Search Articles & Publications

Showing 3131 articles found for "Analisi"

STRATEGI PEMERINTAH DESA ADAT DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUWAT WATERFALL DI DESA SUWAT KABUPATEN GIANYAR

I Wayan Raditya Wargata, I Putu Dharmanu Yudartha, Gek Aris Veratiani
Abstract: Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Desa Adat Suwat dalam mengembangkan objek wisata Suwat Waterfall di Kabupaten Gianyar, Bali. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi yang telah diterapkan serta merumuskan… an rekomendasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Adat Suwat menerapkan strategi peningkatan infrastruktur, promosi berbasis media sosial, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan dana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama terletak pada keunikan alam dan aksesibilitas, kelemahan pada keterbatasan SDM, peluang pada perkembangan teknologi dan lokasi strategis, serta ancaman pada persaingan destinasi lain. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, kolaborasi dengan pemerintah dan swasta, promosi digital yang lebih masif, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Suwat Waterfall berpotensi menjadi destinasi wisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CANVA DALAM MENDESAIN PRESENTASI KULIAH

Mutiara Putri, Zarra Hanura IL, Jesi Alexander Alim, Mitha Dwi Anggriani
Abstract: This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages… es the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

ANALISIS INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA STRATEGI BISNIS INTERNASIONAL: STUDI KASUS PERUSAHAAN GLOBAL STARBUCKS DALAM MEMPERLUAS PASAR

Dian Amelia Gidanthi, Ranti Ramadhanti, Khoerul Nisa Hilmi, Ingrit Fatharani, Rizaldi Alfrizafany, Yosep Suherman, Yuyun Yuniarsih
Abstract: Instagram sudah berkembang menjadi salah satu media sosial yang paling sering digunakan untuk kegiatan pemasaran. Perusahaan global memanfaatkan platform ini bukan hanya untuk promosi produk, tetapi juga untuk membangun… hubungan dengan konsumen. Starbucks menjadi salah satu contoh brand internasional yang berhasil menggunakan Instagram untuk mendukung strategi bisnisnya di berbagai negara. Dengan jumlah pengikut yang sangat besar, Starbucks menghadirkan konten visual yang konsisten, kreatif, dan disesuaikan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Starbucks memanfaatkan Instagram dalam memperluas pasar internasional, apa saja kelebihan serta tantangannya, dan bagaimana efektivitasnya dibandingkan media pemasaran lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan data dari jurnal, artikel, serta laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan besar dalam membangun brand image Starbucks, meningkatkan interaksi konsumen, dan memperkuat posisinya sebagai merek gaya hidup global.

ANALISIS MEDIA SOSIAL DALAM MENETAPKAN SEGMENTASI PASAR DAN DEMOGRAFI KONSUMEN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GLOBAL APPLE

Aliefya Rahil Naftaly, Denis Stiyansah, Eden Dendie, Magdalena Siregar, Okki Heriyanto, Shera Tri Andini, Tita Apriani, Yuyun Yuniarsih
Abstract: Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat penting dalam strategi pemasaran modern. Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Apple, semakin mengandalkan platform… media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam proses segmentasi pasar dan pemahaman demografi konsumen, dengan mengambil Apple sebagai objek studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data yang diperoleh mencakup konten promosi, respons audiens, serta pola interaksi pengguna. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan Apple untuk mengidentifikasi segmen pasar secara lebih akurat dan menjangkau audiens yang relevan. Selain itu, analisis demografi konsumen melalui media sosial membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih personalisasi dan efektif. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari media sosial, Apple dapat menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran sesuai dengan karakteristik demografis dan perilaku konsumen. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan data digital dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan global dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemasaran di era digital, serta peran media sosial dalam segmentasi pasar dan analisis demografi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA KUAPAN KECAMATAN TAMBANG

Siska Adetia, Masrul Ikhsan
Abstract: Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa… a dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.

ANALISIS PENGARUH QRIS TERHADAP EFISIENSI PEMBAYARAN LANSIA DI PASAR BAROS CIMAHI

Neni Amelia, Yuyun Yuniarsih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS terhadap efisiensi pembayaran pada kaum lansia di Pasar Baros Cimahi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif.… atif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden lansia yang pernah menggunakan QRIS di Pasar Baros Cimahi. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh QRIS terhadap efisiensi pembayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS oleh lansia di Pasar Baros Cimahi berada pada kategori sangat baik, sementara efisiensi pembayaran berada pada kategori baik. Analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pembayaran, dengan kontribusi pengaruh sebesar 65,6%, sedangkan 34,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS memberikan manfaat dalam meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama terkait dengan kecepatan transaksi. Rekomendasi diberikan kepada pihak terkait untuk meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada lansia agar penggunaan QRIS lebih optimal.

