Abstract:Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Pemberdayaan Masyarakat Angkatan XLVIII UIN Palopo Tahun 2025 dengan tema “UMKM Syariah dan Produk Halal” dilaksanakan di Kota Palopo pada 07 Juli–20 Agustus 2025. Program ini berfokus…
ni berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan sertifikasi halal, edukasi manajemen usaha berbasis syariah, serta pelatihan pemasaran digital. Permasalahan utama mitra ialah rendahnya pemahaman mengenai prinsip bisnis syariah, keterbatasan pengetahuan tentang prosedur sertifikasi halal, serta lemahnya strategi pemasaran dan branding produk. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai metode pemberdayaan dengan mengoptimalkan potensi aset lokal, seperti keterampilan produksi, jejaring komunitas, dan semangat wirausaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian tahapan meliputi pemetaan potensi dan masalah, penyuluhan, pendampingan administrasi sertifikasi halal, pelatihan literasi keuangan syariah, pengembangan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis etika syariah. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal, perubahan perilaku usaha menjadi lebih profesional dan berstandar, serta peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk yang telah memenuhi prinsip halal. Selain itu, pendampingan ini mendorong perubahan sosial di masyarakat, terutama dalam bentuk tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya legalitas halal dan tata kelola usaha secara syariah. Dengan demikian, program KKN ini berkontribusi pada penguatan ekosistem UMKM syariah di Kota Palopo yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Abstract:Artikel ini membahas pentingnya kerukunan sosial dan keragaman etnis di Desa Sikalang, Indonesia, dengan menyoroti bagaimana pendekatan kultural lokal dapat memupuk persatuan di tengah keragaman. Dalam konteks globalisasi…
i yang semakin pesat, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan di antara kelompok etnis yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis peran bahasa Tansidan budaya gotong royong dalam mempromosikan kohesi sosial. Temuan menunjukkan bahwa bahasa Tansiberfungsi sebagai alat komunikasi yang menyatukan dan memperkuat identitas kolektif serta ikatan emosional antarwarga. Selain itu, budaya gotong royong memfasilitasi integrasi sosial yang inklusif dengan melibatkan semua kelompok etnis dalam kegiatan kolektif, sehingga meningkatkan rasa saling percaya dan menghargai. Keberhasilan Desa Sikalang dalam mencapai kerukunan sosial menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, menekankan pentingnya kearifan lokal dan pendekatan partisipatif dalam mengelola keragaman.
Abstract:Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pemukiman nelayan Desa Glumpang Sulu Timu, Aceh Utara, dengan tema “Pemberdayaan Ibu dalam Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Peningkatan Gizi Keluarga”. Latar belakang…
akang kegiatan ini adalah permasalahan gizi masyarakat pesisir yang disebabkan rendahnya diversifikasi pangan, terbatasnya akses terhadap sayuran dan buah, serta minimnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi, pelatihan teknik pertanian di lahan sempit (vertikultur, hidroponik sederhana, penanaman dalam pot/polybag), pendampingan lapangan, serta pembentukan kelompok swadaya ibu-ibu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 95% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang, 85% menguasai minimal dua teknik bercocok tanam, dan 75% berhasil memanfaatkan pekarangan sempit untuk menanam 4–6 jenis sayuran. Selain itu, terbentuk kelompok swadaya ibu-ibu bernama “KWT Sejahtera Glumpang Sulu Timu” yang berfungsi menjaga keberlanjutan praktik. Program ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta ketersediaan pangan lokal, sekaligus berkontribusi pada diversifikasi gizi keluarga dan kemandirian pangan rumah tangga.
Abstract: The ability to speak English is very important, especially for coastal communities such as those on Tegal Island, which has tourism potential. However, students at the Pesona Pulau Tegal Community Learning Center (PKBM)…
KBM) still have difficulty communicating, especially in English, because learning has tended to be conventional, focusing on memorization and grammar rather than practical communication. This creates a gap between the need for speaking skills and the teaching methods used, reinforcing students' fear and lack of confidence. Based on these issues, this Community Service activity aims to improve students' speaking skills through the application of the Communicative Language Teaching (CLT) method integrated with the Playful English approach, which involves enjoyable learning through games, role-play, and creative activities. The methods used include guided speaking exercises, conversation simulations, and collaborative projects such as creating promotional posters for beach tourism in English. The results show a significant improvement in students' fluency, confidence, and active participation. Students began to speak more boldly, practice simple sentences, and express ideas spontaneously. The classroom atmosphere became livelier and more enjoyable with minimal psychological barriers such as fear of making mistakes. The implications of this activity are that the CLT approach combined with elements of joy can serve as an effective learning model in non-formal institutions. This method not only enhances language skills but also empowers students socially and emotionally, and can be replicated in similar communities.
