Search Articles & Publications

Showing 160 articles found for "Binaan"

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STUDI KASUS PELAKSANAAN EVALUASI DI MTSN 2 KARANGANYAR

Adi Kurniawan, Aryan Andika, Yusup Rohmadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi nilai-nilai evaluasi pendidikan dalam perspektif Islam melalui studi kasus pada praktik evaluasi pembelajaran di MTsN 2 Karanganyar. Latar belakang penelitian ini muncul… uncul dari adanya kesenjangan antara konsep evaluasi pendidikan Islami yang menekankan prinsip keadilan, kejujuran, pembinaan akhlak, serta pengembangan potensi peserta didik dengan realitas praktik evaluasi yang masih berfokus pada capaian kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi proses evaluasi pembelajaran, analisis dokumen sekolah, serta wawancara dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru mata pelajaran, pembina boarding, dan siswa kelas boarding. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik evaluasi di MTsN 2 Karanganyar telah mengintegrasikan sebagian prinsip evaluasi Islami, terutama pada aspek kejujuran, ketertiban belajar, dan pembinaan karakter melalui sistem monitoring harian di asrama. Namun, aspek evaluasi holistik yang mencakup spiritualitas, akhlak, dan karakter masih belum terstruktur dan belum memiliki instrumen baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi evaluasi berbasis nilai Islam di madrasah ini menunjukkan perkembangan positif, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan instrumen, penjaminan mutu, dan tindak lanjut evaluasi. Oleh karena itu, integrasi konsep evaluasi Islami berbasis hisbah dan tazkiyah al-nafs dapat menjadi arah pengembangan sistem evaluasi yang lebih komprehensif.

KAJIAN TEORETIS DINAMIKA RUHANI DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL DAN SPIRITUALITAS SISWA SD/MI

Fathurahman, Riyanur Rizki, Hakim, Alifian Ihksan, Masyithoh, Siti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis konsep dinamika ruhani serta implikasinya terhadap peningkatan kecerdasan moral dan spiritualitas siswa di tingkat SD/MI. Dinamika ruhani dipahami sebagai proses perkembangan… rkembangan jiwa yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dalam kehidupan anak. Melalui metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai teori pendidikan Islam, psikologi perkembangan anak, dan konsep spiritualitas dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dinamika ruhani yang dibina melalui pembiasaan nilai-nilai religius, keteladanan guru, serta lingkungan pendidikan yang kondusif, berkontribusi signifikan dalam membentuk kecerdasan moral dan spiritual siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi program pembinaan ruhani dalam kurikulum dan aktivitas keseharian di SD/MI untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. This study aims to theoretically examine the concept of spiritual dynamics and its implications for enhancing the moral intelligence and spirituality of elementary school (SD/MI) students. Spiritual dynamics are understood as the developmental process of the soul influenced by both internal and external factors in a child's life. Using the library research method, this study analyzes various theories from Islamic education, child development psychology, and spirituality in education. The findings reveal that fostering spiritual dynamics through religious value habituation, teacher role modeling, and a supportive educational environment significantly contributes to the formation of students' moral and spiritual intelligence. This study emphasizes the importance of integrating spiritual development programs into the curriculum and daily activities in SD/MI to create a generation with noble character and high spiritual intelligence.

IMPLEMENTASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU TENAGA PENDIDIK DI MADRASAH

Muhammad Rafi, Muhammad Khoirul Imam
Abstract: Kepala madrasah memegang peran penting dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik melalui berbagai upaya strategis dengan mengimplementasikannya pada berbagai pembinaan tenaga pendidik. Dalam pembinaan kompetensi tenaga pendidik,… didik, kepala madrasah berperan melalui pengembangan standar profesional, pengujian kompetensi, pelatihan berkelanjutan, evaluasi periodik, dan penegakan kode etik. Faktor pendukung implementasi ini meliputi latar belakang pendidikan Tenaga Pendidik, kerja tim yang solid, serta kesadaran profesional Tenaga Pendidik. Sebaliknya, hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana prasarana, minimnya anggaran, dan pengambilan kebijakan yang kurang optimal. Melalui pendekatan library research, guna mengeksplorasi dan menganalisis implementasi peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik. Hasil penelitian menekankan pentingnya kepemimpinan kepala madrasah yang efektif untuk menciptakan tenaga pendidik berkualitas yang mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

