Abstract:Perkembangan motorik halus pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Pengalaman sensorik berbasis tekstur dipandang memiliki…
i potensi dalam memperkuat koordinasi otot-otot kecil melalui aktivitas manipulatif yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk implementasi, proses pelaksanaan, dan dampak penggunaan media sensorik berbasis tekstur dalam menstimulasi motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di PAUD Plmboyan 3 Karawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian adalah anak usia empat sampai lima tahun, dengan informan guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media tekstur melalui tahap pengenalan, eksplorasi bebas, dan kegiatan terarah secara konsisten meningkatkan koordinasi jari, ketepatan gerak manipulatif, serta keberanian anak dalam mengeksplorasi permukaan yang beragam. Peran guru yang memberikan pendampingan proporsional turut memperkuat efektivitas stimulasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tekstur dapat diposisikan sebagai komponen pedagogis dalam pembelajaran multisensori, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang mendukung perkembangan motorik halus secara sistematis.
Abstract:Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat…
literasi digital mahasiswa, mengukur capaian prestasi akademik, dan mengidentifikasi hubungan antara literasi digital dengan prestasi akademik dalam konteks pembelajaran daring berbasis artificial intelligence. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 53 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur dengan validitas dan reliabilitas teruji, serta dokumentasi nilai Indeks Prestasi Kumulatif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,22% mahasiswa memiliki literasi digital kategori baik hingga sangat baik dengan rata-rata skor 4,08, sementara 81,13% mahasiswa mencapai IPK 3,51-4,00 dengan predikat cum laude dan rata-rata IPK 3,72. Uji korelasi menghasilkan koefisien r = 0,684 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), mengkonfirmasi adanya hubungan positif kuat dan signifikan antara literasi digital dengan prestasi akademik. Koefisien determinasi sebesar 46,8% menunjukkan literasi digital berkontribusi substansial terhadap prestasi akademik. Temuan ini mengimplikasikan urgensi pengembangan program literasi digital komprehensif dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.
Abstract:Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi…
i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari.
Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh.
Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan.
Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven.
Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya.
Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.
Abstract:Produk scourer merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang digunakan secara rutin dalam aktivitas sehari-hari. Scotch-Brite sebagai merek scourer di bawah lisensi PT 3M Indonesia dikenal luas oleh masyarakat, namun…
masih terdapat perbedaan persepsi konsumen terkait harga, kualitas produk, dan brand awareness yang memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, dan brand awareness terhadap keputusan pembelian produk 3M kategori scourer.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang merupakan konsumen dan calon konsumen Scotch-Brite, dengan teknik sampling total. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga, kualitas produk, dan brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan, dengan brand awareness sebagai variabel yang paling dominan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kontribusi sebesar 41,6% terhadap keputusan pembelian.
Abstract:Pesatnya perkembangan industri kecantikan di Indonesia mendorong meningkatnya persaingan produk impor, khususnya produk skincare asal Tiongkok seperti Skintific. Keberhasilan merek ini tidak terlepas dari strategi pemasaran…
ran yang menekankan klaim produk, kesadaran merek, serta dukungan selebriti dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh klaim produk, kesadaran merek, dan selebriti terhadap keputusan pembelian produk kecantikan Skintific pada Generasi Z pengguna Shopee di Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, dengan kriteria responden berusia 15–29 tahun dan pernah membeli produk Skintific minimal satu kali. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial klaim produk, kesadaran merek, dan selebriti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel selebriti memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh kesadaran merek dan klaim produk. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran Skintific yang mengombinasikan klaim produk yang jelas, kesadaran merek yang kuat, serta penggunaan selebriti yang kredibel efektif dalam mendorong keputusan pembelian Generasi Z di Kota Bogor.
