Search Articles & Publications

Showing 1085 articles found for "Teknologi"

OPTIMIZING RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION FOR DOMAIN-SPECIFIC KNOWLEDGE SYSTEMS THROUGH FINE-TUNING AND PROMPT ENGINEERING

Ahmad Fajri, Rila Mandala
Abstract: Abstract: This study discusses the optimization of RAG for a FAQ system in the field of information technology product security certification at BSSN. Although LLM generate reliable responses, they often lack up-to-date… and domain-specific knowledge, which can be addressed through the RAG approach. This research aims to optimize a domain-specific RAG system by improving embedding performance, enhancing prompt robustness, and increasing retrieval accuracy. The research methods consist of three stages. The first stage involves fine-tuning the bge-m3 embedding model and evaluating its performance using MRR, Recall, and AUC. The second stage applies prompt engineering techniques, namely the SRSM and Autodefense, to mitigate direct-injection and escape-character prompt injection attacks. The third stage evaluates the proposed RAG system using Precision, Recall, and F1-Score metrics against four baseline models. The results of research show that the fine-tuned embedding model achieves higher performance than the original model, with MRR@1 and Recall@1 values of 0.80 and an AUC@100 of 0.7023. In addition, the proposed prompt engineering techniques demonstrate robustness against prompt injection attacks, while the overall RAG system attains a perfect Precision, Recall, and F1-Score of 1.00. In conclusion, the proposed approach effectively enhances retrieval accuracy, embedding quality, and system security, resulting in a more reliable RAG-based FAQ system for information technology product security certification. Keywords: embedding fine-tuning; large language model; prompt engineering; prompt injection mitigation; retrieval-augmented generation   Abstrak: Studi ini membahas optimasi RAG untuk sistem FAQ di bidang sertifikasi keamanan produk teknologi informasi di BSSN. Meskipun LLM menghasilkan respons yang andal, mereka seringkali kurang memiliki pengetahuan terkini dan spesifik domain, yang dapat diatasi melalui pendekatan RAG. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem RAG spesifik domain dengan meningkatkan kinerja embedding, meningkatkan ketahanan prompt dan meningkatkan akurasi pengambilan. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama melibatkan fine-tuning model embedding bge-m3 dan mengevaluasi kinerjanya menggunakan Mean Reciprocal Rank (MRR), Recall, dan AUC. Tahap kedua menerapkan teknik rekayasa prompt, yaitu Self- SRSM dan Autodefense, untuk mengurangi serangan direct-injection dan escape-character prompt injection. Tahap ketiga mengevaluasi sistem RAG yang diusulkan menggunakan metrik Presisi, Recall, dan F1-Score terhadap empat model dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model embedding yang disempurnakan mencapai kinerja yang lebih tinggi daripada model asli, dengan nilai MRR@1 dan Recall@1 sebesar 0,80 dan AUC@100 sebesar 0,7023. Selain itu, teknik rekayasa prompt yang diusulkan menunjukkan ketahanan terhadap serangan injeksi prompt, sementara sistem RAG secara keseluruhan mencapai Presisi, Recall, dan F1-Score sempurna sebesar 1,00. Kesimpulannya, pendekatan yang diusulkan secara efektif meningkatkan akurasi pengambilan, kualitas embedding dan keamanan sistem, menghasilkan sistem FAQ berbasis RAG yang lebih andal untuk sertifikasi keamanan produk teknologi informasi. Kata kunci: penyempurnaan embedding; model bahasa besar; rekayasa prompt; mitigasi injeksi prompt; retrieval-augmented generation

DEVELOPMENT OF A QR CODE-BASED WEBAR TO DIGITIZE LOCAL WISDOM AS AN EFFORT TO INCREASE TOURIST ATTRACTION IN BORDER AREAS

