Abstract:Minat berwirausaha generasi muda di Indonesia masih tergolong rendah, meskipun bangsa Indonesia sedang berada pada periode bonus demografi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kewirausahaan.…
wirausahaan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi sumber daya manusia produktif dengan realisasi minat berwirausaha, khususnya pada generasi Z yang memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh wawasan kewirausahaan dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha generasi Z di Desa Sayang, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 100 responden dari kalangan generasi Z. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wawasan kewirausahaan dan lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha generasi Z, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mendukung penelitian terdahulu yang menegaskan bahwa pengetahuan kewirausahaan serta dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat berwirausaha. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan pendidikan kewirausahaan serta peran aktif keluarga untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda di tingkat desa
Abstract:Saat ini industri kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu penghasil kopi terbesar. Salah satu kedai kopi yang berkembang di wilayah tersebut, khususnya di Kabupaten…
bupaten Bandung yaitu Kopi Bekjul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana promosi media instagram, citra merek, dan keputusan pembelian di Kopi Bekjul Kabupaten Bandung dan menganalisis pengaruh promosi media instagram dan citra merek terhadap keputusan pembelian secara simultan dan parsial di Kopi Bekjul.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakann pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen dari Kopi Bekjul. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cochran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel promosi media instagram dan citra merek. Serta terdapat pengaruh promosi media instagram dan citra merek baik secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi promosi melalui instagram yang menarik serta citra merek yang dimiliki merupakan faktor kunci dalam menarik konsumen dan meningkatkan Keputusan pembelian di Kopi Bekjul.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi dan kemudahan transaksi terhadap keputusan penggunaan dompet digital Dana di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena…
mena meningkatnya penggunaan dompet digital di Indonesia, namun Dana masih memiliki jumlah pengguna yang relatif lebih rendah dibandingkan dompet digital lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 100 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Kemudahan transaksi juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan dompet digital Dana. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu promosi dan kemudahan transaksi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan penggunaan. Pengujian data yang dilakukan adalah uji validasi, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji kolerasi, uji analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Temuan ini menunjukan bahwa strategi promosi yang tepat dan kemudahan penggunaan aplikasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan keputusan masyarakat untuk menggunakan Dana sebagai dompet digital.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat…
dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.
Abstract:Pengembangan dan inovasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami berbagai reformasi…
masi kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K13), hingga konsep Merdeka Belajar. Setiap kurikulum dirancang untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing secara global. Inovasi seperti kebijakan Full-Day School dan Merdeka Belajar mencerminkan upaya penggabungan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inovasi kurikulum bukanlah sebatas revisi administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, peserta didik, serta nilai-nilai luhur bangsa. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan masa depan.
Abstract:Pariwisata halal di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Hotel syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan wisatawan muslim…
slim dengan menyediakan fasilitas ibadah, makanan halal, serta desain yang sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap fasilitas dan desain hotel syariah di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 150 responden yang pernah menginap di hotel syariah. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Weighted Mean Score (WMS) untuk mengetahui tingkat penilaian responden pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fasilitas, responden memberikan penilaian sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,760 – 4,880. Fasilitas ibadah, termasuk ketersediaan perlengkapan shalat di kamar dan area bersuci, merupakan aspek yang paling diapresiasi. Pada aspek desain, rata-rata penilaian responden berada di atas 4,300, dengan apresiasi tinggi terhadap tata letak yang memperhatikan arah kiblat serta ketiadaan dekorasi berbentuk makhluk hidup. Namun, pemisahan ruang tunggu atau ruang pertemuan pria dan wanita memperoleh skor relatif lebih rendah (4,127). Temuan ini menegaskan bahwa hotel syariah di Jabodetabek telah memenuhi ekspektasi tamu muslim, meskipun masih perlu perbaikan pada aspek diferensiasi gender untuk memperkuat identitas syariah dan meningkatkan daya saing di industri perhotelan.