Abstract:This Science and Technology for the Community aims to develop the Tosan Aji Craftsman Village in Pasir Wetan Village, Banyumas. Building a craftsman village is increasingly urgent to preserve the ancestral heritage of Khudi,…
udi, a tool and heirloom typical of the Banyumas people, so that it continues to exist, even to be developed as an economically valuable heritage. This Science and Technology for the Community uses a participatory action research approach by involving craftsmen, community leaders, and the village government. Data collection techniques were carried out using field observation techniques and in-depth interviews with craftsmen. The community also conducted workshops and mentoring training. The IbM results show that, to revive the Tosan Aji MSME, craftsmen need training in contemporary tosan aji making techniques that combine contemporary equipment with modern equipment. Craftsmen need assistance in creating e-commerce and digital promotional content. It is possible for these Tosan Aji craftsmen to become more advanced if their lives are packaged in an educational tourism package that includes a tosan aji making workshop, even the creation of a mini museum.
Abstract:This Community service program aims to strengthen the Buddhist community's religious, cultural, and spiritual values by implementing Pabbajjā and Upasampadā at Muaro Jambi Temple, a historic Buddhist heritage site in Indonesia.…
ndonesia. The program is motivated by the need for a learning medium integrating Buddhist teachings with direct experience in a religious and cultural environment. The implementation adopted a participatory and collaborative approach, engaging participants particularly university students in ritual activities, Dharma discussions, and the practice of moral precepts (sīla). The selection of Muaro Jambi Temple also served as a strategy to revitalize the site’s function as a center for spiritual cultivation and cultural preservation. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of the Dharma, adherence to moral precepts, and awareness of the importance of Buddhist cultural heritage. The program fostered the development of religious character and cultural identity, enhancing participants’ commitment to preserving the noble values of Buddhism within the local context. Furthermore, it opened opportunities for the development of history-based religious tourism. In conclusion, this PKM effectively integrates religious education, character building, and cultural preservation. Its sustainability requires multi-stakeholder support to ensure that the values, history, and spirituality of the Nusantara heritage are preserved authentically and meaningfully.
Abstract: Most micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia have not prepared financial statements that comply with applicable standards, posing risks to inaccurate business decisions and limiting opportunities to access…
o access funding. This study aims to assist Al Huda Plastic and Baking Supplies Store in Kebumen in preparing financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). This topic was chosen due to the importance of accounting literacy in managing small businesses, as the understanding of MSME actors regarding accounting standards is still relatively low. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach, utilizing observation, semi-structured interviews, and documentation as data collection techniques. The results show that Al Huda Store has been recording its finances manually. However, these records do not yet cover the components of financial statements required by SAK EMKM, such as the income statement, statement of financial position, and notes to the financial statements. The preparation of financial statements based on these standards has been carried out and demonstrates more accurate and structured financial information. In conclusion, the implementation of financial statements based on SAK EMKM in MSMEs plays a very important role in increasing accountability and quality in business decision-making. The results of this study also provide practical examples that can be used as references and re-applied by other MSMEs with similar characteristics
Abstract:UMKM Burgerak merupakan sebuah usaha mikro di bidang kuliner yang berfokus pada penyediaan produk makanan cepat saji berupa burger dengan cita rasa khas lokal. Berdiri dari inisiatif wirausaha muda yang melihat peluang besar…
esar dalam tren makanan modern yang terus berkembang, Burgerak hadir untuk memberikan alternatif kuliner yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai dengan lidah masyarakat Kota Ambon. Keunggulan utama dari Burgerak terletak pada inovasi menu yang memadukan resep burger klasik dengan bahan-bahan lokal seperti sambal khas daerah, daging olahan tradisional, serta roti buatan yang lembut dan bercita rasa unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. "Burgerak" dipilih sebagai subjek penelitian karena representatif terhadap UMKM kuliner di Ambon yang memiliki potensi pertumbuhan,owner juga memiliki kemampuan dalam menganalisis laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan laporan arus kas. Hal ini memungkinkan pemilik usaha untuk membuat keputusan yang lebih tepat, seperti menentukan harga jual yang optimal, mengendalikan biaya produksi, dan merencanakan strategi pengembangan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan "Burgerak", serta analisis dokumen keuangan yang tersedia. "Burgerak" mulai menerapkan sistem pencatatan yang lebih terorganisir, termasuk penggunaan software akuntansi sederhana. Penentuan harga pokok dihitung menggunakan metode job order costing dan activity-based costing (ABC) untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur biaya yang dikeluarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode penentuan harga pokok yang akurat, pelaku UMKM dapat menetapkan harga jual yang sesuai, menghindari kerugian, serta meningkatkan efisiensi biaya.
