Abstract:This research analyzes the regulation, legal obligations and juridical implications of implementing informed consent in bronchoscopy procedures following the enactment of Law Number 17 of 2023 concerning Health. As an invasive…
vasive procedure in pulmonology, bronchoscopy carries significant inherent risks of complications, thus demanding the fulfillment of patient’s rights to comprehensive information as a condition for the legality of medical action. This normative legal research employs statutory and case approaches, utilizing primary, secondary and tertiary legal materials analyzed through qualitative descriptive methods. The results indicate that the 2023 Health Law strengthens informed consent as a two-way legal protection instrument, where Article 274 regulates patient’s rights to complete information and Article 293 provides administrative sanctions for violations. The legal obligations of medical personnel include providing evidence-based information, effective and documented communication and performing procedures according to professional standards and operational procedures. The juridical implications of non-compliance with informed consent are multi-layered, encompassing civil liability, disciplinary and ethical sanctions by the Indonesian Medical Disciplinary Honorary Council(MDHC) and potential criminal liability as an ultimum remedium. This research concludes that informed consent is not merely an administrative formality but the foundation of legality for bronchoscopy procedures, integrating clinical, ethical and juridical aspects. It is recommended to enhance the substantive communication process, specify documentation and strengthen clinical governance systems and medical law training in healthcare facilities.
Abstract:Smoking is one of the leading risk factors for various chronic diseases. Although many smokers successfully quit, the urge to smoke again (craving) remains a major cause of relapse. This study aims to develop an Artificial…
al Intelligence (AI)-Based Adaptive Lifestyle Recommendation System to assist former smokers in managing and reducing craving levels. The proposed system utilizes the Random Forest algorithm to predict craving levels based on several factors, including mood, time of day, daily activities, coffee consumption, and sleep duration. The AI model is trained and evaluated using a prepared dataset, with performance measured using Mean Squared Error (MSE). Prediction results are then used to generate adaptive lifestyle recommendations tailored to the user's craving risk level. The system is implemented as a mobile application integrated with a backend API service. The research methodology consists of requirements analysis, AI model and system design, application development, limited user testing, and system evaluation. The expected outputs include a craving prediction model, an AI-based adaptive recommendation application, and scientific publications. This research is expected to provide an innovative digital solution that supports former smokers in maintaining a smoke-free lifestyle and reducing the risk of relapse.
Abstract:Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mewajibkan setiap warga negara terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata, namun kualitas pelayanan rumah sakit…
akit masih kerap menjadi sumber ketidakpuasan pasien BPJS, termasuk di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Aulia Jakarta yang mengalami fluktuasi angka kunjungan dan keluhan terkait alur pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan pengaruh dimensi kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) terhadap loyalitas pasien BPJS di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Aulia Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 100 pasien BPJS Kesehatan yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis secara univariat dan multivariat menggunakan regresi linear berganda (uji t, uji F, dan koefisien determinasi R²). Hasil Penelitian: Hasil uji t menunjukkan variabel reliability (p-value = 0,002) dan assurance (p-value = 0,021) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pasien, sedangkan tangible (p-value = 0,436), responsiveness (p-value = 0,598), dan empathy (p-value = 0,281) tidak berpengaruh signifikan. Hasil uji F menunjukkan kelima variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien (p-value = 0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,645 atau 64,5%. Kesimpulan: Kualitas pelayanan, khususnya dimensi reliability dan assurance, berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien BPJS di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Aulia Jakarta, dan secara bersama-sama kelima dimensi kualitas pelayanan memberikan pengaruh yang kuat (64,5%) terhadap loyalitas pasien. Saran kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan ketepatan waktu pelayanan dokter serta kemampuan komunikasi tenaga medis guna meningkatkan loyalitas pasien BPJS.
