Search Articles & Publications

Showing 45 articles found for "Recipients"

Implementasi Metode Vikor untuk Pemilihan Lansia yang Menerima Bantuan Sosial

Novriani, Nisa, Irianto, Irianto, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstrak: Isu demografi tentang usia harapan hidup bagi lanjut usia di Indonesia sangat berpengaruh terhadap permasalahan yang timbul, hal ini tidak hanya secara kuantitas jumlah lanjut usia bertambah, tetapi juga karena… kerentanannya lansia (lanjut usia) perlu diperhatikan dan dilindungi. Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah mengambil peran yang sangat diperlukan dalam upaya mengurangi kemiskinan para lanjut usia terlantar dalam bentuk bantuan sosial. Pemberian bantuan sosial yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Tanjungbalai. Instansi tersebut memberikan bantuan sosial kepada lansia berupa uang tunai. Permasalahan yang muncul adalah ketika kuota pemberian bantuan sosial yang diberikan lebih sedikit dibandingkan dengan calon penerima bantuan. Sehingga sulitnya Dinas Sosial Kota Tanjungbalai menyeleksi proposal untuk menentukan lansia yang akan diberikan bantuan sosial. Mengatasi tersebut maka dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan yang membantu pihak Dinas Sosial Kota Tanjungbalai dalam memberikan keputusan. Adapun metode sistem pendukung keputusan yang digunakan adalah metode VIKOR (Vise Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje).   Kata kunci: Metode Vikor; Pemilihan Lansia; Penerima Bantuan Sosial     Abstract:Demographic issues regarding life expectancy for the elderly in Indonesia are very influential on the problems that arise, this is not only quantitatively the number of elderly people increases, but also because the vulnerability of the elderly (elderly) needs to be considered and protected. Based on this fact, the government takes an indispensable role in efforts to reduce the poverty of neglected elderly people in the form of social assistance. Social assistance provided by the Tanjungbalai City Social Service. The agency provides social assistance to the elderly in the form of cash. The problem that arises is when the quota for social assistance provided is less than the potential beneficiaries. So that it is difficult for the Tanjungbalai City Social Service to select proposals to determine the elderly who will be given social assistance. To overcome this, a decision support system is needed that helps the Tanjungbalai City Social Service in making decisions. The decision support system method used is the VIKOR method ((Vise Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje) Keywords: Vikor Method; Selection of Elderly; Recipients of Social Assistance  

Penerapan Teknologi Informasi Penentuan Prioritas Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Pagar Jati

Sinaga, Anita Sindar RM, Marbun, Murni, Sitio, Arjon Samuel
Abstract: Abstract: The pandemic has caused the economy to decline drastically, even many residents have lost their sources of livelihoods. The government directly disbursed funds in the form of Direct Cash Assistance. The problem… that arose was the suspicion of injustice for the villagers who received BLT. There is a need for a transparent system to inform the criteria for BLT recipients. The more criteria for poor and vulnerable families that were met, the priority for BLT village fund recipients. BLT priority assessment based on the aspect of the criteria that apply by law is implemented using PhpMyadmin. The development of a web-based information system made it easier to inform villagers of the names of BLT priority recipients based on the reasons that had been collected and then ranked. The resulting system helps employees of the Pagar Jati Village office to inform BLT recipients in a technological system built with the water fall method including data collection, problem analysis, design, testing and system evaluation.             Keywords: devotion; information systems; priority setting; web based   Abstrak: Pendemi mengakibatkan perekonomian menurun drastis, bahkan banyak warga yang kehilangan sumber mata pencaharian. Pemerintah secara langsung mengucurkan dana dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Permasalahan yang timbul yaitu kecurigaan adanya ketidakadilan bagi warga desa penerima BLT. Perlu adanya sistem yang transparan menginformasikan kriteria penerima BLT. Semakin banyak kriteria keluarga miskin dan rentan yang dipenuhi, menjadi prioritas penerima BLT dana desa. Penilaian prioritas BLT berdasarkan aspek kriteria yang berlaku secara undang-undang diimplementasikan menggunakan PhpMyadmin. Pengembangan sistem informasi berbasis web mempermudah menginformasikan pada warga desa nama-nama penerima prioritas BLT berdasarkan alasan-alasan yang sudah dikumpulkan lalu diranking. Sistem yang dihasilkan membantu pegawai kantor Desa Pagar Jati menginformasikan penerima BLT secara sistem teknologi yang dibangun dengan metode water fall meliputi pengumpulan data, analisa permasalahan, perancangan, pengujian dan evaluasi sistem.      Kata kunci:berbasis web; penentuan prioritas; pengabdian; sistem informasi  

