Abstract:This study examines the leadership of Mayor Muhammad Rudi as the first leader to concurrently serve as Mayor of Batam and head of BP Batam. This study aims to describe the perception of the people of Sekupang District towards…
wards Muhammad Rudi's leadership as Mayor of Batam. The theory used in this study is the leadership theory of Path-Goal. The theory of Path-Goal has 4 indicators, namely steering leadership, supporting leadership, participatory leadership, and achievement-oriented leadership. The method used in this study is quantitative method. The research location is in the Batam area of Sekupang District by taking 7 villages, from Tiban Baru, Tiban Lama, Sungai Harapan, Tanjung Riau, Tanjung Pinggir, Patam Lestari, and Tiban Indah Villages. Data was collected using questionnaires distributed to 100 respondents spread across 7 sub-districts. The data is analyzed using a percentage formula. Based on the results of research from the four indicators of directed leadership get a percentage value of 77.86% with the good category, supporting leadership gets a percentage value of 77.6% with the good category, participatory leadership gets a percentage value of 72.2% with the good category, and achievement-oriented leadership gets a percentage value of 78% with the good category. The conclusion of the four indicators consisting of 12 statements using the percentage formula that public perception produced for the assessment of the overall leadership indicators of Muhammad Rudi as Mayor of Batam is 95.52% is at the Likert scale interval of 81-100% with the very good category.
Keywords : Perception, Leadership, Mayor
Abstract:Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk…
tuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.
Abstract:Fenomena permasalahan yang terjadi di lapangan dalam melaksanakan program KIA di Kabupaten Karimun sampai saat ini masih banyak anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak dikarenakan ada beberapa penyebab yaitu minimnya…
mnya antusias warga khususnya para orang tua di Kabupaten Karimun terhadap KIA dan masih minimnya informasi terkait tentang KIA bahkan setiap anak di wajibkan untuk memiliki kartu identitas dan masih banyak manfaat atau kegunaan KIA di Kabupaten Karimun karena sampai dengan hari ini masih sama belum menjadi prioritas syarat wajib di instansi pemerintah bahkan swasta serta tidak ada berlaku sanksi bagi orang tua atau anak yang belum memiliki KIA dan apa yang dirasakan bagi masyarakat, peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai “Implementasi Program Kartu Identitas Anak (KIA) Di Kabupaten Karimun. Objek penelitian ini adalah implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pedoman wawancara menggunakan teori David C Korten yang berindikator, Indikator Program yaitu Program adalah berkaitan dengan hal ini adalah tujuan yang ingin dicapai secara jelas yaitu implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) adanya tujuan kebijakan dalam mencapai tujuan pengimplementasian Kartu Identitas Anak (KIA) adanya strategi dalam pelaksanaan pengimplementasian KIA. Indikator Pelaksana yaitu Kelompok sasaran harus ada kesesuaian antara kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil program yang sesuai dengan kelompok sasaran program, dalam hal ini yang menjadi sasaran anak dibawah umur 17 tahun ke bawah. Indikator Sasaran Pelaksana yaitu pelaksanaan harus ada kesamaan antara program organisasi pelaksana yaitu kesamaan antara tugas yang di syaratkan oleh program dengan kemampuan organisasi dalam hal ini dinas kependudukan dan pencatatan sipil dalam pengimplementasian KIA oleh karena itu kemampuan implementator merupakan SDM yang memperngaruhi keberhasilan implementasi dalam hal ini pengimplementasian KIA.
