Abstract:Abstract: One of the standards that must be met in the implementation of education is the competency standard of educators and education personnel. According to Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, Article…
ticle 1 paragraph 1 states that "teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing and evaluating students in the formal education path, basic education, and secondary education." Based on the disclosure of factual phenomena, data, theories, and relevant previous research presented above, the researcher is interested in conducting research by selecting the title "The Influence of the Principal's Transformational Leadership Style, Organizational Culture, and Work Competence of ASN and Non-ASN Teachers on Teacher Performance Commitment at UPT SDN. 016505 Taman Sari, Pulau Bandring District, Asahan Regency." There is a significant influence of Transformational Leadership Style, Organizational Culture, and Competence on Teacher Commitment and Performance at UPT SDN 016505 Taman Sari, Pulau Bandring District, Asahan Regency. This is proven based on the results of research conducted by researchers where the significance value (sig) of 0.001 is smaller than the Probability of 0.05, so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that "There is a significant influence of Transformational Leadership Style, Organizational Culture, and Competence on Teacher Commitment and Performance at UPT SDN 016505 Taman Sari, Pulau Bandring District, Asahan Regency."
Â
Keywords: Style, Leadership, Transformational
Â
Abstrak: Salah satu standar yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pendidikan adalah standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 1 menyebutkan “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada jalu rpendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengahâ€. Berdasarkan pengungkapan fenomena faktual, data, teori dan penelitian terdahulu yang relevan dikemukakan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti dengan memilih judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan Kompetensi Kerja Guru ASN dan non ASN terhadap Komitmen Kinerja Guru UPT SDN. 016505 Taman Sari Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahanâ€.Adanya Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, dan Kompetensi yg signifikan terhadap Komitmen dan Kinerja Guru di UPT SDN 016505 Taman Sari Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dimana nilai signifikansi (sig) sebesar 0.001 lebih kecil dari Probabilitas 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “Adanya Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, dan Kompetensi yg signifikan terhadap Komitmen dan Kinerja Guru Audit di UPT SDN 016505 Taman Sari Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan.
Â
Kata kunci: Gaya, Kepemimpinan, Transformasional
Abstract:Abstract: The behavior of prospective parents in choosing kindergartens is increasingly shifting towards the use of online media as the main source of information, without neglecting the influence of personal recommendations.…
ions. This study aims to identify the segmentation of prospective parents based on their interests and behaviors in seeking information about schools, both through digital channels such as social media and the internet, and conventional channels such as verbal communication. The study was conducted at AL-FARIQ Kindergarten with data collection through structured interviews using Google Forms. Data were analyzed using K-Means and Rapid Miner software with cluster analysis methods to group respondents based on similarities in digital behavior. The research results are expected to produce a segmentation document that includes the profile of each segment and recommendations for more targeted digital promotion strategies. This research is at Technology Readiness Level (TRL) level 3 as an initial validation of the data-driven segmentation approach, and is expected to serve as the basis for the development of a more integrated digital promotion system in the future.
Â
Keywords: K-Means; Information Behavior; Prospective Parents; Promotion Strategy.
Abstrak: Perilaku calon orang tua dalam memilih taman kanak-kanak (TK) semakin bergeser ke arah pemanfaatan media online sebagai sumber informasi utama, tanpa meninggalkan pengaruh rekomendasi personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmentasi calon orang tua berdasarkan kecenderungan minat dan perilaku mereka dalam mencari informasi tentang sekolah, baik melalui saluran digital seperti media sosial dan internet, maupun jalur konvensional seperti komunikasi lisan. Studi dilakukan di TK AL-FARIQ dengan pengumpulan data melalui wawancara terstruktur menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak RapidMiner dan metode K-Means dengan cluster analysis untuk mengelompokkan responden berdasarkan kesamaan perilaku digital. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan dokumen segmentasi yang memuat profil masing-masing segmen serta rekomendasi strategi promosi digital yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini berada pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 3 sebagai validasi awal terhadap pendekatan segmentasi berbasis data, dan diharapkan menjadi dasar pengembangan sistem promosi digital yang lebih terintegrasi di masa depan.
Â
Kata kunci: K-Means; Perilaku Informasi; Calon Orang Tua; Strategi Promosi
Abstract:Abstract: This study examines variations in Indonesian language found in television advertisements using a sociolinguistic approach. Sociolinguistics is a discipline that explores the relationship between language and society,…
ciety, including how social aspects influence language use and variation. Television advertisements are a form of mass communication with a wide reach, are persuasive, and are designed to attract public attention. Therefore, the language used in advertisements often reflects interesting variations and is appropriate to the social context of the target community. This study aims to describe the types of Indonesian language variations in television advertisements, identify the sociolinguistic causes that impact these variations, and analyze the role of language in achieving the advertisements' persuasive goals. Using a qualitative descriptive approach, data were obtained through recording, observation, and recording methods of several television advertisements broadcast on national private television channels in Indonesia. Data selection was carried out using a purposive sampling technique to obtain informative cases.
