Abstract:Abstract : This study aims to optimize the supply chain management of Kue Gelang Puja using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. The research was conducted at CV. Kue Gelang Puja, which experiences inefficiencies…
iencies in managing raw materials, production, and product distribution. The SCOR model was applied to analyze and improve five key processes: Plan, Source, Make, Deliver, and Return. The research method used a structured approach through interviews, observation, and documentation to collect data. The system was designed using Unified Modeling Language (UML) tools including Use Case, Class, Activity, and Sequence diagrams and was implemented into a web-based application using PHP and MySQL. The results show that the SCOR method effectively enhances the accuracy of inventory control, optimizes production scheduling, and improves supplier coordination. The web-based system developed from this study also facilitates better monitoring, real-time data access, and decision-making in maintaining the balance between supply and demand.
Keywords : Supply Chain,SCOR,Optimization,Web-Based System,Production Efficiency.
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok pada Kue Gelang Puja dengan menerapkan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penelitian dilakukan di CV. Kue Gelang Puja yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk. Model SCOR digunakan untuk menganalisis dan meningkatkan lima proses utama, yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan terstruktur dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sistem dirancang menggunakan pemodelan Unified Modeling Language (UML) yang meliputi diagram Use Case, Class, Activity, dan Sequence, serta diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SCOR meningkatkan efisiensi kinerja rantai pasok melalui optimalisasi akurasi data persediaan, penjadwalan produksi, dan koordinasi pemasok. Sistem berbasis web yang dikembangkan juga mempermudah proses pemantauan dan pengambilan keputusan dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Kata kunci : Rantai pasok; SCOR; optimasi; sistem berbasis web; efisiensi produksi.
Abstract:Abstract: The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has profoundly transformed the paradigm of language education. Language learning today is not only focused on linguistic competence but…
ut also serves as a medium for character formation and the strengthening of national identity. This study aims to develop a digital humanistic literacy–based language education model that integrates technological competence with humanistic values, digital ethics, and national awareness in the era of AI. Using a descriptive qualitative approach with a conceptual model development design (qualitative-based R&D), the research was conducted at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and Focus Group Discussions (FGD). The findings produced the Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM), which combines three main components: critical digital literacy, humanistic values (empathy, politeness, and responsibility), and national identity reinforcement. Implementation of the model demonstrated increased student participation, awareness of ethical digital communication, and a stronger sense of pride in the Indonesian language. Teachers transformed from information transmitters into digital-humanistic facilitators who nurture reflection and moral responsibility. Conceptually, this model extends the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into TPACK-H (Humanistic) by incorporating ethical and humanistic dimensions. The model contributes significantly to strengthening the Profil Pelajar Pancasila and supporting the Merdeka Belajar policy in shaping a smart, ethical, and civilized generation within the global digital landscape.
Keyword: language education, digital humanistic literacy, character development, national identity, artificial intelligence.
Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah paradigma pembelajaran bahasa secara fundamental. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan linguistik, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan bahasa berbasis literasi digital humanistik yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, etika digital, dan semangat kebangsaan di era kecerdasan buatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan pengembangan model konseptual (research and development berbasis kualitatif). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Hasil penelitian menghasilkan Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM) yang memadukan tiga komponen utama, yaitu: literasi digital kritis, nilai-nilai humanistik (empati, kesantunan, tanggung jawab), dan penguatan identitas nasional. Implementasi model menunjukkan peningkatan partisipasi belajar, kesadaran etika berbahasa digital, serta rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Guru bertransformasi dari pengajar informasi menjadi fasilitator kemanusiaan digital yang menumbuhkan refleksi dan tanggung jawab peserta didik. Secara konseptual, model ini memperluas kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi TPACK-H (Humanistic) dengan menambahkan dimensi etika dan kemanusiaan. Model ini berkontribusi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan beradab di tengah arus globalisasi digital.
Kata kunci: pendidikan bahasa, literasi digital humanistik, karakter, identitas nasional, kecerdasan buatan.
