Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian pada Kopi Janji Jiwa Cabang Ujung Berung Kota Bandung. Keluhan konsumen menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap…
p kualitas produk yang dianggap belum sebanding dengan harga, serta persepsi kurang transparan terhadap harga yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah konsumen Kopi Janji Jiwa Ujung Berung, dengan sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai R² sebesar 69,4%. Artinya, kualitas produk dan harga secara bersama-sama mampu menjelaskan 69,4% variasi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk menjaga kualitas produk dan menetapkan harga yang kompetitif guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Abstract: Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian…
Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.
Abstract:Perpustakaan dalam peradaban Islam memiliki peran yang sangat vital dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Sejak masa awal sejarah Islam, peran perpustakaan tidak hanya terbatas pada tempat penyimpanan buku,…
tetapi juga sebagai pusat intelektual dan riset yang mendukung kemajuan di berbagai bidang ilmu. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perjalanan dan kontribusi perpustakaan dalam sejarah Islam, dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW dan sahabat, hingga pada masa kejayaan kekhalifahan Abbasiyah, serta relevansinya dalam konteks modern. Melalui peran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan manuskrip berharga, pengembangan pengetahuan, dan pembelajaran, artikel ini akan membahas bagaimana perpustakaan berfungsi sebagai jembatan antara peradaban Islam dan peradaban lainnya, serta tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan Islam di era digital saat ini. Di tengah kemajuan teknologi informasi, artikel ini juga menelusuri upaya yang dilakukan oleh perpustakaan Islam untuk beradaptasi dengan teknologi digital guna melestarikan warisan ilmiah yang telah ada selama berabad-abad. Dengan mengkaji sejarah, peran, dan tantangan perpustakaan Islam, diharapkan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya lembaga ini dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berkelanjutan, serta masa depannya dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan global.
Abstract:Penelitian ini bertujuan merekonstruksi secara historis proses berdirinya Pondok Pesantren Uswatun Hasanah di Mangkang serta menganalisis peran dan kontribusinya terhadap perkembangan Islam dan kehidupan sosial-keagamaan…
masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan menelusuri latar sosial-keagamaan, peran tokoh pendiri, dinamika kelembagaan, serta pengaruh pesantren terhadap pembentukan tradisi keislaman di wilayah Mangkang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis karena fokus kajian adalah rekonstruksi proses berdirinya Pondok. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara dengan pengasuh, keluarga pendiri, dan observasi terhadap aktivitas kependidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Uswatun Hasanah berkembang dari pondok berbasis tradisional menjadi kompleks pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, nonformal, dan kepesantrenan, sekaligus berperan sebagai pusat dakwah, kaderisasi, dan penguatan identitas keagamaan masyarakat Mangkang. Temuan ini menegaskan posisi pesantren sebagai agen penting dalam pembinaan generasi muslim berilmu dan berakhlak serta sebagai motor transformasi sosial-keagamaan di tingkat lokal.
Abstract:Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin…
ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.
Abstract:Rendahnya minat untuk berwirausaha di kalangan anak muda menimbulkan kebutuhan akan pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai dari usia dini, bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan tetapi juga sebagai…
ai bagian dari pengembangan karakter. Artikel ini membahas peran edupreneurship sebagai metode pendidikan dalam menciptakan kreativitas wirausaha Islami dengan pendekatan kajian pustaka. Analisis akan berfokus pada pengertian edupreneurship, integrasi nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan, serta cara yang dapat digunakan untuk menilai kreativitas wirausaha di sekolah. Kajian literatur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sumber akademis untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan penerapan program edupreneurship, termasuk dalam hal kurikulum, desain pembelajaran, kegiatan praktik seperti bazar sekolah, pembuatan produk, pemasaran digital, serta penerapan alat untuk mengembangkan kreativitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa edupreneurship memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas wirausaha Islami jika diintegrasikan ke semua mata pelajaran, dijalankan secara teratur, dan didukung oleh alat evaluasi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, klaim keberhasilan dalam membentuk kreativitas bersifat deskriptif dan sulit untuk digeneralisasi. Sebagai kesimpulan, penguatan edupreneurship harus diarahkan pada pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti agar dapat secara efektif membentuk generasi wirausaha Islami yang kreatif, beretika, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abstrak dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Abstrak berisi maksimum 250 kata, spasi tunggal ditulis dengan huruf miring (Italic) bagi abstrak Bahasa Inggris. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi AR mampu menghadirkan visualisasi interaktif…
teraktif yang mempermudah mahasiswa memahami konsep abstrak berbasis nilai-nilai Islam, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR ke dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi strategi efektif untuk memaksimalkan manfaat AR. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis pendidik, penerapan AR berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa MPI, menciptakan lulusan yang kompeten, serta relevan dengan kebutuhan era digital.