P, Noviyanti, Mira, Alexander Jerry
Abstract: Abstract: Current technological developments play a crucial role in driving the tourism industry, one of which is the utilization of technology. However, tourist attractions in border areas face challenges such as limited&#8230; d access to digital information and a lack of interactive media to present local wisdom such as history, customs, and culture. This study aims to develop and implement a QR Code-based Web-based Augmented Reality (WebAR) to digitize local wisdom at tourist attractions, making information more engaging and accessible to tourists. The research methodology adopted three approaches: UCD (User-Centered Design), Agile methods, and TAM (Technology Acceptance Model). This platform contains the local wisdom of two tourist villages in the border area, namely Sebujit Village and Jagoi Babang Village. The results of testing and evaluation using multiple linear regression and SEM-PLS methods on 45 respondents showed that the WebAR technology acceptance model was significant (F = 6.583; p < 0.001). User Attitude (ATU) is a key variable that significantly influences Intention to Use (BI) (β=0.429; p=0.001), while Ease of Use (PEOU) and Benefit (PU) indirectly influence BI through ATU. As additional validation, the classification test yielded an accuracy of 88.90% and an F1-score of 0.941, confirming that QR Code-based WebAR is effective and well-received as a digital information and promotion medium for local wisdom in border areas. Keywords: border areas; local wisdom; qr code; tourist attractions; web augmented reality.   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran penting dalam mendorong industri pariwisata, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi. Namun, objek wisata di daerah perbatasan menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses informasi digital dan kurangnya media interaktif untuk menyajikan kearifan lokal seperti sejarah, adat istiadat, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Web-based Augmented Reality (WebAR) berbasis QR Code untuk digitalisasi kearifan lokal objek wisata, menjadikan informasi lebih menarik dan mudah diakses bagi wisatawan. Metodologi penelitian mengadopsi tiga pendekatan, UCD (User-Centered Design), metode Agile, dan TAM (Technology Acceptance Model). Platform ini memuat kearifan lokal dua desa wisata di daerah perbatasan, yaitu Desa Sebujit dan Desa Jagoi Babang. Hasil pengujian dan evaluasi dengan metode regresi linier berganda dan SEM-PLS pada 45 responden menunjukkan bahwa model penerimaan teknologi WebAR ini signifikan (F = 6.583; p < 0.001). Sikap Pengguna (ATU) menjadi variabel kunci yang berpengaruh signifikan terhadap Niat Penggunaan (BI) (β=0.429; p=0.001), sementara Kemudahan Penggunaan (PEOU) dan Manfaat (PU) memengaruhi BI secara tidak langsung melalui ATU. Sebagai validasi tambahan, uji klasifikasi menghasilkan akurasi 88,90% dan F1-score 0,941, yang menegaskan bahwa WebAR berbasis Kode QR efektif dan dapat diterima dengan baik sebagai media informasi dan promosi digital kearifan lokal di wilayah perbatasan. Kata Kunci: daerah perbatasan; kearifan lokal; qr code; web augmented reality.

PREDICTION OF STROKE USING LOGISTIC REGRESSION WITH A MACHINE LEARNING APPROACH

Rana Aphrodita, Ishiqa, Nur Fajri, Ika, Nugroho, Agung
Abstract: Abstract: Stroke is one of the leading causes of death and disability in various parts of the world, including in Indonesia. Along with the development of digital technology, the use of Machine Learning in the health sector&#8230; tor is growing, one of which is in an effort to predict the occurrence of stroke. This study aims to implement the Logistic Regression algorithm in predicting the likelihood of a person having a stroke based on data from the Brain Stroke dataset. The research process includes data preprocessing (missing value handling, normalization, and label encoding), dividing the data into 80% training data and 20% test data, as well as model training. The model was then evaluated using several measures such as accuracy, precision, recall, F1-score, and ROC-AUC, as well as a confusion matrix. The results of the study showed that Logistic Regression was able to provide stroke classification results with an accuracy of 82.4%, precision of 80.1%, recall of 78.6%, F1-score of 79.3%, and a ROC-AUC value of 0.87. Then, the model is integrated into applications that use Streamlit, so it can be used interactively to predict stroke risk in new data. The results of this study show that the combination of Machine Learning and web-based applications has the potential to support efforts to detect early stroke risk.             Keywords: logistic regression; machine learning; prediction; streamlit; stroke.     Abstrak: Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi digital, penggunaan Machine Learning dalam bidang kesehatan semakin berkembang, salah satunya dalam upaya memprediksi terjadinya penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Logistic Regression dalam memprediksi kemungkinan seseorang mengalami stroke berdasarkan data dari dataset Brain Stroke. Proses penelitian meliputi preprocessing data (penanganan missing value, normalisasi, dan label encoding), membagi data menjadi 80% data latih dan 20% data uji, serta pelatihan model. Model kemudian dievaluasi menggunakan beberapa ukuran seperti akurasi, precision, recall, F1-score, dan ROC-AUC, serta confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistic Regression mampu memberikan hasil klasifikasi penyakit stroke dengan akurasi sebesar 82,4%, precision 80,1%, recall 78,6%, F1-score 79,3%, dan nilai ROC-AUC sebesar 0,87. Kemudian, model tersebut diintegrasikan ke dalam aplikasi yang menggunakan Streamlit, sehingga dapat digunakan secara interaktif untuk memprediksi risiko stroke pada data baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Machine Learning dan aplikasi berbasis web berpotensi mendukung upaya deteksi dini risiko stroke.   Kata kunci: logistic regression; machine learning; prediksi; streamlit; stroke.

