Search Articles & Publications

Showing 1578 articles found for "Telah"

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder Bagi Guru Paud

Yuliasari, Ulfa, Permata, Rista Dwi
Abstract: Abstract: Through a workshop and coaching  to make learning media, Kiddy Learning Binder aims to increase the knowledge and skills of early childhood teachers in making educative props in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa… Kindergarten at Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder is an educational teaching aid to intended as a media learning which to be easy in the process of teaching and learning activities. Based on the problem, according to the survey results obtained in the field that the learning media in PAUD institutions are still minimum, and most of skills PAUD teachers are lack to make learning media, they more often bought the learning media than innovate to make their own . The solution to this problem was solved by providing workshop to make Kiddy Learning Binder learning media in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa Kindergarten. The implementation phase of workshop and coaching begins with observation and permission to get society service partners. Next, identify the initial abilities and then implementation by providing material/theory explanations and conducting training practices, and finally the monitoring and evaluation stage by measuring the success of the media that has been made through the training provided.      Keywords: educative props; kiddy learning binder; media learning   Abstrak: Melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam membuat alat peraga edukatif di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder merupakan alat peraga edukatif yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran yang memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Didasarkan pada permasalahan, sesuai hasil survei yang diperoleh di lapangan bahwa media pembelajaran pada lembaga PAUD tersebut masih minim, serta sebagian besar guru PAUD kurang mempunyai keterampilan dalam membuat media pembelajaran, mereka lebih sering untuk membeli media pembelajaran daripada berinovasi untuk membuat sendiri. Solusi permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Tahap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan diawali dari observasi dan perijinan untuk mendapatkan mitra pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, mengidentifikasi kemampuan awal lalu pelaksanaan dengan memberikan penjelasan materi/teori dan melakukan praktek pelatihan, serta yang terakhir tahap monitoring dan mengevaluasi dengan mengukur keberhasilan media yang telah dibuat melalui pelatihan yang diberikan.  Kata kunci: alat peraga edukatif; kiddy learning binder; media pembelajaran

Pedampingan Penggunaan Sistem Informasi Profil Desa Banyuasin Berbasis Internet Dan Aplikasi Mobile

Putra, Ghiri Basuki, Atmaja, Eddy Jajang Jaya
Abstract: Abstract: The development of information and communication technology is currently growing rapidly and has touched almost all levels of society. With the advancement of information technology, the dissemination of information… ation is accelerating and is not limited to space and time. The village is currently getting special attention from the government with the large budget given to each village to advance rural villages in Indonesia. However, these funds are still very minimal for development in the field of information technology. In fact, every village needs information technology, especially information systems to help the performance of the village government in providing services to the community and to facilitate data and information management. This information system will provide complete information and facilitate the dissemination of information in the digital era by utilizing the Internet. Banyuasin Village does not yet have a village information system in managing data and information and for conveying information to the community. This service method is community education by conducting discussions, interviews, socialization and training for the system that has been built so that it can be used by the village of Banyuasin. The village information system that was built provided benefits in the field of information technology and made Banyuasin Village a mobile application-based Information and Communication Technology-based village.   Keywords: information system; village profile; website     Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini semakin pesat dan telah menyentuh hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan kemajuan teknologi informasi menyebabkan penyebarluasan informasi semakin cepat dan tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Desa saat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dengan besarnya anggaran yang diberikan ke tiap desa untuk memajukan desa desa di Indonesia. Hanya saja, dana tersebut masih sangat minim untuk pengembangan di bidang teknologi Informasi. Padahal setiap desa membutuhkan teknologi informasi terutama sistem informasi untuk membantu kinerja pemerintah desa dalam memberikan layanan kepada masyarakat serta memudahkan dalam pengelolaan data dan informasi. Sistem informasi ini akan memberikan informasi lengkap dan dan memudahkan penyebarluasan informasi pada   era   digital   dengan pemanfaatan Internet.   Desa Banyuasin belum mempunyai sistem informasi desa dalam pengelolaan data dan informasi serta untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Metode pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat dengan melakukan diskusi, wawancara, sosialisasi dan pelatihan untuk sistem yang telah dibangun agar dapat digunakan oleh desa Banyuasin. Sistem informasi desa yang di bangun memberikan manfaat di bidang teknologi informasi dan membuat Desa Banyuasin menjadi desa yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis aplikasi mobile.   Kata kunci : profil desa; sistem informasi; website