ANALYTIC NETWORK PROCESS IN DETERMINING RECIPIENTS OF EDUCATION GRANTS NORTH SUMATRA PROVINCE

Putri, Adelia Fariza, Fakhriza, M
Abstract: This study aims to apply the Analytic Network Process (ANP) method as a decision support tool in determining the eligibility of education grant recipients in North Sumatra Province. The background of this research arises&#8230; from the large number of grant applicants compared to the available budget, as well as the absence of clear and objective evaluation standards. The ANP method was chosen because it allows the interdependence between assessment criteria such as institutional feasibility, performance and achievement, social and educational impact, and accountability and transparency to be analyzed comprehensively. Data were obtained through interviews, documentation, and observation at the North Sumatra Provincial Education Office. The results of the ANP model show that the criterion with the highest weight is accountability and transparency (0.44), followed by social and educational impact (0.31). Among the three alternatives, community-based education foundations (A2) obtained the highest total weight (0.30), indicating that they are the most eligible recipients of education grants. The implementation of the ANP-based decision support system produces valid and consistent ranking results (CR < 0.1), enabling faster, fairer, and more transparent decision-making. Therefore, the ANP method contributes significantly to improving governance, objectivity, and accountability in the distribution of education grants in North Sumatra Province.

ARAS METHOD FOR OPTIMIZING THE DETERMINATION OF PIP FUND RECIPIENTS

Wahyuni, Diajeng Puspa, Fauziah, Rizky, Nata, Andri
Abstract: Abstract: Program Indonesia Pintar (PIP) is government assistance program aimed at supporting the education of underprivileged students. However, some PIP fund recipients are misallocated, with aid given to students who&#8230; do not fully meet the eligibility criteria, while those in greater need don’t receive it, including at SDN 014672 Tanjung Alam, Asahan Regency, North Sumatra Province. Based on this issue, a structured system is needed. The purpose of this study is to construct decision support systems for determining PIP fund recipients using Additive Ratio Assessment (ARAS) method. Data was collected using questionnaires, documentation, and observation techniques. Respondents consisted of 8 students from SDN 014672 Tanjung Alam. Criteria include number of dependents, homeownership status, attendance rate, and students final grades. System was developed using CodeIgniter 3 as framework, MySQL as database software, and InnoDB as database engine. ARAS method was applied to rank available alternatives. Based on calculations, first rank was obtained by alternative 6 (Malika Hendra As-Syifa), second rank by alternative 7 (Mutia Indah Sari), and third rank by alternative 8 (Rafa Kavindra). This study is expected to be further developed by applying other DSS methods, performing regular system maintenance, and integrating system with school data to improve accuracy and usability.       Keywords: additive ratio assessment; decision support system; smart indonesia program.    Abstrak: Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung pendidikan siswa kurang mampu. Namun, masih ditemukan penerima anggaran PIP yang kurang tepat sasaran, di mana bantuan diberikan kepada siswa yang kurang memenuhi kriteria, sementara siswa yang lebih membutuhkan tidak menerimanya, termasuk di SDN 014672 Tanjung Alam, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah sistem terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk membangun sistem pendukung keputusan penetapan pemeroleh anggaran PIP menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS). Data dikumpulkan dengan teknik angket, dokumentasi, dan observasi. Responden adalah 8 siswa SDN 014672 Tanjung Alam. Kriteria meliputi jumlah tanggungan orang tua, status kepemilikan rumah, tingkat kehadiran, dan nilai akhir siswa. Sistem dirancang menggunakan CodeIgniter 3 sebagai framework, MySQL sebagai database software, dan InnoDB sebagai database engine. Perhitungan dengan metode ARAS digunakan untuk merangking alternatif yang ada. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, peringkat pertama diperoleh oleh alternatif 6 yakni Malika Hendra As-Syifa, peringkat kedua diperoleh oleh alternatif 7 yakni Mutia Indah sari, dan peringkat ketiga diperoleh oleh alternatif 8 yakni Rafa Kavindra. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menerapkan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) lainnya, melakukan pemeliharaan sistem secara berkala, serta mengintegrasikan sistem dengan data sekolah untuk meningkatkan keakuratan dan kemudahan penggunaan. Kata kunci: additive ratio assessment; program indonesia pintar; sistem pendukung keputusan

