Abstract:Effective career planning and development is essential in the context of today's competitive and dynamic job market. A systematic approach is crucial to helping individuals and organizations identify and achieve their career…
reer goals. This research aims to analyze the importance of a systematic approach in career planning and development, the challenges faced, and the determining factors for success that need to be considered. The method used in this research is literature study, which includes analysis of related literature and best practices in career development. The research results show that self-assessment, setting clear goals, developing skills, as well as mentorship and technology support play an important role in achieving career success. Apart from that, organizations must also play an active role in providing structured development programs to increase employee engagement. The conclusion of this research emphasizes the need for synergy between individuals and organizations in creating a mutually beneficial career development ecosystem.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam meningkatkan efisiensi operasional pada perusahaan skala menengah. Melalui integrasi system fungsional, SIM memungkinkan perusahaan…
untuk menghubungkan departemen-departemen yang berbeda dan memfasilitasi kolaborasi dan koordinasi yang lebih baik. mplementasi SIM membantu perusahaan skala menengah meningkatkan visibilitas operasional mereka. Dengan data yang terintegrasi, manajemen dapat melihat gambaran keseluruhan kinerja perusahaan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Hasil implementasi SIM pada perusahaan skala menengah termasuk integrasi dan koordinasi operasional yang lebih baik, pengelolaan data yang terpusat, otomatisasi proses bisnis, pelaporan dan analisis yang akurat, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan kepuasan pelanggan
Abstract:Pengelolaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) khususnya perencanaan kebutuhan SDMK selama ini masih bersifat admisistratif dan belum sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dampak kekurangan pemenuhan kebutuhan SDM…
dapat memberikan efek beban kerja yang tinggi kepada tenaga kerja yang berakibat menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien. Sebaliknya dampak kelebihan pemenuhan memberikan ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan SDMK Klinik LKC DD Palembang menggunakan Metode Beban Kerja (Workload Indicators Staff Needs, WISN). Penelitian deskriptif obervasional ini dilakukan pada tahun 2020, dengan teknik pengambilan data primer melalui observasi kegiatan pelayanan kesehatan di klinik dan data sekunder dengan melihat surat kontrak kerja semua SDMK klinik dan catatan jumlah kunjungan pasien setiap harinya selama 1 bulan. Data dianalisis dengan Metode WISN untuk menentukan rasio SDMK dan angka kebutuhan SDMK. Hasil analisis rasio SDMK dengan metode WISN di Klinik LKC DD adalah jumlah dokter umum dan perawat poli umum masing-masing kurang 1 (satu) orang dan jumlah bidan berlebih 1 (satu) orang, sedangkan jumlah dokter gigi, perawat poli gigi, dan apoteker/asisten apoteker sudah sesuai. Kekurangan pemenuhan kebutuhan SDM memberikan efek beban kerja yang tinggi kepada tenaga kerja yang berakibat menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien sedangkan kelebihan pemenuhan kebutuhan SDM akan menimbulkan ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan.
Abstract:Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di bidang kesehatan di desa berkaitan kebutuhan akan peningkatan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat setempat. Beberapa masalah bidang kesehatan di desa…
esa antara lain fasilitas kesehatan sering kali jauh dan tidak memadai, ada kekurangan tenaga kesehatan yang bersedia bekerja di daerah pedesaan, pendidikan kesehatan yang kurang memadai berakibat pada kesalahpahaman mengenai praktik kesehatan yang baik, dan desa-desa sering menghadapi beban penyakit yang tinggi. Desa Suka Merindu merupakan salah satu desa di Ogan Ilir dengan jumlah penduduk sebanyak 1111 jiwa dan luas wilayah 850 ha/m2. Fasilitas layanan kesehatan berupa puskesmas dan posyandu terletak menyebar di dekat beberapa desa di sekitarnya. Masalah kesehatan di Desa Suka Merindu bervariasi mulai dari masalah penyakit tidak menular, penyakit menular hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Pengabdian ini dilakukan di Desa Suka Merindu pada bulan Januari 2024. Ada empat kegiatan PKM holistik yang dilakukan adalah pemeriksaan dan edukasi gratis kepada warga, penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia di kalangan remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri Sekolah Menengah Atas (SMA), sosialisasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi di Puskesmas, dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA di balai desa. Tahapan masing-masing kegiatan terdiri dari perencanaan, analisis situasi, studi literatur, survei awal, koordinasi perizinan dan kesediaan sasaran, persiapan materi, alat dan bahan, pelaksanaan yang terdiri dari tanya jawab awal, penyampaian materi, diskusi, dan penyerahan poster serta evaluasi. Sesuai dengan tujuan kegiatan, hasil kegiatan tercapai berupa penyampaian materi dan terwujudnya diskusi. Melalui PKM di bidang kesehatan, ada peluang untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan dan memperbaiki kualitas hidup penduduk desa. Ini juga membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi kebutuhan kesehatan yang spesifik dari komunitas yang mungkin tidak tercakup dalam kebijakan kesehatan yang lebih luas.