Peningkatan Kualitas Hidup Di Masa Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Pola Hidup Sehat

Intan, Tania, Hasanah, Ferli, Wardiani, Sri Rijati, Handayani, Vincentia Tri
Abstract: Abstract: Good living behavior is a community habit that upholds health aspects, such as managing cleanliness and environmental health, maintaining physical and psychological fitness, and providing adequate nutritional intake… ntake to achieve good health standards. Community Service Activities regarding the culture of healthy living during this pandemic were carried out by a teaching team from the Faculty of Humanities Sciences, Padjadjaran University. The activity method used is education with techniques of extension, consultation, and diffusion of knowledge which are all held virtually. To obtain comprehensive data, the implementation team distributed a questionnaire about the culture of healthy living to the primary target public, namely students of the Faculty, and the secondary target public, namely student families. Activities were carried out in July 2020 in three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The results of the activity showed that PPM activities regarding healthy cultural behavior to the public of students and their families were well organized and following the protocol for preventing the transmission of Covid-19. Also, it is known that the biggest impact of a pandemic is economic.   Keywords: covid-19; culture of healthy living; pandemic; virtual socialization     Abstrak: Perilaku hidup sehat adalah kebiasaan masyarakat yang menjunjung tinggi aspek-aspek kesehatan, seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga kebugaran fisik dan psikis, serta pemberian asupan nutrisi yang cukup sehingga tercapai standar kesehatan yang baik. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tentang budaya hidup sehat di masa pandemi ini dilakukan oleh tim pengajar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan dengan teknik penyuluhan, konsultasi, dan difusi ilmu pengetahuan yang seluruhnya diselenggarakan secara virtual. Untuk mendapatkan data yang komprehensif, tim pelaksana mendistribusikan angket mengenai budaya hidup sehat pada publik sasaran primer, yaitu mahasiswa, dan publik sasaran sekunder, yaitu keluarga mahasiswa. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2020 dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PPM mengenai perilaku budaya sehat kepada publik mahasiswa dan keluarganya telah terselenggara dengan baik dan sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19. Selain itu diketahui bahwa dampak terbesar dari pandemi adalah ekonomi.   Kata kunci: budaya hidup sehat; Covid-19; pandemic; sosialisasi virtual

Internet Sehat dalam Media Komunikasi dan Informasi pada Sekretariat Leppas Kabu-paten Asahan

Helmiah, Fauriatun, Maharani, Dewi, Santoso, Santoso
Abstract: Abstract: The development of Information Technology and communication which is increasingly fast is marked by the presence of internet media which has made it easier for humans to disseminate and receive/search for information… mation without being bound by national borders in the international sphere. Humans are already living in practicality considering that increasingly modern means of communication to support all activities are available, even though the presence of the internet media can provide a variety of data, ranging from politics, economics, social, culture and so on, simply through search engines then information what is needed will be obtained. Even though the internet, information for personal life can be obtained such as health, recreation, hobbies, personal development, spiritual, and others. But there is another part that needs to be understood that the presence of internet media with offers or choices of various sites with freedom of access such as the double-edged sword, on the one hand, can bring positive impacts and on the other hand negative impacts. There are cases of defamation, insults, defamation, bullying, kidnapping, SARA issues, provocation, propaganda, hate speech, hoaxes, and the like. Keywords: healthy internet; communication and information; media   Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi dan komunkasi yang semakin cepat ditandai dengan kehadiran media internet yang telah mempermudah manusia untuk menyebarluaskan dan menerima/mencari informasi tanpa terikat batas negara dalam lingkup internasional. Kini manusia sudah hidup dalam kepraktisan mengingat sarana komunikasi semakin modern sebagai penunjang segala kegiatan telah tersedia, bahka kehadiran media internet mampu menyediakan data berbagai ragam informasi, mulai dari politik, ekonomi, social, budaya dan sebagainya cukup melalui search engine (mesin pencari) maka informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Bahkan melalui internet, informasi untuk kehidupan pribadi bisa diperoleh seperti kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani dan lainnya. Tetapi ada bagian lain yang perlu dipahami bahwa kehadiran media internet dengan tawaran atau pilihan beragam situs dengan keleluasaan akses seperti pedang bermata dua, di satu sisi bisa membawa dampak positif dan di sisi lain berdampak negatif. Terjadi kasus penistaan, penghinaan, pencemaran nama baik, bullying (perundungan), penculikan, isu SARA, Provokasi, propaganda, ujaran kebencian, berita bohong (hoax) dan sejenisnya. Kata kunci: internet sehat; komunikasi dan informasi; media

