Abstract:Masa remaja awal merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, sehingga diperlukan pembinaan yang mampu mengembangkan aspek moral, spiritual, dan sosial secara seimbang. Salah satu bentuk pembinaan spiritual dalam…
m tradisi Kristen adalah kebiasaan membaca Alkitab yang diyakini berperan dalam membentuk perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan membaca Alkitab terhadap perilaku positif pada remaja awal di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Oemathonis Efata Soe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja berusia 15–18 tahun, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,988. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,851 yang menunjukkan hubungan sangat kuat antara kebiasaan membaca Alkitab dan perilaku positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,724 mengindikasikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab memberikan kontribusi sebesar 72,4% terhadap pembentukan perilaku positif, sedangkan 27,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji hipotesis juga memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku positif remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca dan merenungkan firman Tuhan secara konsisten dapat memperkuat pembentukan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kasih, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kebiasaan membaca Alkitab perlu terus dikembangkan melalui keluarga, gereja, sekolah, dan lembaga pembinaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter remaja yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Abstract:The transition into emerging adulthood frequently induces life-direction anxiety, commonly known as a quarter-life crisis, among university students. This correlational quantitative investigation was designed to evaluate…
the correlation between the intensity of the quarter-life crisis (Variable X) and self-esteem (Variable Y) among active students at the State Christian Institute of Kupang (IAKN Kupang). Employing a sample of 30 participants gathered via probability sampling techniques, data collection was conducted utilizing Likert-scale questionnaires and statistically processed using the Pearson Product Moment correlation formula. The empirical analysis demonstrates a significant and highly robust positive correlation between the investigated constructs ($r = 0.769$; $p = 0.000$). This outcome highlights a noteworthy theoretical anomaly, wherein heightened levels of crisis are unexpectedly linked with enhanced self-esteem. This distinct psychological pattern is driven by active internal introspection, a purposeful pursuit of life meaning, and personal identity consolidation amid adversity. Furthermore, the campus culture at IAKN Kupang—characterized by comprehensive spiritual mentoring, robust peer networks, and a nurturing social atmosphere—serves as a constructive emotional buffer. These external dynamics empower students to navigate developmental stress adaptively, demonstrating that rather than diminishing their self-worth, the identity crisis ultimately bolsters their personal resilience.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas dalam membentuk resiliensi akademik santri di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research)…
esearch) dengan analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik santri merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi keluarga secara sistemik. Pola asuh, khususnya tipe otoritatif, berperan dalam membentuk regulasi emosi, kemandirian, dan motivasi belajar santri. Keterlibatan orang tua melalui komunikasi intensif, dukungan emosional, informasional, dan instrumental berfungsi sebagai faktor protektif yang meningkatkan rasa aman psikologis, motivasi intrinsik, serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan akademik. Selain itu, spiritualitas keluarga yang diinternalisasi melalui nilai-nilai religius seperti sabar, tawakal, dan ikhlas berperan sebagai mekanisme coping adaptif yang membantu santri memaknai tekanan akademik secara positif. Ketiga variabel tersebut saling berinteraksi dan membentuk ketahanan psikologis yang lebih kuat dalam menghadapi tuntutan kehidupan pesantren. Kesimpulannya, resiliensi akademik santri tidak hanya ditentukan oleh faktor individual, tetapi merupakan hasil konstruksi ekologis yang melibatkan kualitas pengasuhan, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas keluarga secara simultan.
Abstract:Development is a continuous process of qualitative change towards maturity, marked by increased organ function, cognitive, emotional, motoric, and behavioral abilities. Early adulthood is a period of human development from…
om adolescence to adulthood. Early adulthood begins between the ages of 16 and 40. In the human lifespan, adulthood plays an important role as a phase in which individuals experience various changes and adjustments. In this developmental process, several possible behavioral changes are very influential, including hedonism. The view of hedonism is often associated with consumptive and hedonistic behavior. People who adhere to hedonism will always seek ways to obtain pleasure, whether material, physical, or spiritual pleasure. Related to the increasingly advanced world of education, various learning models are implemented as an effort to adapt to the times. One of them is the deep learning learning model, deep learning is a pedagogical approach that focuses on understanding substantial concepts in depth, not just the breadth of material, through meaningful, conscious, and enjoyable (holistic) learning experiences. This study aims to analyze how hedonism in the application of the deep learning learning model influences the development of students' early adulthood, using qualitative descriptive methods. The research results show a significant influence between hedonistic attitudes in the application of deep learning and early adulthood development, as seen through observations and interviews conducted directly during the learning process. One observation revealed that students appeared relaxed and enjoyed group assignments, as some paid to be relieved of responsibility for completing them.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman filosofis guru Kristen terhadap efektivitas implementasi model pembelajaran holistik. Dalam banyak kasus, pendidikan Kristen terjebak dalam dikotomi di mana…
iman dan mata pelajaran akademik diperlakukan sebagai entitas yang terpisah. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana "Pandangan Dunia Kristiani" seorang guru berfungsi sebagai landasan bagi Integrasi Iman dan Ilmu (IFL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan pemahaman filosofi alkitabiah yang mendalam—memandang siswa sebagai Imago Dei dan semua kebenaran sebagai kebenaran Tuhan—jauh lebih efektif dalam memberikan pendidikan holistik. Guru-guru ini tidak sekadar "menyisipkan" ayat Alkitab, tetapi mengubah seluruh proses pembelajaran menjadi sebuah perjumpaan spiritual. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan model holistik tidak ditentukan oleh teknik pedagogis semata, melainkan oleh "lensa" filosofis pendidik.
Kata Kunci: Filosofi Kristen, Pendidikan Holistik, Pandangan Dunia Guru, Integrasi Iman dan Ilmu.