APPLICATION OF THE MAUT METHOD IN RECIPIENTS INDONESIA SMART PROGRAM (PIP) IN 014673 MEKAR SARI ELEMENTARY SCHOOL

Sapriyanti, Sapriyanti, Risnawati, Risnawati, Saputra, Endra
Abstract: Abstract: Many children drop out or stop school due to economic constraints, especially personal costs such as not being able to buy school supplies, educational development donations and so on. Therefore, the government&#8230; has a policy to help by issuing the Smart Indonesia Program (PIP) as a goal to help students' personal costs in pursuing education. As the smart Indonesia program progresses, many parents of students complain because the selection of students receiving PIP assistance is not on target and does not comply with the provisions. As with the data collection of students receiving the Smart Indonesia Program (PIP) assistance at State Elementary School 014673 Mekar Sari Village, it is also not optimal where the recording system is still inputted into Microsoft Excel. Therefore, a system is needed that is integrated with a calculation processing technique, namely a decision support system used at State Elementary School 015673 Mekar Sari Village to determine prospective recipients of the Smart Indonesia Program assistance who are truly worthy and appropriate. For this reason, this study uses the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method to find students who are eligible for PIP benefits in the determination process. Keywords: maut method; mekar sari elementary school; smart indonesia program.    Abstrak: Banyaknya anak yang putus atau berhenti sekolah dikarenakan kendala ekonomi terutama pada biaya pribadi seperti tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, uang sumbangan pembinaan pendidikan dan lain sebagainya. Maka dari itu pemerintah memiliki kebijakan untuk membantu dengan mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai tujuan untuk membantu biaya pribadi siswa dalam menempuh pendidikan. Seiring berjalannya program indonesia pintar banyak kalangan orang tua siswa mengeluh dikarenakan dalam pemilihan siswa penerima bantuan PIP tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan ketentuan. Seperti halnya dengan pendataan siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri 014673 Desa Mekar Sari juga belum optimal dimana masih sistem pencatatan lalu di input ke Microsoft Excel. Maka dibutuhkan sebuah sistem yang sudah terintegrasi dengan sebuah teknik pengolahan perhitungan yaitu sistem pendukung keputusan yang digunakan pada Sekolah Dasar Negeri 015673 Desa Mekar Sari untuk penentuan calon penerima bantuan Program Indonesia Pintar yang benar layak dan pantas. Untuk itu penelitian ini menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) untuk mencari siswa yang layak mendapat manfaat PIP dalam proses penentuannya. Kata kunci: metode maut; program indonesia pintar; sd negeri mekar sari.