Abstract:Kompleksitas pasar keuangan yang semakin meningkat, khususnya pada lingkungan perdagangan frekuensi tinggi, menghadirkan tantangan signifikan dalam memprediksi pergerakan harga aset secara akurat. Data harga XAUUSD pada…
timeframe 1 menit memiliki karakteristik volatilitas tinggi, non-linearitas, non-stasioneritas, dan noise yang substansial, sehingga sulit dimodelkan menggunakan pendekatan statistik konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap model Long Short-Term Memory (LSTM) dan Temporal Convolutional Network (TCN) dalam memprediksi harga XAUUSD. Pendekatan eksperimental kuantitatif digunakan dengan kerangka kerja CRISP-DM, yang mencakup tahap data understanding, data preparation, modeling, dan evaluation. Dataset terdiri atas data historis XAUUSD yang diperoleh dari MetaTrader 5. Tahapan pra-pemrosesan meliputi pembersihan data, feature engineering dengan indikator teknikal (EMA, RSI, ATR), serta transformasi fitur input dan target prediksi ke dalam bentuk log-return untuk mengatasi non-stasioneritas data harga level, yang dikonfirmasi secara empiris melalui uji Augmented Dickey-Fuller. Data dibagi secara kronologis menjadi data training (70%), validation (15%), dan testing (15%), dengan proses scaling yang hanya di-fit pada data training untuk mencegah data leakage. Performa model dievaluasi menggunakan MAE, RMSE, MAPE, dan Directional Accuracy, serta dibandingkan terhadap baseline naif no-change. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCN menghasilkan error yang sedikit lebih rendah dibandingkan LSTM (MAE: 1,0689; RMSE: 1,5729; MAPE: 0,0244% berbanding LSTM dengan MAE: 1,3883; RMSE: 1,8304; MAPE: 0,0316%). Namun, performa TCN hampir identik dengan baseline naif (MAE: 1,0688; RMSE: 1,5728; MAPE: 0,0244%), sedangkan LSTM justru tampil sedikit lebih buruk darinya. Kedua model menghasilkan Directional Accuracy mendekati 49%, yang secara statistik tidak dapat dibedakan dari tebakan acak. Temuan ini konsisten dengan Random Walk Hypothesis pada horizon waktu yang sangat pendek, serta menegaskan pentingnya perbandingan terhadap baseline naif dalam mengevaluasi model deep learning untuk peramalan finansial frekuensi tinggi.
Abstract:Abstract: The growth of Sharia-based organizations necessitates a human resource management system that is not only productivity-oriented but also capable of integrating values of ethics, justice, well-being, and sustainability.…
ustainability. This study aims to analyze and develop an integrative model of the relationships among Islamic Human Resource Management (IHRM), Islamic Work Ethics (IWE), Employee Performance (EP), and Organizational Sustainability (OS) from the perspective of *Maqashid Sharia* (the objectives of Sharia). A quantitative approach with an explanatory research design was employed, utilizing a five-point Likert scale questionnaire administered to employees of Sharia-based organizations or institutions. The research model positions IHRM as the exogenous variable, IWE as the mediating variable, Employee Performance as the endogenous variable, and Organizational Sustainability as the final outcome. The analysis of relationships between variables was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), involving the evaluation of measurement and structural models as well as mediation effect testing. The conceptual framework demonstrates that IHRM implementation—encompassing Islamic-based recruitment and selection, training and development, performance appraisal, fair remuneration and compensation, and spiritual development—has the potential to strengthen Islamic work ethics. The internalization of values such as trustworthiness (*amanah*), honesty, responsibility, hard work, discipline, justice, cooperation, and an orientation toward the common good (*maslahah*) serves as a mechanism that drives improved employee performance and supports organizational sustainability. The *Maqashid Sharia* perspective broadens the orientation of human resource management from mere economic achievement toward human development, well-being, justice, and long-term public interest.