EDUKASI PEMANFAATAN BULU-BABI (SEA URCHIN) MELALUI BUDI DAYA KERAMBA JARING APUNG

Baruadi, Alfi Sahri Remi, Nane, La
Abstract: Abstract: Sea urchin is one of the fisheries resources products where its gonad can be consumed either in fresh or processed. Unfortunately, sea urchin has not been consumed due to society suspicion that may cause death… if sea urchin gonad consumed. Thereby, we need to educate the society by instructing them in a participatory way on how to consume and cultivate sea urchin cultivation with a floating net cage. This work was conducted at Desa Lambangan Office (February 2020–March 2020) by involving 25 fishermen and 30 students from Gorontalo State University as the fellows of the society. The results of the counseling and practicing that conducted at desa Lambangan had been switched the paradigm of society that was formerly assuming sea urchin as a marine organism that has toxicity to be an organism that could be consumed and traded. Furthermore, the fishermen have overcome and able to handle how to build a floating net cage for the cultivation of sea urchins that they have learned in simulation on how to make floating net cage of sea urchins.             Keywords: sea urchin; counseling; floating net cage      Abstrak: Bulu Babi (sea urchin) merupakan salah satu produk perikanan penting yang telurnya dapat dikonsumsi baik dalam keadaan segar maupun olahan. Sayangnya Bulu Babi belum dimanfaatkan karena dianggap beracun dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan kematian. Karena itu, perlu dilakukan edukasi pada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan bagaimana cara mengonsumsi dan membudidayakan Bulu Babi dengan sistem keramba jaring apung. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Lambangan, kecamatan Pagimana, Sulawesi Tengah selama dua bulan (Februari 2020–Maret 2020 dengan melibatkan 25 masyarakat nelayan dan 30 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo sebagai pendamping masyarakat. Hasil dari kegiatan penyuluhan dan simulasi yang kami laksanakan telah mengubah paradigma masyarakat yang tadinya menganggap Bulu Babi sebagai biota laut beracun menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat diperjualbelikan di pasar-pasar lokal. Selain itu, masyarakat juga telah menguasai dan mampu menerapkan konstruksi keramba budi daya Bulu Babi yang dilaksanakan melalui metode praktik simulasi  pembuatan keramba jaring apung.   Kata kunci: Bulu Babi; penyuluhana; keramba jaring apung

PELATIHAN MICROSOFT EXCEL BAGI MAHASISWA CALON GURU UNIVERSITAS PENDIDIKAN MANDALIKA

Febrilia, Baiq Rika Ayu, Setyawati, Dwi Utami
Abstract: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengoperasikan Microsoft Excel. Adapun subjek dalam pengabdian ini adalah mahasiswa calon guru tingkat akhir Fakultas Sains, Teknik dan… Terapan (FSTT), Universitas Pendidikan Mandalika. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk pelatihan, yang mana terdapat dua tahap yang dilakukan dalam pengabdian, yaitu tahap persiapan tahapan yang mengidentifikasi permasalahan apa yang muncul pada subjek serta tahap pelaksanaan tahapan pemberian materi kepada subjek, baik itu secara ceramah ataupun praktik langsung. Hasil dari pengabdian kepada mayarakat ini menyatakan bahwa awal dari pertemuan mahasiswa memilki beberapa kendala dalam menginput rumus karena adanya sedikit perbedaan antara Microsoft Word dan Excel. Akan tetapi, setelah dibimbing oleh tim pengabdi, mahasiswa kendala tersebut berhasil diminimalisir sampai pada akhirnya mahasiswa mampu menggunakan rumus, mencetak grafik atau diagram dan menjalankan sintaks vlookup dan hlookup. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengabdian ini berjalan sesuai target dari tim pengabdi.

PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MELALUI PERAN KADER MENUJU KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA

Pinilih, Sambodo Sriadi, Handayani, Estrin, Shelviana, Elza, Rositasari, Evi, Aziz, Maulana
Abstract: Abstract: The problem of disability is now a global health problem. As a result of disability, problems affect the productivity and quality of health of individuals and the community. Persons with disabilities are not just… st people who have physical disabilities. People with mental disorders (ODGJ) are included in a group of people with disabilities. The stigma of Indonesian society that is still very strong regarding ODGJ is not as strong as that of other people with disabilities. This should not be allowed because it will result in a violation of dignity and value. The purpose of this activity is to establish and optimize the role of Mental Health Cadres (KKJ) in the community who are trained in the early detection of mental disorders in the community. This activity was carried out in the Magelang village in the Central Magelang subdistrict, Magelang city. With a population of 6,441 people, most of the community work in the Magelang village is working in the field of community services, government & individuals. In the 2019 Magelang sub-district has 18 patients with mental disorders. The results of the activities of the formation of mental health cadres (KKJ) in the community trained as many as 15 active cadres and are able to conduct early detection of mental disorders in the community so that the number of ODGJ of Magelang village is known to be 34 people and there are 2 people at risk of mental disorders. After knowing the number of ODGJ cadres implementing to the community one of them by providing psychological knowledge for families and communities. Keywords: disability; mental health cadres; mental disorders   Abstrak: Masalah disabilitas saat ini menjadi masalah kesehatan global. Akibat adanya masalah disabilitas mempengaruhi produktivitas dan kualitas kesehatan perseorangan maupun masyarakat. Penyandang disabilitas bukan hanya orang yang mengalami kecacatan fisik saja. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk dalam golongan penyandang disabilitas. Stigma masyarakat Indonesia yang masih sangat kuat mengenai ODGJ tidak sekuat pada penyandang disabilitas lainnya. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan mengakibatkan pelanggaran martabat dan nilai. Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk dan mengoptimalkan peran Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) di masyarakat yang terlatih dalam melakukan deteksi dini kasus gangguan jiwa di masyarakat. kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan kepada kader  serta membantu para kader yang telah melakukan pelatihan tentang kesehatan jiwa. Dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa dimasyarakat dan pemetaan rumah penyandang disabilitas. Hasil kegiatan terbentuknya Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) di masyarakat yang terlatih sebanyak 15 kader aktif dan mampu melakukan deteksi dini gangguan jiwa dimasyarakat sehingga diketahui jumlah ODGJ kelurahan magelang sebanyak 34 orang dan resiko gangguan jiwa ada 2 orang. Setelah diketahuinya jumlah ODGJ kader melakukan implementasi ke masyarakat salah satunya dengan cara memberikan pengetahuan psikologis bagi keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: disabilitas; gangguan jiwa; kader kesehatan jiwa

PENGARUH PEMBELAJARAN CTPS TERHADAP PERILAKU SISWA SDN 154 TELUK JAMBU MUARO JAMBI

Anggresani, Lia, Setiawan, Randi
Abstract: Abstract:Diarrhea is the fifth largest disease that causes death. This disease usually caused by an unhealthy and clean lifestyle. The need to grow and develop a healthy life from childhood. Clean and healthy behavior (PHBS)… HBS) can be started by washing hands using soap. In Teluk Jambu Village, the high diarrheal disease makes this community service activity carried out at SD Negeri 154 where the target of these activities is children. Washing your hands with soap is a way to kill germs that cause disease. The method used to make students easy to remember and apply must require appropriate media, for example, music which is then accompanied by a seven-step demonstration of hand washing, so that student's behavior changes are achieved after learning about how to wash hands using soal.  Keywords: behavior; CTPS (Handwashing With Soap); learning Abstrak: Diare merupakan penyakit terbesar kelima yang menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat dan bersih. Perlunya menumbuh kembangkan hidup sehat dari kecil. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai dari mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Di desa Teluk Jambu tingginya penyakit diare membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 154 yang mana sasaran pengabdian ini adalah untuk anak-anak. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan cara membunuh kuman penyebab penyakit. Metode yang digunakan agar siswa/i mudah mengingat dan mengaplikasikannya harus membutuhkan media yang tepat, misalnya musik yang kemudian diiringi dengan demonstrasi gerakan tujuh langkah cuci tangan, agar tercapainya perubahan perilaku siswa/i setelah diberikan pembelajaran mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun.   Kata kunci: CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun); pembelajaran; perilaku