PROVIDING LOAN FUNDS FOR PRIMKOPPOL MEMBERS USING THE SAW METHOD

Hasibuan, Ramadhan Pratama Putra, Efendi, Bachtiar, Andriyani, Suci
Abstract: Abstract: The provision of loan funds is one of the important activities in improving the welfare of Primkoppol members (Police Cooperative). The process of determining the eligibility for loan disbursement in PRIMKOPPOL&#8230; POLRES Asahan is still lacking systematic timing delays in making decisions in managing the disbursement of loan funds. Therefore, an efficient and effective method is needed to minimize risks and maximize profits for the cooperative and its members. One method that can be used is the Simple Additive Weighting (SAW) method, which has been proven effective in various decision-making contexts. This study aims to apply the SAW method in the process of disbursing loan funds for Primkoppol members, and to evaluate the performance of this method in selecting eligible loan recipients and optimizing fund allocation. The loan disbursement process uses the SAW method, which calculates the relative preference value for each prospective loan recipient based on predetermined criteria. The results of this study indicate that by applying the Simple Additive Weighting method to 10 loan applicants, 3 applicants successfully applied for loans with a preference value > 0.7, in line with the requirements. The implementation of the SAW method in loan disbursement for Primkoppol members has successfully increased efficiency and accuracy in selecting loan recipients.   Keywords : cooperative; decision support systems; simple additive weighting (SAW).     Abstract: Pemberian dana pinjaman merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota Primkoppol (Koperasi Polisi). Proses penentuan kelayakan pemberian pinjaman di PRIMKOPPOL POLRES Asahan masih kurang sistematis keterlambatan waktu dalam menentukan keputusan dalam mengelola pemberian dana pinjaman. Untuk itu diperlukan suatu metode yang efisien dan efektif untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Simple Additive Weighting (SAW), yang telah terbukti efektif dalam berbagai konteks pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode SAW dalam proses pemberian dana pinjaman bagi anggota Primkoppol, serta untuk meng-evaluasi kinerja metode tersebut dalam memilih penerima pinjaman yang layak dan meng-optimalkan alokasi dana. Proses pemberian dana pinjaman menggunakan metode SAW yang menghitung nilai preferensi relatif bagi setiap calon penerima pinjaman berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting dari 10 calon pemohon pinjaman, 3 calon berhasil mampu mengajukan pinjaman dengan nilai preferensi > 0,7. sesuai dengan persyaratan. Implementasi metode SAW dalam pemberian dana pinjaman bagi anggota Primkoppol berhasil meningkatkan efisiensi dan keakuratan dalam pemilihan penerima pinjaman.   Kata Kunci : koperasi; simple additive weighting (SAW); sistem pendukung keputusan.

IMPLEMENTATION DECISION SUPPORT SYSTEM DETERMINING ELIGIBILITY OF DIRECT CASH AID RECIPIENT COMMUNITIES

Aprizal, Aprizal, Jasri, Jasri
Abstract: Abstract: Pulau Kopung Sentajo Village Government in determining communities recipients of Direct Cash Assistance (BLT) has not used a computerized system so that in decision making errors will often occur in the suitability&#8230; lity criteria for potential BLT recipients. So things like this will increase the possibility that poor or underprivileged people will lose out to people who live better lives and also take a lot of time because they still use manual systems. In terms of the report produced, it does not display the criteria for potential recipients clearly and in detail. In solving the problem, a decision support system will be used using the simple additive weighting method. So this research produces a computerized system to support decision making that determines people's suitability as recipients of direct cash assistance. With this computerized system, it will make it easier to determine the eligibility of people receiving Direct Cash Assistance and produce effective reports with calculations that comply with existing criteria. By implementing this computerized decision support system, 7 people are recommended who are eligible to receive direct cash assistance with the highest score of 2,875 and the lowest score of 2,750 so that these results can assist the village head in determining the community's suitability as recipients of direct cash assistance. Keywords: assistance; BLT; SAW; FMADM;   Abstrak: Pemerintah Desa Pulau Kopung Sentajo dalam menentukan masyarakat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) belum menggunakan sistem yang terkomputerisasi sehingga dalam pengambilan keputusan akan sering terjadi kesalahan dalam perbandingan kriteria kesesuaian calon penerima BLT. Sehingga hal seperti ini akan memperbesar kemungkinan masyarakat miskin atau kurang mampu akan kalah dengan masyarakat yang kehidupannya lebih baik dan juga memakan banyak waktu karena masih menggunakan sistem manual. Dari segi laporan yang dihasilkan, tidak menampilkan kriteria calon penerima secara jelas dan rinci. Dalam penyelesaian masalah akan digunakan sistem penunjang keputusan dengan metode simple additive weighting. Maka dengan penelitian ini menghasilkan sistem yang terkomputerisasi untuk mendukung pengambilan keputusan menentukan kelayakan masyarakat sebagai penerima bantuan langsung tunai. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini, maka akan memberikan kemudahan dalam menentukan kelayakan masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai dan menghasilkan laporan yang efektif dengan perhitungan yang sesuai dengan kriteria yang ada. Dengan penerapan sistem pendukung keputusan yang terkomputerisasi ini maka direkomendasikan 7 orang yang layak menerima bantuan langsung tunai dengan skor tertinggi 2,875 dan skor terendah 2,750 sehingga hasil tersebut dapat membantu kepala desa dalam menentukan kelayakan masyarakat sebagai penerima bantuan tunai langsung.   Kata Kunci: bantuan; BLT; SAW; FMADM

