Search Articles & Publications

Showing 1179 articles found for "Pengguna"

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 MIS TERPADU ALHIJRAH BINTUJU

Derliana Pane, Laswardi, Akhiril Pane
Abstract: Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami… ami siswa kelas I MIS Terpadu Alhijrah Bintuju serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas I dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa meliputi ketidakmampuan mengenal dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, serta rendahnya kelancaran membaca. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain perbedaan kesiapan belajar siswa, kurangnya stimulasi literasi di lingkungan keluarga, serta keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual, penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan agar kemampuan literasi dasar siswa dapat berkembang secara optimal.

INTEGRASI MEDIA DIGITAL INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SDN NO.100907 MUARA AMPOLU I, KECAMATAN MUARA BATANGTORU

Sery Bulan Harahap, Masrianti Ritonga, Akhiril Pane
Abstract: Pemanfaatan media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah. Motivasi belajar yang rendah… ndah dapat berdampak pada kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa kelas III SDN No. 100907 Muara Ampolu I, Kecamatan Muara Batangtoru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media digital interaktif berupa video pembelajaran, animasi, dan latihan interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, minat, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Integrasi media digital interaktif juga membantu siswa memahami materi Bahasa Indonesia secara lebih konkret dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III sekolah dasar.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MELALUI MEDIA INTERAKTIF FLAT PANEL DI KELAS V SD NEGERI 03 PEKONINA

Dermiza, Muhammad Rata Dwi Aufa, Ofathina Mumtaza, Rinaldi Araken, Rivaldi Araken, Suci Rahmadani Iwandari, Ade Marlia
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penggunaan media interaktif Flat Panel di kelas V SD Negeri 03 Pekonina. Rendahnya motivasi… otivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket, wawancara, dan dokumentasi

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MENGGUNAKAN MEDIA INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 SURIAN KABUPATEN SOLOK

Maghfira Aulia, IfiaSr, Yeni Sovia Yunus, Siti Aira Hidayani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Negeri 01 Surian Kabupaten Solok melalui penerapan media Interactive Flat Panel (IFP) menggunakan metode… metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest–posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil (contoh) menunjukkan rata-rata skor pretest 58,2 meningkat menjadi 76,5 pada akhir siklus II; persentase ketuntasan (KKM = 75) meningkat dari 28% (pretest) menjadi 84% (akhir siklus II). Temuan menunjukkan bahwa penggunaan IFP meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konseptual siswa. Implikasi penelitian ini mengarah pada rekomendasi penggunaan IFP secara terintegrasi dengan pendekatan konstruktivis dan model pembelajaran yang mendukung interaksi siswa.  

STUDI LITERATUR: PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA DI SD/MI

Ana Mariana, Berliana Novia Fitri Yani, Eka Lina Yunita, Oktavia Kharisma Pertiwi, Umi Samsiyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Model PBL dipilih karena… ena mampu melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan mandiri melalui pemecahan masalah yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA, keterampilan berpikir ilmiah, serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru berperan penting dalam merancang masalah yang menantang dan membimbing siswa untuk menemukan solusi secara kolaboratif. Dengan demikian, model PBL dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SD/MI.

STUDI LITERATUR: PENGGUNAAN MEDIA KARTU GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

Anisyariva Aprilia, Hanyka Anggun Arniagsa, Indah Apriliani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penggunaan media kartu gambar terhadap kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah sebelas artikel ilmiah… ah yang membahas efektivitas media kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu gambar secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan membaca siswa. Media ini membantu siswa mengenali huruf dan kata secara visual, memahami makna kata secara kontekstual, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Temuan dari berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa media kartu gambar efektif diterapkan melalui berbagai pendekatan penelitian seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kuantitatif, kualitatif, dan Research and Development (R&D). Secara keseluruhan, penggunaan media kartu gambar terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar.

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DI SD

Delia Kurniawati, Leni Rafiatul Hidayah, Putri Dewi Harsanti, Tantri Rahma Suci
Abstract: Penelitian ini merupakan studi literatur review yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media gambar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar… ar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah dan mengkaji berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data diperoleh dari 48 sumber pustaka berupa jurnal ilmiah, tesis, dan laporan penelitian yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa 84% penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA, 11% penelitian menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang, dan 5% penelitian menyatakan pengaruh yang rendah akibat keterbatasan media atau kurangnya kreativitas guru dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media gambar dapat membantu siswa memahami konsep IPA yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret, menarik perhatian, serta meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN SMARTBOARD DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS V SDN 07 MUDIAK LAWE KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN

Arum Edwi Jandri, Anggara, Deka, Mulia Nopemberi, Nabila Ramadhani, Nita Ardila, Zahara Putri Yuni, Ade Marlia
Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of using a Smartboard in increasing students' enthusiasm for learning in the Pancasila Education subject in grade V of SDN 07 Mudiak Lawe, Sungai Pagu District, South Solok Regency.… gency. From initial observations, it was seen that students' enthusiasm for learning tended to be low, as seen from their inactive attitudes, little interaction, and easily distracted when teachers used less diverse learning methods. To address this, a Smartboard was proposed as an innovative solution. This tool is an interactive whiteboard that uses multimedia and audiovisual technology, so it can combine teaching materials with images, videos, and animations to make learning more interesting and diverse. The method used in this study was the correlation method, namely a quantitative method that studies the relationship between the use of Smartboard interactive features and the level of student enthusiasm for learning. The results showed that the use of Smartboard in learning was proven to be able to increase student enthusiasm for learning. After implementing the Smartboard, students appeared more active and enthusiastic during the learning process, so that their enthusiasm for learning increased and reduced boredom. The implementation of Smartboard involves game-based learning methods such as Duck Race Games and Wordwall, which successfully trigger students' curiosity, focus, and enthusiasm, and encourage them to actively participate in answering questions and interacting in class.

MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGGUNAKAN LKPD ETNOMATEMATIKA MELAYU RIAU BERBASIS CODING PADA MATERI BENTUK GEOMETRI KELAS II SEKOLAH DASAR

Dhiva Meisa Aryenda, Dhiya Sutrina, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika Melayu Riau yang terintegrasi dengan unsur coding pada materi bentuk geometri di… i kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Permasalahan pembelajaran geometri pada jenjang sekolah dasar umumnya berkaitan dengan sifat materi yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Penerapan etnomatematika melalui konteks makanan tradisional Melayu, seperti kue talam, kue lupis, kue lapis, dan lemang, diharapkan mampu membantu siswa memahami bentuk geometri secara konkret sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase 96,5%. Aspek minat dan ketertarikan memperoleh persentase 96%, semangat dan ketekunan 96%, motivasi intrinsik dan kepuasan diri 99%, serta pengaruh media dan teknologi sebesar 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika Melayu Riau dengan integrasi coding mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, menjadikan pembelajaran geometri lebih menarik, bermakna, dan kontekstual. Media ini juga berpotensi memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mengenalkan unsur teknologi secara sederhana dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

PERSEPSI SISWA KELAS I TERHADAP PENGGUNAAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU PADA MATERI GEOMETRI DI SD NEGERI 192 PEKANBARU

Mutiara Putri, Putri Handayani, Wulandari, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas I SD Negeri 192 Pekanbaru terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu pada materi geometri. Penelitian… nelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dengan 12 pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, konatif, dan praktis. Data dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat baik, dengan persentase aspek kognitif sebesar 92,5%, aspek afektif 93,3%, aspek konatif 89,3%, dan aspek praktis 97,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu memberikan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, serta mampu memotivasi siswa dalam mempelajari konsep geometri. Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dinilai mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal secara kontekstual dan bermakna.