Search Articles & Publications

Showing 1684 articles found for "Base"

MODERASI DALAM HARMONI SOSIAL DI DESA BUNGAPATI KECAMATAN TANALILI KABUAPTEN LUWU UTARA

Feri Maulana, Tasya, Al-Ghazali, Tasdin Tahrim, Fitriayanti, Rasul, Umi Alfiaty Imran, Mivtahul Jannah, Aulia Rahma, Widya Pratiwi, Mawadda, Roskia, Sekar Melati Prima
Abstract: Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Artikel ini mengkaji peran moderasi dalam harmoni sosial melalui studi kasus di Desa Bungapati, Kecamatan… Tanalili, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan KKN bertema Kampung Moderasi dan Harmoni Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bungapati berhasil mewujudkan kehidupan harmonis antarumat beragama melalui praktik moderasi yang terintegrasi dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan. Program KKN, seperti penyusunan buku saku moderasi, dialog lintas iman, dan kampanye digital, terbukti memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kolaborasi lintas agama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan harmoni sosial berkelanjutan

SIPAKATAU: SINERGI PANGAN LOKAL DAN AKTIVITAS FISIK UNTUK MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR

Asikin, Hijrah, Sirajuddin, Ihsan, Fitriah
Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major health problem in Biringkanaya District, Makassar City, with high rates of obesity, hypertension, high cholesterol, and metabolic disorders. These problems are influenced by… y an unbalanced diet, low consumption of local foods, and a lack of physical activity. The SIPAKATAU (Synergy of Local Food and Physical Activity) programme was designed to address these issues through nutritional education, my plate demonstrations, physical activity, and the use of locally sourced, easily accessible food to the community. The activities were carried out over a month in Paccerakkang and Berua villages, involving 24 participants, health cadres, and the Paccerakkang community health centre. The intervention included pre-tests, interactive education, hands-on practice, physical activity monitoring, and health checks before and after the activities. The results showed an increase in knowledge from 50% to 75% in the good category, increased implementation of My Plate, and 75% of participants had sufficient physical activity. Health indicators showed improvement, particularly in cholesterol (normal levels increased from 1 to 7 individuals) and uric acid (100% normal). Blood sugar levels showed improvement, while blood pressure and nutritional status required longer-term intervention. The SIPAKATAU programme proved effective in improving community nutrition and health behaviours and is recommended as a model for community-based NCD prevention.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

PENGEMBANGAN WISATA EDUKATIF DAN DAKWAH KULTURAL BERBASIS POTENSI LOKAL DI DESA SARAMBU

Umar, Taufik Qurahman, Muh. Nazyf Al Khair, Irma, Elma, Besse Rahmadana, Ummul Muhaiminah, Nurmiati, Fauziah Afdilla, Astri, Anastasya Putri Salsabila, Nurul Hasyati Najah, Dirgahayu Hutri Awaluddin
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Sarambu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukatif dan dakwah kultural berbasis potensi lokal masyarakat.… kat. Desa Sarambu memiliki kekayaan alam, sosial, dan religius yang besar, namun potensi tersebut belum dikelola secara optimal sebagai sarana edukasi dan dakwah berbasis komunitas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) yang berorientasi pada pengembangan aset dan kekuatan lokal masyarakat sebagai modal utama dalam pemberdayaan. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembuatan tugu pembatas desa, video profil desa, pemasangan papan petunjuk wisata, penyusunan buku TPA, pelatihan pengurusan jenazah, serta gerakan kebersihan dan edukasi lingkungan. Semua kegiatan dirancang secara partisipatif melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran religius, partisipasi sosial, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan potensi wisata lokal. Masyarakat yang sebelumnya pasif kini mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta mulai mengelola potensi wisata secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan semangat gotong royong masyarakat melalui pengembangan wisata edukatif yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis potensi lokal terbukti efektif dalam menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya sosial.