Abstract:Keadaan Pendidikan yang ada di Desa Mapur bahwasanya pendidikan yang ada di Desa Mapur khususnya tingkat SD dan SMP di Mapur masih minim, belum memiliki fasilitas yang baik. Selain fasilitas yang menjadi alasan, kesadaran…
n orang tua dan juga anak-anaknya sangat minim terhadap pentingnya Pendidikan, maka diperlukan peran dari Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan Pendidikan di desa tersebut. Secara esensi tujuan Pendidikan menjadi pembentukan manusia yang hanya bukan dapat menyesuaikam diri, hayati dalam masyarakat melainkan, lebih asal itu yang bagaimana mampu menyumbang perubahan bagi masyarakat serta memiliki sebagai orang penyeimbang masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Biddle dan Thomas uang menggunakan empat indicator, yakni harapan, norma, wujud perilaku, evaluasi dan sanksi, jensi penelitian yangdigunakan adalah penelitian desktrifif kaulitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dinas Pendidikan yang berperan dalam menangani kesenjangan Pendidikan di desa mapur, kecamatan bintan pesisir kabupaten bintan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harapan dari para wali murid dan para tenaga pendidik yaitu adanya penambahan guru bahasa inggris dan alat transprotasi yang diharapkan bisa beroperasi jalan setiap hari. Dalam melaksanakan peran Dinas Pendidikan mengutamakan norma dan berpegang teguh kepada Undang-Undang 23 Tahun 2014. Wujud nyata yang terlihat jelas yaitu adanya pembagian baju seragam gratis, apembagian alat tulis gratis serta adanya kartu Indonesia pintar bagi siswa siwsi yang kurang mampu. Evaluasi dan sansksi para wali murid mengnaytakan bahwa dinas pantas mendapatkan penilain yang positif dan juga para tenaga Pendidikan berkata demikian bahwa dinas layak mendapatkan penilaian yang positif hanya saja ada beberapa hal yang harus di evaluasi.
Abstract:Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik menjadi dasar hukum evaluasi dilaksanakan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional berbasis elektronik,…
ronik, seperti yang saat ini mulai diterapkan pada januari 2024 melalui penerapan e-Kinerja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Sistem Pengelolaan Kinerja ini diatur melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara, PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Jabatan Fungsional, dan Peraturan Direktur Jenderal GTK Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah. Kemudian melalui fitur e-Kinerja yang terintegrasi Badan Kepegawaian Negara Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah dalam Platform Merdeka Mengajar, guru dan kepala sekolah hanya perlu berfokus pada satu indikator berdasarkan capaian Rapor Pendidikan di satuan pendidikan.
Abstract:The importance of increasing understanding of increasing understanding of literacy habits is increasing along with the development of the current digital era. For this reason, the problem of student’s literacy habits needs…
eeds special attention. Of course, with method-based learning, the TAI method and KWL strategy,videos animasi, Ice Breaking are as intervention in this research because these methods have been proven to have an impact on increasing literacy habits. So, this research aims to: 1) improve student’s reading habits. 2). increase student;s interest in reading recount text. 3). Can increase student’s knowledge in composing words. 4). Student’s can translate simple English sentences. The research was carried out with a PTK design consisting of two cycles and each cycle consisting of one meeting. The result of the research showed that teacher skills increased from an average score (good) in cycle one, then increased to (very good) in cycle two. The percentage of completion of literacy habituation learning in reading comprehension increased from 70 % in cycle one to 90 % in cycle two. The conclusion of this research is that the KWL strategy and videos animasi, Ice Breaking can improve teacher skills, student’s activities and learning outcomes.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni musik bernyanyi lagu daerah secara unisono melalui penerapan model pembelajaran Problem…
Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dan seterusnya sampai diperoleh rekomendasi, hasil belajar peserta didik dan daya serap klasikal peserta didik pada siklus belajar terakhir tuntas. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Kerinci. Jumlah peserta didik kelas VIII yang diteliti sebanyak 16 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Januari 2023 – 05 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni musik materi bernyanyi lagu daerah secara unisono mengalami peningkatan, mulai dari siklus I ke siklus II, Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan selama menggunakan model pembelajaran problem based learning. Peningkatan hasil belajar tampak pada jumlah peserta yang mencapai KKM bertambah banyak dan meningkat sebesar 32,14%. Nilai rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 71,66 dan pada siklus II rata- rata hasil belajar meningkat menjadi 85,69. Kemudian tanggapan dan sikap peserta didik terhadap model problem based learning yang diterapkan sangat positif.