Abstract:Abstract: Hospitals are required to minimize errors made by medical and non-medical staff to build patient trust in the services provided. Data show that patient visits at Jakarta Islamic Hospital Pondok Kopi from January…
y to August 2023 reached 36,188 with an average of 4,523 visits per month, with the lowest number recorded in April 2023. This study aims to describe the influence of outpatient trust in doctors’ services on their interest in repeat visits. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 100 non-BPJS outpatients at the Outpatient Unit, with data collected through questionnaires. Data were analyzed using a Simple Logistic Regression test. The findings indicate that patients trust doctors’ services and are interested in returning for subsequent visits. Bivariate analysis revealed that outpatient trust in doctors’ services simultaneously had a significant effect on repeat visit interest, as shown by the wald test result (f count 11.170 > f table 1.984467) with a significance level of 0.001 < 0.05. Thus, patient trust plays a crucial role in fostering loyalty through repeat visits at Jakarta Islamic Hospital Pondok Kopi.
Keyword: Patient Trust, Doctor Services, Repeat Visits, Hospital, Outpatient
Abstrak: Rumah sakit dituntut untuk meminimalkan kesalahan tenaga medis maupun nonmedis agar tercipta kepercayaan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Data menunjukkan kunjungan pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi pada Januari–Agustus 2023 sebanyak 36.188 orang dengan rata-rata 4.523 kunjungan per bulan, di mana angka terendah terjadi pada April 2023. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengaruh kepercayaan pasien rawat jalan terhadap pelayanan dokter dalam meningkatkan minat kunjungan ulang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 100 responden pasien non-BPJS di Unit Rawat Jalan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien menaruh kepercayaan pada pelayanan dokter dan berminat melakukan kunjungan ulang. Analisis bivariat mengungkapkan kepercayaan pasien secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang, dibuktikan dengan hasil uji wald (f hitung 11.170 > f tabel 1.984467) pada tingkat signifikansi 0.001 < 0.05. Dengan demikian, kepercayaan pasien menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas melalui kunjungan ulang di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Kata kunci: Kepercayaan Pasien, Pelayanan Dokter, Minat Kunjungan Ulang, Rumah Sakit, Rawat Jalan
Abstract:Abstract: This study examines the role of law enforcement and tax socialization in improving taxpayer compliance and quality at the Medan Pratama Tax Service Office (KPP). Using a qualitative approach, data were collected…
d through in-depth interviews with tax officers and taxpayers from various sectors, both individuals and business entities. The findings reveal that law enforcement—through audits, collections, and administrative or criminal sanctions—significantly influences taxpayer compliance by creating a deterrent effect. However, reliance solely on sanctions is insufficient to foster sustainable compliance, as its impact tends to be temporary. Conversely, tax socialization conducted by KPP Pratama and KPP Madya Medan, such as seminars, training, and “Tax Goes to Campus” programs, effectively enhances taxpayers’ knowledge, confidence, and moral awareness regarding tax obligations. Participants of these programs demonstrate greater understanding of tax procedures and recognize the broader importance of taxes for national development. These results are consistent with the Theory of Planned Behavior, which highlights the role of attitudes, social norms, and perceived control in shaping compliance. The study concludes that achieving a successful tax system requires more than enforcement, continuous education and socialization are essential to build long-term, voluntary compliance supported by taxpayers’ internalized awareness.
