Abstract:Penentuan tata letak barang yang optimal di sebuah toko memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan. Dalam penelitian ini, diusulkan penerapan algoritma FP-Growth untuk menganalisis…
alisis pola asosiasi dari data transaksi penjualan guna mengoptimalkan tata letak barang. Algoritma FP-Growth dipilih karena kemampuannya dalam menemukan asosiasi frekuensi tinggi antar produk tanpa harus melalui tahap pencarian kandidat yang memerlukan waktu komputasi besar. Dengan menganalisis hubungan antar produk yang sering dibeli bersamaan, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi penempatan produk yang strategis untuk memaksimalkan peluang pembelian dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Studi kasus dilakukan pada data transaksi sebuah toko ritel yang diperoleh di situs penyedia dataset Kaggle, dengan hasil menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengaturan tata letak barang serta potensi peningkatan penjualan. Implementasi FP-Growth terbukti efektif dalam mengurangi waktu analisis dan memberikan hasil yang akurat dalam menentukan hubungan antar produk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola toko ritel dalam mengoptimalkan tata letak barang secara lebih ilmiah dan data-driven.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian.. Di antara sektor-sektor unggulan yang berkembang, industri kopi menunjukkan dinamika pertumbuhan yang signifikan. Namun…
masih banyak UMKM yang menghadapi berbagai tantangan seperti RKB Roastery di Jember menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya keakuratan dalam penentuan Harga Pokok Produksi (HPP). Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan mengembangkan keterampilan pelaku usaha kopi RKB Roastery Banjarsengon Jember untuk menentukan HPP dengan metode full costing. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Service Learning (SL) yang bersifat partisipatif dan berbasis coaching dengan empat tahapan yang terdiri dari investigasi, perencanaan, aksi dan refleksi. Pelatihan dilakukan dengan bantuan template Microsoft Excel yang dirancang untuk pencatatan biaya secara sistematis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan akurasi pencatatan dan efisiensi biaya setelah pendampingan. Disamping itu terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan bagi pelaku usaha maupun mahasiswa.
Abstract:Dalam pemberian komisi pada CV. Sempurna Tetap Makmur terdapat beberapa kriteria yang menjadi penilaian. Dalam mengambil keputusan terhadap penentuan komisi pada CV. Sempurna Tetap Makmur sudah menerapkan sistem terkomputerisasi…
terisasi dengan menggunakan Microsoft Excel dan untuk pengembangan aplikasi penentuan komisi maka CV. Sempurna Tetap Makmur memanfaatkan sistem aplikasi dengan menggunakan suatu metode algoritma yaitu metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT).
Abstract:Data mining merupakan proses penting dalam mengungkap informasi tersembunyi dari data yang besar dan kompleks, khususnya dalam industri ritel untuk memahami perilaku konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi…
pola pembelian sembako dan kebutuhan harian dengan menggunakan algoritma FP-Growth pada dataset sintetis. Algoritma FP-Growth dipilih karena kelebihannya dalam efisiensi dan kecepatan, terutama dalam menemukan frequent itemsets tanpa perlu melakukan pengulangan pada dataset. Hal ini membuat algoritma FP-Growth lebih unggul dibandingkan dengan algoritma lainnya, seperti Apriori, yang memerlukan banyak iterasi. Dataset sintetis yang digunakan mencerminkan transaksi pembelian di toko ritel untuk menguji kemampuan algoritma dalam menemukan pola pembelian yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa algoritma FP-Growth dapat secara efektif mengidentifikasi kombinasi barang yang sering dibeli bersama, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk menyusun strategi penjualan, seperti penawaran paket hemat. Implementasi algoritma ini diharapkan dapat membantu toko ritel dalam memahami kebutuhan konsumen dan meningkatkan strategi pemasaran
Abstract:Layanan informasi atau hasil yang didapatkan dari penggunaan teknologi tersebut dapat digunakan sebagai suatu keputusan atau rekomendasi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi, termasuk pada perusahaan seperti PT. Indomarco…
domarco Prismatama (Indomaret). Permasalahan yang terjadi saat ini di PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) yaitu proses penilaian untuk pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap berdasarkan penilaian berkas dan pemilihan secara manual (tanpa system) atau bisa disebut juga dengan melakukan prediksi atau perkiraan. Penelitian dilakukan di PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) Jl. Industri No. 60 Tanjung Morawa B. Kriteria yang digunakan dalam kualifikasi penentuan pengangkatan karyawan kontran menjadi tetap yaitu: kualitas kerja, lama bekerja, presensi dan pendidikan. Perancangan sistem pendukung keputusan dengan metode SMART telah berhasil di lakukan untuk penentuan pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap di PT. Indomarco Prismatama (Indomaret).