EVALUATION OF MERIT-BASED FUTSAL COACHING PROGRAM: THE CASE OF PRIMAVERA ACADEMY IN EAST KUTAI

fauzi, Muhammad Sukron Fauzi
Abstract: Penelitian ini bertujuan yakni sebagai bahan evaluasi program pembinaan prestasi primavera futsal academy Kutai Timur. Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan model CIPP. Subjek dalam… m penelitian ini meliputi sumber daya manusia yang ada di Primavera Futsal Academy Kutai Timur. Teknik pengumpulan data melalui 3 cara yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dalam penelitian ini, Evaluasi Conteks kategori “Baik” dikarenakan memiliki AD/ART dan tujuan program pembinaan yang jelas. Evaluasi Input dalam penelitian ini menunjukan hasil “Cukup Baik” dikarenakan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap tetapi beberapa perlu diganti dan memiliki SDM tetapi masi kurang. Evaluasi Process pada penelitian ini mendapatkan hasil “Cukup Baik” dikarenakan memiliki program latihan yang baik dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tetapi waktu pelaksanaanya masih kurang. Evaluasi Product pada penelitian ini mendapatkan hasil “ Cukup Baik” dikarenakan memiliki prestasi dikategori umum, tetapi tidak konsisten di pengaruhi beberapa faktor seperti jam terbang yang kurang, turnamen yang diikuti jarang ada kelompok umur dan latihan yang dilakukan terkendala dengan waktu yang terbatas.

PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR

Mufaizah, Siti Kholidatur Rodiyah, Mochammad Ikwan, Laila Badriyah
Abstract: Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat adalah pembinaan kerohanian. Pengajian umum, yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai agama, adalah salah satu bentuk pembinaan yang paling… ling sering dilakukan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengajian umum berdampak pada kualitas keagamaan di Desa Kebontunggul Gondang, Mojokerto Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data tentang pengajian umum di Desa Kebontunggul Gondang. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi tentang bagaimana pengajian umum dilakukan di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian umum telah meningkatkan pemahaman agama masyarakat, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketakwaan masyarakat. Akibatnya, pengajian umum menjadi alat penting untuk meningkatkan kerohanian dan kualitas keagamaan masyarakat.

PERAN ETIKA DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN WEWENANG DI KEPOLISIAN

Danur Permadi, Nadia Putri Marpaung, Rara Kharisma Dewi
Abstract: Kasus-kasus penyalahgunaan wewenang oleh polisi marak dilakukan kendati telah ada kode etik yang mengatur tingkah dan laku para anggota polisi, namun demikian, kasus penyalahgunaan wewenang tidak bisa minimalkan. Penelitian… ian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dan kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau library research yaitu data penelitian sepenuhnya bertumpu pada data-data pustaka yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan teknik analisis data dilaksanakan dengan metode deksriptif. Adapun hasil penelitian ini: Peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian sebagai instrumen pencegah etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian. Kendala utama dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian di antaranya meliputi minimnya pembinaan secara berkesinambungan bagi para anggota polri, budaya kerja yang buruk yang mendukung terlaksananya penyalahgunaan wewenang, kurangnya refleksi diri, ketidakseimbangan moral dan kekuasaan serta diri yang tidak berkeinginan untuk mematuhi kode etik. Kesimpulan penelitian ini bahwa etika profesi berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dengan memberikan panduan moral dan prinsip integritas bagi anggota Polri. Penerapan sanksi tegas diharapkan menciptakan efek jera. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti minimnya pembinaan, budaya kerja yang buruk, kurangnya refleksi diri, serta ketidakseimbangan moral dan kekuasaan yang menghambat kepatuhan terhadap kode etik.

PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH ALUN – ALUN KABUPATEN PANDEGLANG