Abstract:Kehidupan manusia modern sering ditandai oleh tekanan psikologis, kelelahan batin, dan pencarian makna hidup. Spiritualitas menjadi salah satu dimensi penting untuk membangun kesadaran diri dan meningkatkan kualitas hidup.…
p. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran spiritualitas Hendrikus Leven dalam membangun kesadaran manusia menuju kehidupan yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-interpretatif. Data primer diperoleh dari gagasan dan refleksi praktik spiritual Hendrikus Leven, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai spiritualitas, kesadaran, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendrikus Leven menekankan kesadaran diri yang berkembang melalui refleksi pengalaman hidup, termasuk pengalaman sulit, sehingga individu dapat menemukan makna hidup, menghadapi tantangan, dan membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini konsisten dengan studi empiris yang menunjukkan hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritualitas bukan hanya dimensi religius, tetapi juga variabel multidimensi yang berkontribusi pada kesejahteraan batin dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Abstract:Artikel ini membahas keterhubungan antara spiritualitas dan empati dalam pemikiran Hendricus Leven, seorang pemikir humanistik yang menempatkan relasi antarmanusia sebagai pusat perkembangan spiritual. Melalui kajian literatur…
eratur yang mendalam, tulisan ini menyoroti bahwa spiritualitas dalam pandangan Leven bukan sekadar pengalaman kontemplatif yang bersifat personal, tetapi sebuah dinamika relasional yang menuntut keterbukaan terhadap kehadiran orang lain. Dalam konteks tersebut, empati berfungsi sebagai ekspresi nyata spiritualitas, sebab empati menghadirkan manusia pada perjumpaan yang autentik dengan sesama. Artikel ini juga menguraikan implikasi pemikiran Leven bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter manusia modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa spiritualitas dan empati saling menopang dalam membentuk pribadi yang utuh, transformatif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Abstract:Penelitian ini menganalisis landasan kehidupan berdasarkan pemikiran Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah gereja dan pendidikan di Indonesia, khususnya Flores Timur. Fokus kajian ini terletak pada…
a bagaimana prinsip-prinsip spiritualitas dan visi serta misi kemanusiaan Leven dapat menjadi landasan etis dan moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis tekstual terhadap tulisan dan biografi terkait pemikiran Leven, penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai fundamental seperti pelayanan, dan ketaatan kreatif sebagai pilar utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leven menekankan pentingnya pengembangan diri yang utuh, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik, yang terwujud dalam tindakan nyata yang bertanggung jawab dan melayani sesama. Pemikiran ini relevan dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dihadapkan pada krisis makna dan etika, dengan menawarkan kerangka kerja kehidupan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang luas dan spiritualitas yang mendalam. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran Leven bagi pendidikan, kehidupan sosial, dan pengembangan pribadi pada era modern yang ditandai oleh fragmentasi nilai, tekanan psikologis, dan krisis eksistensial. Dengan mengintegrasikan refleksi diri, pengolahan pengalaman hidup, serta keterbukaan terhadap transendensi, spiritualitas menurut Leven dapat menjadi dasar yang kuat bagi pembentukan karakter, keseimbangan batin, dan kualitas hidup yang lebih bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun landasan spiritualitas kehidupan sebagai bagian integral dari perkembangan manusia secara holistik.
Abstract:Artikel ini mengkaji kontribusi Henricus Leven dalam pengembangan kehidupan misioner, khususnya dalam konteks misi Katolik. Henricus Leven dikenal sebagai tokoh yang memberikan sumbangan signifikan terhadap spiritualitas…
dan metodologi karya misi melalui pendekatannya yang menekankan inkarnasi nilai-nilai Injil dalam konteks local. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Leven mengintegrasikan pemahaman teologis dengan praktik pastoral yang kontekstual, menciptakan model misi yang tidak hanya berfokus pada evangelisasi tetapi juga pada pemberdayaan komunitas lokal. Kontribusinya meliputi pengembangan strategi pendampingan yang menghormati budaya setempat, pembentukan komunitas basis yang mandiri, serta penekanan pada dimensi sosial dari pewartaan Injil. Leven juga dikenal karena pendekatan dialogisnya yang mempromosikan perjumpaan autentik antara pewarta dan penerima kabar gembira, menghindari sikap paternalistik yang sering mewarnai karya misi pada masa tersebut. Visinya tentang gereja lokal yang berakar kuat dalam realitas sosio-kultural masyarakat setempat telah memberikan inspirasi bagi generasi misionaris berikutnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan Henricus Leven tetap relevan bagi pembaruan metodologi misi kontemporer, terutama dalam konteks dialog antarbudaya dan inkulturasi yang menjadi tantangan gereja modern.
Abstract:Artikel ini membahas pandangan henricus leven mengenai dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan. Leven menekankan pentingnya hubungan harmonis antara dua dimensi tersebut sebagai upaya untuk memahami realitas secara…
ara utuh. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi litelatur, artikel ini menguraikan gagasan leven tentang integrasi antara rasionalitas ilmiah dan kedalaman spiritual. Hasil kajian menunjukan bahwa leven melihat ilmu pengatahuan dan spiritualitas bukan sebagai dua entitas yang bertentangan, melainkan sebagai dua jalan menuju kebenaran yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pola dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan yang tersirat dalam visi, misi, dan karya hendricus leven. Meskipun leven dikenal luas karena peranannya dalam misi gereja dan pelayanan social – pendidikan di Indonesia, Pemikirannya menawarkan kerangka unik dimana nilai-nilai spiritualitas ( terutama nilai Kristiani) tidak diposisikan sebagai antitesis terhadap kemajuan intelektual dan ilmiah, melainkan sebagai basis etis dan motivasi transformatif.