Search Articles & Publications

Showing 1378 articles found for "Digital"

SOSIALISASI PENGUATAN BRANDING DAN MARKETING DIGITAL BAGI PELAKU USAHA DI DESA KETANDAN, KLATEN

Kamil, Rafli Zulfa, Pradana, Azaria Eda, Putra, Hega Bintang Pratama, Saputra, Rifaldo Tegar Eka, Saputra, Muh Zidane Wahyu Jaka, Kusumawati, Asri
Abstract: Pelaku usaha di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, memerlukan penguatan kesiapan pengembangan usaha yang tidak hanya mencakup promosi digital, tetapi juga identitas usaha, penentuan harga, visual produk, media komunikasi,… kasi, dan transaksi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai branding dan marketing digital melalui pembelajaran yang terintegrasi dan praktis. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Balai Desa Ketandan dan diikuti oleh 38 peserta. Program mencakup identifikasi kebutuhan, penyusunan materi dan booklet digital, pretest, penyampaian materi dan demonstrasi, diskusi dan tanya jawab, posttest, serta evaluasi deskriptif. Booklet digital merangkum delapan topik praktis, yaitu branding dan kesiapan produk, keunggulan produk dan target konsumen, penentuan harga dasar, foto produk, akun Instagram usaha, perencanaan konten, WhatsApp Business, dan QRIS. Evaluasi menggunakan sepuluh pernyataan dengan cakupan materi yang setara pada pretest dan posttest dan dianalisis terhadap 35 peserta dengan data berpasangan lengkap. Rata-rata skor meningkat dari 94 menjadi 98. Karena skor awal peserta sudah tinggi, hasil tersebut diinterpretasikan secara deskriptif sebagai penguatan pemahaman yang telah dimiliki, bukan sebagai bukti pengaruh kausal. Booklet menjadi luaran edukasi tambahan yang mendukung ketersediaan materi setelah kegiatan. Program terutama berkaitan dengan SDG 8 dan SDG 9, serta secara tidak langsung dengan SDG 1.

RECONSTRUCTING QUR’AN-BASED DIGITAL COMMUNICATION ETHICS: A THEMATIC TAFSIR ANALYSIS OF QS. AL-HUJURAT VERSES 11–13 FOR STRENGTHENING CHARACTER EDUCATION

Tampubolon, Sintong, Fernando, Derri Adi, Ilahi, Afdhal
Abstract: The advancement of digital communication has generated a range of ethical challenges, including cyberbullying, insults, negative labeling, the dissemination of unverified information, privacy violations, digital ghibah (backbiting),… backbiting), polarization, and discrimination. These challenges call for an ethical framework that is not merely technical in nature but is also firmly grounded in Islamic values. This study aims to reconstruct a Qur’an-based digital communication ethics framework through a thematic analysis of Qur’anic interpretation of QS. Al-Hujurat verses 11–13 and to examine its relevance to strengthening character education. This qualitative study employs a library research approach using thematic Qur’anic interpretation, content analysis, and contextual analysis of the Qur’an, classical and contemporary exegetical works, as well as scholarly literature on digital communication and character education. The findings reveal that QS. Al-Hujurat verses 11–13 embody eight ethical principles that can be reconstructed within the context of digital communication: Dignity Protection, Respectful Communication, No Negative Labeling, Critical Verification, Privacy Protection, Responsible Speech, Inclusive Interaction, and Digital Equality. These eight principles are synthesized into the Qur’anic Digital Communication Ethics Framework (QDCEF), which comprises three overarching dimensions: Dignity, Responsibility, and Inclusion. The framework is further mapped onto the character values of respect, empathy, civility, tolerance, critical thinking, objectivity, trustworthiness, responsibility, integrity, justice, and self-control. These findings affirm that QS. Al-Hujurat verses 11–13 are relevant not only as a source of moral and character education but also as a conceptual foundation for reconstructing a digital communication ethics framework that bridges Qur’anic values with the demands of character education in the digital era. The proposed QDCEF thus offers a value-based conceptual framework for fostering ethical, responsible, inclusive, and character-oriented digital communication.