Keyword: Law Enforcement, Tax Socialization, Taxpayer Compliance, Taxpayer Quality, Theory of Planned Behavior
Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran penegakan hukum dan sosialisasi pajak dalam meningkatkan kepatuhan serta kualitas wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas pajak serta wajib pajak dari berbagai sektor, baik individu maupun badan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum melalui pemeriksaan, penagihan, serta penerapan sanksi administrasi dan pidana berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan menciptakan efek jera. Namun, kepatuhan yang hanya bergantung pada sanksi bersifat sementara dan tidak cukup untuk membangun kepatuhan jangka panjang. Sebaliknya, sosialisasi pajak yang dilakukan oleh KPP Pratama dan KPP Madya Medan, melalui seminar, pelatihan, serta program “Tax Goes to Campus,” terbukti efektif meningkatkan pemahaman, kepercayaan diri, dan kesadaran moral wajib pajak terhadap kewajiban perpajakan. Peserta sosialisasi lebih memahami prosedur pajak serta menyadari pentingnya pajak bagi pembangunan nasional. Temuan ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior yang menekankan peran sikap, norma sosial, dan persepsi kontrol dalam membentuk kepatuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan sistem perpajakan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan untuk membangun kepatuhan sukarela yang dilandasi kesadaran internal wajib pajak.
Kata kunci: Penegakan Hukum, Sosialisasi Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak, Kualitas Wajib Pajak, Theory of Planned Behavior
Abstract:Abstract: Regional economic growth is an important indicator in assessing the success of development, where international trade and fiscal policy are two strategic factors that interact in influencing the dynamics of the…
regional economy. Medan city, as a center of trade and logistics in western Indonesia, has a strategic position on the map of international trade, particularly through export-import activities and the movement of goods at Belawan port. On the other hand, local government fiscal policy also determines the effectiveness of development financing through public spending and local tax management. This research aims to comprehensively analyze how international trade and fiscal policy influence economic growth in Medan city, as well as to identify legal and administrative challenges that hinder the optimization of these two factors. The research method used is a normative legal approach with descriptive-analytical methods, supported by secondary data in the form of legal documents, legislation, official statistical reports, and scientific literature. The results of the research show that international trade contributes positively to the economic growth of Medan City, particularly through increased export volume, logistics connectivity, and the role of ports as regional distribution centers. However, there are still various obstacles such as unclear export-import regulations, weak law enforcement, and low coordination among related agencies. Meanwhile, regional fiscal policies show a role in promoting infrastructure development and public services, but have not been optimal due to limited fiscal capacity and high dependence on transfer funds from the central government. In conclusion, although international trade and fiscal policy have a significant influence on the economic growth of the city of Medan, reforms in trade regulations and the strengthening of regional fiscal capacity are necessary to ensure that their contributions can be maximized sustainably. This study recommends the harmonization of cross-sectoral policies, improvement of fiscal institutional quality, and simplification of export-import regulations as strategic steps towards more inclusive and equitable economic growth.
Keyword: International Trade, Fiscal Policy, Economic Growth, Economic Law, Medan City.
Abstrak: Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan, di mana perdagangan internasional dan kebijakan fiskal menjadi dua faktor strategis yang saling berinteraksi dalam memengaruhi dinamika ekonomi regional. Kota Medan sebagai pusat perdagangan dan logistik di wilayah barat Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta perdagangan internasional, khususnya melalui aktivitas ekspor-impor dan pergerakan barang di pelabuhan Belawan. Di sisi lain, kebijakan fiskal pemerintah daerah juga turut menentukan efektivitas pembiayaan pembangunan melalui belanja publik dan pengelolaan pajak daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara menyeluruh bagaimana pengaruh perdagangan internasional dan kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Medan, serta mengidentifikasi tantangan hukum dan administratif yang menghambat optimalisasi kedua faktor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan metode deskriptif-analitis, yang didukung oleh data sekunder berupa dokumen hukum, peraturan perundang-undangan, laporan statistik resmi, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan internasional memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan, terutama melalui peningkatan volume ekspor, konektivitas logistik, dan peran pelabuhan sebagai pusat distribusi regional. Namun, masih terdapat berbagai hambatan seperti ketidakjelasan regulasi ekspor-impor, lemahnya penegakan hukum, dan rendahnya koordinasi antarinstansi terkait. Sementara itu, kebijakan fiskal daerah menunjukkan peran dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi belum optimal akibat keterbatasan kapasitas fiskal serta ketergantungan tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Kesimpulannya, meskipun perdagangan internasional dan kebijakan fiskal memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan, diperlukan reformasi regulasi perdagangan serta penguatan kapasitas fiskal daerah agar kontribusinya dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi kebijakan lintas sektor, peningkatan kualitas kelembagaan fiskal, serta penyederhanaan regulasi ekspor-impor sebagai langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan..