UMKM SYARIAH DALAM MEMPERKUAT EKONOMI HALAL BERBASIS LOKAL DI KOTA PALOPO

Wandi, M. Paisal, Khotiva Husain, Mita Cahyani Jumsar, Hera Jakira, Jasriana, Lilis Nurhalizah, Yuki Yunita, Rahmahtia Palenoan Tandiera, Anugrah Nyili, Muhammad Fathir Ilmi
Abstract: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Pemberdayaan Masyarakat Angkatan XLVIII UIN Palopo Tahun 2025 dengan tema “UMKM Syariah dan Produk Halal” dilaksanakan di Kota Palopo pada 07 Juli–20 Agustus 2025. Program ini berfokus… ni berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan sertifikasi halal, edukasi manajemen usaha berbasis syariah, serta pelatihan pemasaran digital. Permasalahan utama mitra ialah rendahnya pemahaman mengenai prinsip bisnis syariah, keterbatasan pengetahuan tentang prosedur sertifikasi halal, serta lemahnya strategi pemasaran dan branding produk. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai metode pemberdayaan dengan mengoptimalkan potensi aset lokal, seperti keterampilan produksi, jejaring komunitas, dan semangat wirausaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian tahapan meliputi pemetaan potensi dan masalah, penyuluhan, pendampingan administrasi sertifikasi halal, pelatihan literasi keuangan syariah, pengembangan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis etika syariah. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal, perubahan perilaku usaha menjadi lebih profesional dan berstandar, serta peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk yang telah memenuhi prinsip halal. Selain itu, pendampingan ini mendorong perubahan sosial di masyarakat, terutama dalam bentuk tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya legalitas halal dan tata kelola usaha secara syariah. Dengan demikian, program KKN ini berkontribusi pada penguatan ekosistem UMKM syariah di Kota Palopo yang berkelanjutan dan berdaya saing.

SMART VIILLAGE DAN KEARIFAN LOKAL MELALUI PENDEKATAN ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) DI DESA RAMPOANG KECAMATAN TANA LILI KABUPATEN LUWU UTARA

Ayu Fitriani, Muh Asrul Muslim, Irmawanti, Nurul Ajira, Alda Genesis, Wulandari, Dela Puspita Sari, Juharni, Irmawati, Gustina, Ibnu Haidir
Abstract: Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara mengusung tema “Smart Village dan Kearifan Lokal” dengan fokus pada penguatan kapasitas digital masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based… t-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dirancang untuk mengoptimalkan aset sosial, budaya, dan teknologi yang dimiliki desa melalui sejumlah program utama, seperti Webinar Implementasi Digitalisasi Desa bersama DigiDes, pembuatan website dan akun media sosial desa, infografis layanan publik, serta video edukasi digital yang memperkenalkan potensi dan profil desa. Pelibatan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan memastikan adanya rasa kepemilikan (sense of ownership) dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan menunjukkan meningkatnya literasi digital perangkat desa, penyebaran informasi publik yang lebih efektif, serta penguatan citra Desa Rampoang sebagai komunitas yang progresif dan berbudaya. Program ini berhasil menunjukkan bahwa digitalisasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai kearifan lokal, menjadikan Desa Rampoang sebagai model pembangunan Smart Village yang modern sekaligus berakar pada identitas budaya setempat.

PENDAMPINGAN DESAIN TATA LETAK GUDANG EFISIEN MENGGUNAKAN METODE ARC–ARD BERBASIS SIMULASI FLEXSIM DI PT MIKRON PRESISI INDONESIA

Raka Fahrezi Putrapriatna, Mariyadi, Budiyan, Inten Tejaasih
Abstract: This study aims to design the warehouse tata letak at PT MIKRON PRESISI INDONESIA that experiences post-relocation irregularities in production facilities, along with adjustments to the area area and available rental costs.… ts. The absence of a racking system and clear classification of goods has caused the storage, retrieval, and work safety processes to not run efficiently. The research approach uses a qualitative descriptive method by collecting data through field observations, interviews, and documentation. The tata letak design was carried out by implementing the Activity Relationship Chart (ARC) and Activity Relationship Diagram (ARD) methods, then tested through simulations using FlexSim software with two operator scenarios. The simulation results showed that the proposed alternative tata letak design was able to improve the workflow by grouping goods into seven categories and arranging shelves based on the level of proximity of activities. However, the utilization rate of operators is still relatively low, namely 17.65% and 19.78%, due to the periodic pattern of goods arrival and efficient search times due to a more structured storage system. These findings indicate opportunities for human resource optimization through reducing the number of operators or adjusting workloads. The resulting tata letak design makes a practical contribution to improving warehouse space efficiency and operations, and can be used as a reference for applications for companies with similar characteristics.  

THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) METHOD THROUGH PLAYFUL ENGLISH APPROACH TO IMPROVE STUDENTS' SPEAKING SKILLS AT PKBM PESONA PULAU TEGAL

Saputri, Vike Aprilianin Marwintaria, Andriyaningsih, Ayu, Kusuma, Candra
Abstract:   The ability to speak English is very important, especially for coastal communities such as those on Tegal Island, which has tourism potential. However, students at the Pesona Pulau Tegal Community Learning Center (PKBM)… KBM) still have difficulty communicating, especially in English, because learning has tended to be conventional, focusing on memorization and grammar rather than practical communication. This creates a gap between the need for speaking skills and the teaching methods used, reinforcing students' fear and lack of confidence. Based on these issues, this Community Service activity aims to improve students' speaking skills through the application of the Communicative Language Teaching (CLT) method integrated with the Playful English approach, which involves enjoyable learning through games, role-play, and creative activities. The methods used include guided speaking exercises, conversation simulations, and collaborative projects such as creating promotional posters for beach tourism in English. The results show a significant improvement in students' fluency, confidence, and active participation. Students began to speak more boldly, practice simple sentences, and express ideas spontaneously. The classroom atmosphere became livelier and more enjoyable with minimal psychological barriers such as fear of making mistakes. The implications of this activity are that the CLT approach combined with elements of joy can serve as an effective learning model in non-formal institutions. This method not only enhances language skills but also empowers students socially and emotionally, and can be replicated in similar communities.      

PENGUATAN KETAHANAN NILAI KEAGAMAAN, KEBUDAYAAN, DAN SPIRITUALITAS MELALUI PABBAJJĀ DAN UPASAMPADĀ

Burmansah, Burmansah, Andriyaningsih, Ayu, Sutiyono, Sutiyono, Saputri, Vike Aprilianin Marwintaria, Suryanadi, Juni, Ardianto, Hendri
Abstract: This Community service program aims to strengthen the Buddhist community's religious, cultural, and spiritual values by implementing Pabbajjā and Upasampadā at Muaro Jambi Temple, a historic Buddhist heritage site in Indonesia.… ndonesia. The program is motivated by the need for a learning medium integrating Buddhist teachings with direct experience in a religious and cultural environment. The implementation adopted a participatory and collaborative approach, engaging participants particularly university students in ritual activities, Dharma discussions, and the practice of moral precepts (sīla). The selection of Muaro Jambi Temple also served as a strategy to revitalize the site’s function as a center for spiritual cultivation and cultural preservation. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of the Dharma, adherence to moral precepts, and awareness of the importance of Buddhist cultural heritage. The program fostered the development of religious character and cultural identity, enhancing participants’ commitment to preserving the noble values of Buddhism within the local context. Furthermore, it opened opportunities for the development of history-based religious tourism. In conclusion, this PKM effectively integrates religious education, character building, and cultural preservation. Its sustainability requires multi-stakeholder support to ensure that the values, history, and spirituality of the Nusantara heritage are preserved authentically and meaningfully.

CHARACTER EDUCATION AS A RESPONSE TO THE PHENOMENON OF BULLYING IN THE INDUSTRIAL ERA 4.0 FOR STUDENTS AT SMK TRIDHARMA GORONTALO STATE UNIVERSITY

Ngiu, Zulaecha, Al Hamid, Saleh, Sahi, Yayan
Abstract: Bullying among students is increasingly complex in the era of the Industrial Revolution 4.0, especially in the form of digital bullying that affects students' mental health and character. This service activity aims to provide… ovide character education in response to this phenomenon, so that students are able to build awareness and resilience in facing digital social pressure. The service methods used include interactive lectures, value simulation, and case study-based mentoring. This activity involved 34 students as the main target and 3 resource persons as facilitators The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the form and impact of digital bullying, as well as the growth of concern and proactive attitude to create a safe school environment. Participants also showed improved ability to manage emotions, understand the importance of strong character, and not respond to pressure with aggressive actions. Based on these results, it is recommended that character education based on anti-bullying values continue to be strengthened through continuous habituation and training programs, in order to form a resilient and adaptive young generation in the digital era.