DEVELOPMENT INTEGRATIVE MODEL FOR ACADEMIC INFORMATION SYSTEMS USING UTAUT, DELONE&MCLEAN, AND TTF

Asep Hilmi Mutakin, Asep Suhana, Permatasari, R. Willa, Arief Budiman Krama, Andrew Ghea Mahardika
Abstract: Abstract: The Academic Information System (SIAKAD) plays an important role in supporting the management of academic administration in higher education institutions, particularly for students. ABC University has implemented&#8230; ed SIAKAD since 2018 to facilitate administrative ativities in line with its motto of a high technology campus. This study aims to measure the sucess of SIAKAD usage from the aspects of acceptance, satisfaction, suitability, and perceived benefits. The integration of the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), DeLone & McLean, and Task Technology Fit (TTF) models was carried out to obain a more comprehensive overview in assessing the success of SIAKAD. UTAUT explains the factors influencing the intention to use, DeLone & McLean emphasizes the relationship between system quality and both user satisfaction and net benefits, while TTF evaluates the fit between technology and user tasks. By combining these three models, the study addresses the limitations of each model and produces a more holistic approach in measuring acceptance, success, and the appropriateness of system use. The testing was conducted using SPSS and Structural Equation Modeling (SEM) analysis through AMOS.             Keywords: siakad; utaut; delone&mclean; penerimaan teknologi; sem  

DEVELOPMENT OF A WEB-BASED POINT OF SALE APPLICATION US-ING THE LARAVEL FRAMEWORK

Apriani, Rika, Haerani, Reni, Nugroho, Praditya Adi, Farisi, Imam
Abstract: Abstract: The development of information technology encourages businesses to take over digital systems in business operations, even in the sales process. The Point of Sales (POS) system is the leading solution for recording&#8230; ing transactions, managing stock, and creating sales reports efficiently. This study aims to develop a POS application based on a website and make it easier for administrators to manage sales transactions, making them faster and more efficient. This system is made with a structured Agile Development method, requirements, design, development, testing, deployment, and implementation. The framework used is the Laravel framework, with system testing conducted using BlackBox. The test results show that the system is on track and that the efficiency of the transaction and reporting process can be increased. A web-based basis allows users to manage their business more easily in real time because this application is flexible and can be used on various devices.             Keywords: agile model;laravel;point of sales; websites     Abstrak: Pengembangan teknologi informasi mendorong bisnis untuk mengambil alih sistem digital dalam operasi bisnis, bahkan dalam proses penjualan. Sistem Point of Sales (POS) adalah solusi utama untuk merekam transaksi, mengelola stok dan membuat laporan penjualan secara efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangan aplikasi POS berdasarkan situs web dan memudahkan administrator dalam mengelola transaksi penjualan, membuatnya lebih cepat dan lebih efisien. Sistem ini dibuat dengan metode Agile Development yang terstruktur, requirement, design, development, testing, deployment, dan implementation serta kerangka kerja yang digunakan yaitu framework Laravel dengan pengujian sistem menggunakan Blackbox. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berada di jalur dan bahwa efisiensi proses transaksi dan pelaporan dapat meningkat. Dengan berbasis web memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengelola bisnisnya secara real time, karena aplikasi ini fleksibel melalui berbagai perangkat.   Kata kunci: model agile;laravel;point of sales;website