Kata kunci: Perdagangan Internasional, Kebijakan Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, Hukum Ekonomi, Kota Medan.
Abstract:Abstract: The digital economic transformation accelerated by the Covid-19 pandemic prompted the Indonesian government to implement tax policies on cross-border digital transactions. This study aims to evaluate the effectiveness…
iveness of Value Added Tax (VAT) collection on intangible goods and/or taxable services from outside the customs area through Electronic-Based Trade (PMSE), and to assess its alignment with OECD guidelines. The research employs a normative juridical method with a descriptive qualitative approach, using literature review and interviews as data sources. The findings show a significant increase in the number of VAT collectors, from 51 entities in 2020 to 199 in 2024, with tax revenue rising from IDR 731.4 billion to IDR 8,440 billion. Supervision by the Directorate General of Taxes (DGT), supported by data from the Ministry of Communication and Information (Kominfo) and Bank Indonesia, is considered effective despite communication and transaction measurement challenges. The study confirms the effectiveness of the VAT collection policy for PMSE and its relevance in the digital economy context. Strengthening inter-agency coordination and developing more adaptive and comprehensive tax policies are recommended to enhance digital tax governance in Indonesia.
Keyword: Digital Economy, Tax Compliance, Tax Supervision, VAT on E-Commerce
Abstrak: Transformasi ekonomi digital yang dipercepat oleh pandemi Covid-19 mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan perpajakan atas transaksi digital lintas batas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang tidak berwujud dan/atau jasa kena pajak dari luar daerah pabean melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), serta menilai kesesuaiannya dengan pedoman OECD. Kajian dilakukan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa jumlah pemungut PPN PMSE meningkat dari 51 entitas pada 2020 menjadi 199 pada 2024, dengan penerimaan pajak naik dari Rp731,4 miliar menjadi Rp8.440 miliar. Pengawasan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang didukung data dari Kominfo dan Bank Indonesia, dinilai cukup efektif meski masih menghadapi kendala komunikasi dan pengukuran transaksi digital. Penelitian ini mengonfirmasi efektivitas kebijakan penunjukan pemungut PPN PMSE dan relevansinya dalam konteks ekonomi digital. Diperlukan peningkatan koordinasi antarlembaga serta pengembangan kebijakan yang lebih adaptif dan komprehensif untuk memperkuat tata kelola perpajakan digital di Indonesia.
Kata kunci: Ekonomi Digital, Kepatuhan Perpajakan, Pengawasan Perpajakan, PPN PMSE
Abstract:Abstract: This study aims to examine the influence of work environment, motivation, and organizational commitment on employee job satisfaction at Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari. Using a quantitative approach with a…
total survey of 80 employees, data were collected through questionnaires, observations, and documentation, then analyzed using multiple linear regression. Results indicate that all independent variables have a positive and significant effect, both partially and simultaneously, on job satisfaction, with a determination coefficient of 0.645. These findings highlight the importance of managing internal organizational factors to enhance employee comfort, productivity, and loyalty. The study provides strategic recommendations for the foundation to strengthen work environment, motivation, and commitment to reduce turnover and improve the quality of educational services.