Abstract:Abstract This study aims to analyze the implementation of the Integrated Licensing Service Information System (SIPINTER) at the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Tangerang Regency. The research…
earch is grounded in issues of low institutional responsiveness in following up on complaints, mismatches between actual service completion time and the Standard Operating Procedure (SOP), and uneven public socialization of the system. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, using 3-dimensional e-government success model, namely Support, Capacity, and Value, as the analytical framework. Data were collected through field observation, regulatory documentation review, and in-depth interviews. The findings indicate that the Support dimension is backed by strong political will, allocated funding, and multi-channel socialization that has driven growth in registered users, though technical assistance responsiveness outside office hours remains weak. The Capacity dimension shows adequate human resources and staff competence, but the technological infrastructure remains prone to disruptions such as OTP delivery failures and server downtime. The Value dimension has produced tangible benefits in efficiency and service transparency, yet this value is undermined by document processing delays exceeding SOP standards, driven by a "digital red tape" practice among internal verification officers. This study recommends strengthening online technical support and adopting contingency resource mechanisms to improve service.
Keywords: SIPINTER, e-government, licensing service, DPMPTSP, Support-Capacity-Value model
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPINTER) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih rendahnya responsivitas instansi dalam menindaklanjuti laporan, ketidaksesuaian durasi penyelesaian layanan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta sosialisasi yang belum merata kepada masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan analisis berlandaskan model keberhasilan e-government tiga dimensi yaitu Support, Capacity, dan Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Support telah didukung oleh political will yang kuat, alokasi anggaran, dan sosialisasi multikanal yang mendorong pertumbuhan pengguna terdaftar, namun masih lemah dalam responsivitas bantuan teknis di luar jam kerja. Dimensi Capacity menunjukkan kecukupan sumber daya manusia dan kompetensi petugas, tetapi infrastruktur masih rentan mengalami gangguan teknis seperti kegagalan pengiriman OTP dan server down. Dimensi Value menghasilkan manfaat nyata berupa efisiensi dan transparansi pelayanan, namun nilainya terdegradasi akibat keterlambatan penyelesaian dokumen yang melampaui SOP, yang dipicu oleh praktik birokrasi digital (digital red tape) di tingkat verifikator internal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan teknis daring serta penerapan mekanisme kontingensi sumber daya untuk meningkatkan layanan.
Kata Kunci: SIPINTER, e-government, pelayanan perizinan, DPMPTSP, model Support-Capacity-Value
Abstract:Abstrak Penelitian ini menganalisis kepemimpinan transformasional Fadly Amran dalam pengambilan keputusan penataan Kota Padang modern. Latar belakang penelitian ini adalah semakin intensifnya tekanan perubahan global dan…
bal dan tuntutan demokratisasi lokal yang mendorong transformasi mendasar dalam paradigma kepemimpinan pemerintahan daerah di Indonesia, khususnya dalam konteks pembangunan perkotaan berbasis smart city. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis dimensi kepemimpinan transformasional Fadly Amran dan pola pengambilan keputusan dalam modernisasi Kota Padang. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori kepemimpinan transformasional berdasarkan dimensi Four I's Bass dan Avolio (idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration), teori pengambilan keputusan bounded rationality, serta konsep tata kelola perkotaan modern dengan pendekatan smart city. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis terhadap literatur nasional dan internasional periode 2022–2026, dengan teknik pengumpulan data melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis artikel dari jurnal bereputasi yang diperoleh dari basis data Google Scholar, Garuda, dan Semantic Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Fadly Amran berpengaruh terhadap efektivitas pengambilan keputusan pembangunan kota melalui kemampuannya membangun visi strategis, mendorong inovasi tata kelola, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan responsivitas pelayanan publik berbasis teknologi. Program Padang Melayani, Padang Amanah, Padang Rancak, dan Jelajah Padang menunjukkan integrasi modernisasi kota dengan kearifan lokal Minangkabau.