PENGUATAN TATA KELOLA SAMPAH KERING MELALUI DIGITALISASI BANK SAMPAH BERBASIS BUMDES DI DESA SIDOWUNGU KABUPATEN GRESIK

Aulia Priyantomo, Bayu, Sukma Nurul Hidaya, Rindi, Cahyani Dopong Abora, Regita, Ghozi Ulaa Adani, Abdurrahman
Abstract: Pengelolaan sampah di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemilahan sampah dari sumber, pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual, keterbatasan data,… , serta kurangnya transparansi nilai ekonomi sampah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola sampah kering melalui penerapan Bank Sampah Digital berbasis web yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community development melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, uji coba, pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan meliputi pengelola BUMDes, pemerintah desa, kader PKK, dan sekitar 150 kepala keluarga pada fase implementasi awal. Program menghasilkan platform digital yang mendukung pengelolaan data nasabah, kategori dan harga sampah, pencatatan hasil penimbangan, perhitungan nilai transaksi, saldo tabungan, riwayat setoran, stok, dan pelaporan. Implementasi sistem membantu pengelola BUMDes melakukan pencatatan transaksi secara lebih terstruktur, mempercepat penghitungan nilai setoran, serta meningkatkan keterlacakan dan transparansi informasi bagi nasabah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan juga meningkatkan kemampuan awal pengelola dalam mengoperasikan sistem serta mendorong keterlibatan kader PKK dalam edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan kapasitas operator, konsistensi partisipasi warga, pemeliharaan sistem, kemitraan dengan pengepul, dan pengukuran dampak secara berkala. Program Smart Waste Village memberikan fondasi awal bagi pengelolaan sampah berbasis data, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran BUMDes, dan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa secara berkelanjutan.

Strategi Promosi Dalam Mendorong Jumlah Konsumen Di Pasar Seni To'pao Kabupaten Toraja Utara

Nolan Kadang, Isak Pasulu, Dwibin Kannapadang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Pasar Seni To'Pao yang dapat dijadikan sebagai daya tarik promosi, menganalisis hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan promosi, serta merumuskan strategi promosi… yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah konsumen di Pasar Seni To'Pao Kabupaten Toraja Utara. Pasar seni berbasis budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam menarik konsumen akibat promosi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas empat pelaku UMKM dan empat pengunjung Pasar Seni To'Pao yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Seni To'Pao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui strategi promosi, antara lain keunikan produk kerajinan khas Toraja, lokasi yang strategis di jalur utama Rantepao-Makale, identitas budaya yang kuat, serta keberadaan pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas. Namun, kegiatan promosi masih menghadapi berbagai hambatan, yaitu belum optimalnya pemanfaatan media digital, terbatasnya penyebaran informasi kepada masyarakat, berkurangnya jumlah kios yang aktif beroperasi, tingginya persaingan dengan pusat oleh-oleh lainnya, serta jumlah kunjungan yang belum stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi promosi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi promosi digital melalui media sosial, penguatan promosi berbasis budaya Toraja, peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata, penyelenggaraan kegiatan promosi secara berkala, serta peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan kawasan. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah konsumen sekaligus memperkuat posisi Pasar Seni To'Pao sebagai destinasi wisata belanja berbasis budaya di Kabupaten Toraja Utara. This study aims to identify the potential of To'Pao Art Market that can be utilized as a promotional attraction, analyze the obstacles encountered in implementing promotional activities, and formulate appropriate promotion strategies to increase the number of consumers at To'Pao Art Market in North Toraja Regency. Culture-based art markets have a strategic role in supporting the development of regional tourism and the creative economy, yet many face challenges in attracting consumers due to suboptimal promotion. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of four MSME actors and four visitors to To'Pao Art Market, who were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that To'Pao Art Market possesses considerable potential to support promotional activities, including the uniqueness of Torajan handicraft products, its strategic location on the main Rantepao-Makale route, a strong cultural identity, and the presence of local MSMEs producing high-quality products. However, promotional activities are constrained by several factors, including the limited utilization of digital media, inadequate dissemination of information to the public, the decreasing number of active kiosks, intense competition with other souvenir centers, and unstable visitor numbers. Based on these findings, the recommended promotion strategies include optimizing digital promotion through social media, strengthening culture-based promotional content highlighting Torajan heritage, enhancing collaboration with the government and tourism stakeholders, organizing promotional and cultural events on a regular basis, and improving service quality and visitor convenience. The implementation of these strategies is expected to increase the number of consumers while strengthening the position of To'Pao Art Market as a cultural shopping destination in North Toraja Regency. 