Keywords: job satisfaction, work environment, motivation, organizational commitment, HRM
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, motivasi, dan komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja pegawai di Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei total terhadap 80 pegawai, data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kepuasan kerja, dengan koefisien determinasi sebesar 0,645. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor internal organisasi untuk meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan loyalitas pegawai. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi yayasan dalam memperkuat lingkungan kerja, motivasi, dan komitmen pegawai guna menekan angka turnover dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Kata kunci: kepuasan kerja, lingkungan kerja, motivasi, komitmen organisasional, SDM
Abstract:Abstract: The digital transformation of the e-commerce sector has given rise to the phenomenon of live streaming, which integrates real-time interactivity, social presence, and instant transactions. This study explores the…
he role of information technology capabilities in shaping digital service quality and examines their influence on customer satisfaction and behavioral outcomes within live streaming e-commerce. The research employs a systematic literature review with a thematic synthesis approach, analyzing articles sourced from Google Scholar, Semantic Scholar, and other academic databases. The findings indicate that information technology capabilities, including platform architecture, real-time data analytics, recommendation algorithms, transaction security, and interactive features, play a significant role in shaping dimensions of digital service quality such as reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. These dimensions subsequently affect the quality of live interactions, the sense of social presence, the credibility of streamers, as well as the effectiveness of gamification and scarcity-based promotions. The results suggest that higher levels of service quality foster greater trust and customer engagement, which in turn enhance satisfaction, loyalty, and the intention to repurchase. Furthermore, the study demonstrates that these relationships are moderated by contextual factors such as product type, live streaming format, consumer digital literacy, and the intensity of promotional activities. The overall conclusion emphasizes that information technology capabilities function not only as technical enablers but also as strategic resources for creating superior digital service quality, improving customer satisfaction, and supporting long-term loyalty and business sustainability in the live streaming e-commerce ecosystem.
Keyword: Information Technology, Live Streaming E-commerce, Service Quality, Customer Satisfaction, Loyalty Abstrak: Transformasi digital dalam sektor e-commerce telah memunculkan fenomena live streaming yang memadukan interaktivitas secara real-time, kehadiran sosial, dan transaksi instan. Penelitian ini bertujuan menelaah peran kapabilitas teknologi informasi dalam membentuk kualitas layanan digital serta dampaknya terhadap kepuasan dan perilaku pelanggan pada konteks live streaming e-commerce. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan thematic synthesis terhadap artikel yang diperoleh dari Google Scholar, Semantic Scholar, dan berbagai database publikasi ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapabilitas teknologi informasi, meliputi arsitektur platform, analitik data real-time, algoritma rekomendasi, keamanan transaksi, dan fitur interaktif, berperan penting dalam membentuk dimensi kualitas layanan digital, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Dimensi layanan tersebut selanjutnya memengaruhi kualitas interaksi secara langsung, kehadiran sosial, kredibilitas host atau streamer, serta efektivitas promosi berbasis gamifikasi dan kelangkaan. Rangkaian pengaruh ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan akan mendorong terbentuknya kepercayaan dan keterlibatan pelanggan, yang kemudian berkontribusi pada kepuasan, loyalitas, serta kecenderungan untuk melakukan pembelian ulang. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antarvariabel tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh faktor moderator seperti jenis produk, format live streaming, tingkat literasi digital konsumen, serta intensitas promosi. Temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas teknologi informasi tidak hanya berfungsi sebagai penopang teknis, tetapi juga menjadi strategi kunci dalam menciptakan layanan digital yang unggul, meningkatkan kepuasan, serta memperkuat loyalitas dan keberlanjutan bisnis dalam ekosistem live streaming e-commerce.
Kata Kunci: Teknologi Informasi, Live Streaming E-commerce, Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas
Abstract:Abstract: Promotion is an activity carried out to convey, disseminate, and offer products, so that potential consumers are interested in buying. In the implementation of the promotion, CV. Pentaland Jaya abadi uses website…
te media and brochures that still contain 2-dimensional images and information about housing so that potential consumers are less interested because consumers cannot see the exterior and interior shapes directly. Potential consumers usually get brochures through project locations that are still under construction, after that contact the marketing department. One way to solve this problem can be to use augmented reality technology with the appropriate development method is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) which includes Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, and Distribution so that this research can produce an android-based augmented reality application that can display 3 dimensional virtual shapes from 3 housing estates including calista haus, grand ayahanda residence and calista homey. From each housing produces 3 dimensional objects on the exterior and interior so that it can provide interest in buying house objects and in addition to that it also helps in the marketing department in promoting housing objects without the need to show many miniatures that require time and also large places.