CLASSIFICATION OF POOR ASSISTANCE RECIPIENTS AT THE VILLAGE BALANCE OFFICE

Anzani Manurung, April Liza, Hambali, Hambali, Efendi, Zulfan
Abstract: Abstract: The poor community is a condition in which the community does not have adequate facilities and infrastructure and an adequate environment, with the quality of housing and settlements far below the eligibility standard&#8230; tandard and uncertain livelihoods covering all multidimensional dimensions. The Pasiran Village Office, Sei Dadap District, is one of the agencies located in the Pasiran area, Sei Kamah. Where the Pasiran Village Hall Office carries out activities to distribute assistance to village communities who are declared to be underprivileged or have low incomes below 3.5 million. With such a large number of village people, an in-depth analysis is needed to determine which poor people are entitled to receive Non-Cash Food Assistance from the government. The solution to this problem is to use data mining with the Naïve Bayes algorithm for data classification. Data mining is the science of extracting information by utilizing data sets to obtain valuable information with a large enough data size through the process of extracting data or filtering data. The classification application uses the naïve Bayes algorithm used at the Pasiran Village Office to produce a classification of beneficiaries, namely Worthy and Unworthy based on the attributes of Citizenship, Family Group, ASN Status, and Having a Healthy Family Card.             Keywords: data mining; naïve bayes; classification, beneficiary     Abstrak: Masyarakat miskin merupakan suatu kondisi dimana keadaan masyarakat yang tidak memiliki sarana dan prasarana serta lingkungan yang memadai, dengan kualitas perumahan dan pemukiman yang jauh dibawah standar kelayakan serta mata pencaharian yang tidak menentu yang mencakup seluruh multidimensi. Kantor Balai Desa Pasiran Kecamatan Sei Dadap merupakan salah satu instansi yang berada di daerah Pasiran, Sei Kamah. Dimana Kantor Balai Desa Pasiran melakukan kegiatan pembagian bantuan terhadap masyarakat desa yang dinyatakan kurang mampu atau memiliki penghasilan rendah dibawah 3,5 juta. Dengan jumlah masyarakat desa yang begitu banyak, diperlukan analisis yang mendalam untuk menentukan masyarakat tidak mampu yang berhak untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai dari pemerintah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah menggunakan data mining dengan algoritma naïve bayes untuk klasifikasi data. Data mining merupakan suatu ilmu untuk menggali informasi dengan memanfaatkan kumpulan data untuk mendapatkan berbagai informasi yang berharga dengan ukuran data yang cukup besar melalui proses penggalian data atau penyaringan data. Aplikasi klasifikasi menggunakan algoritma naïve bayes yang terapkan pada Kantor Balai Desa Pasiran menghasilkan klasifikasi warga penerima bantuan yaitu Layak dan Tidak Layak berdasarkan atribut Kewarganegaraan, Golongan Keluarga, Status ASN dan Memiliki Kartu Keluarga Sehat.   Kata kunci: data mining; naïve bayes; klasifikasi, penerima bantuan