FEATURE ALIGNMENT OF THE INTERNAL QUALITY AUDIT SYSTEM BASED ON PPEPP

Jollyta, Deny, Hajjah, Alyauma, Mukhsin, Mukhsin, Prihandoko, Prihandoko
Abstract: Abstract: The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, has developed guidelines for the Internal Quality Assurance System or known as SPMI, that is being implemented through the Internal Quality Audit (IQA)&#8230; QA) with the PPEPP cycle, namely Determination (P), Implemen-tation (P), Evaluation (E), Control (P), and Improvement (P). Some universities have implemented IQA with system. The problem is that the system does not line well with the PPEPP cycle, which results in unsatisfactory audit results. The purpose of this study is to evaluate how well the university-owned AQI system features in line the PPEPP cycle and to highlight development opportunities. The method used Feature Oriented Domain analysis (FODA) and Acceptance Testing. This study delivered an analysis of IQA system features that consistent with PPEPP. The FODA results were validated by expert and tested with User Acceptance Test (UAT) with 89.98% user response that the system is acceptable. The research contributes to universities' understanding of the features necessary in the AQI system, which has an impact on the perfection of the university AQI system design in accordance with the PPEPP cycle.             Keywords: FODA; IQA system; PPEPP cycle; SPMI     Abstrak: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyusun pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal atau yang dikenal dengan SPMI, yang diimplementasikan melalui Audit Mutu Internal (AMI) dengan siklus PPEPP, yaitu Penetapan (P), Pelaksanaan (P), Evaluasi (E), Pengendalian (P), dan Peningkatan (P). Beberapa perguruan tinggi telah mengimplementasikan AMI dengan sistem. Permasalahannya, sistem tersebut tidak sejalan dengan siklus PPEPP, sehingga hasil audit kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik fitur sistem AMI milik perguruan tinggi sejalan dengan siklus PPEPP dan menyoroti peluang pengembangan. Metode yang digunakan adalah analisis Feature Oriented Domain (FODA) dan Acceptance Testing. Penelitian ini menghasilkan analisis fitur sistem AMI yang konsisten dengan PPEPP. Hasil FODA divalidasi oleh ahli dan diuji dengan User Acceptance Test (UAT) dengan 89,98% respon pengguna bahwa sistem dapat diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman universitas terhadap fitur-fitur yang diperlukan dalam sistem AMI, yang berdampak pada kesempurnaan desain sistem AMI universitas sesuai dengan siklus PPEPP.   Kata kunci: FODA; siklus PPEPP; sistem AMI; SPMI

PREDICTING LOAN ELIGIBILITY WITH SUPPORT VECTOR MACHINE: A MACHINE LEARNING APPROACH

Rajunaidi, Rajunaidi, Yuliansyah, Herman, Sunardi, Sunardi, Murinto, Murinto
Abstract: Abstract: Non-performing loans remain one of the main challenges faced by cooperatives, particularly when the loan eligibility assessment process is still conducted manually. This traditional approach tends to be time consuming,&#8230; nsuming, subjective, and prone to inaccurate decisions. This study aims to develop a predictive model for borrower eligibility using the Support Vector Machine (SVM) algorithm as a more efficient and objective machine learning-based solution. A total of 1,000 loan history records were processed using RapidMiner software, taking into account variables such as salary, years of employment, loan amount, monthly installment, employment status, monthly expenses, number of dependents, housing status, age, and collateral value. The model’s performance was evaluated using a confusion matrix and classification metrics including accuracy, precision, recall, and kappa. The results indicate that the SVM model achieved an accuracy of 90.05%, precision of 90.13%, recall of 90.05%, and f1 score of 90,08%, reflecting a strong performance in classifying borrower eligibility. The application of this method makes a significant contribution to the development of data driven decision support systems within cooperative environments. This finding expands the scientific understanding in the field of microfinance and supports the implementation of artificial intelligence technologies in making decisions that are more precise, rapid, and accurate. Keywords: cooperative; eligibility prediction; machine learning; non-performing loan; SVM Abstrak: Kredit macet merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi koperasi, terutama ketika proses penilaian kelayakan peminjam masih dilakukan secara manual. Pendekatan ini cenderung lambat, subjektif, dan berisiko menghasilkan keputusan yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prediksi kelayakan peminjam menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) sebagai solusi berbasis machine learning yang lebih efisien dan objektif. Sebanyak 1.000 data riwayat pinjaman diolah menggunakan tools RapidMiner dengan mempertimbangkan variabel: gaji, lama bekerja, besar pinjaman, angsuran per bulan, status pegawai, pengeluaran bulanan, jumlah tanggungan, status rumah, umur, dan nilai jaminan. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dan metrik klasifikasi seperti akurasi, presisi, recall, dan kappa. Hasil menunjukkan bahwa model SVM mencapai akurasi  90,05%, presisi 90,13%, recall 90,05%, dan f1 score 90,08%, yang mencerminkan performa model yang sangat baik dalam mengklasifikasikan kelayakan peminjam. Penerapan metode ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis data di lingkungan koperasi. Temuan ini memperluas wawasan keilmuan di bidang keuangan mikro dan mendukung penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat, cepat, dan akurat. Kata Kunci: koperasi; kredit macet; machine learning; prediksi kelayakan; SVM    

AN EFFECTIVENESS OF LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS IN HIGHER EDUCATION: THE DELONE AND MCLEAN-SEM APPROACH

Ivander, Filbert, Yang, Marvello, Melyanto, Melyanto, Saragih, Fry Melda
Abstract: Abstract: Information Technology has impacted various sectors, including education. Learning Management Systems (LMS) are designed to facilitate lecturers and students in accessing academic activities such as online learning.&#8230; ning. This study aims to analyze the effectiveness of Learning Management Systems (LMS) among higher education institutions in Indonesia. This analysis is crucial for assessing the effectiveness of LMS use by universities in Indonesia, enabling investments in LMS to yield optimal results. The study employed the D&M IS Success Model and PLS-SEM to evaluate the relationships between various variables, including system, information, service quality, user satisfaction, and benefits. Simple random sampling was used to collect data from 170 universities in Indonesia. This study employed PLS-SEM to investigate the observed variables, including validity and reliability testing, which involves assessing reliability, convergent validity, and discriminant validity. This current study found that all the hypotheses were accepted with p-values below 0,05. These findings contribute to universities paying attention to aspects of system, information, and service quality in Learning Management Systems (LMS) to improve user satisfaction and create a positive perception of benefits. Therefore, this research yields significant results that contribute to higher education in Indonesia, as well as the advancement of knowledge in management information systems.             Keywords: delone and mclean; information system success; LMS; SEM-PLS.   Abstrak: Teknologi Informasi telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk pendidikan. Learning Management System (LMS) dirancang untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam mengakses kegiatan akademik seperti pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Learning Management System (LMS) di perguruan tinggi di Indonesia. Analisis ini penting untuk menilai sejauh mana efektivitas penggunaan LMS oleh universitas-universitas di Indonesia, sehingga investasi dalam LMS dapat mem-berika           n hasil yang optimal.Penelitian ini menggunakan model D&M IS Success Model dan metode PLS-SEM untuk mengevaluasi hubungan antara berbagai variabel, termasuk kuali-tas sistem, informasi, layanan, kepuasan pengguna, dan manfaat. Teknik simple random sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 170 perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan PLS-SEM untuk mengkaji variabel-variabel yang diamati, ter-masuk pengujian validitas dan reliabilitas, yang mencakup penilaian reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis diterima dengan nilai p di bawah 0,05. Temuan ini mendorong universitas untuk memberikan perhatian pada aspek kualitas sistem, informasi, dan layanan dalam penggunaan LMS guna meningkatkan kepuasan pengguna dan menciptakan persepsi posi-tif terhadap manfaatnya. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan hasil yang signifikan bagi perguruan tinggi di Indonesia serta turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu di bidang sistem informasi manajemen.   Kata kunci: delone and mclean; kesuksesan sistem informasi; LMS; SEM-PLS

