Search Articles & Publications

Showing 1294 articles found for "Belajar"

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI DUNIA PENDIDIKAN SELAMA PANDEMI CORONAVIRUS ATAU COVID-19

Effendy, Muhammad Rezkullah, Supriyadi, Supriyadi, Supratikta , Hadi
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan seberapa baik sistem manajemen pembelajaran (LMS) bekerja di dalam kelas selama epidemi COVID-19. Sepuluh publikasi akademis yang menyoroti berbagai aspek penggunaan LMS… dalam konteks pembelajaran jarak jauh dan diterbitkan antara tahun 2021 dan 2024 dipilih menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik tinjauan pustaka. Menurut temuan analisis, penggunaan LMS meningkatkan otonomi pelajar, minat belajar, dan efisiensi proses belajar-mengajar. Pemilihan aplikasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan partisipasi aktif pengajar dan pelajar dalam pemahaman dan penggunaan LMS sangat penting. Para pendidik harus menerima pelatihan untuk meningkatkan kemahiran mereka dalam menggunakan platform LMS. Oleh karena itu, di tengah-tengah keadaan darurat, penggunaan LMS secara signifikan berkontribusi dalam mendukung pembelajaran yang efektif dan terintegrasi.

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH PADA PENDIDIKAN ABAD KE 21

Zainal, Zainal, Afridiatama, M.Gilang, Renaldi, Rendi, Gusmaneli , Gusmaneli
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang Kurikulum yang akan segera diterapkan di dunia pendidikan Indonesia menggantikan kurikulum yang berlaku sekarang ini yaitu kurikulum 2013. Kurikulum baru tersebut disebut dengan… engan kurikulum merdeka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dimana data penelitian berasal dari jurnal-jurnal dan buku yang membahas tentang kurikulum merdeka, kemudian data yang dihasilkan berupa penjelasan dan penjabaran terhadap hasil data yang telah didapat. adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, yaitu mencari sumber penelitian dari buku, dan juga jurnal- jurnal yang sesuai dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap kurikulum merdeka didapatkan bahwa kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru setelah kurikulum 2013 yang dicanangkan oleh Kemendikbud yaitu Nadim Makarim, pada hakikatnya Kurikulum merdeka merupakan inovasi terbaru dari kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia. Tujuan dari diberlakukannya kurikulum merdeka adalah untuk menciptkana Sumber Daya Manusia yang unggu dan dapat bersaing didunia kerja, selain itu kurikulum ini juga ditujukan kepada seluruh jenjang pendidikan yang ada di Indonesia hal ini bermaksud agar proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta didik dikelas saja akan tetapi kemampuan skill mereka juga dikembangkan agar terciptanya peserta didik yang unggul dan kreatif dilingkungan sekolah maupun masyaraktnya

KEEFEKTIVAN PENGAJARAN KELAS INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KALIMAT DI KELAS 4 SDN 6 TAMBUN

Hamna, Hamna, Ummah BK, Muh. Khaerul, Handayani, Marshanda Intan, J. Ali, Zulkivli, Araroh, Winda
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan pengajaran kelas interaktif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan… an pendekatan deskriptif analisis. Survei pra-penelitian dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengalaman, persepsi, dan keyakinan siswa terkait metode pembelajaran sebelum implementasi pengajaran kelas interaktif. Setelah itu, pengajaran kelas interaktif dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penerapan langsung konsep kalimat dalam konteks nyata. Survei pasca-penelitian dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengajaran kelas interaktif terhadap pemahaman kalimat siswa. Data survei pasca-penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistik sederhana untuk mengukur keberhasilan pengajaran kelas interaktif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pengajaran kelas interaktif telah membantu mereka memahami kalimat dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan kalimat, dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Indonesia. Kesimpulannya, pengajaran kelas interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat.

ANALISIS PERBEDAAN KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI 6 TAMBUN

Hamna, Hamna, Ummah BK, Muh. Khaerul, Novianti, Desi, Harmania, Harmania, Novita, Ade
Abstract: Saat ini pendidikan mencakup pada  kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar. Tujuan dari kurikulum ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan di Indonesia. Diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga… a tinggi, sehingga setiap jenjang pendidikan memiliki peran penting dalam keberhasilan program-program ini. Tujun dilakukannya  penilitian observasi di SD Negeri 6 Tambun tentang perbedan antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka mungkin melibatkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi kedua kurikulum tersebut ditingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif.

KEMAMPUAN REPRESENTASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA BELAJAR

Yarmayani, Ayu
Abstract: Solving problems requires the ability to recall the information needed and represented both visually and verbally. This information is obtained, managed and recalled through a system called learning style. This research… was conducted at Asy-Syifa Al-Inayah Middle School, Jambi City, with the aim of obtaining a description of student representation in solving mathematical problems. Subjects in this study were selected using purposive sampling based on visual, auditory and kinesthetic learning styles. It is hoped that this research will provide benefits in improving mathematics learning. The results of the research show that the representation of auditory students and visual students in solving mathematical problems each fulfills three indicators, while kinesthetic students only fulfill two indicators of mathematical representation. In presenting information, visual and auditory subjects each tend to present it in the form of images (geometry or number patterns) and create situations based on the problem given. Meanwhile, kinesthetic subjects tend to only create images to clarify problems and facilitate their resolution. In solving problems, both visual and auditory subjects are able to solve problems by making patterns based on the problem given and making conclusions from a pattern. It's just that auditory subjects can shorten problem solving steps by using mathematical expressions. Meanwhile, kinesthetic subjects experience problems in solving combinatorics problems, where they are unable to present images or patterns that can help solve the problem.