Strategi Pengembangan UMKM Lokal Melalui Digitalisasi, Branding, Dan Inovasi Kemasan Produk di Dukuh Nglencong, Desa Kemusu

Gisheila Esya Putri Wiranto, Farhan Rizkiansyah, Arum Wulandari, Saffah Haya Ibrahim, Khoirun Nisa, Anita Indah Sayekti, Jujuk Juhariah
Abstract: UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam digitalisasi, branding, dan kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan UMKM keripik pisang dan… mi ayam di Dukuh Nglencong, Desa Kemusu, melalui digitalisasi, pembuatan banner MMT, dan inovasi kemasan menggunakan kertas minyak. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pendampingan, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai promosi digital, identitas produk, serta pentingnya kemasan yang bersih dan menarik. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk UMKM lokal.

Pengembangan Jaringan Pengelolaan Dan Pemasaran Produk Terpadu Berbasis Digital Pada Umkm Dan Komunitas Binaan Desa Jatireja Cikarang Timur

Jakaria
Abstract: Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta program ketahanan pangan budidaya ikan nila. Namun,… , pertumbuhan usaha di desa ini masih sangat terkendala oleh terbatasnya jangkauan pemasaran, rendahnya pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) mengenai digitalisasi bisnis (e-commerce), serta manajemen keuangan yang masih konvensional atau bercampur dengan keuangan pribadi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi strategi pengembangan jaringan pengelolaan dan pemasaran produk terpadu berbasis digital pada UMKM dan komunitas binaan di Desa Jatireja. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam secara door-to-door, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan (workshop) kewirausahaan, serta pendampingan langsung pembuatan platform digital dan laporan laba rugi. Hasil evaluasi program selama satu bulan penuh menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan: komunitas budidaya ikan nila (22 kelompok) mendapatkan wawasan perluasan pemasaran; ibu-ibu PKK berhasil berinovasi menciptakan produk sabun cuci piring mandiri bermerek "DADEJA SOAP"; serta berbagai UMKM lokal (seperti Hanaila Food, Annasya Florist, dan Ilham Cake) sukses mengadopsi platform e-commerce Shopee, memperbaiki desain logo kemasan, dan menerapkan pembukuan laba rugi sederhana. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan komprehensif berbasis edukasi, kolaborasi komunitas, dan adopsi digital (Technosociopreneurship) mampu mendorong serta meningkatkan kreativitas dan produktivitas warga Desa Jatireja secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi desa di era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.

Pengembangan Pasar Bawah Sebagai Wisata Belanja Di Kota Pekanbaru

Sari Malona Siregar, Aisyah Rosmaini, Elly Nielwaty
Abstract: Pasar Bawah merupakan salah satu aset kultural dan ekonomi penting di Kota Pekanbaru, Riau, yang dikenal sebagai sentra penjualan barang-barang antik, kerajinan, dan berbagai produk impor unik. Namun, potensi Pasar Bawah… sebagai destinasi wisata belanja belum sepenuhnya tergarap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Pasar Bawah agar dapat meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan wisata belanja, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan pelestarian nilai historisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pedagang, pengelola pasar, dinas pariwisata, serta analisis dokumen terkait. Fokus analisis mencakup aspek Aksesibilitas, Atraksi (produk dan pengalaman), Amenitas (fasilitas pendukung), dan Ancillary (kelembagaan dan promosi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan Pasar Bawah meliputi: (1) Tata kelola lingkungan yang kurang teratur, terutama masalah kebersihan dan penataan pedagang; (2) Kurangnya integrasi antara pasar dengan paket wisata kota; dan (3) Keterbatasan fasilitas pendukung pariwisata seperti area parkir yang memadai dan pusat informasi. Strategi pengembangan yang diusulkan mencakup: (1) Revitalisasi fisik pasar dengan mempertahankan arsitektur historisnya, perbaikan sanitasi, dan penataan zona belanja; (2) Peningkatan experience value melalui festival belanja tematik, pertunjukan seni budaya lokal, dan promosi produk unggulan khas Riau; (3) Penguatan kelembagaan melalui pembentukan Badan Pengelola Pasar Bawah yang kolaboratif antara pemerintah, pedagang, dan pelaku pariwisata; dan (4) Promosi digital terintegrasi yang menargetkan wisatawan domestik dan mancanegara.

