Abstract:Masalah pengelolaan parkir di Politeknik Jambi sering menyebabkan ketidakefisienan akibat sistem penghitungan manual yang rentan human error. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penghitungan kendaraan otomatis berbasis…
asis pengolahan citra digital. Metode yang digunakan adalah Background Subtraction dengan algoritma MOG2 dan OpenCV menggunakan video kamera smartphone. Sistem mengintegrasikan proses preprocessing citra, operasi morfologi, dan Euclidean Distance Tracker untuk melacak serta menghitung kendaraan secara real-time. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu membedakan kendaraan yang bergerak dengan objek statis secara akurat melalui Virtual Counting Line. Dengan beban komputasi yang ringan dan biaya rendah, sistem ini efektif menjadi solusi otomatisasi manajemen parkir di lingkungan kampus.
Parking management issues at Politeknik Jambi often lead to inefficiencies due to manual counting systems prone to human error. This study aims to design an automatic vehicle counting system based on digital image processing. The method utilizes Background Subtraction with the MOG2 algorithm and OpenCV using smartphone video input. The system integrates image preprocessing, morphological operations, and Euclidean Distance Tracker to track and count vehicles in real-time. The results demonstrate that the system can accurately distinguish between moving vehicles and static objects via a Virtual Counting Line. With low computational requirements and cost-effectiveness, this system offers an efficient automation solution for campus parking management.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.…
Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.
Abstract:Penanaman nilai tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius anak dalam konteks pendidikan Islam. Lembaga Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ketuhanan…
n melalui pembiasaan ibadah harian yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi makna nilai tauhid dalam pembentukan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah harian di Raudhatul Athfal Al Misbah Curug Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan guru serta dinamika praktik keseharian di lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tauhid terbentuk melalui integrasi pembiasaan ibadah yang konsisten, peran guru sebagai mediator nilai melalui narasi kontekstual, serta dukungan budaya sekolah religius yang memperkuat pesan simbolik dan verbal. Praktik ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas ritual, tetapi berfungsi sebagai pengalaman sosial yang membangun kesadaran ketuhanan secara bertahap. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dan pengembangan budaya sekolah religius dalam merancang pembiasaan ibadah yang reflektif dan bermakna sebagai strategi pembentukan karakter religius anak usia dini.
Abstract:Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,…
, afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa.
Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Abstract:Apresiasi sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan estetis, dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
sikan peran guru dalam mengembangkan apresiasi sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 100801 Pasar Sempurna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran apresiasi sastra. Guru menerapkan pemilihan materi yang kontekstual, metode pembelajaran variatif, serta memberi ruang ekspresi kepada siswa terhadap karya sastra. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pengembangan apresiasi sastra siswa sekolah dasar.
Abstract:Pendidikan Islam telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas umat Islam di seluruh dunia. Begitu juga dalam pembelajaran Akidah merupakan aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM). Metode…
de yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research pada pembelajaran Akidah dengan menggunakan pengintegrasian antara Sains dan Islam objek penelitian “Penciptaan Manusia”. Proses penciptaan manusia dan kejadian biologisnya telah menjadi pembahasan yang penting. Terutama setelah adanyanya teori penciptaan manusia yang dikemukakan oleh Darwin yang masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Bahwasanya teori evolusi Darwin merupakan teori yang salah dalam pandangan Islam. Dalam proses penciptaan manusia Allah S.W.T sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun (12-14) dan surah As-Sajdah ( 7-9). Dengan demikian, paling tidak ada tiga tujuan pembelajaran penciptaan manusia. Pertama, menguasai pengetahuan tentang proses penciptaan manusia. Kedua, terbentuk rasa kagum dan takjub kepada Allah yang telah merancang dan menetapkan sistem repro-duksi manusia yang begitu unik dan indah. Ketiga, tertanam kepercayaan yang kokoh dalam jiwa atau hati bahwasanya manusia diciptakan oleh Allah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Model PBL dipilih karena…
ena mampu melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan mandiri melalui pemecahan masalah yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA, keterampilan berpikir ilmiah, serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru berperan penting dalam merancang masalah yang menantang dan membimbing siswa untuk menemukan solusi secara kolaboratif. Dengan demikian, model PBL dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SD/MI.
Abstract: Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
ikan pengaruh partisipasi mahasiswa dalam program MBKM terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 24 mahasiswa Universitas Riau yang telah mengikuti kegiatan MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif, kontribusi terhadap ide dan solusi, serta komunikasi efektif dengan dosen pembimbing dan mentor lapangan dengan persentase 60–80%. Pada aspek kesiapan kerja, sebagian besar indikator juga berada pada kategori tinggi, terutama kemampuan bekerjasama, beradaptasi, dan menghadapi tekanan, meskipun beberapa indikator seperti pengelolaan waktu dan sikap profesional memperoleh persentase lebih rendah (60%). Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program MBKM berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja, sehingga optimalisasi pendampingan dan fasilitasi diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan kompetensi mahasiswa.
Abstract:Artikel ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui perspektif Al-Qur'an dengan penekanan pada peningkatan kohesi sosial di Kelurahan Petukangan Selatan. Penelitian lapangan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan…
engan teknik sampling purposive dan instrumen wawancara mendalam serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya kohesi sosial, peningkatan rasa saling percaya, dan penguatan identitas keagamaan di tingkat komunitas. Temuan ini didukung oleh telaah literatur dan data empiris yang diperoleh di lapangan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kebijakan dan praktisi pemberdayaan masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya peran Al-Qur'an dalam merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai dan norma sosio-kultural, khususnya di lingkungan Kelurahan Petukangan Selatan. Dengan mengintegrasikan perspektif keislaman dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam merancang kebijakan komunitas yang efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan strategis dalam meningkatkan kohesi sosial, temuan ini diharapkan dapat mendorong refleksi mendalam dan inovasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana akademis dan praktik lapangan dengan menyajikan model konseptual pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan meningkatkan kohesi sosial secara signifikan. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi dan menguji relevansi model ini di konteks geografis dan kultural yang berbeda.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan kearifan lokal melalui pembelajaran partisipatif dan pemberdayaan masyarakat di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok,…
lok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai adat, mendokumentasikan praktik budaya lokal, serta melibatkan pemuda dan sesepuh dalam proses pewarisan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi partisipatori melalui lokakarya, dokumentasi budaya, dan kegiatan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman generasi muda terhadap norma adat, meningkatnya partisipasi dalam ritual tradisional, serta tersusunnya bahan ajar yang mendukung pelestarian budaya. Program ini berkontribusi dalam memperkuat identitas komunitas adat dan menjadi model bagi wilayah lain untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.