Â
Keywords: Wind Power Plant, Internet of Things, Blynk, ESP32, Charging Module.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototipe PLTB turbin vertikal tipe Savonius–Darrieus yang dilengkapi modul charger dan sistem monitoring berbasis Internet of Things untuk mendukung pembelajaran energi terbarukan. Sistem ini menggunakan generator DC 12–24 V, baterai lithium 12 V, serta mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor INA219, sensor tegangan, dan sensor RPM berbasis IR. Data hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD dan dikirim secara real-time ke platform Blynk melalui koneksi Wi-Fi. Pengujian menunjukkan prototipe mampu menghasilkan tegangan tanpa beban 24 V dan berbeban 12 V, dengan arus maksimum 1,3 mA serta daya listrik 4,0 mW, sementara daya angin teoritis mencapai 9,68 W. Koefisien daya tertinggi tercatat 0,00041 dengan efisiensi konversi 0,041%. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi turbin angin vertikal hybrid, modul charger, dan IoT dapat diterapkan secara efektif meskipun kapasitas daya masih rendah dan memerlukan perbaikan desain untuk peningkatan performa.
Â
Kata kunci: PLTB, Internet of Things, Blynk, ESP32, Modul Charger.
Abstract:Abstract: The development of Internet of Things (IoT) technology has driven progress in electrical device monitoring and control systems, especially in single-phase installations. This research aims to design and implement…
nt an Android-based single-phase electrical load monitoring and control system by utilizing the PZEM-004T sensor to measure voltage, current, and power in real-time. This system uses two microcontrollers, namely Arduino Nano as the main processor of sensor data and ESP32 to send data to the Blynk application via a WiFi connection. The Blynk application serves as a user interface, enabling remote monitoring and control of electrical loads through a smartphone. Three PZEM-004T sensors are used to monitor three separate load channels, while a 4-channel relay module acts as an actuator to control the ON/OFF status of each load. The system was tested under various load conditions to verify the accuracy of the sensor readings and the responsiveness of control commands via Blynk. This system is not only effective for monitoring and controlling power usage efficiently, but it also holds great potential as a learning tool in the fields of electronics and IoT-based electrical system applications for residential or laboratory environments.
Â
Keywords: Internet of Things, ESP32, PZEM-004T, Load Monitoring, Power Control
Â
Abstrak: Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong kemajuan dalam sistem monitoring dan kontrol perangkat listrik, terutama pada instalasi satu fasa. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan kontrol beban listrik satu fasa berbasis Android dengan memanfaatkan sensor PZEM-004T untuk mengukur tegangan, arus, dan daya secara real-time. Sistem ini menggunakan dua mikrokontroler, yaitu Arduino Nano sebagai pengolah utama data sensor dan ESP32 untuk mengirimkan data ke aplikasi Blynk melalui koneksi WiFi. Aplikasi Blynk digunakan sebagai antarmuka pengguna yang memungkinkan monitoring data dan pengendalian beban secara jarak jauh melalui smartphone. Tiga sensor PZEM-004T digunakan untuk memantau tiga saluran beban yang berbeda, sedangkan modul relay 4 channel digunakan sebagai aktuator yang mengontrol status hidup atau mati masing-masing beban. Sistem diuji dengan berbagai variasi kondisi beban untuk memastikan keakuratan pembacaan sensor dan kecepatan respon kontrol melalui Blynk. Sistem ini tidak hanya efektif untuk mengontrol dan memantau penggunaan energi listrik secara efisien, tetapi juga sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam bidang elektronika dan pemanfaatan teknologi IoT pada instalasi listrik rumah tangga atau laboratorium.
Â
Kata kunci: Internet of Things, ESP32, PZEM-004T, Monitoring Beban, Kontrol Daya