ANALISIS INDIKATOR MOTIVATIONAL DETERIORATION PERWIRA LAUT PT PELNI (PERSERO) JAKARTA DALAM PENEMPATAN TIPE KAPAL

Reno Fandika
Abstract: The purpose of this study is to determine and analyze the indicators of motivational deterioration in marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta related to their preferences in ship type placement (2000 pax, 1000 pax,… and 500 pax), identify the main indicators that cause the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta, and analyze the relationship between indicators of motivational deterioration with marine officers' preferences for different types of ships. In this study, researchers used a qualitative method with a descriptive form and emphasized the use of motivation theory and the concept of motivational deterioration to analyze indicators of motivational deterioration of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement. From the results of the study it is known that there is a salary gap that has not been adjusted to the applicable career pattern for the promotion path, which is one of the main factors triggering the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement, as well as other factors that contribute to motivational deterioration, namely the absence of a clear career pattern system and a promotion path that is not running optimally, this condition affects the preferences and performance of marine officers in assignments on various types of ships. The data was obtained from books, scientific journals, official company and government websites, company directors' decrees, and valid online media articles.

MODEL-MODEL EVALUASI PENDIDIKAN

Lilik Anirowati, Siti Rahma, Nur Komariah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model evaluasi pendidikan yang digunakan dalam proses pengukuran dan penilaian efektivitas program pembelajaran maupun kebijakan pendidikan. Melalui pendekatan… katan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri konsep, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari beberapa model evaluasi pendidikan yang paling dikenal, seperti model CIPP, model Tyler, model Countenance, model Stake, dan model Kirkpatrick. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan, konteks, serta jenis program yang dievaluasi. Model CIPP cenderung digunakan untuk evaluasi yang bersifat komprehensif dan berorientasi pada perbaikan program, sementara model Tyler lebih fokus pada pencapaian tujuan instruksional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu model evaluasi yang bersifat universal, sehingga pemilihan model evaluasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemahaman mendalam terhadap teori evaluasi serta fleksibilitas dalam implementasinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, perencana pendidikan, dan peneliti dalam menentukan pendekatan evaluasi yang tepat guna meningkatkan mutu pendidikan.

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP FASILITAS DAN DESAIN HOTEL SYARIAH DI JABODETABEK

Muhlis, Novita Anggraeni
Abstract: Pariwisata halal di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Hotel syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan wisatawan muslim… slim dengan menyediakan fasilitas ibadah, makanan halal, serta desain yang sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap fasilitas dan desain hotel syariah di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 150 responden yang pernah menginap di hotel syariah. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Weighted Mean Score (WMS) untuk mengetahui tingkat penilaian responden pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fasilitas, responden memberikan penilaian sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,760 – 4,880. Fasilitas ibadah, termasuk ketersediaan perlengkapan shalat di kamar dan area bersuci, merupakan aspek yang paling diapresiasi. Pada aspek desain, rata-rata penilaian responden berada di atas 4,300, dengan apresiasi tinggi terhadap tata letak yang memperhatikan arah kiblat serta ketiadaan dekorasi berbentuk makhluk hidup. Namun, pemisahan ruang tunggu atau ruang pertemuan pria dan wanita memperoleh skor relatif lebih rendah (4,127). Temuan ini menegaskan bahwa hotel syariah di Jabodetabek telah memenuhi ekspektasi tamu muslim, meskipun masih perlu perbaikan pada aspek diferensiasi gender untuk memperkuat identitas syariah dan meningkatkan daya saing di industri perhotelan.

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN BOGOR

Muchammad Hamdani, Mujito
Abstract: This study aims to determine the influence of public perception on the quality of public services at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bogor Regency. The type of research used is descriptive… ptive quantitative. The population in this study consists of people who carried out administrative services at the Disdukcapil office of Bogor Regency, with a total sample of 100 respondents. Data analysis was conducted using the Weighted Means Score (WMS) method. The results of the study show that: (1) The highest average score from the analysis of public service quality indicators was the indicator related to “technical service requirements at Disdukcapil being easy to understand by the public,” which obtained an average value of 3.50, categorized as good. Another high indicator was “the completion of administrative processes at Disdukcapil on time,” with an average score of 3.55, also categorized as good. Meanwhile, the lowest average score was 3.19, categorized as fairly good, on indicators such as “the public feeling that their security is guaranteed when managing administrative services at Disdukcapil” and “service officers being disciplined in providing services to the community.” (2) The final recapitulation of the analysis across the ten main indicators of public service quality shows that the highest average score was found in the Certainty indicator, with a score of 3.48, categorized as fairly good. On the other hand, the lowest average scores were in the Discipline and Comfort indicators, both with scores of 3.23, also categorized as fairly good. (3) Overall, the average score of all public service quality indicators in this study was 3.34, categorized as fairly good. This indicates that, in general, the public perceives the quality of public services at the Disdukcapil of Bogor Regency to be fairly good. The recommendation given is that Disdukcapil Bogor Regency should further improve the discipline of its officers regarding their presence at the workplace or service counters, as well as their punctuality in serving the community, and also create a more comfortable environment and waiting area for the public accessing services.