Abstract:Dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan perilaku remaja yang belum terbiasa dengan teknologi media sosial. Di era digital ini, cara berinteraksi sosial telah berubah, terutama…
rutama bagi remaja yang dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang cepat. Namun, tidak semua remaja beradaptasi dengan cara yang sama terhadap teknologi ini. Remaja yang masih asing dengan media sosial mungkin mengalami tantangan tersendiri saat menjelajahi dunia digital. Di sisi positif, media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas jaringan sosial, mendorong pembelajaran, dan membantu dalam pengembangan jati diri. Mereka dapat menemukan komunitas yang memiliki minat serupa, bertukar informasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, ada juga sisi negatif yang signifikan. Terpapar konten yang tidak pantas, mengalami cyberbullying, membandingkan diri secara sosial yang merugikan, dan risiko kecanduan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perilaku remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok remaja yang diidentifikasi kurang akrab dengan media sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa remaja dalam kelompok ini lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial, seperti kecemasan sosial dan penurunan rasa percaya diri, disebabkan oleh kurangnya keterampilan digital dan strategi menghadapinya yang efektif. Di sisi lain, beberapa remaja berhasil memanfaatkan media sosial secara positif untuk keperluan pendidikan atau pengembangan keterampilan, meskipun dengan pengawasan yang lebih ketat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyeluruh dan dukungan psikososial bagi remaja, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dari penggunaan media sosial.
Abstract:This research explores the themes of poverty and social discrimination in John Steinbeck's work entitled 'The Grapes of Wrath' through the perspective of Marxist theory. By using qualitative methods, including and in-depth…
th understanding, this research investigates the content of the extent to which the characters' analytical experiences are in line with Karl Marx's views on class struggle. Findings show emotional representations of poverty, depicted through the return of a person recently released from prison to meet basic needs, and social discrimination, such as the rejection of homeless groups as local residents. This research deepens the understanding of economic structures and dominance interactions, providing insight into the complex relationship between societal forces and individual experiences in this novel. The aim of this research is to understand the various forms of poverty and social discrimination by utilizing the Marxist theory proposed by Karl Marx.
Abstract:Perkembangan e-commerce mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan daya saing produk. Dalam konteks fashion muslim, minat beli konsumen dipengaruhi oleh kualitas pemasaran digital…
tal dan tingkat kepercayaan terhadap penjual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran digital dan kepercayaan konsumen terhadap minat beli Kerudung Bergo Hamidah di platform Shopee. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 92 responden pengguna Shopee yang mengetahui produk Bergo Hamidah, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda disertai uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, demikian pula kepercayaan konsumen yang memiliki pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, digital marketing dan kepercayaan konsumen berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai kontribusi sebesar 65,9%. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan meningkatkan minat beli tidak hanya bergantung pada strategi pemasaran digital yang menarik, tetapi juga pada kemampuan penjual dalam membangun dan menjaga kepercayaan konsumen.
Abstract: Perkembangan e-commerce berbasis media sosial, khususnya TikTok Shop, telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk kebutuhan sehari-hari, termasuk produk tisu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
n untuk menganalisis pengaruh brand image dan brand awareness terhadap minat beli konsumen produk tisu di e-commerce TikTok Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini adalah konsumen di Kota Sukabumi yang pernah membeli produk tisu melalui TikTok Shop, dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, begitu pula brand awareness yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Secara simultan, brand image dan brand awareness juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 71,3% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan citra merek dan peningkatan kesadaran merek merupakan strategi penting dalam meningkatkan minat beli konsumen produk tisu di platform TikTok Shop.
Abstract:Pertumbuhan pesat teknologi digital telah meningkatkan persaingan antarplatform e-commerce, sehingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan literasi digital menjadi faktor penting dalam membentuk loyalitas pelanggan.…
langgan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh AI dan literasi digital terhadap loyalitas pelanggan pengguna Tokopedia di Sukabumi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal. Data dikumpulkan dari 97 pengguna aktif Tokopedia melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan literasi digital memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penerapan AI mampu meningkatkan pengalaman pelanggan melalui personalisasi dan layanan otomatis, sedangkan tingkat literasi digital yang lebih tinggi meningkatkan kepercayaan diri dan rasa aman pengguna dalam bertransaksi secara daring. Secara simultan, AI dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, yang menunjukkan bahwa platform e-commerce perlu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan upaya peningkatan literasi digital pengguna agar tetap kompetitif.