Search Articles & Publications

Showing 438 articles found for "Kita"

AL-USLUB AL-INSYA’I WA AL- KHABARI (ANALISIS SINTAKSIS DAN PRAGMATIK DALAM KALIMAT ARAB)

Nur Atika Putri, Ummul Khaeriah, Hamzah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan fungsi al  uslub al- insya’i dan al-uslub al-khabari dalam bahasa arab melalui pendekatan sintaksis dan pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan… dengan pendekatan studi pustaka (library research).Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur berupa kitab nahwu dan balaghah Arab, buku linguistik modern, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sintaksis, al-khabarī dibentuk melalui jumlah ismiyyah dan jumlah fi‘liyyah yang berfungsi menyampaikan informasi yang dapat diuji kebenarannya, sedangkan al-insyā’ī direalisasikan melalui struktur khusus seperti fi‘il amr, fi‘il muḍāri‘ majzūm dengan lā an-nāhiyah, serta adawāt al-istifhām dan nidā’. Dari sisi pragmatik, makna kedua jenis kalimat tersebut tidak selalu bersifat literal, melainkan sangat dipengaruhi oleh konteks tutur, tujuan komunikasi, dan relasi sosial antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian analisis sintaksis dan pragmatik sangat penting untuk memahami fungsi dan makna kalimat bahasa Arab secara komprehensif, baik dalam konteks akademik, pendidikan, maupun teks keagamaan.

AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB

Muhammad Rahmat Alimin, Nizar, Hamzah
Abstract: Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab,… Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN FIQIH

An Nisa Alya, Kadar M. Yusuf
Abstract: Dalam proses pembelajaran, kualitas atau mutu menjadi suatu hal yang mutlak harus ada. Oleh karenanya, dalam perkembangan banyak model yang ditawarkan oleh beberapa pakar pendidikan, salah satunya adalah integrasi sains… dan agama dalam proses pendidikan. Pembelajaran pendidikan agama Islam harus mampu mengubah sesuatu yang masih bersifat kognitif menjadi makna dan nilai serta harus di internalisasikan dalam diri perserta didik. Sains dan agama dalam perspektif Islam yaitu memiliki dasar metafisik yang sama, dengan tujuan pengetahuan yang diwahyukan maupun diupayakan adalah mengungkapkan ayat-ayat Tuhan, motivasi dibalik pencarian kealaman matematis-upaya mengetahui ayat-ayat Tuhan di alam semesta. Dengan integrasi pendidikan agama Islam dengan sains dan teknologi diharapkan pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Sehingga tujuan pendidikan agama Islam dalam mengarahkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al- Quran dan Al- Hadits, melalui kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman dapat terlaksana. Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran fikih bertujuan untuk menyatukan ilmu agama dan sains secara harmonis untuk menghasilkan pemahaman yang holistik, tidak memisahkan keduanya secara dikotomi. Pendekatan ini mengaitkan materi fikih dengan prinsip-prinsip sains untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang ilmiah dan keimanan yang kuat, membentuk pribadi berakhlak mulia, dan mampu menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab untuk kebaikan manusia dan alam.

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

KONTRIBUSI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-AMANAH DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA

Taufiqul Huda, Nurul Erlina, Lisa Damayanti, Ailsya Fauzia Haryono, Dwi Amalia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini membahas kontribusi Pondok Pesantren Al-Amanah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif… riptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat seperti sikap seimbang, toleransi, dan keadilan ditanamkan melalui pembelajaran kitab, keteladanan para pengasuh dan ustadz, serta pembiasaan dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan. Lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah turut memperkuat terbentuknya sikap saling menghargai dan keterbukaan. Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti kemampuan santri yang beragam, pengaruh konten digital yang tidak tervalidasi, serta keterbatasan sarana dan sumber daya pendidik. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi beragama, sekaligus membutuhkan penguatan literasi digital dan strategi pembelajaran yang lebih adaptif agar nilai moderasi dapat diinternalisasi secara lebih optimal.

QANA’AH DALAM AL-QUR`AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK)

Wahyu Ananda. A
Abstract: Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah qana’ah dalam Al-Qur`an (Kajian Tafsir Tematik). Adapun tujuannya untuk menjelaskan dan menganalisis makna dan manfaat qana’ah dalam Al-Qur`an. Jenis penelitian ini… an ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik atau maudhu’i. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah content analysis. Sumber data primer dari penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan tentang qana’ah, kemudian kitab-kitab tafsir seperti; kitab Tafsir Shafwatut Tafasir karya Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni, kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, dan kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun sumber data sekunder adalah adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan para peneliti atau teoritis yang orisinil, kamus-kamus, buku-buku, artikel-artikel, dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah qana’ah dalam Q.S al-Hajj [22] ayat 36 dimaknai dengan rasa ridha, puas hati dan perasaan cukup terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah Swt. Qana’ah dalam Q.S Ibrahim [14] ayat 43 dimaknai dengan rasa penyesalan orang-orang yang mendapatkan siksa atas perbuatan buruknya di dunia. Adapun manfaat qana’ah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Ridha terhadap Allah Swt, (2) Mencegah diri dari penyesalan akhirat, (3) Mendatangkan sifat ‘iffah dalam hidup, (4) Menjadikan diri mudah beryukur, (5) Mendatangkan keberkahan, dan (6) Mendapatkan keberuntungan yang besar.