Â
Keyword: sociolinguistics; television advertising; television advertising language.
Â
Abstrak: Penelitian ini mengkaji variasi bahasa Indonesia yang terdapat dalam iklan televisi dengan pendekatan sosiolinguistik. Sosiolinguistik merupakan disiplin yang mengeksplorasi keterkaitan antara bahasa dan masyarakat, termasuk bagaimana aspek sosial mempengaruhi pemakaian dan variasi bahasa. Iklan televisi merupakan salah satu bentuk komunikasi massa dengan jangkauan luas, bersifat persuasif dan disusun untuk menarik perhatian kalangan publik. Karena itu, bahasa yang digunakan dalam iklan sering kali mencerminkan variasi menarik dan sesuai dengan konteks sosial masyarakat yang dituju. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis-jenis variasi bahasa Indonesia dalam iklan televisi, mengidentifikasi penyebab sosiolinguistik yang berdampak pada variasi tersebut, serta menganalisis peran bahasa dalam mencapai tujuan persuasif iklan. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui metode perekaman, pengamatan, dan pencatatan dari sejumlah iklan televisi yang ditayangkan di saluran televisi swasta nasional di Indonesia. Pemilihan data dilakukan menggunakan Teknik purposive sampling agar memperoleh kasus-kasus yang informatif.
Â
Kata kunci: sosiolinguistik; iklan televisi; bahasa iklan televisi.
Abstract:Abstrack: This study addresses the strategic issue of low utilization of agricultural product processing among farmers in Lubuk Seberuk Village, Ogan Komering Ilir (OKI) Regency. The main objective of this study is to understand…
derstand the extent to which farmers in the region possess the knowledge, attitudes, and readiness to develop value-added agricultural product-based businesses. The study employed a descriptive qualitative approach, exploring farmers' views, attitudes, and practices related to agricultural product processing. Data were obtained through direct observation and in-depth interviews. Data analysis followed the stages of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and systematic and reflective conclusion drawing. The results indicate that the majority of farmers have initial awareness of the potential of agricultural product processing but have not yet been fully able to apply it. The main inhibiting factors include limited access to processing technology, minimal technical training, limited capital, and the government's suboptimal role in supporting agricultural-based economic diversification programs. Nevertheless, some farmers have taken the initiative to independently process their crops into products such as chips, flour, and other packaged products that are marketed locally and online. This step has been proven to increase income and open up new business opportunities in rural areas.
Â
Keywords: Agricultural Product Processing, Farmer Understanding, Economic
               Diversification
Â
Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait rendahnya pemanfaatan pengolahan hasil pertanian di kalangan petani di Desa Lubuk Seberuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana petani di wilayah tersebut memiliki pengetahuan, sikap, dan kesiapan dalam mengembangkan usaha berbasis olahan hasil pertanian yang bernilai tambah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengeksplorasi pandangan, sikap, dan praktik petani terkait proses pengolahan hasil pertanian. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam. Analisis data mengikuti tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani telah memiliki kesadaran awal mengenai potensi pengolahan hasil pertanian, namun belum sepenuhnya mampu mengaplikasikannya. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan akses terhadap teknologi pengolahan, minimnya pelatihan teknis, keterbatasan modal, dan belum optimalnya peran pemerintah dalam mendukung program diversifikasi ekonomi berbasis pertanian. Meskipun demikian, beberapa petani telah mengambil inisiatif mandiri untuk mengolah hasil panen menjadi produk seperti keripik, tepung, dan olahan kemasan lain yang dipasarkan secara lokal maupun daring. Langkah ini terbukti menambah penghasilan dan membuka peluang usaha baru di pedesaan.
Â
Kata kunci: Pengolahan Hasil Pertanian, Pemahaman Petani, Diversifikasi Ekonomi.
Abstract:Abstract: The research aims to determine the calculation of the cost of goods produced by MSME Warkop Loba through a comparative approach of full costing and variable costing in determining the selling price. Research data…
ta obtained through field studies, namely observation, interviews, and documentation. The data analysis method used is descriptive quantitative. The results show that MSMEs have not taken into account all costs, especially factory overhead costs. The full costing method produces higher COGS than variable costing because it includes all costs and can provide more detailed cost data than the variable costing method, so that it is suitable for determining more relevant profits. While the variable costing method can be used for cost control, especially for variable costs. Based on the calculation of COGS for three months, the total costs obtained were IDR 8,614,133 (Full Costing) and IDR 7,989,001 (Variable Costing). Determination of the selling price using the cost plus pricing method with a profit percentage determined using a markup set by the owner of MSMEs of 50% so that the selling price for three months is IDR 11,198,490 for Full Costing and IDR 11,983,502 for variable costing.
Â
Keywords: Cost of Goods Manufactured; Full Costing; Variable Costing; Selling Price.
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi MSME Warkop Loba melalui pendekatan komparatif full costing dan variable costing dalam penentuan harga jual. Data penelitian diperoleh melalui studi lapangan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa MSME belum memperhitungkan semua biaya terutama biaya overhead pabrik. Metode full costing menghasilkan HPP lebih tinggi bidangkan dengan variabel costing karena memasukkan semua biaya dan dapat menyediakan data biaya yang lebih terperinci dibandingkan dengan metode variable costing sehingga cocok untuk penetapan laba yang lebih relevan. Sedangkan metode variable costing dapat digunakan untuk pengendalian biaya terutama biaya yang bersifat variabel. Berdasarkan perhitungan HPP selama tiga bulan total biaya yang diperoleh sebesar Rp8.614.133 (Full Costing) dan Rp 7.989.001 (Variable Costing). Penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing dengan pressentasi laba ditentukan dengan menggunakan mark up yang ditetapkan oleh pemilik UMKM sebesar 50% sehingga harga jual selama tiga bulan sebesar Rp11.198.490 untuk Full Costing dan Rp 11.983.502 untuk variabel costing.
Â
Kata kunci: Harga Pokok Produksi; Full Costing; Variable Costing; Harga Jual.
Abstract:Abstract: The purpose of this study is to objectively identify and understand some significant Multiple Role Conflict and Job Stress in Career Women:Â A Correlational Study at Bank BPTN Syariah . The sample size for this…
his essay is 56 subjects. The entire sampling technique is total sampling. The two scala used in this study's data are double role conflict scale and the work stress scale. The scale of the double-role conflict used the research was made by Greenhaus & Beuthel (Ultaminingsih 2017) and the scale of work stress used by the research was made by Robbins and judge (2011) scale which will be processed with the help of the SPSS version 25 program for windows. The hypothesis in the study is that there is a positive link between a double-role conflict and work stress. The result were proved by hypothetical mean of double role conflict on 30 and work stres on 57,5. then empirical mean of double role conflict on 36,26 and work stres on 64,48. Value of coefficient which the coefficient was 0,446 with p-value significance =0.001<0,05 with a contribution weight of 19,9%. Meaning that the hypothesis proposed is received the higher double role conflict the higher the stress of work is expressed to be accepted. This means that the hypothesis proposed is accepted so that it can be interpreted that there is a positive relationship between multiple role conflict and work stress on women employee at Bank BPTN Syariah
Â
Keywords: Double Role Conflic, Work Stres and Women Employee
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dan mengetahui seberapa besar hubungan antara Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja Pada Wanita Karier: Sebuah Study Korelasional di Bank BPTN Syariah . Sampel yang digunakan yaitu 56 pegawai wanita. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Pengumpulan data menggunakan skala likert. Skala konflik peran ganda yang digunakan dalam penelitian ini yang dibuat oleh Greenhaus & Beuthel (dalam Utaminingsih 2017), dan skala stress kerja yang digunakan penelitian ini yang dibuat oleh Robbins dan Judge (2011) yang di olah dengan bantuan program SPSS versi 25 for windows. Data dianalisis dengan teknik analisis korelasi product moment. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang positif antara konflik peran ganda dengan stres kerja. Dengan asumsi, semakin tinggi konflik peran ganda maka semakin tinggi stres kerja. Hal ini diketahui dengan melihat mean hipotetik pada variabel konflik peran ganda adalah 30 dan variabel stress kerja 57,5. Kemudian mean empirik untuk konflik peran ganda 36,26 dan stres kerja 64,48. Nilai atau koefisien yaitu 0,446 dengan signifikansi sebesar p=0,001 < 0,05 dengan bobot sumbangan 19,9 %. Artinya hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif antara konflik peran ganda dengan stres kerja pada pegawai wanita yang bekerja di Bank BPTN Syariah
Â
Kata Kunci: Konflik Peran Ganda, Stres Kerja, Wanita Karier
Abstract:Abstract: This study aims to describe consumer involvement in purchasing sunscreen among generation Z at SMA Swasta Angkasa 1 Lanud Soewondo Medan. This study uses a descriptive quantitative approach with a research population…
lation of 112 respondents who are sunscreen users. The sampling technique used is total sampling, where the entire population is used as a research sample. Data were obtained through a Likert scale arranged based on five dimensions of consumer involvement according to Kapferer and Laurent (1985), namely interest, pleasure, sign value, risk importance, and risk probability. Data collected using a questionnaire method, which was then analyzed using a descriptive statistical analysis method. The results of the descriptive analysis showed that consumer involvement was in the moderate category with an average score of 90.2%. The risk probability dimension was the highest with a score of 17.0% (high category), while the pleasure dimension was the lowest with a score of 84.8% (low category). Based on the contribution test, the interest dimension contributed the most to consumer involvement at 39.15%, followed by risk importance at 31.94%. The group that showed the most involvement was women, at the age of 17 years from grade 11.