Abstract:Kondisi persaingan yang tinggi pada bisnis retail ini yang menuntut para pebisinis untuk mempertahankan loyalitas konsumennya supaya konsumen tidak beralih pada pesaingnya Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh…
uh Pengeceran, Harga Grosir dan Promosi Penjualan terhadap Loyalitas Kosumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di supermarket, mall dan toko retail modern yang ada di Tegal. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Cochran yaitu 100 orang responden. Teknik pengambilan sampling dengan non probability sampling dan penentuan pengambilan sampel melalui metode accidental sampling. Hasil penelitian koefisien variabel Pengeceran dan Loyalitas konsumen bernilai positif sebesar 0,192 artinya berhubungan positif. Nilai thitung > ttabel yaitu 2,341 > 1,661 dengan nilai sig. 0,021 < 0,05 artinya H1 diterima. Koefisien variabel harga grosir dan Loyalitas Konsumen bernilai positif sebesar 0,356 artinya terdapat hubungan positif. Nilai thitung > ttabel yaitu 4,034 > 1,661 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 artinya H2 diterima. Koefisien variabel persepsi promosi penjualan dan Loyalitas konsumen bernilai positif sebesar 0,486 artinya terdapat hubungan positif. thitung > ttabel yaitu 4,175 > 1,661 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05, artinya H3 di terima. Hasil Fhitung 35,607 dengan nilai sig. sig. < 0,05 atau 0,000 < 0,05, sehingga H4 diterima.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang komunikasi mobile. Selain itu, melalui pokok pembahasan yang dilakukan…
lakukan pada penelitian kali ini bertujuan untuk untuk dapat memberikan solusi yang sistematis dan objektif dalam menentukan produk iPhone bekas yang layak dijual di tahun 2026 pada Konter R11 Store. Dan selain itu juga untuk bagian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk dapat membantu proses penentuan iPhone bekas yang layak dijual di tahun 2026 pada Konter R11 Store. Maka berdasarkan hal tersebut pulah, maka pada penelitian kali ini menunjukkan hasil bahwa metode ini mampu memberikan rekomendasi yang jelas dan objektif dalam menentukan iPhone bekas yang paling layak untuk dijual di Konter R11 Store pada tahun 2026. Proses perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot dan nilai setiap kriteria, sehingga menghasilkan nilai preferensi (Vi) yang merepresentasikan tingkat kelayakan masing-masing alternatif secara kuantitatif. Hasil akhir menunjukkan bahwa dari 15 alternatif iPhone bekas yang dianalisis, terdapat 5 unit dengan nilai preferensi tertinggi yang dinilai paling layak untuk dijual. Alternatif D14 menempati peringkat pertama dengan nilai preferensi sebesar 0,1018. Nilai ini menunjukkan bahwa D14 memiliki keunggulan paling optimal dibandingkan alternatif lainnya, sehingga sangat direkomendasikan sebagai prioritas utama dalam proses penjualan. Selanjutnya, alternatif D13 berada pada peringkat kedua dengan nilai preferensi 0,1011, yang memiliki selisih nilai sangat kecil dengan peringkat pertama, menandakan kualitas dan kelayakan yang hampir setara. Peringkat ketiga ditempati oleh alternatif D15 dengan nilai preferensi sebesar 0,077. Meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan dua peringkat teratas, D15 tetap memenuhi kriteria kelayakan yang ditetapkan dan masih layak untuk dijual. Pada peringkat keempat dan kelima, alternatif D11 dan D10 memperoleh nilai preferensi masing-masing sebesar 0,069 dan 0,068.
Abstract:Kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam penentuan produktivitas suatu perusahaan. Apabila kinerja karyawan di sebuah perusahaan baik, maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan hal ini dapat menyebabkan…
keuntungan pada perusahaan tersebut bertambah. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja karyawan tersebut buruk, maka produktivitas perusahaan tersebut akan menurun. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yaitu beban kerja mental. Beban kerja mental merupakan sesuatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang memberi tekanan dalam hidupnya. Semakin tinggi tekanan yang dirasakan karyawan itu, maka semakin rendah kinerja yang bisa dicapainya. Salah satunya yaitu pada pekerja-pekerja di Pabrik Tahu MTB. Berdasarkan data-data perbandingan nilai rata-rata tiap faktor untuk menghitung beban kerja mental dapat disimpulkan bahwa faktor beban kerja mental yang paling berpengaruh yaitu performansi kerja yang menyatakan tingkat kepuasan yang dirasakan terhadap kinerja yang telah dilakukan yaitu sebesar 85. Rata-rata nilai kebutuhan mental dan kebutuhan fisik bernilai sama yaitu sebesar 80.5 yang menyatakan bahwa beban kerja para pekerja yang membutuhkan fisik dan mental bernilai sama .Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi beban kerja para pekerja yaitu Mental Demand,Physical Demand, Temporal Demand,Performance,Frustation, Effort. Berdasarkan hasil dari perhitungan dapat diketahui jumlah karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental kategori tinggi sekali dengan rata-rata WWL 85.66 yang berjumlah 4 orang dan kategori tinggi dengan rata-rata WWL 71.22 yang berjumlah 6 orang.
Abstract:Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned…
erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124.
Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.
Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.
Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.
Abstract:Pemilihan umum yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang transparan dan akuntabel. Namun, dalam praktiknya, proses pemilihan umum sering menghadapi kendala dalam menentukan alternatif…
rnatif terbaik secara objektif karena banyaknya kriteria yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai sistem pendukung keputusan dalam menentukan pemilihan umum terbaik di Aek Songongan. Metode SAW digunakan karena mampu melakukan penilaian berdasarkan pembobotan dan perangkingan terhadap sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tingkat partisipasi masyarakat, transparansi penyelenggaraan, kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas pelaksanaan, dan tingkat kepuasan masyarakat. Proses penelitian dilakukan melalui pengumpulan data, penentuan bobot kriteria, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil peringkat terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat membantu memberikan rekomendasi pemilihan umum terbaik secara objektif dan sistematis. Dengan demikian, penerapan metode SAW diharapkan dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang efektif bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum di Aek Song-songan.