PENGARUH KOMPETENSI GURU, FASILITAS BELAJAR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU PADA SDN SUKAHENING KEC. SUKAHENING TASIKMALAYA

Dewi, Astri Riani, Karliha, Lili
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh kompetensi guru, fasilitas belajar dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pada SDN Sukahening Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metoda quantitatif… f dengan sample sebanyak 13. Pengolahan data  menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel X1 diperoleh skor 1.175 berada pada interval 1092-1.300 dengan klasifikasi sangat baik. Selanjutnya variabel X2 diperoleh skor 944 berada pada interval 876–1.040 dengan klasifikasi sangat baik. Lalu variabel X3 diperoleh skor 486 berada pada interval 437–520 dengan klasifikasi sangat baik. Selanjutnya analisis variabel Y diperoleh skor 1.193 berada pada interval 1092–1.300 dengan klasifikasi sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fhitung sebesar 88.578 sedangkan ftabel sebesar 398 berarti fhitung > ftabel. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kompetensi Guru (X1), Fasilitas Belajar (X2) dan Motivasi Kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru pada SDN Sukahening Tasikmalaya.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA (Studi Eksperimen Kuasi Siswa Kelas V SD IT Milatul Khoir Pekanbaru)

Mardiah, Naimatul, Alpusari , Mahmud, Guslinda, Guslinda
Abstract: Dalam penelitian ini terdapat masalah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian yaitu kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dimana dalam pembelajaran konvensional guru lebih menjadi pusat perhatian… hatian atau tokoh utama dalam proses pembelajaran sehingga siswa cenderung hanya menunggu penjelasan dan jawaban dari guru hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti berharap dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V IPA dan mata pelajaran terkait di SD IT Milatul Khoir Pekanbaru dengan menerapkan pendekatan pembelajaran card sort. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen kuantitatif. Kelas eksperimen menerima pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran card sort, sedangkan kelas kontrol digunakan sebagai kelas komparatif dengan pembelajaran tradisional. Untuk mengetahui hasil akhir pembelajaran siswa, peneliti dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian dengan soal tes pilihan ganda, yang disebut dengan pretest dan posttest. Soal pretest diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai, dan soal posttest diberikan setelah proses pembelajaran selesai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan strategi pembelajaran card sort sedangkan skor N-Gain yang diperoleh pada kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata (mean) skor N-Gain sebesar 54,93% termasuk dalam kategori kurang efektif. kategori sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata (mean) skor N-Gain yang diperoleh sebesar 75,43% termasuk dalam kategori cukup efektif. Rata-rata peningkatan (mean) kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 19,5% berdasarkan nilai rata-rata kedua kelas.

IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BUNGA NORMA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI SDIT ROBBANI BANJARBARU

Meilianti, Nadia, Jumiati, Jumiati, Arifa, Tutus Rani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka dapat meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru. Penelitian juga akan menjelaskan… faktor pendukung dan penghambat penggunaan media ini untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Kepala sekolah, guru, dan siswa adalah subjek penelitian. Untuk mengumpulkan data ini, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Penurunan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah teknik analisis data yang digunakan. Untuk mendapatkan keabsahan data, para peneliti menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Faktor-faktor yang mendukung penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru adalah 1) Kerja Sama dan 2) Fasilitas Sekolah. Faktor-faktor yang menghalangi penggunaan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa adalah 1) Jumlah waktu yang tidak mencukupi dan 2) Jumlah siswa.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BASED LEARNING (PBL) MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS

Manaf, Herlyna
Abstract: This research aims to apply the Problem Based Learning (PBL) learning model through series of image media to improve English writing skills at SMA Negeri 4 Pekanbaru. This type of research uses Classroom Action Research… (PTK). The research subjects were class X students at SMA Negeri 4 Pekanbaru. In implementing the action, it is carried out in 2 cycles, namely cycle I and cycle II. The activities carried out in each cycle consist of planning, implementation, observation and reflection. The results of the research show an increase in English writing skills through serial image media. significant increase in students' understanding of concepts, writing skills, and learning motivation. The integration of serial image media as a supporter of PBL provides a visual dimension that helps students understand the content, stimulates creativity, and increases active involvement in the learning interaction process.

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN SENI MUSIK MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

Angelia, Nola
Abstract: Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni musik bernyanyi lagu daerah secara unisono melalui penerapan model pembelajaran Problem… Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dan seterusnya sampai diperoleh rekomendasi, hasil belajar peserta didik dan daya serap klasikal peserta didik pada siklus belajar terakhir tuntas. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Kerinci. Jumlah peserta didik kelas VIII yang diteliti sebanyak 16 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Januari 2023 – 05 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni musik materi bernyanyi lagu daerah secara unisono  mengalami peningkatan, mulai dari siklus I ke siklus II, Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan selama menggunakan model pembelajaran problem based learning. Peningkatan hasil belajar tampak pada jumlah peserta yang mencapai KKM bertambah banyak dan meningkat sebesar 32,14%. Nilai rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 71,66 dan pada siklus II rata- rata hasil belajar meningkat menjadi 85,69. Kemudian tanggapan dan sikap peserta didik terhadap model problem based learning yang diterapkan sangat positif.