Search Articles & Publications

Showing 361 articles found for "Organisasi"

PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM

Maya Atsfiatun, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu.… u. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan  pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan  aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan  luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan  aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan  aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa  aloe vera gel  efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan  ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.  

ANALISIS TEORITIS KOMITMEN KARYAWAN: KAJIAN KOMPREHENSIF STRATEGI PENGEMBANGAN LOYALITAS ORGANISASI

Setiawan, Ade, Wahyudi, Hasanah, Tuti, Wardani, Ayu Kusuma, Supratikta, Hadi
Abstract: This theoretical analysis examines the conceptual frameworks and scholarly perspectives on employee commitment in organizations, synthesizing current literature to develop a comprehensive understanding of commitment-building… ilding strategies. Through an extensive review of contemporary organizational behavior theories, we explore the multifaceted nature of employee commitment and its theoretical implications for organizational success. The study analyzes various theoretical models of employee commitment, identifying key constructs and their interrelationships. The analysis reveals that employee commitment is conceptualized through multiple theoretical lenses, including social exchange theory, organizational support theory, and the job demands-resources model. This paper contributes to the academic discourse by proposing an integrated theoretical framework for understanding and developing employee commitment, considering both individual psychological factors and organizational contextual elements. This study examines the evolution of employee commitment concepts within the modern business context, focusing on theoretical frameworks including Social Exchange Theory, Organizational Support Theory, and the Job Demands-Resources Model. Employee commitment is regarded as a critical element for organizational success and stability, encompassing affective, continuance, and normative dimensions. In addition to psychological factors, work environment, and job satisfaction, the research highlights the need for a holistic approach in strategies to develop employee loyalty. Through a literature analysis, this study aims to provide comprehensive insights and strategic recommendations for enhancing employee engagement and retention within organizations. Keywords: employee commitment theory, organizational loyalty, theoretical framework, organizational behavior, workplace psychology

INTEGRASI DIASPORA INDONESIA DALAM PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGEMBANGAN CALON PEMIMPIN

Prakoso, Affriyanto Gema, Syerah, Helen, Wakum, Ira Yuliana, Nuraeni, Neni, Ulum, Oktalisha Kirana, Supratikta, Hadi
Abstract: Diaspora Indonesia telah memainkan peran yang signifikan dalam konteks global, tidak hanya sebagai komunitas yang berkontribusi secara ekonomi, tetapi juga sebagai sumber daya manusia yang strategis bagi pengembangan kepemimpinan… emimpinan di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi diaspora Indonesia dapat dioptimalkan dalam perencanaan strategis sumber daya manusia (SDM) untuk organisasi dan korporasi. Dengan fokus pada kemampuan diaspora yang beragam, penelitian ini mengkaji potensi diaspora dalam memberikan kontribusi pada pembentukan calon pemimpin yang berkualitas serta bagaimana organisasi dapat memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif. Diaspora Indonesia memiliki akses ke berbagai jaringan, pengalaman global, dan keahlian lintas budaya yang berharga bagi pengembangan SDM. Dalam konteks perencanaan SDM strategis, diaspora dapat diintegrasikan melalui program-program transfer pengetahuan, pertukaran pengalaman, serta inisiatif pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi modern. Penelitian ini juga menyoroti langkah-langkah yang diperlukan dalam perencanaan pengembangan calon pemimpin, termasuk identifikasi potensi individu dalam diaspora, perencanaan karier, dan penciptaan jalur kepemimpinan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekuatan diaspora, organisasi dapat meningkatkan daya saing dan mempercepat inovasi melalui pemimpin yang memiliki wawasan global dan kemampuan manajerial yang unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis peran diaspora dalam beberapa organisasi yang telah berhasil menerapkan strategi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi diaspora dalam perencanaan SDM tidak hanya mendukung diversifikasi kepemimpinan tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi organisasi melalui peningkatan kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perubahan global. Dengan demikian, integrasi diaspora Indonesia dalam perencanaan strategis SDM bukan hanya relevan tetapi juga penting untuk menciptakan calon pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

MODEL DAN SISTEM UMUM PERUSAHAAN GENERAL COMPANY MODELS AND SYSTEMS

Ilham, Ramadhani, Onggokusumo, Andrika, Supratikta, Hadi
Abstract: Sistem informasi merupakan sejenis sistem layanan dan terdapat di setiap elemen sistem industri dan bisnis modern. Perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan TQM untuk mengatasi berbagai tantangan. TQM digunakan secara… luas oleh banyak perusahaan di seluruh dunia dan berhasil diterapkan serta memberikan manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah konsep dan metode ini masih relevan untuk digunakan dan efektif meningkatkan kinerja bisnis serta kepuasan pelanggan. Ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap literatur dari berbagai sektor industri yang dikumpulkan dan ditinjau secara rinci. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep ini masih digunakan oleh banyak organisasi di seluruh dunia dan berhasil membantu organisasi meningkatkan daya saing, pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis serta meningkatkan semangat kerja karyawan.

MEMPELAJARI PENGGUNAAN INFORMASI UNTUK PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERTANIAN YANG SUKSES: STUDI KASUS PADA USAHA PERTANIAN PADI DI JEPANG

Yani, Ahmad, Wahyudi, Muhammad, Nurhikmat, Wandi, Supratikta, Hadi
Abstract: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang. Penelitian ini meneliti dampak  penggunaan FMIS pada tingkat individu dan organisasi, serta bagaimana informasi yang diperolehkan… hkan dan diproses melalui FMIS memengaruhi perilaku informasi anggota petani. Beberapa topik yang dibahas meliputi perubahan dalam cara memperoleh informasi sebelum dan setelah adopsi FMIS, profil peserta dalam studi kasus, pengelolaan air dan pertumbuhan tanaman, serta efek FMIS terhadap efisiensi tugas dan pembelajaran individu. Dengan demikian, jurnal ini memberikan wawasan tentang bagaimana FMIS dapat memengaruhi praktik pertanian dan perilaku informasi dalam konteks pertanian padi di Jepang. metodologi penelitian yang digunakan untuk menginvestigasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang Dengan demikian, metodologi penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menginvestigasi       penggunaan FMIS dalam pertanian padi di Jepang, serta dampaknya pada individu dan organisasi dalam praktik pertanian. Permasalahan lain yang dibahas adalah dampak individu dan organisasi dari perilaku informasi menggunakan FMIS. Meskipun penggunaan informasi yang didukung FMIS dapat meningkatkan efisiensi tugas, dukungan pemrosesan informasi, dan pembelajaran, namun ketidakcocokan data dan format informasi dapat memberikan karyawan tugas tambahan dalam mengelola informasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam operasi pertanian, dapat disimpulkan  bahwa integrasi informasi, kualitas sistem, dan manajemen informasi yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi tugas, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam konteks pertanian. Temuan tersebut memberikan wawasan bernilai tentang bagaimana perbedaan penggunaan informasi antara manajer dan karyawan, kualitas sistem dan informasi FMIS, serta dampak individu dan organisasi dari penggunaan informasi dapat memengaruhi kinerja dan efektivitas operasi pertanian.

MENERAPKAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Di SEKOLAH DASAR

Rini, Ayu Sekar, Wulandari, Nur Asti, Supratikta, Hadi
Abstract: Menerapkan Total Quality Management (TQM) di lembaga pendidikan menjadi langkah krusial dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini penting untuk menjalankan fungsi manajemen di setiap lembaga pendidikan. Dalam kajian ini,… i, diulas penerapan TQM dalam konteks pendidikan dan upaya-upaya meningkatkan standar mutu yang telah ditetapkan. Setiap lembaga pendidikan harus menunjukkan dedikasi terhadap peningkatan mutu guna tetap dipercaya oleh masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satu cara untuk mempertahankan kepercayaan tersebut adalah dengan melakukan perbaikan secara berkesinambungan, baik dalam aspek infrastruktur maupun proses non-fisik. Dengan demikian, lembaga pendidikan dapat menjadi institusi yang berkualitas dan terjamin. Terdapat beberapa aspek penting yang harus ditekankan dalam menerapkan TQM di dunia pendidikan, termasuk peningkatan secara terus-menerus, penetapan standar mutu, perubahan budaya, restrukturisasi organisasi, dan menjaga hubungan dengan para pelanggan. Implementasi TQM membutuhkan strategi pelaksanaan yang efektif serta kerjasama dari seluruh elemen sekolah.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI BAGIAN SEKSI PELAYANAN UPT PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) BLITAR

Wulandari, Dewi, Kurniawan, Satunggale, Rahman, Muhammad Afifi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan sumber daya manusia di bagian Pelayanan Sosial UPT PSBR Blitar, dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan kinerja pegawai. Metode deskriptif kualitatif digunakan… n untuk mengumpulkan data pada bulan Maret 2024. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pegawai pada seksi pelayanan sosial PSBR Blitar telah memahami tugas mereka, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kompetensi mereka. Kurangnya pelatihan yang terarah dan pengawasan yang efektif dari atasan menjadi hambatan utama dalam pengembangan SDM. Penelitian ini menekankan pentingnya investasi dalam pelatihan dan bimbingan untuk mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan efisiensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI “AKHLAK” DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PADA PENGATUR PERJALANAN KERETA API (PPKA) DI DAERAH OPERASI 2 BANDUNG WILAYAH 2. C TASIKMALAYA

Cahyono, Nikotiyanto Dwi, Sandra, Eri
Abstract: Hampir setiap hari karyawan dikelilingi oleh budaya organisasi yang mempengaruhi pembentukan sikap terhadap lingkungan sekitar yang akan mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#8230; hui pengaruh Budaya Organisasi “Akhlak terhadap kinerja pegawai Operator Kereta Api di Area Operasi 2.C di Bandung, Wilayah Tasikmalaya. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi “Akhlak”, dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Untuk mengumpulkan data, kuesioner dan observasi digunakan. Sampel penelitian ini berjumlah 45 karyawan dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, regresi linier berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil hipotesis Budaya Organisasi “Akhlak” diperoleh nilai thitung 6,768 > ttabel 2,018 dengan sig 0,000 < 0,005 yang secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil hipotesis Disiplin Kerja diperoleh nilai thitung 3,511 > ttabel 2,018 dengan sig 0,001 < 0,05 yang menunjukkan secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil hipotesis Budaya Organisasi “Akhlak” dan Disiplin Kerja diperoleh dengan nilai Fhitung 51,105 > Ftabel 3,219 dengan sig 0,000 < 0,05 yang menunjukkan secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besarnya pengaruh determinasi Budaya Organisasi “Akhlak” dan Disiplin Kerja sebesar 70,9% sedangkan sisanya sebesar 29,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN PULAU MOROTAI PROVINSI MALUKU UTARA

Kanaha, Ibnu
Abstract: Penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah daerah faktor-faktor yang menghambat serta merumuskan model implementasi kebijakan pemerintah daerah pengembangan pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.&#8230; otai. Metode pengumpulan data, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Intrumen peneliti, Kepala Dinas Pariwisata, Sekretas Dinas Pariwisata dan kepala bagian selaku pejabat berwewenang/terkait dan Masyarakat, pelaku Obyek Wisata Lokal di lingkungan Kabupaten Pulau Morotai. Hasil penelitian menemukan bahwa, untuk mencapai implementasi kebijakan pengembangan pariwisata, pemerintada daerah perlu langka-langka teknis, praktis, dan strategi dengan berpedoman peraturan yang berlaku: (1). Peraturan No. 09/2014 tentang (RIPPDA); (2). Pengembangan SDM; (3) Kebijakan prioritas mengalokasikan anggaran untuk program pengembangan pariwisata; (4) Menyiapkan sarana dan prasarana aksebilitas, infrastur, akomodasi pariwisata: (5) Merevisi RIPPDA. Dengan dirumuskan berdasarkan teori Donald Van Meter dan Carl Van Horn yaitu. standar sasaran, sumber daya, karakteristik organisasi, komonikasi, sikap, lingkungan sosial ekonomi politik, dari 6 faktor sehingga membentuk dukungan model pengendalian kebijakan sehingga implementasi kebijakan dapat berhasil dengan baik. mendorong peningkatan APBN, APBD dan peningkatan ekonomi masyarakat.

IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI KELURAHAN SUNGAI LAKAM BARAT KECAMATAN KARIMUN KABUPATEN KARIMUN

Giovani, Ahmad Ridho, Kustiawan, Kustiawan, Pratama, Ryan Anggria
Abstract: Fenomena permasalahan yang terjadi  di lapangan dalam melaksanakan program KIA di Kabupaten Karimun sampai saat ini masih banyak anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak dikarenakan ada beberapa penyebab yaitu minimnya&#8230; mnya antusias warga khususnya para orang tua di Kabupaten Karimun terhadap KIA dan masih minimnya informasi terkait tentang KIA bahkan setiap anak di wajibkan untuk memiliki kartu identitas dan masih banyak  manfaat atau kegunaan KIA di Kabupaten Karimun karena sampai dengan hari ini masih sama belum menjadi prioritas syarat wajib di instansi pemerintah bahkan swasta serta tidak ada berlaku sanksi bagi orang tua atau anak yang belum memiliki KIA dan apa  yang dirasakan bagi masyarakat, peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai “Implementasi Program Kartu Identitas Anak (KIA) Di Kabupaten Karimun. Objek penelitian ini adalah implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pedoman wawancara menggunakan teori David C Korten yang berindikator, Indikator Program yaitu Program adalah berkaitan dengan hal ini adalah tujuan yang ingin dicapai secara jelas yaitu implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) adanya tujuan kebijakan dalam mencapai tujuan pengimplementasian Kartu Identitas Anak (KIA) adanya strategi dalam pelaksanaan pengimplementasian KIA. Indikator Pelaksana yaitu Kelompok sasaran harus ada kesesuaian antara kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil program yang sesuai dengan kelompok sasaran program, dalam hal ini yang menjadi sasaran anak dibawah umur 17 tahun ke bawah.  Indikator Sasaran Pelaksana yaitu pelaksanaan harus ada kesamaan antara program organisasi pelaksana yaitu kesamaan antara tugas yang di syaratkan oleh program dengan kemampuan organisasi dalam hal ini dinas kependudukan dan pencatatan sipil dalam pengimplementasian KIA oleh karena itu kemampuan implementator merupakan SDM yang memperngaruhi keberhasilan implementasi dalam hal ini pengimplementasian KIA.