Abstract:Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian…
dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.
Abstract:Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian…
dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Abstract:Masyarakat Adat Mapur di Pulau Bangka secara historis mengalami marginalisasi administratif akibat ketiadaan pengakuan formal atas sistem religi lokal mereka dalam dokumen kependudukan. Meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi…
si Nomor 97/PUU-XIV/2016 telah memberikan legalitas bagi penghayat kepercayaan, implementasi di tingkat akar rumput masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi, jarak geografis dan minimnya literasi hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas hukum dan memulihkan hak sipil Orang Mapur di Dusun Aik Abik melalui tindakan advokasi, sosialisasi, dan pendampingan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development yang berfokus pada pemanfaatan aset sosiokultural lokal berupa Gebong Memarong sebagai episentrum pergerakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi multipihak yang melibatkan Disdukcapil, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sektor swasta, dan lembaga adat berhasil mengikis keraguan sosiologis (pseudo-identity) dan membangun kesadaran hukum warga. Melalui strategi pendampingan langsung (door-to-door) dan posko pelayanan kolektif, tim berhasil melakukan inventarisasi, verifikasi, dan validasi berkas administrasi kependudukan yang sah bersama Lembaga Adat Mapur. Program ini tidak hanya memangkas rantai birokrasi formal, tetapi juga berhasil menginisiasi pemulihan hak-hak sipil dasar komunitas adat sekaligus memperkuat resiliensi kebudayaan mereka dari ancaman eksklusi sosial di era modern.
Abstract:Artikel ini membahas hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 94 Universitas Islam Negeri Palopo di Dusun Manganan, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong. Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi wisata edukatif dan…
n dakwah kultural dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Pendekatan penelitian menggunakan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kekuatan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti pembuatan plang selamat datang, plang wilayah, renovasi pos covid, pembuatan pot bunga gantung dari botol plastik bekas, dan pembangunan dekker mampu memperkuat kesadaran religius, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong masyarakat. Sinergi nilai Islam dan kearifan lokal menjadi fondasi kuat dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Abstract:Kampung Wisata Bambu Jetis yang berlokasi di Sumberrejo, Tempel, Sleman, DIY memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Awalnya Lokasi ini namun masih menghadapi kendala dalam promosi digital,…
al, lokasi ini tidak mudah ditemukan di Internet. Sebelumnya Kampung Wisata bambu ini belum memiliki website, Titik peta lokasi Google Map belum tersedia. Tim mendapatkan data awal saat UMBY melaksanakan KKN di Dusun jetis pada tahun 2024 dan dengan wawancara dengan pengelola. Kegiatan yang dilakukan oleh tim dalam pengabdian ini terkait dengan website yang meliputi : pembuatan web kampungbambujetis.web.id, riset kata kunci, mengisi dengan konten, optimasi SEO (onpage dan offpage SEO) dan monitoring. Sementara untuk Lokasi map dilakukan klaim kepemilikan Lokasi dan penambahan informasi terkait Lokasi. Dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pengelolaan website kepada pengelola.
Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini, Website sudah bisa diakses, visibilitas Kampung Bambu jetis sudah muncul di internet dengan pencarian kata kunci terkait serta data Lokasi Map sudah bisa dilengkapi dengan kontak dan Alamat website. Pengelola kampung bambu sudah bisa mengisi konten website dan pendapingan telah dilakukan.
Abstract:This research examines the manifestation of syncretism in Dusun Catak, Kebonagung Village, Sumowono District, Semarang Regency, with a focus on the tradition of offering sesajen and its interaction with Islamic teachings.…
. The aims of this research are to understand how syncretism is manifested in the lives of the Dusun Catak community, to comprehend the history of Dusun Catak, and to analyze the Islamic perspective on the practice of offering sesajen carried out by the Dusun Catak community. This research uses a descriptive qualitative method, combining literature study by exploring previous research, conducting direct observations at the research location for four days, and performing in-depth interviews with several informants. The results show that syncretism in Dusun Catak is manifested in a unique form, where the tradition of sesajen adapts to Islamic teachings. The Dusun Catak community also preserves the village's historical traditions by passing them down through generations. The placement of sesajen is carried out in specific locations. The practice of offering sesajen is regarded as a form of local wisdom that is not perceived as deviating from religious norms by the community; although the offerings are placed in various locations and are associated with respect for the ancestors of the Catak community, the practice is understood as part of a cultural tradition that is integrated with the Islamic values upheld by the community.
Abstract:Usaha mikro, kecil, atau menengah (UMKM) adalah usaha yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi anggota kelompoknya. Tim KKN-TM menemukan bahwa salah satu masalahnya…
a adalah produk yang dipasarkan tidak memiliki branding yang cukup. Salah satu masalahnya adalah membuat logo UMKM Pada UMKM Kia Snack Dusun Cimuncang dan Sistik jagir Dusun Singkup , Desa jayagiri, Panumbangan Ciamis Jawa barat, dengan yang baru. Dengan kata lain, tidak ada semangat kewirausahaan dan pengetahuan merek. Bisnis kecil dan menengah (UMKM) masih kekurangan strategi branding yang lebih baik dan relevan.
Salah satu tujuan dari promosi merek adalah untuk menjual produk kepada masyarakat umum, atau untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut dan menciptakan persepsi bahwa produk tersebut telah terjual. Merek dapat menanamkan kesan baik pada pelanggan, yang harus dipahami oleh UMKM. Dalam kegiatan ini, metode pendampingan digunakan. Observasi, bimbingan, dan pembuatan logo adalah langkah-langkah yang dilakukan.
Dengan mempertimbangkan masalah yang telah disebutkan di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat penting dilakukan. kepada pelaku UMKM Kia Snack Dusun Cimuncang dan Sistik jagir Dusun Singkup , Desa jayagiri , Panumbangan Ciamis Jawa barat dalam melakukan branding logo
Abstract:The advancement of information technology has influenced human perspectives and lifestyles, as well as organizational operations. RT/RW Net provides a cost-effective solution for delivering internet network services, especially…
ecially in areas that are difficult to reach by conventional internet networks, such as Dusun VI Persaguan, Desa Aek Nagali. The development of RT/RW Net networks involves underlying factors and methods used for its implementation. This network development employs Mikrotik for network access and bandwidth management, requiring equipment such as FO cables for network transmission, routers as network transmitters, and towers as supports for devices capturing the central network. The stages of developing the RT/RW Net network in Dusun VI Persaguan, Desa Aek Nagali include: determining the network access area from the RT Net server location, identifying the necessary equipment, configuring Mikrotik, and testing the implemented network.
Abstract:This study aims to determine the effect of Gadget use on the social behaviour of early childhood in Seran Hamlet, East Rumbuk Village, Sakra District in 2023. Research data were collected through questionnaires given to…
parents or guardians of early childhood living in Seran Hamlet. The research method used is a quantitative approach with direct data collection. The research sample consisted of 28 early childhood. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted using the simple regression method to evaluate the relationship between the independent variable, namely Gadget Use, and the dependent variable, namely Early Childhood Behaviour. The results showed that there is a correlation and influence between the use of Gadgets and early childhood behaviour, with a correlation coefficient that exceeds the alpha (5%) significance level, namely 0.45> 0.05. Based on the analysis conducted, the results showed that the use of Gadgets has a negative relationship with early childhood behaviour, with a significance level of -91.289. Therefore, it can be concluded that the use of Gadgets has a negative impact on early childhood behaviour in Seran Hamlet.
Keywords: Early childhood, Gadged use, Social behaviour