Susilawati, Andayani, Nopi, Ramdhani, Miftah Faiz Ali, Zaenudin
Abstract: Peran Satpol PP memiliki korelasi kuat dengan Penegakan Perda, sebagai mana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa Satpol PP memiliki tugas Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah serta perlindungan… n masyarakat. Peran Satpol PP ini dapat diketahui dengan menggunakan teori peran menurut Siswanto dalam Miftah Thoha (2012 : 21) dengan indikator yaitu (1) Peran Antar Pribadi (2) Peranan Yang Berhubungan Dengan Informasi (3) Peran Pengambil Keputusan. Penelitian ini, Menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif. Artinya metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah. Analisis data bersifat induktif/kualitatif. Dalam pengumpulan data, teknik yang dipergunakan adalah wawancara, dan studi pustaka. Data yang diperoleh selain keterangan narasumber, juga didapat dari studi lapangan, dan dokumentasi, Hasil penelitian dan data yang ada menunjukan, baik dari observasi lapangan maupun wawancara sama - sama menyebutkan bahwa memang diakui bersama peran Satpol PP dari ketiga indikator peran menurut Siswanto dalam Miftah Thoha (2012 : 21) terdapat satu indikator yaitu Peranan Pengambil Keputusan yang belum maksimal dalam peranan pengambil keputusan sanksi yang diberikan terhadap pedagang kaki lima tidak menggunakan sanksi yang ada di Perda K3 No. 4 Tahun 2008. Hal ini dibuktikan dengan masih terjadinya pelanggaran Perda sementara. Pembinaan dan arahan perlu terus dilakukan agar dalam setiap diri personil Satpol PP tumbuh rasa tanggung jawab tinggi terhadap tugas dan fungsinya.

PENGARUH REVOLUSI MENTAL TERHADAP ANAK YANG MENGALAMI BROKEN HOME DI UPTD SDN DEMANGAN 1 BANGKALAN

Siti Nur Fauziyah, Parisca Indra Perdana
Abstract: Pengaruh revolusi mental merupakan cara yang dilakukan UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan terhadap anak yang mengalami broken home adalah upaya untuk merubah dari kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik. Seperti anak yang… ng cenderung malas akan dibantu dengan menerapkan revolusi mental agar siswa menjadi lebih aktif, anak yang minatnya kurang berkembang akan dibimbing oleh guru sesuai minat bakatnya, dan memberikan sosialisasi atau nasehat kepada siswa apabila siswa melakukan hal hal yang kurang baik dengan tetap mengerti dunia anak anak. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan metode observasi dan wawancara beberapa wali kelas, dan kepala sekolah secara singkat.  Peneliti juga menggunakan lembar wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada peserta didik terutama anak yang memiliki latar belakang Broken Home. Di UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan guru dan kepala sekolah bekerjasama untuk memberikan pembinaan mental dengan memberi pesan moral yang baik, memberikan sosialisasi untuk menanamkan jiwa sosial dan jangan pernah jengah untuk selalu memberikan pendidikan karakter kepada anak didalam maupun diluar kelas. Revolusi mental dalam pendidikan harus terlebih dahulu mengembalikan peran guru dan sekolah sebagai fasilitator pendidikan dan pembelajaran, karena kualitas sekolah sangat bergantung pada kualitas guru dan lingkungan.

PEMBINAAN PERMAINAN TRADITIONAL PADA SISWA HANDIL BAKTI

Kasanrawali, Andi, Hengki, Bonita Amaliah, Endang Pratiwi
Abstract: Permainan tradisional adalah aktivitas rekreasi atau hiburan yang telah ada dan dimainkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Permainan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya… ya dan merupakan bagian integral dari kehidupan budaya suatu komunitas. Berbeda dengan permainan modern yang mungkin melibatkan teknologi atau peralatan canggih, permainan tradisional seringkali menggunakan alat atau benda sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat pada masa tersebut. Permainan lokal merujuk kepada berbagai jenis permainan yangtumbuh dan berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Permainan ini sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat Pembinaan permainan tradisional pada siswa SDN Handil Bakti, bertujuannya untuk dapat mengatasi tantangan utama, yaitu kurangnya minat dan pengetahuan siswa terhadap permainan tradisional. Dengan Pemberian edukasi tentang nilai-nilai budaya permainan tradisional serta penyelengaraan demontrasi permainnan tradisional sehingga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa bangga terhadap budaya lokal,dan dapat memahami dan menghargai keunikan budaya tradisional Indonesia sehingga menumbuhkan minat anak-anak pada permainan tradisioanal dan mempertahankan kelestarian permainan tradisional Indonesia. keberhasilan pembinaan menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat yang signifikan dari kegiatan ini. Sebelum pelatihan, beberapa siswa merasa bahwa pembinaan ini hanya cukup bermanfaat, sementara sebagian besar merasa sangat bermanfaat. Setelah kegiatan selesai, hampir seluruh siswa merasa bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat bagi mereka, baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun pemahaman budaya. 70% siswa merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 85% siswa merasakan manfaat yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.

Pelestarian Nilai Keramat Kanemoton sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel

David Laiyan, Welhelmina Jeujanan, Antonius Nggewaka, Syahrabudin Husein Enala, Nikolaus Aneyap
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan… isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial