Search Articles & Publications

Showing 1294 articles found for "Belajar"

ANALISIS STRATEGI MULTIMODAL: NAVIGASI PROSES INTERAKSI DALAM ANALISIS WACANA KELAS

Dian Ardiansah
Abstract: Interaksi kelas adalah kerangka kerja metodologis holistik yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa secara verbal dan non-verbal dalam proses belajar mengajar. Dalam konteks penggunaan bahasa di bidang pendidikan saat ini,… ni, khususnya di ruang kelas, para guru perlu memahami bagaimana guru dapat menggunakan metode pengajaran yang seimbang di ruang kelas, hal ini juga berkaitan dengan pola penggunaan bahasa, dan interaksi terdepan dalam pembuatan makna. Analisis wacana kelas memfasilitasi pengguna bahasa untuk menciptakan iklim yang positif dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menyelidiki model pola dan interaksi multimodal dalam wacana kelas dengan membandingkan dua strategi yang digunakan oleh guru pemula dan guru yang sudah berpengalaman. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja wacana kelas yang diusulkan oleh Walsh (2011) dan interaksi multimodal (SF-MDA) oleh Norris (2004, 2019) di dua kelas dengan dua guru yang berbeda. Hasilnya, analisis interaksi multimodal menyatakan bahwa guru pemula dan guru berpengalaman memiliki dimensi interaksi yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa terutama bahasa inggris sebagai bahasa asing berdasarkan kesalahan dalam pemerolehan bahasa. Selain itu, guru juga meningkatkan fokus siswa pada pola pembelajaran yang benar dengan meningkatkan proses interaksi didalam kelas. Dengan demikian, guru pemula dan guru yang sudah berpengalaman sama-sama menggunakan pola wacana kelas berdasarkan teori Analisis Wacana Kelas. Wacana menjadi pendekatan metodologis yang merupakan analisis berlapis-lapis di balik komunikasi verbal atau lisan untuk mengidentifikasi sumber daya interaksi yang digunakan. Implikasi dari penelitian ini yaitu Analisis Wacana Kelas dengan Model IRF meningkatkan kepercayaan diri, kefasihan siswa, dan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. 

PELATIHAN LITERASI DIGITAL : PEMANFAATAN MEDIA CANVA UNTUK PEMBELAJARAN

Salem, Muh. Amiruddin, Hasanah Purnamasari, Robi'ah Awaliyah
Abstract: Digital literacy training using the Canva platform was conducted at MIS Al-Hidayah Leuwohung, involving 13 teachers as participants. This training aims to improve teachers' ability to create interesting and interactive learning… earning materials. The training methods included material presentation, hands-on practice, and Focus Group Discussion (FGD). The results of the training showed that the majority of participants were able to produce designs that meet the criteria of aesthetics, creativity, and learning relevance. Evaluation through questionnaires showed that the training was very useful and relevant to the participants' needs. The obstacles faced, such as limited devices and internet connection, were successfully overcome with appropriate solutions. The positive impact of this training is not only to improve teachers' competence in digital literacy, but also to create a more interesting learning experience for students.

PKM PELATIHAN NAHWU INTERAKTIF MELALUI MEDIA APLIKASI I’ROB AL-QUR’AN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Fauziah Bachtiar, Enung Mariah, Sitti Muthmainnah, Arief Fiddienika
Abstract: Nahwu adalah salah satu dasar utama dalam pembelajaran bahasa Arab. Pembelajaran nahwu interaktif merupakan salah satu metode yang dilaksanakan dengan memanfaatkan media digital atau aplikasi menarik agar proses pembelajaran… aran lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga para pelajar dapat mudah memahami materi yang disampaikan. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pelatihan kepada para mahasiswa tentang pemanfaatan salah satu media digital yaitu aplikasi I’rob Al-Qur’an yang dapat memudahkan para mahasiswa dalam memahami nahwu terkhusus I’rob lebih iudah dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa  penerapan pembejaran nahwu interaktif dengan pemanfaatan aplikasi I’rob Al-Qur’an menjadikan mahasiswa lebih bersemangat dan lebih tertarik serta memudahkan dalam memahami nahwu yang selama ini dianggap sulit. Selain itu, mahasiswa juga dapat lebih memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an dengan memahami I’rob dari setiap kata pada ayat-ayat tersebut, sehingga pemahaman dan penguasaan terhadap Bahasa Arab menjadi lebih baik.

