Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA DAN PENGUATAN ETIKA SOSIAL

Nelci Halla, Chirtovorus Ardoardus Roberto Tukan, Rosalia Knira Puka, Candra Abidin RM
Abstract: Degradasi moral dan etika sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan nasional saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila… ila dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya penguatan etika sosial siswa. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatannya yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, menawarkan ruang yang lebih luas untuk penggabungan karakter dan kompetensi dasar. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi siswa, memungkinkan mereka menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel ilmiah, buku, dan sumber teoretis relevan yang mencakup konsep Kurikulum Merdeka, nilai-nilai Pancasila, dan penguatan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka kerja yang kondusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara holistik ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler, seperti melalui proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan musyawarah telah diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran dan bahan ajar. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran masih memerlukan penyesuaian dan kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan moral dan etika sosial yang kuat. Paradigma pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.

MEMBANGUN LANDASAN SPIRITUALITAS MELALUI PEMIKIRAN HENDRIKUS LEVEN

Agnes Afoan Golan Nubatonis, Leornadus Baama Tobin, Nelcy Hala
Abstract: Penelitian ini menganalisis landasan kehidupan berdasarkan pemikiran Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah gereja dan pendidikan di Indonesia, khususnya Flores Timur. Fokus kajian ini terletak pada… a bagaimana prinsip-prinsip spiritualitas dan visi serta misi kemanusiaan Leven dapat menjadi landasan etis dan moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis tekstual terhadap tulisan dan biografi terkait pemikiran Leven, penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai fundamental seperti pelayanan, dan ketaatan kreatif sebagai pilar utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leven menekankan pentingnya pengembangan diri yang utuh, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik, yang terwujud dalam tindakan nyata yang bertanggung jawab dan melayani sesama. Pemikiran ini relevan dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dihadapkan pada krisis makna dan etika, dengan menawarkan kerangka kerja kehidupan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang luas dan spiritualitas yang mendalam. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran Leven bagi pendidikan, kehidupan sosial, dan pengembangan pribadi pada era modern yang ditandai oleh fragmentasi nilai, tekanan psikologis, dan krisis eksistensial. Dengan mengintegrasikan refleksi diri, pengolahan pengalaman hidup, serta keterbukaan terhadap transendensi, spiritualitas menurut Leven dapat menjadi dasar yang kuat bagi pembentukan karakter, keseimbangan batin, dan kualitas hidup yang lebih bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun landasan spiritualitas kehidupan sebagai bagian integral dari perkembangan manusia secara holistik.

HENDRICUS LEVEN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMAHAMAN KEHIDUPAN

Flavianus Agustinus Robrto Padi, Leonardus Kestanno
Abstract: Penelitian ini membahas pemikiran Hendrikus Leven dan kontribusinya terhadap pemahaman tentang makna kehidupan manusia. Hendrikus Leven dikenal sebagai tokoh yang menekankan pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab moral,… l, dan nilai kemanusiaan dalam menjalani kehidupan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, kajian ini menganalisis gagasan-gagasan Leven mengenai hubungan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan sebagai dasar pembentukan makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Leven memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya refleksi diri, empati, dan keterlibatan sosial sebagai bagian dari proses memahami kehidupan. Kontribusinya membantu memperkaya wawasan filsafat modern, khususnya dalam memahami eksistensi dan tujuan hidup manusia di tengah perubahan zaman.

PESAN SPIRITUALITAS DALAM KEPEMIMPINAN HENRICUS LEVEN

Arias Yulianus, Jovianus Ama Bani
Abstract: Penelitian ini membahas tentang makna spiritualitas yang tercermin dalam kemampuan kepemimpinan dan pelayanan misioner Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah misi Katolik di Flores Timur, Nusa Tenggara… gara Timur. Fokus utama tulisan ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, kasih terhadap sesama, dan semangat pelayanan kepada kaum kecil menjadi dasar kemampuan dan karya-karya beliau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan analisis isi terhadap berbagai sumber sekunder berupa berita daring, tulisan biografis, dan refleksi sejarah karya Leven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas bukan hanya menjadi unsur batin, tetapi menjadi fondasi yang mengarahkan kemampuan seseorang dalam pelayanan dan kepemimpinan. Melalui integrasi iman dan tindakan nyata, Henricus Leven menunjukkan bahwa spiritualitas sejati selalu menuntun manusia untuk melayani, membangun, dan mengasihi tanpa batas.

HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN PERILAKU EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD INPRES TINGGIMAE

Arlinda, Zakariyati, Evi Kusmayanti
Abstract: Latar Belakang : Peningkatan penggunaan gadget membuat anak-anak semakin Anak-anak kini semakin akrab dengan teknologi digital. Secara global, jumlah pengguna gadget diprediksi mencapai 6,1 miliar pada tahun 2029, meningkat&#8230; kat 42,62% sejak 2024. Di kawasan Asia, pertumbuhannya diperkirakan mencapai 49,46% dengan total sekitar 1,2 miliar pengguna. Penggunaan gadget pada anak memiliki dampak positif dan negatif, salah satunya menurunkan kualitas tidur serta memengaruhi perilaku emosional seperti mudah marah dan menangis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget terhadap kualitas tidur dan perilaku emosional anak usia sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 76 siswa kelas IV, V, dan VI di SD Inpres Tinggimae. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur perilaku emosional anak. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur dengan nilai p = 0,010 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan perilaku emosional anak usia sekolah dengan nilai p = 0,449 (>0,05). Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget yang tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur anak, sedangkan perilaku emosional lebih dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan.  

