Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran Joyful Learning berbantuan media digital terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 178 Tuban dan UPT SP SDN…
170 Mulyasri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang masih didominasi oleh metode konvensional dan kurangnya penggunaan media digital yang menarik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif, dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di kedua sekolah tersebut, sedangkan sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji-t (independent sample t-test) untuk melihat perbedaan minat belajar antara kelompok yang menggunakan dan tidak menggunakan pendekatan Joyful Learning berbantuan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan minat belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan pendekatan Joyful Learning berbantuan media digital dengan yang tidak menggunakan. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Joyful Learning menunjukkan tingkat antusiasme, perhatian, dan keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Joyful Learning berbantuan media digital berpengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI lebih mengintegrasikan unsur pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis teknologi digital agar proses belajar menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna.
Abstract:Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan…
tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis deep learning. Program…
dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan media pembelajaran berupa buku cerita anak yang kreatif dan edukatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran literasi serta minimnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak usia dini.
Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi melalui model Project Based Learning (PBL) dan pendampingan intensif (coaching clinic). Tahapan kegiatan meliputi In-Service Training, On-the-Job Learning, implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 38 guru PAUD dengan 32 responden yang mengisi instrumen evaluasi.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 10,3 meningkat menjadi 11,8 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk media pembelajaran berupa buku cerita anak yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan mengintegrasikan unsur kreativitas, kolaborasi, serta nilai edukatif dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan deep learning, pemanfaatan media pembelajaran inovatif, serta penggunaan teknologi dan AI secara bijak dalam pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan literasi dan media pembelajaran berbasis deep learning. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) pada penulisan karya ilmiah berbasis Al-Qur’an secara efektif dan…
dan etis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Service Learning yang mengintegrasikan pembelajaran konseptual dengan praktik langsung, melibatkan 30 mahasiswa sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, praktik penulisan, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep AI dan penerapannya dalam penulisan ilmiah, yang ditunjukkan melalui keterlibatan aktif selama proses pembelajaran serta kemampuan menghasilkan karya ilmiah secara sistematis. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi penggunaan AI, khususnya terkait aspek etika dan validitas informasi. Meskipun demikian, masih terdapat variasi kemampuan peserta dalam menyusun karya ilmiah serta potensi ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan dan penguatan literasi akademik serta etika penggunaan AI agar hasil pembelajaran lebih optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Amanat konstitusional "Tri Dharma Perguruan Tinggi" mewajibkan institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna menjembatani wacana teoretis dengan…
ngan realitas sosial. Penelitian ini mengkaji program distribusi makanan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai penerapan praktis dari logistik kemanusiaan. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini secara aktif melibatkan mahasiswa di setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah hingga refleksi. Prinsip-prinsip teknik industri, khususnya logistik kemanusiaan, efisiensi distribusi, dan ergonomi lingkungan, diterapkan untuk mengelola distribusi paket dan memastikan keselamatan lalu lintas di Jalan Tatabumi Selatan yang padat kendaraan. Hasil dari pelaksanaan pada tanggal 13 Maret 2025 menunjukkan bahwa penggunaan Titik Distribusi Terpusat (Centralized Distribution Points/CDP) yang dimodifikasi dan manajemen antrean yang strategis telah berhasil menyediakan makanan bagi para komuter sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendukung UMKM lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif semacam ini secara efektif mampu mengubah mahasiswa menjadi agen perubahan yang dapat memberikan solusi sosial yang inovatif. Program-program di masa depan sebaiknya mempertimbangkan penggunaan perangkat lunak optimasi rute dan memperluas kolaborasi dengan otoritas lokal untuk meningkatkan jangkauan sosial.
Abstract:Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan…
naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Abstract:Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku…
u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.
Abstract:Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak,…
, interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian…
lian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.
Abstract:Pelatihan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendukung guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi siswa. Studi menunjukkan…
njukkan bahwa platform pembelajaran berbasis game seperti Wayground dapat menjadi solusi karena dianggap bermanfaat, menghibur, dan menarik bagi siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di MA Terpadu Al Hidayah Sumenep dalam memanfaatkan Wayground secara optimal, tidak hanya sebagai game, tetapi sebagai media evaluasi pembelajaran yang formal dan terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lokakarya pelatihan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi langsung penggunaan fitur-fitur utama Wayground (seperti pembuatan dan penilaian kuis), praktik mandiri, diskusi, dan sesi mentoring untuk merancang evaluasi yang terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan ini dirancang untuk mengantisipasi kendala teknis dan memastikan implementasi yang direncanakan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Peserta berhasil membuat dan menerapkan kuis evaluatif menggunakan Wayground di kelas mereka. Implementasi ini dilaporkan meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga mencatat bahwa Wayground memfasilitasi proses penilaian yang lebih detail dan objektif.