ADAB DALAM BELAJAR MENURUT KITAB AKHLAK LIL BANIN

Syakira Nailal Murtafi'ah, Nadidia Agista Viola, Siti Masyithoh
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan  untuk mempelajari nilai-nilai adab dalam proses belajar yang ditemukan dalam kitab Akhlāq lil Banīn karya Syaikh Umar Ahmad Baraja. Kitab ini adalah karya klasik yang banyak digunakan dalam… an dalam pendidikan Islam, terutama dalam hal membangun karakter anak sejak kecil. Dengan menggunakan Studi literatur, artikel ini menganalisis lima sikap utama dalam belajar: sikap sebelum belajar, sikap terhadap guru, sikap terhadap buku dan alat belajar, sikap terhadap niat belajar, dan sikap terhadap teman. Bab-bab tertentu dalam kitab memberikan penjelasan tentang setiap adab, yang kemudian dikaitkan dengan hasil penelitian saat ini yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab-adab tersebut memiliki korelasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter siswa di pendidikan kontemporer. Penelitian ini membantu memperkaya literatur pendidikan Islam berbasis akhlak. Selain itu, penelitian ini memberikan saran praktis tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai adab dalam kurikulum sekolah dasar.

PENTINGNYA PENDIDIKAN AKHLAK BAGI ANAK-ANAK MENURUT KITAB AKHLAK LIL BANIN DAN RELEVANSINYA DI MASA KINI

Syakira Nailal Murtafi’ah, Masyithoh, Siti
Abstract: Dengan menganalisis Kitab Akhlak Lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja, penelitian ini membahas betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan nilai-nilai akhlak yang… g terkandung di dalamnya, dan mengevaluasi bagaimana relevansinya dengan tantangan pendidikan Islam saat ini. Data diperoleh dari teks kitab dan didukung oleh literatur ilmiah lainnya. Studi pustaka digunakan sebagai metode dalam penelitian ini, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa kitab itu mengajarkan nilai-nilai moral seperti tanggung jawab, kejujuran, dan penghormatan terhadap orang tua, guru, dan Masyarakat. Nilai-nilai ini disampaikan melalui cerita pendek yang mudah dipahami anak-anak. Kesimpulannya, Kitab ini masih sangat relevan untuk digunakan sebagai pedoman dalam mendidik karakter anak di zaman sekarang. Kitab-kitab ini dapat membantu pembentukan moral anak sejak usia dini, terutama dalam menghadapi dampak negatif dari media digital dan lingkungan. Menurut penelitian ini, isi kitab dapat digunakan dalam pembelajaran keluarga dan sekolah dengan cara yang menyenangkan dan komunikatif.  

HADIS TENTANG KONSEP MANAJEMEN PENGORGANISASIAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS

Aminah, Neneng, Maryati, Machdum Bachtiar, Ashpandi
Abstract: Konsep manajemen pengorganisasian dalam pendidikan Islam memiliki signifikansi fundamental dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep manajemen pengorganisasian… ngorganisasian pendidikan Islam melalui analisis komprehensif hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) dan content analysis. Sumber data primer adalah kitab-kitab hadis standar seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan kitab hadis mu'tabar lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, klasifikasi, dan analisis hadis-hadis yang berkaitan dengan manajemen pengorganisasian pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengandung prinsip-prinsip manajemen pengorganisasian yang komprehensif, meliputi aspek kepemimpinan, pembagian tugas, koordinasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa konsep manajemen dalam hadis menekankan profesionalisme, transparansi, musyawarah, dan pengembangan potensi individual dalam kerangka organisasi pendidikan Islam.Kontribusi penelitian ini memberikan perspektif baru dalam memahami konsep manajemen pendidikan Islam berdasarkan sumber normatif hadis, sekaligus menawarkan model pengorganisasian yang berbasis pada nilai-nilai profetik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan manajemen pendidikan Islam dan memberikan landasan konseptual bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan sistem manajemen yang efektif dan berkarakter.

THE HISTORICAL DYNAMICS OF THE JAMBI SULTANATE AND ITS CONTRIBUTION TO THE DEVELOPMENT OF ISLAM IN JAMBI IN THE XIX CENTURY

Halim, Abdul, Thoha, Anis Malik
Abstract: This study examines the reconstruction of the history of the Sultanate of Jambi and its role in the development of Islam in Jambi in the 19th century. This study highlights the process of integration between Malay customs… s and Islamic sharia in the government, law, and social life systems of the community. Through a historical approach and analysis of manuscripts, colonial archives, and customary manuscripts, this research explains that the Sultanate of Jambi developed as a Malay-Muslim kingdom that made the principle of Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah (ABS-SBK) as the basis of political and social legitimacy. The results of the research show that the relationship between customs and Islam in the Sultanate of Jambi is integrative and dynamic, especially in the field of siyasah and jinayat. Islam not only functioned as a religious identity, but also as a source of legitimacy for power and a socio-political instrument in the face of Dutch colonialism. The Sultanate of Jambi also played an important role in defending the Malay-Islamic identity and forming a customary government system that influenced the development of the Jambi society until the contemporary period.