Â
Keywords: Consumer Involvement; Sunscreen Purchase; Generation Z
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlibatan konsumen dalam pembelian sunscreen pada generasi Z di SMA Swasta Angkasa 1 Lanud Soewondo Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi penelitian sebanyak 112 responden yang merupakan pengguna sunscreen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data diperoleh melalui skala Likert yang disusun berdasarkan lima dimensi keterlibatan konsumen menurut Kapferer dan Laurent (1985), yaitu interest, pleasure, sign value, risk importance, dan risk probability. Data yang dikumpulkan dengan metode kuesioner, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keterlibatan konsumen berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 90,2%. Dimensi risk probability merupakan yang paling tinggi dengan skor 17,0% (kategori tinggi), sedangkan dimensi pleasure merupakan yang terendah dengan skor 84,8% (kategori rendah). Berdasarkan uji kontribusi, dimensi interest memberikan pengaruh terbesar terhadap keterlibatan konsumen sebesar 39,15%, diikuti oleh risk importance sebesar 31,94%. Kelompok yang paling banyak menunjukkan keterlibatan adalah perempuan, pada usia 17 tahun dari kelas 11.
Â
Kata Kunci: Keterlibatan Konsumen; Pembelian Sunscreen; Generasi Z
Abstract:Abstract: This study aims to find and analyze the elements that contribute to the difficulties students face in academic writing. This research focuses on the following issues: ineffective learning methods, students' lack…
k of understanding of the material in Indonesian courses, lack of academic writing practice, and students' inability to apply their knowledge of Indonesian to academic writing. The research method used was qualitative with a case study approach, involving interviews, observations, and documentation of student and lecturer work. In addition, students face challenges when they apply the theories they have learned into academic writing practice. This study suggests more creative teaching methods, more writing exercises with constructive feedback, and more writing consultation and guidance to help students develop their academic writing skills
Â
Keywords: Academic writing; lectures; Indonesian language.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis unsur-unsur yang berkontribusi pada kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam menulis akademik. Penelitian ini berfokus pada masalah berikut: metode pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pada mata kuliah bahasa Indonesia, kurangnya latihan menulis akademik, dan ketidakmampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka tentang bahasa Indonesia ke dalam tulisan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi hasil kerja mahasiswa dan dosen pengampu. Selain itu, mahasiswa menghadapi tantangan ketika mereka menerapkan teori yang telah mereka pelajari ke dalam praktik menulis akademik. Studi ini menyarankan metode pengajaran yang lebih kreatif, lebih banyak latihan menulis dengan umpan balik konstruktif, dan lebih banyak konsultasi dan bimbingan menulis untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan menulis akademik mereka.
Â
Kata kunci: Menulis akademik; perkuliahan; bahasa Indonesia.
Abstract:Abstract: The need for chili increases every year in line with the increasing population and the development of industries that require chili raw materials. However, chili production in Indonesia is still low and has not…
met all needs, thus causing business opportunities for cultivating cayenne pepper to be wide open. Good cultivation techniques, such as cultivating cayenne pepper using a combination of organic and inorganic fertilizers that are adjusted to the needs of the plants, are expected to maximize the production of cayenne pepper plants. This research was conducted in Batu Asa, Environment III, Sidodadi Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency from January to April 2024. This study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors, namely: (1) Tofu Dregs Compost (T) consisting of 4 levels, namely: T0 = 0 g/polybag, T1 = 150 g/polybag, T2 = 300 g/polybag, T3 = 450 g/polybag (2) Mutiara NPK Fertilizer (N) consisting of 3 levels, namely: N1 = 2 grams/polybag, N2 = 4 grams/polybag, N2 = 6 grams/polybag. The observed variables were plant height, flowering age, harvest age, fruit weight per plant and number of fruits per plant. The provision of tofu dregs compost had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the T3 = 450 gr/polybag treatment. The provision of Mutiara NPK had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the N3 = 6 gr/polybag treatment. The interaction between the provision of tofu dregs compost and Mutiara NPK did not give a significant effect on all observation variables.