Abstract:Despite decades of global HIV/AIDS education efforts, the gap between awareness and preventive behavior among youth remains a persistent challenge. University students—typically well-educated and socially engaged—are expected…
expected to be proactive in health matters, yet many remain passive in HIV prevention efforts. This study examines the knowledge, attitudes, and behaviors of university students in Indonesia regarding HIV/AIDS, and analyzes the cognitive and structural barriers that hinder behavioral change. The research applies two theoretical frameworks: the Theory of Planned Behavior (TPB) and the Health Belief Model (HBM). A quantitative survey was conducted among 268 students at Hasanuddin University. Descriptive and inferential statistics were used to assess levels of HIV/AIDS knowledge, attitudes, and preventive actions. Skewness and kurtosis were also calculated to explore distributional patterns. While students demonstrated high levels of knowledge (M = 16.34) and positive attitudes (M = 31.36), their preventive behavior was notably low (M = 10.74), with skewed distributions indicating widespread inaction. Misconceptions about HIV transmission and curability were common. Both TPB and HBM helped explain the role of perceived barriers, weak normative support, and low self-efficacy in limiting behavioral intention. Findings highlight a critical knowledge–action gap driven by social stigma, misinformation, and lack of institutional cues to action. Effective HIV prevention requires not only awareness but also structured interventions that enhance agency, normalize testing, and dismantle behavioral barriers within youth populations
Abstract:This study explores how influencer marketing shapes digital identity and spatial relations in Makassar, Indonesia, through a spatially grounded urban ethnography approach. This framework enables a deep reading of how urban…
an residents engage with digital practices to navigate symbolic and spatial exclusion generated by influencer content. Through social media observation, narrative interviews, and the tracing of urban locations featured in visual representation, the study finds that influencer marketing does not merely sell products—it also reproduces social hierarchies through aesthetic spatiality and the logic of visibility.
Yet, amid such exclusions, marginalized communities deploy diverse tactics of resistance, including visual reengineering, the use of alternative locations, and digital irony that disrupt dominant narratives. These findings suggest that digital identity is not passively consumed but actively negotiated through concrete and often unexpected spatial relations. Drawing on Lefebvre’s theory of the production of space, Urry’s concept of digital mobilities, and Gandy’s politics of infrastructure, the study shows how cities and digital spaces co-constitute a contested symbolic terrain.
The article’s main contribution lies in advancing a Global South perspective, where digital technologies and aesthetics are practiced contextually and do not always conform to the logics of global capitalism. This research underscores that urban—and digital—space is not solely produced from above, but also from below, through the everyday agency of ordinary citizens.
Abstract:This study explores how Bahasa Indonesia operates as a diplomatic instrument in global legal negotiations, positioning it as a culturally embedded yet strategically functional tool in the international legal arena. Using…
doctrinal legal research, the article examines treaties, legal frameworks, and diplomatic practices involving Indonesia to uncover the mechanisms through which language contributes to legal engagement and negotiation. The findings underscore the role of Bahasa Indonesia not only as a medium of communication but also as a conveyor of legal identity, national values, and negotiation strategy. The research concludes that linguistic representation in international law fosters legal pluralism and enhances the legitimacy and inclusiveness of global legal norms.
Abstract:This study explores how Bugis-Makassar women construct and navigate plural reproductive knowledge in response to abortus imminens (threatened miscarriage), drawing on Talcott Parsons’ AGIL framework to analyze the sociocultural…
ocultural functions of care practices. Based on ethnographic fieldwork in Makassar, Indonesia, including interviews and participant observation with ten pregnant women, the study reveals that reproductive behavior is shaped by adaptive strategies (A), collective goals (G), moral integration (I), and intergenerational transmission of norms (L). Rather than following a singular medical logic, women mobilize syncretic forms of care that blend biomedical treatment, spiritual rituals, and ancestral taboos. These plural responses reflect not only epistemic hybridity but also reproductive governance enacted through kinship, religious authority, and clinical institutions. Women's agency is expressed not through open resistance, but through strategic moral navigation and embodied alignment with normative expectations—a form of what Mahmood terms the ethics of self-formation. The findings challenge biomedical-centric approaches to maternal health and highlight the need for culturally responsive interventions that respect local logics of risk, protection, and care. This study contributes to sociological debates on medical pluralism, moral regulation, and the reproduction of gendered knowledge in the Global South.