IMPLEMENTASI METODE BAHASA ISYARAT HURUF HIJAIYAH DALAM PENINGKATAN BELAJAR BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) BAGI SANTRIWATI TUNARUNGU DI PONDOK PESANTREN TAHFIZ DIFABEL BAZNAS (BAZIS) LEBAK BULUS

Balqish, Balqish Abiyyah Gholibah, Yayah, Yayah Nurmaliyah
Abstract: Penelitian ini mengkaji efektivitas metode pembelajaran bahasa isyarat di pesantren difabel, dengan fokus pada peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Quran (BTQ) bagi santri tunarungu. Studi dilakukan di Pondok Pesantren Tahfiz… hfiz Difabel KH. Ahmad Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menggunakan metode kualitatif deskriptif dan observasi lapangan. Sumber data utama adalah wawancara dengan praktisi pembelajaran difabel tunarungu dan literatur terkait. Pembelajaran BTQ dengan metode bahasa isyarat huruf hijaiyah memerlukan pendekatan terstruktur dan komprehensif, termasuk pelatihan guru, RPP, dan media pembelajaran visual. Pelaksanaan mencakup sesi rutin dan prinsip interaksi langsung, visualisasi, dan keperagaan. Evaluasi dilakukan melalui Ujian Harian (UH), Penilaian Akhir Semester (PAS), dan observasi langsung. Faktor pendukung meliputi media pembelajaran visual interaktif dan pelatihan guru, sementara faktor penghambat termasuk keterbatasan media pembelajaran, latar belakang pendidikan guru, dan variasi tingkat ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan berkelanjutan, metode ini dapat meningkatkan kemampuan BTQ santriwati tunarungu secara signifikan.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG TULANG RANGKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS 6 TENTANG SISTEM GERAK MANUSIA

Avivah Indah Parawangsa, Lailatun Nazilah, Izzatul lailiyah, M. Faizal A, Arie Widya Murni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran wayang tulang rangka dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 tentang sistem gerak manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif… dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 7 siswa kelas 6 di sebuah sekolah dasar. Model pembelajaran yang digunakan adalah Project-Based Learning (PjBL). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah menggunakan media wayang tulang rangka, dengan rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis wayang tulang rangka efektif digunakan dalam pembelajaran sistem gerak manusia.

IMPLEMENTASI KURIKULUM PAI UNTUK ANAK SHOLEH BAGI ANAK USIA DINI DI TK ISLAM AR REHAN

Husaini Nasution, Nur Aprilda Mardatillah, Tia Rahayu
Abstract: Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Secara umum, kurikulum tidak hanya berisi mata… ata pelajaran yang harus dipelajari, tetapi juga mencakup tujuan pendidikan, metode pengajaran, serta cara-cara penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis konsep anak usia Dini (AUD), (2) untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini, (3) untuk menganalisis implementasi kurikulum PAI pada anak usia dini di Kelompok Bermain (KB) dan TK khususnya di TK Islam Ar Rehan Pekanbaru. Metode penelitian adalah Kualitatif Deskriptif, Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa kata-kata atau kalimat hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diperoleh dari narasumber yang telah ditetapkan. Hasil penelitian adalah bahwa Kurikulum TK islam Ar-Rehan disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta didik dan Metode pembelajaran PAI dilakukan dengan pembiasaan bernyanyi, bercerita, bermain dan sebagainya yang bersifat,interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Setiap metode tersebut tentunya disesuaikan dengan perkembangan anak didik.

PENDAMPINGAN BELAJAR OPERASI HITUNG DASAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA

Napitupulu, CitraRatna, Mindo Hotmaida Sinambela, Sutarman Borean, Christine M. Rumpaisum, Marlince Siep
Abstract: Keterampilan berhitung adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dan merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berhitung… tung ini, siswa dapat dilatih sejak kecil. Namun pada kenyataannnya di SMP Biji Sesawi ditemukan bahwa keterampilan berhitung siswa masih relatif rendah, diperkuat dari pernyataan guru matematika sekolah tersebut bahwa siswa mereka masih mengalami masalah pada penguasaan konsep hitung dasar matematika. Menurut beberapa siswa kelas VII, penyebabnya adalah cara penyampaian materi yang tidak menarik, dengan lebih banyak ceramah panjang lebar yang membuat siswa bosan dan hanya guru yang berpartisipasi secara aktif. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran baru yaitu dengan menggunakan metode jari tangan yang juga dikenal sebagai jarimatika. Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi teoritis dan teknis tentang jarimatika, serta instruksi tentang cara melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang cepat dan benar dengan menggunakan jari tangan. Kegiatan prakteknya meliputi latihan dan praktik dasar pengenalan jarimatika serta praktek penggunaan jarimatika untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan.  Kegiatan PkM yang dilaksanakan diikuti oleh 22 orang siswa kelas VII B. Pada pertemuan pertama dan terakhir, siswa diberi soal pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman mereka tentang penggunaan metode jarimatika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, nilai rata-rata siswa lebih tinggi saat belajar menggunakan metode jarimatika dan berdasarkan angket yang disebarkan menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan respon positif terhadap penggunaan jarimatika pada pembelajaran Matematika.

