Abstract:Abstract: This research will discuss predictions of demand for robes at the Fashion Gallery. The problem that occurs is that there is often a buildup in the number of robes provided in shops, thereby increasing additional…
l expenses, such as storage costs and demand costs. On the other hand, if there is too little stock of robes, it will result in losses because potential buyers do not get the items they need. In this case, the forecasting system will be used as a tool to solve the problem of robe accumulation. The WMA method prioritizes the most recent data points while smoothing out fluctuations. The advantage of this method is increased responsiveness to recent changes in demand patterns, contributing to more accurate forecasts by considering current information more prominently than historical data. By implementing the WMA method, it is hoped that the accumulation of robes can be avoided. From the results of prediction calculations in January 2024, it is predicted that there will be 143 adult robes, with a MAD of 7.685185, MSE 74.79938 and MAPE 5%. For small children's robes, it is predicted that there will be 56 shirts, with MAD of 8.388889, MSE of 91.16358 and MAPE of 12%. It can be concluded that the WMA method can make it easier for Fashion Gallery to predict demand for adult and children's robes in the following month.
Keywords: forecasting; robe request; weighted moving average
Abstrak: Dalam penelitian ini akan membahas prediksi permintaan baju gamis pada Fashion Gallery. Permasalahan yang terjadi sering terjadinya penumpukan pada jumlah baju gamis yang disediakan pada toko, sehingga meningkatkan beban tambahan, seperti biaya penyimpanan dan biaya permintaan. Sebaliknya, apabila stok gamis yang terlalu sedikit, mengakibatkan kerugian yang disebabkan karena calon pembeli tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan. Dalam hal ini sistem forecasting akan digunakan sebagai alat bantu dalam menyelesaikan permasalahan penumpukan baju gamis. Metode WMA, lebih mementingkan titik data terkini sambil memperlancar fluktuasi. Kelebihan metode ini meningkatkan daya tanggap terhadap perubahan pola permintaan terkini, berkontribusi pada perkiraan yang lebih akurat dengan mempertimbangkan informasi terkini secara lebih menonjol dibandingkan data historis. Dengan diterapkannya metode WMA, diharapkan dapat menghindari terjadinya penumpukan baju gamis. Dari hasil perhitungan prediksi pada bulan Januari 2024, untuk baju gamis dewasa diprediksi sebanyak 143 baju, dengan MAD sebesar 7.685185, MSE 74.79938 dan MAPE 5%. Untuk baju gamis anak kecil diprediksi sebanyak 56 baju, dengan MAD sebesar 8.388889, MSE 91.16358 dan MAPE sebesar 12%. Dapat disimpulkan bahwa metode WMA dapat memudahkan Fashion Gallery dalam meramalkan permintaan baju gamis dewasa dan anak-anak pada bulan berikutnya.
Kata Kunci: forecasting; permintaan baju gamis; weighted moving average
Abstract:Abstract: Toko IBIL Asahan is a retail business engaged in selling children's and adult clothing. Customer retention and marketing tactics are vital for corporate success. Especially for retail enterprises like the Ibil…
Asahan Store, it's critical to consistently create novel strategies to draw in new clients and keep existing ones. This research aims to design a web-based new customer acquisition and points program to increase buying interest and customer loyalty at IBIL Asahan stores. The research method used is a case study, which involves collecting data from primary and secondary sources. Primary data were obtained through direct observation at Toko IBIL Asahan and interviews with store management. The results of this study resulted in the design of a point program integrated with the web application to provide incentives to customers to shop regularly at Toko IBIL Asahan. This points program will give customers points every time they make a purchase, and these points can be redeemed for gifts or discounts in the future. In addition, new customer acquisition strategies are also proposed, including marketing through social media, promotional campaigns, and collaboration with local partners. This web application also provides information about point programs, special offers, and other features that can interest customers. In addition, the installation of point machines in stores will also be carried out to make it easier for customers to collect points and exchange them.
Keywords: Cashier Application; database; member; point; pos
Abstrak: Toko IBIL Asahan adalah sebuah usaha retail yang bergerak di bidang penjualan pakaian anak-anak dan dewasa. Strategi pemasaran dan retensi pelanggan menjadi faktor penting bagi keberhasilan bisnis. Terutama bagi bisnis ritel seperti Toko Ibil Asahan, penting untuk terus mengembangkan cara-cara baru untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk perancangan program poin dan akuisisi pelanggan baru berbasis web untuk meningkatkan minat beli dan loyalitas pelanggan pada toko IBIL Asahan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di toko IBIL Asahan dan wawancara dengan manajemen toko. Hasil penelitian ini menghasilkan perancangan program poin yang terintegrasi dengan aplikasi web untuk memberikan insentif kepada pelanggan untuk berbelanja secara teratur di Toko IBIL Asahan. Program poin ini akan memberikan poin kepada pelanggan setiap kali mereka melakukan pembelian, dan poin-poin ini dapat ditukarkan dengan hadiah atau diskon di masa mendatang. Selain itu, strategi akuisisi pelanggan baru juga diusulkan, termasuk pemasaran melalui media sosial, kampanye promosi, dan kolaborasi dengan mitra lokal. Aplikasi web ini juga menyediakan informasi tentang program poin, penawaran spesial, dan fitur-fitur lain yang dapat menarik minat pelanggan. Selain itu, pemasangan mesin poin di toko juga akan dilakukan untuk memudahkan pelanggan dalam mengumpulkan poin dan menukarkannya.
Kata kunci: aplikasi kasir; database; member; poin; pos
Abstract:Literasi keuangan merupakan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan oleh generasi dewasa muda dalam menghadapi tantangan ekonomi modern yang semakin kompleks. Rendahnya tingkat literasi keuangan pada kelompok usia muda sering…
ring berdampak pada perilaku konsumtif, kesalahan pengelolaan keuangan pribadi, serta minimnya kesiapan dalam menghadapi risiko finansial jangka panjang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan financial literacy bagi young adult melalui edukasi pengelolaan keuangan dan pengenalan investasi yang benar dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi pengelolaan keuangan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, pengendalian pengeluaran, serta pemahaman dasar mengenai instrumen investasi yang legal dan sesuai profil risiko. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir finansial yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda.