Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

Analisis Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode 360 Degree Feedback  Pada Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

Erma Dwi Oktavia, Alan Budi Kusuma
Abstract: Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Selama ini, penilaian kinerja yang hanya dilakukan oleh atasan kerap dianggap kurang objektif, sehingga berisiko menimbulkan rasa ketidakpuasan dan menurunnya motivasi kerja. Untuk mengatasi… atasi hal tersebut, diperlukan sistem penilaian yang lebih menyeluruh dan adil. Metode 360 Degree Feedback dipilih karena melibatkan berbagai pihak sebagai penilai, termasuk atasan langsung, rekan sejawat, serta penilaian diri, sehingga dapat memberikan potret kinerja yang lebih menyeluruh. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif non-statistik dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah pustaka. Responden yang dilibatkan adalah enam karyawan yang dipilih berdasarkan kriteria purposive sampling. Penilaian kinerja difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu tingkat kedisiplinan, kompetensi teknis, dan aspek kepribadian, masing-masing dengan subkriteria serta bobot penilaian yang telah ditetapkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh responden memperoleh kategori kinerja “Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa pegawai telah memenuhi standar yang ditetapkan, namun tetap direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan lanjutan serta mendapatkan apresiasi berupa bonus guna meningkatkan motivasi dan kualitas kerja di masa mendatang.

Implementasi Kompetisi Inovasi (KOMVAS) Dalam Meningkatkan Indeks Inovasi Daerah Kota Banjarmasin

Maya Floria Yasmin
Abstract: Indeks Inovasi Daerah Kota Banjarmasin belum pernah mendapat predikat Kota terinovatif. Padahal inovasi daerah merupakan salah satu komponen daya saing daerah. Jumlah inovasi daerah yang dimiliki juga belum memiliki bobot… t yang tinggi sesuai harapan. Dalam rangka peningkatan indeks inovasi daerah sekaligus sebagai ajang untuk memberikan penghargaan bagi inovator, Kota Banjarmasin mengadakan kompetisi inovasi (KOMVAS). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisa implementasi Kompetisi Inovasi (KOMVAS) dalam meningkatkan indeks inovasi daerah Kota Banjarmasin. Serta untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisa faktor yang mempengaruhi Implementasi Kompetisi Inovasi (KOMVAS) dalam meningkatkan indeks inovasi daerah Kota Banjarmasin. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan empat informan. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa Implementasi Kompetisi Inovasi (KOMVAS) Dalam Meningkatkan Indeks Inovasi Daerah Kota Banjarmasin terdiri dari penjaringan inovasi daerah, memberikan penghargaan pada tingkat Kota Banjarmasin, pelaporan inovasi daerah melalui SAPIDa, membuat regulasi terkait inovasi daerah dan coaching clinic inovasi daerah. Faktor penghambat yaitu kurangnya minat dalam mengikuti kompetisi inovasi, keterbatasan anggaran daerah, kurangnya kebijakan terkait inovasi daerah. Adapun faktor pendukung yaitu adanya aplikasi sistem analisis pelaporan inovasi daerah (SAPIDa).

Implementasi Program Beasiswa Sekolah Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Benny Candra Prasetyo
Abstract: Program beasiswa ini merujuk pada wasiat pendiri Pesantren Darunnajah, yaitu almarhum KH. Abdul Manaf Mukhayyar, yang dalam salah satu pernyataan reflektifnya menuliskan: "Kalau saya jadi orang kaya, saya akan membuka sekolah… kolah gratis untuk kaum fakir dan miskin." Ungkapan tersebut tercantum pada sampul buku catatan pribadinya semasa beliau menempuh pendidikan di Jami’at Khair. Pernyataan ini merepresentasikan nilai-nilai filantropi dan misi sosial dalam pendirian lembaga pendidikan Darunnajah, khususnya dalam komitmennya terhadap kelompok masyarakat kurang mampu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Secara umum, program beasiswa yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor ditujukan kepada santri dari kalangan dhuafa serta peserta didik yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Beasiswa tersebut meliputi beberapa jenjang dan program, yaitu beasiswa untuk jenjang SMP, MTs, MA, dan SMK, serta program beasiswa khusus seperti Tholabul Minhah dan Beasiswa Tahfizh, yang masing-masing memiliki persyaratan dan mekanisme seleksi yang berbeda. Implementasi program ini sepenuhnya merupakan inisiatif internal lembaga tanpa adanya intervensi atau dukungan pendanaan dari pihak luar. Kemandirian ini mencerminkan integritas dan komitmen pesantren dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis sosial dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dampak positif dari pelaksanaan beasiswa ini terlihat dari tingginya apresiasi serta dukungan dari keluarga peserta didik penerima beasiswa. Tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat motivasi peserta didik dalam belajar. Di samping itu, keberadaan program ini turut merealisasikan amanah dan cita-cita para muwakif dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Dampak Psikologi STAIN Bagi Perokok Pada Orang Dewasa Pada Di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba

Friska D. Simamora, Applonia Leu Obi, Fausano Umbu Botu
Abstract: Latar Belakang: Merokok merupakan kebiasaan yang berdampa buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut, salah stunya adalah terbentuknya stain (noda) pada gigi. Pewarnaan ini, terutama pada gigi anterior tidak hanya mengganggu… u estetika tetapi, juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti rasa percaya diri dan citra diri. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologi stain bagi perokok pada orang dewasa di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Metode: penilitian yang di gunakan adalah deskriptip. Sempel berjumlah 41 orang laki-laki berusia 18-23 tahun yang merupakan perokok aktif. Pengumpulan data di lakukan melalui pemeriksaan stain menggunakan indeks loebene dan pengisian kuesiones dampak psikologis. Hasil: Penilitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stain sedang (73,18%) dan mayoritas responden (83,36) tidak mengalami dampak psikologis yang signifikan hal ini menunjukan bahwa meskipun terdapat perubahan warna pada gigi akibat merokok, sebagian besar individu belum merasa terganggu secara psikologis, Kemungkinan karna kurang kesadaran atau kepedulian terhadap estetika gigi dan kurangnya pengetahuan mengenai dampak stain. Kesimpulan: Bahwa kebanyakan perokok mengalami stain sedang namun tetap memiliki kondisi psikologis yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi serta memahami dampak merokok terhadap kesehatan mental dan fisik.

Implementasi Program KKG Dalam Mengembangkan Kompetensi Profesional Guru Pai Dengan Mengintegrasikan Nilai “Agung” Di Kabupaten  Hulu Sungai Utara

Rebani
Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal “Agung” di Kecamatan Amuntai… ntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci (misalnya, Kasi PAI, pengawas, ketua KKG, dan guru), serta dokumentasi. Program KKG dilaksanakan melalui pelatihan teknis, lokakarya, diskusi ilmiah, pembinaan profesionalisme, dan kegiatan keagamaan, didukung kebijakan yang menekankan integrasi nilai moral dan spiritual. Strategi meliputi pendekatan berbasis moral, praktik langsung, dan kolaborasi antarpihak. Evaluasi dilakukan secara sistematis, mencakup input, proses, output, dan outcomes, yang menunjukkan peningkatan kompetensi guru serta integrasi nilai moral dalam pembelajaran. Tantangan meliputi keterbatasan penguasaan teknologi, rendahnya motivasi guru, dan kurangnya fasilitas. Temuan ini menegaskan efektivitas program KKG dalam meningkatkan profesionalisme guru jika didukung oleh strategi kuat dan integrasi nilai lokal, dengan rekomendasi untuk pelatihan teknologi dan dukungan infrastruktur yang lebih baik.

Implikasi Hukum Jual Beli Wakaf Oleh Ahli Waris Wakif Studi Kasus Di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sumatera Tengah

Mohamad Abil Faroj Al Jawawi, Eka Wahyu Setiawan, Rahayu Sri Utami
Abstract: Wakaf  merupakan sebuah kegiatan yang telah ada sejak berpuluh–puluh tahun oleh masyarakat indonesia yang beragama islam, akan tetapi masih banyak problematik terkait wakaf karna kurangnya pemahaman di masyarakat dan perlindungan… perlindungan hukum yang memadai. salah satu problematika yang terjadi khususnya tentang wakaf salah satunya terjadi dikota pekanbaru yang mana ahli waris wakif menjual tanah yang diwakafkan orangtuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hukum Islam, khususnya yang berkaitan dengan hukum positif, terhadap isu ini. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, meliputi kajian tentang hukum Islam serta undang-undang yang relevan. Kesimpulan. Terdapat implikasi hukum dan masih perlunya kesadaran hukum dimasyarakat, serta harmonisasi dan perlindungan hukum terkait wakaf. khususnya yang terjadi di kota pekanbaru.

Alternatif Sumber Pendapatan Negara : Kritik Terhadap Gagasan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)

Fajar Satriyawan Wahyudi
Abstract: Alternatif sumber pendapatan negara dengan fokus pada kritik terhadap gagasan Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Indonesia. Tapera, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan… Rakyat, dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan melalui mekanisme tabungan wajib yang dikelola oleh lembaga khusus. Meskipun Tapera bertujuan untuk menjadi solusi dalam pembiayaan perumahan, terdapat berbagai kritik terkait efektivitas dan implementasinya. Penelitian ini mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari Tapera sebagai sumber pendapatan negara, membandingkannya dengan alternatif lain seperti pajak, retribusi, dan pembiayaan berbasis investasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang menggabungkan tinjauan literatur, analisis kebijakan, dan wawancara dengan ahli ekonomi serta praktisi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Tapera memiliki potensi untuk meningkatkan tabungan masyarakat dan memperbaiki akses perumahan, ada tantangan signifikan terkait dengan pelaksanaannya yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan keberhasilannya sebagai alternatif sumber pendapatan negara.

