428; Sig. = 0,001), dan persepsi harga juga berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel paling dominan (t = 12,011; Sig. < 0,001; β = 0,733). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (F = 152,198; Sig. < 0,001), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,758, yang berarti 75,8% variasi keputusan pembelian dijelaskan oleh content marketing dan persepsi harga, sedangkan sisanya 24,2% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya penyampaian konten pemasaran yang relevan, akurat, dan konsisten, disertai penetapan harga yang kompetitif dan sesuai nilai yang dirasakan konsumen, dalam memperkuat keputusan pembelian produk UMKM di era pemasaran digital.