SAW ANALYSIS DETERMINATION OF MICRO BUSINESS CREDIT RECIPIENTS AT DISKOPDAGIN

Amanda, Siska, Fauziah, Rizky, Apridonal, Yori
Abstract: Abstract : In building community economic independence, each year DISKOPDAGIN provides micro business loans sourced from the Asahan Regency Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) funds which aim to help strengthen&#8230; n capital for micro business actors. However, in providing micro business credit, certain conditions or criteria are required so that the DISKOPDAGIN can determine whether the customer receiving the micro business loan is eligible to receive credit or not. The problem that is often faced by the Department of Industry and Trade at this time is the difficulty in making decisions to determine recipients of micro business loans. The purpose of this research is to facilitate the Department of Industry and Trade in selecting micro business credit customers. The Simple Additive Weighting (SAW) method in this study aims to select the best alternative from a number of alternatives to be used based on specified criteria. The results of this study are micro business credit decision support systems, where the application of this system shows that the results of the ranking process with the SAW method are the same if calculated manually. The calculation uses 7 criteria where the highest alternative is the Asmah alternative (A7) with a preference value of 1.   Keywords: decision support system; micro business credit; simple additive weighting; Abstrak: Dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, tiap tahunnya DISKOPDAGIN mengadakan kredit usaha mikro yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan yang bertujuan untuk membantu penguatan modal kepada pelaku usaha mikro. Namun dalam memberikan kredit usaha mikro juga mempunyai syarat-syarat atau kriteria tertentu agar pihak DISKOPDAGIN dapat menentukan apakah nasabah penerima kredit usaha mikro tersebut layak menerima kredit atau tidak. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak DISPERINDAG saat ini ialah kesulitan dalam mengambil keputusan untuk menentukan penerima kredit usaha mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk memudahkan pihak DISPERINDAG dalam menyeleksi nasabah kredit usaha mikro. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang akan digunakan berdasarkan kriteri yang ditentukan. Hasil penelitian ini sistem pendukung keputusan kredit usaha mikro, dimana penerapan sistem ini menunjukkan bahwa hasil dari proses perangkingan dengan metode SAW sama jika dihitung secara manual. Perhitungan menggunakan 7 kriteria dimana alternatif yang tertinggi adalah alternatif Asmah (A7) dengan nilai preferensi 1. Kata Kunci: kredit usaha mikro; sistem pendukung keputusan; simple additive weighting;

IMPLEMENTATION OF THE SAW METHOD IN THE SCHOLARSHIP DECISION SUPPORT SYSTEM

Nastiti, Faulinda Ely, Pamungkas, Ardian, Sopingi, Sopingi -
Abstract: Abstract: The number of applicants for scholarship recipients is many, so in the registration process, the scholarship provider provides several requirements that students must meet, and these requirements have criteria&#8230; with different weight values. The number of applicants for the scholarship recipients is enormous; a Decision Support System (DSS) is needed to help the selection process be more accessible and faster and reduce errors in determining scholarship recipients. The data collection method uses interviews, observations, and literature with the waterfall's system development method. The calculation of the criteria used in developing this system is the Simple Additive Weighting (SAW) method. Comparing the final results between manual and system analyses shows that the equation is close to 100%. Still, the final results may be different because manual calculations use raw values, while system calculations use the Simple Additive Weighting (SAW) method, which compares alternatives. .             Keywords: decision support system; scholarship; simple additive weighting     Abstrak: Pendaftar calon penerima beasiswa tidak sedikit jumlahnya, sehingga pada proses pendaftaran pihak pemberi beasiswa memberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa, dan persyaratan tersebut memiliki kriteria dengan nilai bobot yang berbeda-beda. Jumlah siswa yang mengajukan beasiswa sangat banyak, dan memerlukan sistem pendukung keputusan untuk mempermudah dan mempercepat proses seleksi serta mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima beasiswa. Metode dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan literatur dengan metode pengembangan sistem menggunakan waterfall. perhitungan kriteria yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode SAW (Simple Additive Weighting). Perbandingan hasil akhir antara perhitungan manual dan sistem menunjukkan persamaan mendekati 100%, namun hasil akhir bisa saja berbeda karena perhitungan manual menggunakan nilai mentah, sedangkan perhitungan sistem menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) yang perhitungan dengan cara membandingkan alternatif.     Kata kunci: beasiswa; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan