Abstract:Latar Belakang: : Kualitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah yang dialami ibu adalah bayi yang sulit sekali untuk tidur. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan…
ndapatkan perhatian yang serius. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), lebih dari 33% Bayi mengalami gangguan tidur. Dalam penelitian yang dilakukan Hiscock di Melbourne, Australia, 32% ibu mengatakan sering mengalami kesulitan tidur pada anaknya. Penelitian ini menemukan bahwa bayi sering mengalami gangguan tidur, baik yang berkepanjangan maupun parah atau berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah dengan baby massage, membantu mengurangi ketegangan otot-otot bayi sehingga timbul perasaan nyaman dan rileks. Selain itu durasi tidur yang lebih lama dipicu oleh pelepasan oksitosin dan endorfin pada saat baby massage. Hormon oksitosin berfungsi untuk menurunkan kadar stress dalam otak sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman bahkan kualitas tidurnya meningkat, sedangkan hormon endorfin adalah suatu hormon untuk meredakan nyeri dan menghilangkan rasa tidak nyaman Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode: Pendekatan studi kasus ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melihat kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan menggunakan lembar B-PSQI. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan perubahan skor dari 1 ke 3 setelah dilakukan baby massage. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian baby massage terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur bayi
Abstract:Usaha mikro, kecil, atau menengah (UMKM) adalah usaha yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi anggota kelompoknya. Tim KKN-TM menemukan bahwa salah satu masalahnya…
a adalah produk yang dipasarkan tidak memiliki branding yang cukup. Salah satu masalahnya adalah membuat logo UMKM Pada UMKM Kia Snack Dusun Cimuncang dan Sistik jagir Dusun Singkup , Desa jayagiri, Panumbangan Ciamis Jawa barat, dengan yang baru. Dengan kata lain, tidak ada semangat kewirausahaan dan pengetahuan merek. Bisnis kecil dan menengah (UMKM) masih kekurangan strategi branding yang lebih baik dan relevan.
Salah satu tujuan dari promosi merek adalah untuk menjual produk kepada masyarakat umum, atau untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut dan menciptakan persepsi bahwa produk tersebut telah terjual. Merek dapat menanamkan kesan baik pada pelanggan, yang harus dipahami oleh UMKM. Dalam kegiatan ini, metode pendampingan digunakan. Observasi, bimbingan, dan pembuatan logo adalah langkah-langkah yang dilakukan.
Dengan mempertimbangkan masalah yang telah disebutkan di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat penting dilakukan. kepada pelaku UMKM Kia Snack Dusun Cimuncang dan Sistik jagir Dusun Singkup , Desa jayagiri , Panumbangan Ciamis Jawa barat dalam melakukan branding logo
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki…
gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.
Abstract: Penelitian ini menganalisis permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran…
pembelajaran serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam memahami materi pelajaran, kurangnya alat bantu pembelajaran yang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih khusus. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai, serta keterlibatan aktif orang tua dan komunitas dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.jadi dapat disimpulkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunarungu di SLB Negeri PGRI Kamal, serta aktivitas belajar mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi…
bservasi dan wawancara. Penelitian ini menggambarkan penyesuaian pembelajaran melalui penggunaan bahasa isyarat untuk memudahkan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunarungu menghadapi kesulitan dalam komunikasi dan pemahaman, sehingga memerlukan dukungan metode pengajaran yang spesifik. Faktor penyebab tunarungu meliputi faktor internal, seperti keturunan dan kondisi medis ibu selama kehamilan, serta faktor eksternal, seperti infeksi saat lahir. Studi ini menemukan bahwa meskipun anak tunarungu memiliki potensi intelektual yang sama dengan anak lainnya, mereka memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda, seperti penggunaan media visual dan bahasa isyarat. Guru memainkan peran penting dalam mendukung proses belajar dengan strategi yang sesuai. Penelitian ini menekankan pentingnya empati dan kesadaran tinggi dari pendidik dalam memenuhi kebutuhan anak tunarungu untuk mencapai pendidikan yang setara.