Abstract:The catfish hatchery business has quite good market opportunities due to the increasing public demand for catfish as a widely consumed food source. This study aims to analyze the feasibility of the catfish hatchery business…
ess in Sipange Godang Village in terms of non-financial aspects, financial aspects, and sharia principles. This study uses a descriptive research type with a qualitative approach. The research informants were three catfish hatchery entrepreneurs selected using a saturated sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The business feasibility analysis was carried out based on legal, market and marketing, technical, management, socio-economic, environmental, and financial aspects using the Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) methods. The results of the study indicate that the catfish hatchery business in Sipange Godang Village is feasible to be run and developed. Viewed from the non-financial aspect, the business has fulfilled the legal, market and marketing, technical, management, socio-economic, and environmental aspects, although strengthening the business legality is still needed. From a financial perspective, the business is able to recoup its capital, sales are above the break-even point, and its R/C ratio is greater than 1, making it financially viable. Based on Sharia principles, the business is run honestly and free from riba, maysir, and gharar.
Abstract:The agriculture sector plays a strategic role in the national economy and is highly dependent on fertilizer availability on support crop productivity. This study aimed to analyze the effectivenss of subsidized fertilizer…
er distribution and its impact on rice productivity in the tidal lowland areas of Tanjung Lago District, Banyuasin Regency. The research employed both quantitative and qualitative descriptive approaches using a stratified random sampling method involving 60 farmers who received subsidized fertilizer and 30 farmers who did not reveive subsidizer fertilizer. The effectiveness of subsidizer fertilizer distribution was evaluated using a likert scale based on the Six Appropriateness Principles, while the impct on rice productivity was analyzed by comparing the productivity levels of the two farmer groups. The findings showed that the distribution of subsidized fertilizer was generally categorized as moderately effective, with an average effectiveness score of 71,33%. The price compliance indicator was classified as highly effective (91,66%), while location suitability was categorized as effective (81,00%). Meanwhile, quantity appropriateness, fertilizer type suitability, and timeliness of distribution were categorized as moderately effective. The findings showed that the distribution of subsidized fertilizer was generally categorized as moderately effective, with an average effectiveness score of 71.33%. The price compliance indicator was classified as highly effective (91.66%), while location suitability was categorized as effective (81.00%). Meanwhile, quantity appropriateness, fertilizer type suitability, and timeliness of distribution were categorized as moderately effective. In contrast, the fertilizer quality suitability indicator was still considered ineffective, with an effectiveness score of 55%. The use or subsidized fertilizer also contributed positively to rice productivity. Farmers receiving subsidized fertilizer achieved an average rice productivity of 3.77 ton ha⁻¹, whereas farmers who did non receive subsidized fertilizer produced an average productivity of 3.20 ton ha⁻¹. This resulted in a productivity defference of 0.57 ha⁻¹.. equivalent to approximately 17.81%.
Abstract:For businesses in all industries, especially historic institutions that need to strike a balance between modernity and cultural preservation, digital transformation has emerged as a strategic necessity. With an emphasis…
on the Yogyakarta Palace environment, this study uses a Systematic Literature Review (SLR) methodology in accordance with PRISMA principles to examine the impact of organizational culture, digital leadership, and digital capabilities on digital transformation. From the Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases, 68 articles with peer review published between 2022 and 2026 were methodically found, vetted, and examined. The results show that organizational culture acts as a fundamental enabler that dictates the sustainability of transformation initiatives, digital leadership acts as a strategic catalyst for starting transformation, and digital capabilities offer the necessary organizational competencies for carrying out digital strategies. According to the integrative study, these three factors work together rather than separately, indicating that their simultaneous development is necessary for a digital transformation to be successful. This review presents practical implications for human resource management practitioners as well as a thorough theoretical framework for comprehending digital change inside legacy institutional settings.