Agen Bank sebagai Jembatan Inklusi Keuangan bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Tri Winarno, Tri Winarno
Abstract: Inklusi keuangan menjadi isu global yang mendesak, terutama bagi masyarakat tanpa akses ke layanan perbankan formal. Agen bank berperan sebagai solusi inovatif dalam memperluas akses keuangan, baik di perkotaan maupun di… daerah terpencil. Penelitian ini mengevaluasi peran agen bank dalam inklusi keuangan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis faktor sosial dan budaya yang memengaruhi adopsi layanan mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan agen bank, nasabah, dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen bank mempermudah akses ke layanan keuangan dasar, meningkatkan literasi keuangan, serta memberdayakan kelompok masyarakat yang kurang terjangkau sistem perbankan konvensional. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, modal, kurangnya pelatihan, dan tingkat kepercayaan masyarakat masih menghambat efektivitas layanan ini. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan dukungan kebijakan, peningkatan infrastruktur digital, serta pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas agen bank dalam inklusi keuangan.

Tata Kelola TI Dalam Meningkatkan Pembangunan Kapasitas Kota Bekasi: Studi Keterlibatan Komunitas Lokal

Bintang Wijaya, R Wisnu Prio Pamungkas
Abstract: Perkembangan teknologi informasi (TI) telah membawa dampak yang signifikan terhadap tata kelola pemerintahan, terutama dalam mendukung pembangunan kapasitas di tingkat kota. Kota Bekasi, sebagai salah satu kota besar di… Jawa Barat, terus berupaya mengimplementasikan berbagai inisiatif berbasis TI untuk meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas pelayanan publik, transparansi, serta keterlibatan komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola TI dalam mendukung pembangunan kapasitas di Kota Bekasi dengan menyoroti aspek kebijakan, infrastruktur, literasi digital masyarakat, keterlibatan perangkat lokal seperti RT/RW, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara, survei kebutuhan, dan observasi terhadap program TI, termasuk analisis peran smart city dalam mendukung tata kelola berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bekasi telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, seperti implementasi aplikasi e-government dan peningkatan partisipasi perangkat RT/RW dalam pelayanan publik. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, dan kurangnya kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur TI, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi aparat pemerintahan dan perangkat RT/RW, serta perluasan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital dan pembangunan kapasitas secara berkelanjutan.

Respon Mahasiswa Terhadap Penggunaan Benang Gigi

Manginar Sidabutar, Simamora, Friska D., Azriel D.M.G Tupitu
Abstract: Sisa makanan yang menempel pada bagian interproksimal terutama pada gigi berjejal sulit dijangkau dan dibersihkan menggunakan sikat gigi saja. Sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya… nya penumpukan plak, terbentuknya karang gigi (kalkulus), dan dapat memicu terjadinya penyakit gusi (gingivitis) dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontitis), benang gigi merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak di bagian interproksima. Penggunaan Benang gigi merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di celah-celah gigi, menggunakan benang gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga Kesehatan mulut agar terhindar dari karang gigi (kalkulus), penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan benang gigi pada mahasiswa  dan bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi.        Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggambarkan respon mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi seperti alasan tidak menggunakannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mau menggunakan benang gigi 44,8%  alasan responden menggunakan benang gigi dominannya karena responden merasa penggunaan benang gigi itu penting responden mengatakan bahwa responden merasa nyaman saat menggunakan benang gigi dan benang gigi membuat celah-celah gigi lebih bersih dibandingkan menggunakan tusuk gigi. Dominan responden yang tidak mau menggunakan benang gigi 55,12%  alasan responden tidak menggunakan benang gigi dominanya yaitu karena biaya yang mahal sehingga responden tidak mampu membeli benang gigi,  dan lingkungan yang tidak terbiasa menggunakan benang gigi, dan responden mengatakan penggunaan benang gigi membutuhkan waktu yang lama sehingga responden malas menggunakan benang gigi.   Kesimpulan penelitian yaitu Sebagian besar Responden tidak menggunakan benang gigi, responden tidak menggunakan benang gigi dikeranakan kurangnya pemahaman tentang teknik penggunaan benang gigi yang benar, dan belum terbiasa untuk menggunakan benang gigi sehingga responden merasa sulit saat menggunakan benang gigi ini dikarenakan kurangnya promosi.