Keywords: Islamic Human Resource Management; Islamic Work Ethics; Organizational Sustainability
Abstrak: Perkembangan organisasi berbasis syariah membutuhkan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai etika, keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengembangkan model integratif hubungan Islamic Human Resource Management (IHRM), Islamic Work Ethics (IWE), Employee Performance (EP), dan Organizational Sustainability (OS) dalam perspektif Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, sedangkan pengumpulan data dirancang melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin pada karyawan organisasi atau lembaga berbasis syariah. Model penelitian menempatkan IHRM sebagai variabel eksogen, IWE sebagai variabel mediasi, Employee Performance sebagai variabel endogen, dan Organizational Sustainability sebagai outcome akhir. Analisis hubungan antarvariabel dirancang menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui evaluasi measurement model, structural model, dan pengujian efek mediasi. Kerangka konseptual menunjukkan bahwa implementasi IHRM melalui rekrutmen dan seleksi berbasis Islam, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, remunerasi dan kompensasi yang adil, serta pengembangan spiritual berpotensi memperkuat etika kerja Islam. Internalisasi nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, keadilan, kerja sama, dan orientasi kemaslahatan selanjutnya diposisikan sebagai mekanisme yang mendorong peningkatan kinerja karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi. Perspektif Maqashid Syariah memperluas orientasi pengelolaan sumber daya manusia dari sekadar pencapaian ekonomi menuju pengembangan manusia, kesejahteraan, keadilan, dan kemaslahatan jangka panjang.
Kata Kunci: Islamic Human Resource Management; Islamic Work Ethics; Organizational Sustainability
Abstract:Abstract: Flour dust exposure in the mixing process of the biscuit manufacturing industry is a significant occupational hazard that may lead to occupational diseases and workplace accidents if not effectively controlled.…
This study aims to identify occupational safety and health (OSH) hazards, analyze the level of risk associated with flour dust exposure, prioritize risks using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method, and develop risk control recommendations for the mixing area at PT X. The study employed a mixed-methods approach with a case study design. Data were collected through field observations, semi-structured interviews, flour dust concentration measurements, documentation, and company document reviews. Risk analysis was conducted using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method, while improvement priorities were determined using the Risk Priority Number (RPN) derived from FMEA. The results revealed that flour bag opening, raw material loading into the mixer, and the mixing process were the primary sources of flour dust exposure with the highest risk levels. HIRARC identified four high-risk activities and three medium-risk activities. FMEA analysis indicated that inadequate ventilation, workers' exposure to flour dust, and non-compliance with personal protective equipment (PPE) use had the highest RPN values, making them the top priorities for risk control. Recommended control measures include optimizing local exhaust ventilation (LEV), improving the effectiveness of the dust collector system, strengthening administrative controls, providing regular OSH training, and increasing compliance with the use of N95 respirators. These findings are expected to serve as a reference for implementing OSH risk management in the food manufacturing industry.
Keyword: occupational safety and health, flour dust exposure, HIRARC, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), mixed methods, biscuit manufacturing industry.
Abstrak: Paparan debu tepung pada lini proses mixing industri biskuit merupakan salah satu sumber bahaya yang berpotensi menyebabkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja apabila tidak dikendalikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), menganalisis tingkat risiko paparan debu tepung, menentukan prioritas risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko pada area mixing PT X. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, pengukuran konsentrasi debu, dokumentasi, dan telaah dokumen perusahaan. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), sedangkan prioritas perbaikan ditentukan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) pada metode FMEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembukaan karung tepung, penuangan bahan baku ke dalam mixer, dan proses mixing merupakan sumber paparan debu dengan tingkat risiko tertinggi. HIRARC mengidentifikasi empat aktivitas berisiko tinggi dan tiga aktivitas berisiko sedang. Analisis FMEA menunjukkan bahwa ventilasi yang belum optimal, paparan debu terhadap pekerja, dan ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri memiliki nilai RPN tertinggi. Rekomendasi pengendalian meliputi optimalisasi local exhaust ventilation (LEV), peningkatan efektivitas dust collector, penguatan pengendalian administratif, pelatihan K3 secara berkala, serta peningkatan kepatuhan penggunaan respirator N95. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan manajemen risiko K3 pada industri makanan.
Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, debu tepung, HIRARC, FMEA, mixed methods, industri biskuit.
