Abstract:Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan…
alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.
Abstract:Resort Aketajawe Lolobata di Kecamatan Oba merupakan salah satu kawasan pertanian yang didominasi oleh tanah sub-optimal. Tanah di wilayah ini umumnya memiliki kandungan bahan organik yang masih relatif sedikit. Kondisi…
ini dipengaruhi oleh kebiasaan petani yang masih mengandalkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis sebagai input utama dalam kegiatan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai manfaat pupuk organik dan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan kompos dari limbah organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait fungsi pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk kimia jangka panjang, serta pentingnya pestisida nabati dalam pengendalian hama yang lebih aman. Peserta mampu membuat kompos dengan komposisi yang tepat dan memahami cara aplikasi pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta mendorong adopsi teknologi organik menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal Resort Aketajawe Lolobata.
Abstract:Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Al-Masyithoh yang…
berlokasi di Gang Rambutan IV No. 69, Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama 40 hari, mulai 6 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program yang dilaksanakan meliputi pembelajaran Al-Qur'an dan Iqra', pelatihan adzan, pengajaran doa harian, adzan rutin, kebersihan masjid, pemberdayaan remaja masjid melalui kegiatan olahraga badminton, kajian subuh, aktivasi media sosial masjid, kegiatan nonton Bersama, dan diskusi anti-bullying, serta kepanitiaan pelaksanaan qurban. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi sosial masjid, serta terbentuknya media dakwah digital yang mendukung penyebaran informasi keagamaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan Islam, pembentukan karakter generasi muda, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Masjid Al-Masyithoh melalui program KKN berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi…
plikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.
Abstract:Steamed sponge cake (bolu kukus) is a widely consumed traditional snack in Indonesia; however, its reliance on refined wheat flour limits its micronutrient and dietary fiber density. Incorporating composite flours from indigenous…
ndigenous crops, such as tropical pumpkin (Cucurbita moschata) and green pea (Vigna radiata L.), offers a promising strategy for nutritional fortification and dietary diversification. This study aimed to evaluate the proximate composition, sensory acceptability, statistical differences, and production cost feasibility of steamed sponge cakes formulated with varying proportions of pumpkin and green pea flours as partial replacements for refined wheat flour. An experimental design was applied using three formulations: AF09 (Control: 100% wheat flour), BW91 (10% pumpkin flour, 20% green pea flour), and CB88 (15% pumpkin flour, 15% green pea flour). Proximate testing measured moisture, ash, protein, fat, crude fiber, and total carbohydrates (by difference). Sensory acceptance (color, aroma, taste, and texture) was evaluated by 50 semi-trained panelists using a hedonic scale. Data were analyzed non-parametrically using Kolmogorov-Smirnov, Kruskal-Wallis, and post-hoc Mann-Whitney tests. All formulations complied with the Indonesian National Standard (SNI 01-3840-1995) for moisture (31.69%–33.74%), total ash (0.66%–1.05%), crude protein (5.80%–6.65%), and crude fat (1.64%–2.82%). Formula CB88 achieved the highest crude fiber content (0.69%) and lower total energy density (269.88 kcal/100 g). Kruskal-Wallis testing indicated statistically significant differences (p<0.05) among formulations for color, taste, and texture, while aroma exhibited no significant variation (p=0.672). Formula CB88 emerged as the optimal treatment, receiving superior sensory acceptance ratings for color (90% liked) and crumb softness (88% liked) driven by natural β-carotene and pectin-moisture gelation. Production cost analysis demonstrated high economic feasibility for CB88 at IDR 3,374 per 55 g serving. Partial substitution with 15% pumpkin flour and 15% green pea flour (Formula CB88) yields a nutrient-dense, fiber-enriched, and cost-effective functional snack suitable for targeted school nutrition and dietary diversification programs.
Abstract:Digitalization has become a key strategy for enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) amidst advances in information technology and changes in consumer behavior. The use of various digital…
gital platforms, such as social media, marketplaces, digital payment applications, and technology-based financial recording systems, is expected to improve operational efficiency and expand marketing reach. However, the level of digital technology utilization by 3 Kg LPG distribution outlets remains varied, necessitating a more in-depth study of the impact of digitalization on business performance. This study aims to analyze the impact of digitalization on MSME performance based on interviews with owners and managers of 3 Kg LPG distribution outlets under PT Pinang Baris Langit Biru. The study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of 3 Kg LPG distribution outlets that have implemented digitalization in their business activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the implementation of digitalization has a positive impact on MSME performance, particularly at 3 Kg LPG distribution outlets, including increasing sales, expanding market share, accelerating transaction processes, improving promotional effectiveness, and simplifying business administration and financial management. However, several obstacles remain, such as low digital literacy, limited human resources, and limited access to technology. Therefore, support in the form of training, mentoring, and government policies is needed to improve digital capabilities at 3 Kg LPG distribution outlets so that digital transformation can proceed optimally.
Abstract:Plastic waste is an environmental problem that continues to increase along with the development of community economic activities, especially in traditional market areas. Mardika Market, Ambon City, as a center of trade and…
nd community economic activities, produces a fairly high volume of plastic waste, requiring effective and sustainable management. This study aims to analyze plastic waste management and its implications for community economic activities in the Mardika Market area of Ambon City. The study used a qualitative descriptive method with a literature study and document analysis approach. Data were obtained from publications from the Central Statistics Agency (BPS), the National Waste Management Information System (SIPSN), scientific journals, government reports, and various relevant documents. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that plastic waste management in the Mardika Market area still faces various challenges, including the high use of single-use plastics, limited community participation, and the suboptimal implementation of the Reduce, Reuse, and Recycle (3R) principles. These conditions have implications for the cleanliness and comfort of the market environment, which can affect community economic activities, especially visitor comfort and trading activities. Therefore, synergy between the government, traders, and the community is needed to improve the effectiveness of plastic waste management to support the creation of a clean, comfortable, and productive market environment.
Abstract:Mental and spiritual health are crucial aspects of the patient's recovery process in hospitals. In addition to medical treatment, patients also require psychological and spiritual support to help them cope with the various…
us challenges that arise from their illness. This article aims to describe the implementation of Islamic Guidance and Counseling services to strengthen the mental and spiritual health of patients at Padangsidimpuan Indonesian National Armed Forces Hospital. Services provided include spiritual guidance, religious motivation, prayer guidance, individual counseling, and emotional support for patients and their families. Through an Islamic approach, counselors strive to help patients increase their patience, sincerity, optimism, and inner peace in facing their illness and treatment. The results of the service implementation indicate that Islamic Guidance and Counseling contribute positively to patients' psychological and spiritual well-being. Patients who receive support tend to have a better zest for life, lower anxiety levels, and a stronger ability to accept and cope with their health conditions. Furthermore, spiritual guidance activities also help patients maintain their religious practices during treatment, providing a sense of comfort and increasing hope for recovery. The presence of Islamic Guidance and Counseling services in hospitals not only complements existing healthcare services but also plays a crucial role in achieving holistic and humane care. Therefore, strengthening these services requires continued development to optimally support patients' mental and spiritual well-being and improve the overall quality of healthcare.