Search Articles & Publications

Showing 2560 articles found for "Dekat"

ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR DITINJAU DARI MOTIVASI, KOMPETENSI, DAN EFIKASI DIRI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. AMERICAN STANDARD INDONESIA

M. Khusnan Hadi, Kurnia Puparini, Devi Kusumawardhani3, Septina Cahyaninggar
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap pengembangan karir. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan… an signifikan kompetensi terhadap pengembangan karir. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap pengembangan karir. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap kinerja karyawan. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja karyawan. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap kinerja karyawan. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan asosiatif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1404 karyawan di PT. American Standard Indonesia. Dengan menggunakan rumus Slovin, maka didapat jumlah sampel pada penelitian ini adalah 311 karyawan American Standard Indonesia dari berbagai jenjang jabatan. Teknik pengumpulan data dengan; Observasi, Kuesioner dan Studi Pustaka. Teknik analisis data dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) yang berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap pengembangan karir. 2) Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap pengembangan karir. 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap pengembangan karir. 4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap kinerja karyawan. 5) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja karyawan. 6) Terdapat pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap kinerja karyawan. 7) Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan.

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN KOLEKTIF TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJEMEN PESANTREN DAN KEPUASAN KARYAWAN DI PESANTREN LEADERSHIP DAARUT TARQIYAH PRIMAGO

Mohamad Farhan Hidayat, Adhe Dahlan Perdiansyah, Muhamad Arya Zhilla, Ade Tiad Hendayana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kolektif terhadap efektivitas manajemen dan kepuasan karyawan di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode… ode survei, melibatkan 31 responden yang terdiri dari karyawan pesantren. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan dengan kontribusi sebesar 69,6%. Efektivitas manajemen juga memberikan pengaruh signifikan yang lebih besar, yaitu sebesar 76,2%. Secara simultan, kedua variabel independen berkontribusi sebesar 76,9% terhadap kepuasan karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan kolektif dan manajemen yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola pesantren untuk memperkuat kolaborasi dalam pengambilan keputusan dan mengoptimalkan sistem manajemen. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk studi lanjutan mengenai faktor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan karyawan di lembaga pendidikan Islam.

GAMBARAN BABY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI. R USIA 3-6 BULAN DI DESA KUTAWIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA

Anisa Damayanti, Priyatin Sulistyowati, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar Belakang: : Kualitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah yang dialami ibu adalah bayi yang sulit sekali untuk tidur. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan… ndapatkan perhatian yang serius. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), lebih dari 33% Bayi mengalami gangguan tidur. Dalam penelitian yang dilakukan Hiscock di Melbourne, Australia, 32% ibu mengatakan sering mengalami kesulitan tidur pada anaknya. Penelitian ini menemukan bahwa bayi sering mengalami gangguan tidur, baik yang berkepanjangan maupun parah atau berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah dengan baby massage, membantu mengurangi ketegangan otot-otot bayi sehingga timbul perasaan nyaman dan rileks. Selain itu durasi tidur yang lebih lama dipicu oleh pelepasan oksitosin dan endorfin pada saat baby massage. Hormon oksitosin berfungsi untuk menurunkan kadar stress dalam otak sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman bahkan kualitas tidurnya meningkat, sedangkan hormon endorfin adalah suatu hormon untuk meredakan nyeri dan menghilangkan rasa tidak nyaman Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode: Pendekatan studi kasus ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melihat kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan menggunakan lembar B-PSQI. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan perubahan skor dari 1 ke 3 setelah dilakukan baby massage. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian baby massage terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur bayi

ASUHAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGIDENTIFIKASI KEMAMPUAN ASPEK POSITIF

Ambar Widyowati, Sudiarto, Wiwik Priyatin
Abstract: Data Riset Kesehatan Dasar (2018) banyaknya penderita skizofrenia di Indonesia sampai berkisar 400.000 individu atau 1,7 per 1.000 masyarakat. Skizofrenia suatu gangguan yang berpengaruh pada otak sehingga seseorang menjadi… adi terganggu perilaku, pikiran, presepsi dan juga emosi. Gejala skizofrenia dengan harga diri rendah ditandai rasa ketidakmampuan, berperasaan negatif ke diri sendiri, tidak percaya diri, tidak berharga serta keputusasaan yang jika tidak segera di tangani akan menyebabkan depresi. Intervensi yang diberikan yaitu melatih kelebihan positif dan mengidentifikasi kemampuan pada diri individu klien. Melaksanakan asuhan keperawatan mengidentifikasi kemampuan aspek positif yang di miliki klien dengan gangguan konsep diri harga diri rendah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari didapatkan pasien sudah paham cara mengidentifikasi aspek positif dan melatih kemampuan yang dimiliki. 

PENYULUHAN KELAINAN REFRAKSI PADA ASTIGMATISME TERHADAP KEJADIAN PRESBIOPIA DI OPTIK NEDIA KOTA MANNA

Susanti, Devi, Leni Novianti, Rizcita Prilia Melvani, M. Fakhruddin
Abstract: Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari… i gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.

PENDEKATAN SISTEMATIS DALAM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER: TANTANGAN SERTA FAKTOR PENENTU

Lestari, Dwi, Rahmadeli, Fajri, Deanidia, Tiffany, Wahyuni, Yulia Dwi
Abstract: Effective career planning and development is essential in the context of today's competitive and dynamic job market. A systematic approach is crucial to helping individuals and organizations identify and achieve their career… reer goals. This research aims to analyze the importance of a systematic approach in career planning and development, the challenges faced, and the determining factors for success that need to be considered. The method used in this research is literature study, which includes analysis of related literature and best practices in career development. The research results show that self-assessment, setting clear goals, developing skills, as well as mentorship and technology support play an important role in achieving career success. Apart from that, organizations must also play an active role in providing structured development programs to increase employee engagement. The conclusion of this research emphasizes the need for synergy between individuals and organizations in creating a mutually beneficial career development ecosystem.