Â
Keywords: Cayenne Pepper, Organic Fertilizer, Tofu Dregs Compost, Mutiara NPK Fertilizer
Abstrak: Kebutuhan cabai meningkat setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industry yang membutuhkan bahan baku cabai. Namun produksi cabai di Indonesia masih rendah dan belum mencukupi seluruh kebutuhan, sehingga menyebabkan peluang usaha budidaya cabai rawit terbuka luas. Teknik budidaya yang baik, seperti budidaya cabai rawit menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang diharapkan produksi dari tanaman cabai rawit ini akan lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas tahu dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini dilaksanakan di Batu Asa, Lingkungan III, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada bulan Januari hingga bulan April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Kompos Ampas Tahu (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: T0 = 0 g/polibag, T1 = 150 g/polibag, T2 = 300 g/polibag, T3 = 450 g/polibag (2)Â Â Pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: N1 = 2 gram/ polibag, N2 = 4 gram/Â polibag, N2 = 6 gram/ polibag. Peubah amatan yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Pemberian kompos ampas tahu memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan T3 = 450 gr/polibag. Pemberian NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan N3 = 6 gr/polybag Interaksi antara pemberian kompos ampas tahu dan NPK Mutiara tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah amatan.
Â
Kata kunci: Cabai Rawit, Pupuk Organik, Kompos Ampas Tahu, Pupuk NPK Mutiara
Abstract:Abstract: Odot grass will be good if planted on land that contains sufficient nutrients/nutrients that are continuously available. Factors that affect the quantity and sustainability of odot grass include soil conditions,…
, climate and human treatment such as fertilizer application. Fertilization is carried out to provide the nutrients needed by plants at each growth period. The study was conducted in the experimental at Tenggiri street, Bunut Barat Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency from January until April 2025. The study aims to the find out the effect of using NPS fertilizer and bioremediation nutrients (NBR) on the growth and yield of odot grass. This study used randomized complete block design with two factors: (1) NPS Fertilizer (N) with 4 levels: N0 = 0 ml/liter, N1 = 20 ml/liter, N2 = 40 ml/liter, N3 = 60 ml/liter, (2) bioremediation nutrients (NBR) (B) with 4 levels: B0 = 0 ml/liter, B1 = 20 ml/liter, B2 = 40 ml/liter, B3 = 60 ml/liter. Observation parameters were plant height, number of leaves, number of tillers, wet weight per sample, wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot. The result showed that the NPS fertilizer showed that any significant effect on plant height at 3,4,5 and 6 weeks post-planting, but, number of leaves, number of tillers, wet weight per sample, wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot did not give significant effect, the best treatment is N2 = 40 ml/liter. Application bioremediation nutrients showed any significant affect on plant height at 4,5 and 6 weeks post-planting, the best treatment is B3 = 60 ml/liter. Interaction of the application of NPS fertilizer with NBR did not show any significant effect on all observation parameters.
Â
Keywords: Odot Grass, NPS, Bioremediation Nutrient
Â
Abstrak: Rumput odot akan baik jika ditanam pada lahan yang cukup mengandung unsur hara/hara yang tersedia terus menerus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kelangsungan rumput odot antara lain kondisi tanah, iklim dan perlakuan manusia seperti pemberian pupuk. Pemupukan dilakukan untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada setiap masa pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan di Jalan Tenggiri, Kelurahan Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada bulan Januari hingga bulan April 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPS dan nutrisi bioremediasi (NBR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman rumput odot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Dosis pupuk NPS (N) yang terdiri dari 4 taraf: N0 = 0 ml/liter air, N1 = 20 ml/liter air, N2 = 40 ml/liter air, N3 = 60 ml/liter air. (2) Dosis NBR (B) yang terdiri dari 4 taraf: B0 = 0 ml/liter air, B1 = 20 ml/liter air, B2 = 40 ml/liter air, B3 = 60 ml/liter air. Parameter pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah, per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPS memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3, 4, 5 dan 6 mst, tetapi pada pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot memberikan pengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada N2 yaitu 40 ml/liter air. Pemberian pupuk NBR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4, 5 dan 6 mst, tetapi pada pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot memberikan pengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada B3 yaitu 60 ml/liter air. Interaksi pemberian pupuk NPS dan nutrisi bioremediasi (NBR) tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
Â
Kata kunci: rumput odot, NPS, nutrisi bioremediasi