Pemberdayaan Masyarakat dan Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan Di Dusun Jaranan

Jatmika, Septian Emma Dwi
Abstract: Abstract:  Jaranan Hamlet has never identified health risk factors related to PHBS and KADARZI. The purpose of this service is to find out the lowest indicators of PHBS and KADARZI. The methods used are program socialization,… ation, data analysis, and problem priority determination, Hamlet Community Deliberation (MMD), intervention, and partner participation. The results obtained, the priority problem in RT 10 and 11 Dusun Jaranan is the low number of people who do not do physical activity every day. It was agreed to be held together and blood pressure measurement before and after exercise. People are very enthusiastic and experience a decrease in blood pressure after participating in gymnastics. It is hoped that this community service program in the form of community empowerment can be used as a motivation for the community to routinely do gymnastics which can be beneficial for residents. Keywords: identification of health risk factors; community empowerment; gymnastics   Abstrak: Dusun Jaranan belum pernah dilakukan identifikasi faktor risiko kesehatan terkait dengan PHBS dan KADARZI. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui indikator dari PHBS dan KADARZI yang paling rendah. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi program, analisis data dan penentuan prioritas masalah, Musyawarah Masyarakat Dusun (MMD), intervensi, dan partisipasi mitra. Hasil yang didapatkan, prioritas masalah di RT 10 dan 11 Dusun Jaranan yaitu masih rendahnya masyarakat yang tidak melakukan aktifitas fisik setiap hari. Disepakati untuk diadakan senam bersama dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Masyarakat sangat antusisas dan mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam. Diharapkan dengan adanya program pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan motivasi masyarakat untuk rutin mengadakan senam yang dapat bermanfaat bagi warga. Kata kunci: identifikasi faktor risiko kesehatan; pemberdayaan masyarakat; senam

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEREJA GKPI JEMAAT KHUSUS PERUMNAS II MANDALA BERBASIS WEB PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Marbun, Murni, Harefa, Sansono
Abstract: Abstract: In response to the Industrial Revolution 4.0 era, where information technology has become the basis of human life, houses of worship can also take advantage of advances in information technology to provide optimal… mal services to their congregants. Community service activities aim to build the website of the GKPI Jemaat Khusus Perumnas II Mandala Church. The method or stage of implementation of the service starts from the preparation stage, the implementation phase, the implementation phase and the report preparation stage. The results of the implementation of the service is the availability of a website-based information system in the Church of GKPI Jemaat Khusus Perumnas II Mandala that can be utilized in providing services in the form of delivering news information, announcements and announcements of church activities that have been carried out or will be carried out. The information system is built based on a website that displays Home, Profile, Management, Citizenship, Services/Services, News and Gallery information.          Keywords: information systems, websites, industrial revolution 4.0 Abstrak: Untuk merespon era Revolusi Industri 4.0, dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia, rumah ibadah juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada jemaatnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membangun website Gereja GKPI Jemaat Khusus Perumnas II Mandala. Metode atau tahapan pelaksanaan pengabdian dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap implementasi dan tahap pembuatan laporan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian adalah tersedianya system informasi berbasis website di Gereja GKPI Jemaat Khusus Perumnas II Mandala yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan dalam bentuk penyampaian informasi berita, pengumuman dan pemberitahuan aktifitas-aktifitas kegiatan gereja yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan. Sistem informasi dibangun berbasis website yang menampilkan informasi Home, Profil, Pengurus, Pembinaan Warga, Tata Ibadah/Layanan, Berita dan Galeri. Kata kunci: sistem informasi, website, revolusi industri 4.0