INTEGRASI DIASPORA INDONESIA DALAM PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGEMBANGAN CALON PEMIMPIN

Prakoso, Affriyanto Gema, Syerah, Helen, Wakum, Ira Yuliana, Nuraeni, Neni, Ulum, Oktalisha Kirana, Supratikta, Hadi
Abstract: Diaspora Indonesia telah memainkan peran yang signifikan dalam konteks global, tidak hanya sebagai komunitas yang berkontribusi secara ekonomi, tetapi juga sebagai sumber daya manusia yang strategis bagi pengembangan kepemimpinan… emimpinan di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi diaspora Indonesia dapat dioptimalkan dalam perencanaan strategis sumber daya manusia (SDM) untuk organisasi dan korporasi. Dengan fokus pada kemampuan diaspora yang beragam, penelitian ini mengkaji potensi diaspora dalam memberikan kontribusi pada pembentukan calon pemimpin yang berkualitas serta bagaimana organisasi dapat memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif. Diaspora Indonesia memiliki akses ke berbagai jaringan, pengalaman global, dan keahlian lintas budaya yang berharga bagi pengembangan SDM. Dalam konteks perencanaan SDM strategis, diaspora dapat diintegrasikan melalui program-program transfer pengetahuan, pertukaran pengalaman, serta inisiatif pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi modern. Penelitian ini juga menyoroti langkah-langkah yang diperlukan dalam perencanaan pengembangan calon pemimpin, termasuk identifikasi potensi individu dalam diaspora, perencanaan karier, dan penciptaan jalur kepemimpinan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekuatan diaspora, organisasi dapat meningkatkan daya saing dan mempercepat inovasi melalui pemimpin yang memiliki wawasan global dan kemampuan manajerial yang unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis peran diaspora dalam beberapa organisasi yang telah berhasil menerapkan strategi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi diaspora dalam perencanaan SDM tidak hanya mendukung diversifikasi kepemimpinan tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi organisasi melalui peningkatan kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perubahan global. Dengan demikian, integrasi diaspora Indonesia dalam perencanaan strategis SDM bukan hanya relevan tetapi juga penting untuk menciptakan calon pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

PERENCANAAN PAKET WISATA BUDAYA MULUD ADAT BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

Ratmaja, Lalu, Pattaray, Anas
Abstract: Desa Bayan di Pulau Lombok dikenal karena masih mempertahankan adat dan budayanya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang dapat ditemukan di desa ini adalah Mulud Adat. Tradisi ini memiliki ciri khas… s dan keunikan tersendiri, yang memungkinkan wisatawan mengikuti proses ritualnya. Kegiatan Mulud Adat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi paket wisata minat khusus, mengingat pelaksanaannya berlangsung selama dua hari satu malam. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola paket wisata menyebabkan kegiatan budaya ini belum banyak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi budaya dan menyusun paket wisata budaya di Desa Bayan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tindakan, dengan fokus pada wisata budaya di desa tersebut. Informan penelitian terdiri dari tiga orang, yaitu RG (65 tahun) sebagai informan utama, serta RB (50 tahun) dan RS (30 tahun) sebagai informan pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Adat Desa Bayan memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun belum diintegrasikan ke dalam paket wisata. Selain itu, meskipun banyak wisatawan domestik dan internasional yang hadir pada upacara inti, tidak ada penawaran paket wisata yang mencakup seluruh kegiatan budaya tersebut. Penelitian ini berupaya mengembangkan paket wisata minat khusus untuk kegiatan budaya Mulud Adat di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok.

PERBEDAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA GENERAL ANESTESI TIVA DAN SPINAL ANESTESI: STUDI DESKRIPSI

Kholiqin, Nur, Handayani, Rahmaya Nova, Suryani, Roro Lintang
Abstract: Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks&#8230; efleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam  sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari  jumlah responden  40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada  general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum  120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan  menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK INSTALASI GAWAT DARURAT

Cahyandika, I Wayan Agus, Purwanti, Ika Setya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan CPPT elektronik yang dilihat dari 4 aspek yaitu, Identifikasi, Autentifikasi, Pelaporan, pencatatan yang benar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan&#8230; ngan pendekatan deskriptif, Hasil dari penelitian ini yaitu hasil analisis dari kunjungan pasien pada bulan Januari – Februari dan Maret 2024 didapatkan sempel sebanyak 356 kunjungan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut diantaranya, data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa kelengkapan Nama, Jenis kelamin, dan No Rekam medis 100 % lengkap (356) responden, pada autentifikasi analisis data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa dari 356 responden yang digunakan, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah bahwa yang lengkap sebanyak 320 dengan persentase 89.9% dan yang tidak lengkap sebanyak 36 dengan persentase 10.1%. Laporan Penting tentang catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah 314 catatan perkembangan pasien terintegrasi pasien, dengan jumlah persentase 88.4 %, ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 42 dengan persentase 13.2%. Pencatatan yang benar pada catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, diperoleh bahwa kelengkapan keterbacaan tulisan, pembetulan 100% lengkap, namun masih terdapat bagian yang kosong dalam pencatatan yaitu 19.1% atau 68 responden keterbatasan penulis dari penelitian ini yaitu Penelitian dari keterbatasan pelaksanaannya, keterbatasan dalam penelitian terkait sistem yang mengakses CCPT rekam medis elektronik. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebaiknya dilakukan sosialisasi mengenai kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT kepada seluruh petugas medis yang bertanggung jawab dalam pengisian cppt.