IMPLEMENTASI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI LITERASI HUMANISTIK DI KELAS 5B SD SUPRIYADI 02 SEMARANG

Priatini, Filia Prima Artharina, Lilik Puji Rahayu
Abstract: Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan sebagai identitas manusia Indonesia. Pendidikan menjadi sebuah ruang untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan pancasila pada generasi penerus bangsa yaitu… peserta didik. Guru sebagai aktor yang bertanggung jawab melakukan transfer nilai dan pengetahuan ini perlu memiliki kompetensi dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan bermakna kepada peserta didik. Salah satu pendekatan yang cocok dengan konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia adalah pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka yang sudah di terapkan di SD Supriyadi 02 Semarang. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk materi keberagaman yang ada di Indonesia, guru menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan memasukkan unsur literasi humanistik untuk menguatkan cara belajar peserta didik dalam memahami dan mengeksplore latar belakang budaya yang dimiliki peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerapan literasi humanistik pada pembelajaran setidaknya harus mewujudkan beberapa komponen yang ada yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi, serta kematangan kebudayaan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan oleh guru didukung oleh kegiatan literasi humanistik yang menambah daya kritis siswa untuk memahami dan menganalisa materi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL STRUGGLE IN ANALYSIS OF HISTORY TEXTBOOK OF THE INDEPENDENT CURRICULUM

Widyawati, Diah, Zamhari, Ahmad, Risman, Delfia Chintika, Seda, Dea Miken Iesikel, Alfarizi, Muhammad Faris, Azgha, Rommy Aji, Nur Syafarudin
Abstract: Buku teks sejarah adalah sumber infromasi utama bagi siswa, buku teks sangat penting untuk membantu siswa memahami sejarah dan nilai-nilainya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui muatan Kepemimpinan dan perjuangan… an organisasi dalam analisis buku teks sejarah kurikulum merdeka yang di gunakan peserta didik sebagai sumber utama pembelajaran  di sekolah. Metode penelitian ini yaitu studi pustaka, dengan analisis datanya berupa analisis isi yang difokuskan kepada kepemimpinan dan perjuangan organisasi dalam buku teks sejarah SMA kurikulum merdeka. Hasil penelitian diperoleh kepemimpinan dan perjuangan organisasi dalam buku teks sejarah kurikulum merdeka antara lain Laksamana Malahayati memimpin pasukan Armada Inong Bale (wanita Janda), Tuanku Imam Bonjol memimpin perang padri, Pangeran Antasari memimpin perang Banjar dan Soekarno saat memimpin Romusha secara sukarela. Dapat disimpulkan bahwa temuan kepemimpinan dan perjuangan organisasi dalam buku teks sejarah kurikulum merdeka mengandung muatan nilai-nilai karakter seperti nilai semangat kebangsaan, demokrasi, kebhinekaan global, gotong royong, dan tanggung jawab bagi generasi selanjutnya.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI BELAJAR IPA SISWA

Eriza, Deni Septia, Syaputra ZE, Deki
Abstract: Permasalahan yang ditemui dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa, siswa kesulitan memahami materi pelajaran, kemampuan awal siswa kurang diperhatikan, dan kompetensi belajar masih rendah. Salah satu upaya yang… ang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Lembar kerja siswa (LKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Problem Based Learning berbantuan LKS terhadap kompetensi belajar IPA siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, sampel penelitiannya adalah siswa kelas IX1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS dan kelas kontrol diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur kompetensi kognitif siswa dan lembar observasi untuk melihat kompetensi afektif dan psikomotorik siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t, uji anava dua jalur, dan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kompetensi pembelajaran aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; kompetensi pembelajaran aspek kognitif siswa yang mempunyai pengetahuan awal tinggi yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan pengetahuan sebelumnya dalam mempengaruhi kompetensi belajar siswa pada aspek kognitif.