Abstract:The Karimun Regency Government is improving fisheries business services through the Fisheries Service creating an online-based service innovation in the form of the ARAHKAN (Let's Realize Harmonious Fisheries) Application…
n in realizing fisheries administration services that are fast, cheap, efficient and transparent. This research discusses matters related to the implementation of fisheries business services using technology and obstacles in application services. The aim of this research is to find out how application-based fisheries business services are at the Fisheries Business Services UPT, Kundur District, Karimun Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method with informants consisting of elements from the Fisheries Service, UPT and the community and using data collection techniques and tools in the form of observation, interviews and documentation. The overall research results of this application have been said to meet expectations based on the following 4 indicators: a) input: human resources, finances, adequate facilities and infrastructure. b). Process: easy procedure, more time and cost efficient. c). Output: service levels increase, such as Kube, fuel recommendations, benefits received by fisheries business actors increase. d). Outcome: fisheries business services are more effective and efficient. However, in terms of the implementation process it cannot be said to have met expectations because there are still obstacles or obstacles such as network problems, the community is not yet technologically independent.
Keywords : Services, Policy Evaluation, Electronic Services
Abstract:The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, in its government mission, carries out the creation of Maritime and Fisheries Business Actor Cards (KUSUKA). This card is an individual identification card issued by the Ministry…
nistry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia for maritime and fisheries business actors in Indonesia. This research discusses matters related to the results of the implementation of the KUSUKA card program services at the Kundur District Fisheries Business Services UPT. The aim of this research is to find out the results of the implementation of the KUSUKA card at the Kundur Fisheries Business Services UPT. The approach used in this research is descriptive qualitative using data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. The results of this research show that the implementation of the KUSUKA card program for the community at the Kundur District Fisheries Business Services UPT is as expected. The implementation of this program meets expectations based on the following 6 indicators: a). effectiveness: the results achieved have met expectations. b) Efficiency: time and costs are efficient. c). Adequacy: Human resources and facilities/infrastructure are adequate. d). Alignment: program benefits are adequate. e). Responsiveness: service is adequate. f). Accuracy: the program results are useful. However, the effectiveness indicators and efficient indicators still cannot be said to meet expectations, this is because there are problems or obstacles such as the lack of clarity on the time for printing KUSUKA cards which only adjusts the bank's ability to print cards, the functions and benefits of the program have not been fully felt and there is no real change in the lives of the community or fisheries business actors in the Kundur District Fisheries Business Services UPT.
Keywords : Public Services, Evaluation, Kusuka Card
Abstract:Cultural Heritage in Lingga Regency is spread in several areas, which requires attention. The Cultural Heritage is managed by the Lingga Regency Cultural Office by involving programs, activities sub-activities and at the…
same time coordinating with other related parties to succeed the management of Cultural Heritage in Lingga Regency. The purpose of this study is to analyze the Governance of Cultural Heritage in Lingga Regency using the theory of governance from Widyananda (2008) with four indicators. The method used is qualitative descriptive with 10 informants and uses data collection techniques and tools in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study found that in the management of Cultural Heritage in Lingga Regency that the Cultural Office involved related parties, namely the Cultural Preservation Agency, cultural activists and regional and provincial apparatus organizations to succeed in management, in its management the Lingga Regency Cultural Office encountered problems regarding geographical location, lack of budget and weak human resources owned, knowing this, the Cultural Office carries out policies to overcome these problems by submitting proposals to the National Research and Development Agency for Culture, collaborating with other related agencies and by conducting routine mutual assistance to Cultural Heritage. In the process of Cultural Heritage Governance in Lingga Regency, it can be said that there is less role in technology in the media social sector.
Keywords: Lingga Regency, Governance, Cultural Heritage