Abstract:Penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah daerah faktor-faktor yang menghambat serta merumuskan model implementasi kebijakan pemerintah daerah pengembangan pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.…
otai. Metode pengumpulan data, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Intrumen peneliti, Kepala Dinas Pariwisata, Sekretas Dinas Pariwisata dan kepala bagian selaku pejabat berwewenang/terkait dan Masyarakat, pelaku Obyek Wisata Lokal di lingkungan Kabupaten Pulau Morotai. Hasil penelitian menemukan bahwa, untuk mencapai implementasi kebijakan pengembangan pariwisata, pemerintada daerah perlu langka-langka teknis, praktis, dan strategi dengan berpedoman peraturan yang berlaku: (1). Peraturan No. 09/2014 tentang (RIPPDA); (2). Pengembangan SDM; (3) Kebijakan prioritas mengalokasikan anggaran untuk program pengembangan pariwisata; (4) Menyiapkan sarana dan prasarana aksebilitas, infrastur, akomodasi pariwisata: (5) Merevisi RIPPDA. Dengan dirumuskan berdasarkan teori Donald Van Meter dan Carl Van Horn yaitu. standar sasaran, sumber daya, karakteristik organisasi, komonikasi, sikap, lingkungan sosial ekonomi politik, dari 6 faktor sehingga membentuk dukungan model pengendalian kebijakan sehingga implementasi kebijakan dapat berhasil dengan baik. mendorong peningkatan APBN, APBD dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi pokok memahami gerak tari tradisional dengan menggunakan penerapan metode demonstrasi.…
si. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang melalui penerapan metode demonstrasi. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu memberikan sumbang pemikiran dalam merenovasi pembelajaran dari teacher center ke student center melalui penerapan metode demonstrasi. Dengan demikian, siswa akan terlibat secara langsung dalam mencari, menemukan, dan menggali pengetahuannya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru (observer) dan siswa melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II, diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan secara signifikan dari pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah. Jadi, kesimpulannya adalah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari iringan di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang.
Abstract:Penelitian ini menganalisis bagaimana penggunaan dan pengalokasian serta belanja di Desa Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, yang meneliti…
liti publikasi dan sumber yang berkaitan dengan administrasi keuangan desa. Distribusi dana desa didasarkan pada formula pemerintah yang memperhitungkan ukuran populasi, faktor geografis, dan tingkat kemiskinan. Anggaran tersebut digunakan untuk administrasi desa, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat. Papan informasi yang menampilkan alokasi dan realisasi dana yang diletakkan di depan balai desa merupakan cara yang efektif untuk mengomunikasikan transparansi dalam pengelolaan dana desa, untuk memastikan bahwa publik mendapat informasi. Namun demikian, penelitian ini menemukan kesulitan dengan kompetensi manajer keuangan masyarakat dan cara terbaik untuk memanfaatkan sumber daya. Peningkatan efisiensi pengeluaran desa bergantung pada partisipasi proaktif kepala desa dan personel, serta kemajuan seperti pembentukan koperasi desa. Studi ini menyarankan peningkatan kemampuan manajer keuangan dan keterlibatan masyarakat untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan tata kelola
Abstract:Wilayah Papua Selatan mengalami dinamika sosial yang kompleks akibat interaksi antara masyarakat adat Papua dan pendatang dari wilayah lain di Indonesia. Konflik identitas yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan…
aan budaya dan agama, tetapi juga menyangkut ketimpangan ekonomi, marginalisasi politik, dan pembangunan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memicu konflik identitas dan menilai upaya integrasi sosial yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sekunder, penelitian ini menemukan bahwa konflik identitas di Papua Selatan bersifat struktural dan historis, serta membutuhkan pendekatan interkultural yang berkelanjutan untuk menciptakan integrasi sosial yang inklusif.
Abstract:Wilayah Papua Selatan mengalami dinamika sosial yang kompleks akibat interaksi antara masyarakat adat Papua dan pendatang dari wilayah lain di Indonesia. Konflik identitas yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan…
aan budaya dan agama, tetapi juga menyangkut ketimpangan ekonomi, marginalisasi politik, dan pembangunan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memicu konflik identitas dan menilai upaya integrasi sosial yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sekunder, penelitian ini menemukan bahwa konflik identitas di Papua Selatan bersifat struktural dan historis, serta membutuhkan pendekatan interkultural yang berkelanjutan untuk menciptakan integrasi sosial yang inklusif.