SPIRITUALITAS KEHIDUPAN MENEMUKAN KETENANGAN DAN MAKNA HIDUP SEJATI

Christian Bala Leba, Yosep Freinandemetz Ayub, Sebastianus Jefriyanto Sedo Senjaya
Abstract: Spiritualitas kehidupan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan manusia dalam menemukan ketenangan dan makna hidup sejati. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, penuh tekanan,&#8230; nan, dan dipenuhi tuntutan yang semakin kompleks, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa sempat memahami dirinya secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan banyak individu merasa hampa, kehilangan arah, dan tidak mampu menemukan kebahagiaan yang hakiki meskipun telah meraih kesuksesan secara materi. Spiritualitas hadir sebagai aspek yang memberikan ruang bagi manusia untuk kembali pada kesadaran terdalamnya, membangun hubungan dengan Tuhan, alam, sesama, dan dirinya sendiri. Melalui spiritualitas, individu dapat memahami bahwa hidup bukan sekadar proses mengejar target duniawi, tetapi juga perjalanan batin untuk mencapai kedamaian dan pemaknaan hidup yang lebih luhur. Dengan menumbuhkan spiritualitas, seseorang dapat menjalani hidup dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan pemahaman mendalam tentang tujuan keberadaannya. Spiritualitas menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai universal yang membawa pada ketenangan dan kebahagiaan hakiki. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif tentang pentingnya spiritualitas dalam kehidupan modern dan bagaimana spiritualitas dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber kekuatan batin dan pedoman hidup.

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN

Hermanus Hamu Tukan, Sholahudin Alahyudi Hasan, Marianus Septian
Abstract: Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi&#8230; i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA SINERGI ANTARA KEARIFAN LOKAL DAN PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KAUM MUDA

Nelci Halla, Ignasius Febryanto Ipi Dawan, Theodora Antonia Jawa Wain
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya fondasi ideologis, tetapi juga pedoman moral dan spiritual bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam era globalisasi yang sarat dengan arus modernisasi dan budaya&#8230; luar, nilai nilai pancasila seringkali mengalami degradasi dalam kehidupan kaum muda. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi nilai nilai pancasila melalui sinergi dengan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Artiel ini membahas pentingnya sinergi antara pancasila dan kearifan lokal dalam membangun jati diri bangsa melalui pendidikan kaum muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dan studi kasus. Hasil pembahasan menunjukan bahwa integrasi nilai-niai lokal seperti gotong royong, musyawarah, toleransi dan tanggung jawab sosial dalam pendidikan dapat memperkuat pemahaman pancasila di kalangan generasi muda. Dengan demikian, pendidikan berbasis kearifan lokal dan pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter bangsa yang kuat, berakar pada budaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

DIMENSI SPIRITUALITAS MENURUT HENRICUS LEVEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MODEREN

Fransiskus Bloko Maran, Karolus Keu Narek, Laurensius Igo Molan
Abstract: Spiritualitas merupakan Dimensi Terdalam Dari kehidupan Manusia yang member makna,arah,Dan nilai Eksistensinnya dalam konteks Duinia modern yang serba cepat dan meateristik,Manusia sering kehilangan batin dan arah hidup.Hendricus&#8230; Hendricus Leven Seorang teolog dan pemikir sepiritualitas,menekankan bhawa sepiritualitas adalh cara hidup yang menyentuseluruh dimensi manusia,bukan hannya aspek keagamaan atau moral.(Leven,1998,p.27).Artikel ini menguraikan dimensi spiritualitas menurut Hedicus Leven,dan Di implementasikan dalam kehidupan Moderen.kajian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif-analisis Berdasarkan kariya karya leven dan para pemikir Spiritualitas.Hasil analisis ini menunjukan bhawa Spiritualitas leven dapat menjadi sumber serta nilai orentasi manusia dalam kehidupan modern.           

PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN

Susilawati, Suharmono Kasiyun
Abstract: Pendidikan literasi dini merupakan dasar penting bagi perkembangan akademik anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar di rumah terhadap kemampuan&#8230; an literasi anak usia 5–6 tahun. Studi ini menyintesiskan berbagai temuan empiris yang menunjukkan bahwa kualitas keterlibatan orang tua, terutama melalui praktek Home Literacy Environment (HLE), memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi anak. Temuan menunjukkan bahwa interaksi berkualitas seperti membaca bersama dan mendongeng berkontribusi pada perluasan kosa kata dan motivasi membaca. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu dan distraksi digital menjadi hambatan utama bagi orang tua.