THE EFFECT OF FACIAL ACCESSORY AUGMENTATION ON THE ACCURACY OF DEEP LEARNING-BASED FACIAL RECOGNITION SYSTEMS

Hidayat, Ahmad Nur, Suciati, Nanik, Saikhu, Ahmad
Abstract: Abstract: Face recognition based on deep learning has become an important technology in many areas. However, these systems often face challenges in real-world conditions, such as when the face is partially covered by accessories&#8230; essories such as masks or glasses. This study aims to evaluate the effect of data augmentation by adding facial accessories (masks, glasses, and a combination of both) and geometric augmentation on the accuracy of face recognition systems. There are three types of datasets used in this method: the original dataset (category 1), the dataset with facial accessories augmentation (category 2), and the dataset with geometric augmentation (category 3). Data augmentation was performed on the training dataset to increase diversity, followed by the face detection process using SCRFD and feature extraction with ArcFace. The model was then trained using Multi-Layer Perceptron (MLP). Based on the results, adding face accessories (category 2) made the model a lot more accurate, hitting 99% accuracy. In category 3, adding geometric features improved accuracy to 91%. Other evaluation metrics, such as precision, recall, and F1-score, also showed improvement after augmentation. This study concludes that facial accessories augmentation is more effective in improving the accuracy and robustness of face recognition models compared to geometric augmentation. Keywords: augmentation; deep learning; face recognition; glasses.   Abstrak: Pengenalan wajah berbasis deep learning telah menjadi salah satu teknologi penting dalam berbagai aplikasi. Namun, sistem ini sering kali menghadapi tantangan dalam kondisi dunia nyata, seperti saat wajah tertutup sebagian oleh aksesori seperti masker atau kacamata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh augmentasi data dengan menambahkan aksesori wajah (masker, kacamata, dan kombinasi keduanya) serta augmentasi geometris terhadap akurasi sistem pengenalan wajah. Metode yang digunakan melibatkan tiga kategori dataset: dataset asli tanpa augmentasi (kategori 1), dataset dengan augmentasi aksesoris wajah (kategori 2), dan dataset dengan augmentasi geometris (kategori 3). Augmentasi data dilakukan pada dataset pelatihan untuk meningkatkan keberagaman, diikuti dengan proses deteksi wajah menggunakan SCRFD dan ekstraksi fitur dengan ArcFace. Model kemudian dilatih menggunakan Multi-Layer Perceptron (MLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa augmentasi aksesoris wajah (kategori 2) memberikan peningkatan signifikan pada akurasi model, mencapai 99%, sedangkan kategori 3 dengan augmentasi geometris mencapai akurasi 91%. Metrik evaluasi lainnya, seperti precision, recall, dan F1-score, juga menunjukkan peningkatan setelah augmentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa augmentasi aksesoris wajah lebih efektif dalam meningkatkan akurasi dan ketahanan model pengenalan wajah dibandingkan dengan augmentasi geometris. Kata kunci: augmentasi; deep learning; kacamata; pengenalan wajah.

EVALUATION IT GOVERNANCE BASED ON COBIT 2019 FRAMEWORK AT BUANA PERJUANGAN UNIVERSITY

Yazid, Muhammad Abi, Hananto, April Lia, Priyatna, Bayu, Paryono, Tukino
Abstract: Abstract: The utilization of Information Technology (IT) in higher education institutions is crucial for supporting academic and administrative activities. The Data and Information Center (PUSDATIN) of UBP Karawang manages&#8230; es various IT services, such as Sistem Informasi Perguruan Tinggi (SIPT), e-learning Buana Online Course (BOC), and others. This study aims to evaluate the maturity level of IT governance at UBP Karawang to ensure alignment with the university's strategic goals and identify areas requiring improvement. The research employs a quantitative descriptive method based on COBIT 2019, with data collected from 92 respondents, analyzed through goals cascade mapping and maturity level measurement. The evaluation results across 14 COBIT 2019 domains indicate that the IT governance maturity level at UBP Karawang is at Level 4 (Quantitatively Managed) with a score of 3.86 and an average gap of 1.13 from the expected level. The findings suggest that while IT governance at UBP Karawang is well-managed, there is still room for improvement. Therefore, several recommendations are proposed to optimize IT governance effectiveness, ensure regulatory compliance, and support the achievement of the university's strategic objectives.             Keywords: COBIT 2019; IT evaluation; IT governance; maturity level.   Abstrak: Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di perguruan tinggi sangat krusial untuk mendukung aktivitas akademik dan administratif. Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) UBP Karawang mengelola berbagai layanan TI, seperti Sistem Informasi Perguruan Tinggi (SIPT), e-learning Buana Online Course (BOC) dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan tata kelola TI di UBP Karawang guna memastikan keselarasan dengan tujuan universitas serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif berbasis COBIT 2019, dengan data diperoleh dari 92 responden, dianalisis melalui pemetaan goals cascade dan pengukuran maturity level. Hasil evaluasi pada 14 domain COBIT 2019 menunjukkan tingkat kematangan TI UBP Karawang berada di Level 4 (Terkelola secara Kuantitatif) dengan skor 3.86, serta rata-rata gap 1.13 dari tingkat yang diharapkan. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun tata kelola TI di UBP Karawang telah terkelola dengan baik, masih terdapat ruang untuk perbaikan. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi diajukan guna mengoptimalkan efektivitas tata kelola TI, menjamin kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pencapaian tujuan strategis universitas.   Kata kunci: COBIT 2019; evaluasi TI; maturity level; tata kelola TI.