Abstract:Abstract: This study aims to analyze the effect of business capital and training on the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) fostered by PT INALUM in Batu Bara Regency. MSME development is one of the…
he important factors in improving the community's economy; therefore, support in the form of business capital and training is needed to enhance business capacity. This study employed a quantitative approach with a causal associative research design. The population consisted of all MSMEs fostered by PT INALUM in Batu Bara Regency, and a total of 32 respondents were selected using the saturated sampling technique. Data were collected through interviews, questionnaires, and literature studies. The data were analyzed using SPSS Statistics 25.00. The results of the study indicate that: (1) business capital has a positive and significant effect on MSME development; (2) training also has a positive and significant effect on MSME development; and (3) business capital and training simultaneously have a positive and significant effect on MSME development. Based on these findings, it can be concluded that the development of MSMEs fostered by PT INALUM in Batu Bara Regency can be enhanced through the provision of adequate business capital and sustainable training programs. Therefore, PT INALUM needs to continuously optimize its capital assistance and training programs in order to improve the performance and independence of its fostered MSMEs.
Keywords: business capital, training, MSME development.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha dan pelatihan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT INALUM di Kabupaten Batu Bara. Pengembangan UMKM merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga diperlukan dukungan modal usaha dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM binaan PT INALUM di Kabupaten Batu Bara, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh sebanyak 32 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner dan studi Pustaka. Metode analisis data menggunakan metode SPSS Statistics 25.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM. 2) Pelatihan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM. 3) Modal usaha dan pelatihan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengembangan UMKM binaan PT INALUM di Kabupaten Batu Bara dapat dicapai melalui pemberian modal usaha yang memadai dan pelatihan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, PT INALUM perlu terus mengoptimalkan program bantuan modal dan pelatihan guna meningkatkan kinerja serta kemandirian UMKM binaannya.
Kata Kunci: modal usaha, pelatihan, pengembangan UMKM.
Abstract:Abstract: Chronic Kidney Disease (CKD) is a disease characterized by a gradual decline in kidney function and can cause serious complications if not detected early. The disease detection process generally requires an examination…
mination of several clinical parameters so that a system is needed that can help the detection process in a faster and more structured manner. This study aims to design and build a website-based kidney failure disease detection system using the logistic regression machine learning method. The data used came from the Cut Meutia Hospital in North Aceh with eight medical parameters, namely age, blood pressure, hemoglobin, leukocytes, erythrocytes, urea, creatinine, and random blood glucose. The research stages include data collection, preprocessing, model training, evaluation using confusion matrix, and implementation of models into website-based systems using Python and Flask. The results of the study showed that the system built was able to detect kidney failure disease with an accuracy value of 95.6%, precision of 98.7%, recall of 95.1%, and F1-score of 96.9%. The results of the evaluation showed that the model had a good ability to classify patient data into CKD and normal categories with a high level of accuracy and detection ability. The system built is expected to be used as an early detection tool for kidney failure to support the initial screening process and provide information on detection results in a faster and more structured manner.
Keywords: Chronic Kidney Failure, Machine Learning, Logistic Regression, Early Detection, Website.
Abstrak: Penyakit Gagal Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini. Proses deteksi penyakit umumnya memerlukan pemeriksaan beberapa parameter klinis sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat membantu proses deteksi secara lebih cepat dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem deteksi penyakit gagal ginjal berbasis website menggunakan machine learning metode regresi logistik. Data yang digunakan berasal dari RSU Cut Meutia Aceh Utara dengan delapan parameter medis, yaitu umur, tekanan darah, hemoglobin, leukosit, eritrosit, ureum, kreatinin, dan glukosa darah acak. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, preprocessing, pelatihan model, evaluasi menggunakan confusion matrix, serta implementasi model ke dalam sistem berbasis website menggunakan Python dan Flask. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan deteksi penyakit gagal ginjal dengan nilai accuracy sebesar 95,6%, precision sebesar 98,7%, recall sebesar 95,1%, dan F1-score sebesar 96,9%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang baik dalam mengklasifikasikan data pasien ke dalam kategori CKD dan normal dengan tingkat ketepatan serta kemampuan deteksi yang tinggi. Sistem yang dibangun diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini penyakit gagal ginjal untuk mendukung proses skrining awal serta memberikan informasi hasil deteksi secara lebih cepat dan terstruktur.
Kata Kunci: Penyakit Gagal Ginjal Kronis, Machine Learning, Regresi Logistik, Deteksi
Dini, Website.