Pengaruh Transparansi Transaksi dan Kemudahan Monitoring terhadap Kepercayaan Pengguna QRIS di Bekasi

Yani, Dini Fitri, Puspasari, Aprilia
Abstract: Perkembangan pembayaran digital mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai pembayaran yang praktis dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transparansi transaksi dan kemudahan… emudahan monitoring terhadap kepercayaan pengguna QRIS di Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pengguna QRIS (t = 9,206; sig. = 0,000), demikian pula kemudahan monitoring (t = 3,690; sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pengguna (F = 107,119; sig. = 0,000), dengan nilai R Square 0,688 yang menunjukkan bahwa 68,8% variasi kepercayaan pengguna dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 31,2% dijelaskan oleh faktor lain. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 7,843 + 0,592X1 + 0,243X2. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik transparansi transaksi dan semakin mudah monitoring dilakukan, semakin tinggi kepercayaan pengguna QRIS di Bekasi.

Strategi Komunikasi Pemasaran Mahasiswa dalam Pengembangan UMKM Inovatif: Studi Kasus pada UMKM Nanasaurus

M. Ilham Dwi Afrilyka Satya, Sahono, Zulkhaira, Pastian Sinambela, Dina Octavia
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam menopang perekonomian nasional, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah… engah perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM dituntut mampu menyesuaikan strategi pemasaran agar produk yang ditawarkan dapat dikenal dan diminati konsumen. Dalam konteks ini, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peluang besar untuk mengembangkan UMKM inovatif melalui pemanfaatan media digital, kreativitas promosi, serta penguatan identitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan mahasiswa dalam pengembangan UMKM inovatif pada UMKM Nanasaurus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Nanasaurus dilakukan melalui branding produk, pemanfaatan media sosial, promosi penjualan seperti diskon dan bundling, pemasaran dari mulut ke mulut, serta partisipasi dalam bazar. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran merek, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengelola komunikasi pemasaran menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM inovatif yang berdaya saing.

PENGUATAN KAMPUNG PANCASILA MELALUI EKONOMI SIRKULAR DAN PEMBERDAYAAN UMKM DI BABAT JERAWAT SURABAYA

Aulia Priyantomo, Bayu, Jannah, Nur, Trisya Putri, Engga
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan keterbatasan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan dalam penguatan pilar lingkungan dan pilar ekonomi Program Kampung Pancasila di RW… 05 Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik serta mendukung pengembangan UMKM melalui penataan usaha, promosi digital, dan pencatatan keuangan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat dan metode learning by doing. Tahapan pelaksanaan meliputi identifikasi masalah dan potensi, perencanaan partisipatif, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut keberlanjutan. Program lingkungan mencakup sosialisasi pemilahan sampah, penyediaan tong penampung sampah plastik di RT 01–RT 06 dan Balai RW 05, pengumpulan sampah terjadwal, pendampingan pencatatan bank sampah, serta pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam. Program ekonomi dilakukan melalui pemetaan 25 unit UMKM, penataan identitas dan tampilan usaha, pendampingan promosi melalui WhatsApp dan media sosial, edukasi pencatatan keuangan, serta pelatihan penggunaan aplikasi NERAVA. Pelaksanaan program menghasilkan fasilitas pengelolaan sampah, mekanisme awal pemilahan dan pengumpulan sampah plastik, media tanam dari botol bekas, serta peningkatan pemahaman awal pelaku UMKM mengenai promosi dan pencatatan keuangan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pengurus wilayah, dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas lokal dalam mendukung pelaksanaan Kampung Pancasila yang mandiri dan berkelanjutan.