Abstract:Abstract: Human Resource Management (HRM) is a key element playing a vital role in enhancing productivity, work effectiveness, and organizational sustainability in the era of globalization and digital transformation. The…
increasing complexity of the modern workplace compels organizations to manage human resources that are innovative, adaptive, and focused on competency development. This article aims to analyze the transformation of modern HRM through a competency-based approach, HR management strategies, organizational culture, and the utilization of digital technology to foster sustainable organizational performance. The study employs a literature review method with a qualitative-descriptive approach, examining various scientific articles and academic sources related to human resource management. The findings indicate that HRM strategies encompass workforce planning, recruitment and selection processes, training and skill development programs, and performance management; furthermore, compensation systems significantly influence employee productivity. Additionally, a competency-based approach enables organizations to align personnel with their specific abilities and skills, thereby enhancing work effectiveness and efficiency. A strong and adaptive organizational culture also plays a crucial role in boosting employee motivation, loyalty, and commitment to the organization. Meanwhile, advancements in digital technology drive organizations to implement technology-based HR management systems to improve administrative efficiency and support continuous employee competency development. Thus, the integration of HRM strategies, competencies, organizational culture, and digital transformation serves as a critical factor in shaping efficient, resilient, and sustainable organizations in the contemporary landscape.
Keywords: Human Resource Management, Competency, Organizational Culture, Productivity, Digital Transformation, Sustainable Performance
Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah salah satu satu elemen kunci yang memiliki peran penting dalam memperbaiki produktivitas, efektivitas kerja, serta keberlanjutan instansi di era globalisasi dan transformasi digital. Perkembangan dunia kerja yang semakin rumit mendorong organisasi untuk dapat mengatur sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi MSDM modern melalui pendekatan berbasis kompetensi, strategi pengelolaan SDM, budaya organisasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengamatan terhadap berbagai artikel ilmiah serta sumber-sumber akademik yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi MSDM mencakup beberapa hal seperti perencanaan tenaga kerja dan proses merekrut dan memilih karyawan, program pelatihan serta pengembangan keterampilan, dan pengelolaan kinerja pegawai. serta sistem kompensasi memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Selain itu, pendekatan berbasis kompetensi mampu membantu organisasi menempatkan tenaga kerja sesuai kemampuan dan keterampilannya sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Budaya organisasi yang kuat dan adaptif juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi, loyalitas, dan komitmen karyawan terhadap organisasi. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk menerapkan sistem pengelolaan SDM berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi administrasi dan mendukung pengembangan kompetensi karyawan secara berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi antara strategi MSDM, kompetensi, budaya organisasi, dan transformasi digital menjadi faktor penting dalam membentuk organisasi yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan di masa kini.
Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Kompetensi, Budaya Organisasi, Produktivitas, Transformasi Digital, Kinerja Berkelanjutan
Abstract:Abstract: This study employed a quantitative descriptive and causal research approach to examine the effects of workload, job training, and work life balance on employee performance at the Asahan District Prosecutor's Office.…
fice. The study involved a population of 77 employees, all of whom were selected as research respondents using the saturated sampling technique. Primary data were collected through questionnaires, while secondary data were obtained from literature reviews and documentation. The variables were measured using a Likert scale and analyzed through validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and the coefficient of determination (R²). The findings indicate that workload has a negative and significant effect on employee performance, while job training and work life balance have positive and significant effects on employee performance at the Asahan District Prosecutor's Office. Furthermore, the simultaneous test demonstrates that workload, job training, and work life balance collectively have a significant effect on employee performance.
Keyword: Workload, Job Training, Work Life Balance, Employee Performance
Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kausal untuk menganalisis pengaruh beban kerja, pelatihan kerja, dan work life balance terhadap kinerja pegawai di Kejaksaan Negeri Asahan. Penelitian dilaksanakan dengan populasi sebanyak 77 pegawai, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner serta data sekunder yang berasal dari studi pustaksa dan dokumentasi. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t untuk mengetahui pengaruh parsial, uji F untuk mengetahui pengaruh simultan, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan pelatihan kerja dan work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Asahan. Selain itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa beban kerja, pelatihan kerja, dan work life balance secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawa.
Kata kunci: Beban Kerja, Pelatihan Kerja, Work Life Balance, Kinerja Pegawai