Abstract:Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang. Penelitian ini meneliti dampak penggunaan FMIS pada tingkat individu dan organisasi, serta bagaimana informasi yang diperolehkan…
hkan dan diproses melalui FMIS memengaruhi perilaku informasi anggota petani. Beberapa topik yang dibahas meliputi perubahan dalam cara memperoleh informasi sebelum dan setelah adopsi FMIS, profil peserta dalam studi kasus, pengelolaan air dan pertumbuhan tanaman, serta efek FMIS terhadap efisiensi tugas dan pembelajaran individu. Dengan demikian, jurnal ini memberikan wawasan tentang bagaimana FMIS dapat memengaruhi praktik pertanian dan perilaku informasi dalam konteks pertanian padi di Jepang. metodologi penelitian yang digunakan untuk menginvestigasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang Dengan demikian, metodologi penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menginvestigasi penggunaan FMIS dalam pertanian padi di Jepang, serta dampaknya pada individu dan organisasi dalam praktik pertanian. Permasalahan lain yang dibahas adalah dampak individu dan organisasi dari perilaku informasi menggunakan FMIS. Meskipun penggunaan informasi yang didukung FMIS dapat meningkatkan efisiensi tugas, dukungan pemrosesan informasi, dan pembelajaran, namun ketidakcocokan data dan format informasi dapat memberikan karyawan tugas tambahan dalam mengelola informasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam operasi pertanian, dapat disimpulkan bahwa integrasi informasi, kualitas sistem, dan manajemen informasi yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi tugas, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam konteks pertanian. Temuan tersebut memberikan wawasan bernilai tentang bagaimana perbedaan penggunaan informasi antara manajer dan karyawan, kualitas sistem dan informasi FMIS, serta dampak individu dan organisasi dari penggunaan informasi dapat memengaruhi kinerja dan efektivitas operasi pertanian.
Abstract:Untuk mendapatkan pemahaman mengenai tingkat kepuasan penduduk terhadap layanan yang disediakan di kantor P4MI kota Tangerang. maka dilakukan Survey Kepuasan Masyarakat. Survey ini dilakukan dengan cara menggunakan scan…
barcode melalui telepon seluler yang dimiliki pengguna jasa kantor P4MI kota Tangerang. Metode ini memudahkan masyarakat untuk mengisi survey. Metode ini juga dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan mengikuti perkembangan jaman. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat ada diposisi sangat baik. Walaupun hasil survey menunjukan angka sangat baik namun masih perlu dilakukan pembenahan seperti kurang maksimalnya sarana penyejuk ruangan dan kurang terjaganya kebersihan kamar mandi yang digunakan oleh masyarakat saat mendapatkan pelayanan di kantor P4MI kota Tangerang.
Abstract:Pelatihan digital marketing menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM dalam menghadapi transformasi digital yang semakin cepat. UMKM di Kampung Waninggap Mi’raf masih menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, penggunaan…
aan media sosial, dan penerapan strategi pemasaran berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM melalui pelatihan digital marketing yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest–posttest untuk mengukur efektivitas pelatihan. Pelatihan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif selama dua minggu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai konsep digital marketing setelah pelatihan. Peserta mampu memproduksi konten digital, menggunakan media sosial secara konsisten, membuka toko pada marketplace, serta meningkatkan interaksi digital dengan pelanggan. Evaluasi pascapelatihan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pemasaran digital dan potensi peningkatan omzet usaha. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan digital marketing efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Kegiatan ini membuktikan bahwa digital marketing merupakan strategi penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Abstract:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh investment opportunity set, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan…
minuman yang listing di bursa efek indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling maka didapatkan sampel sebanyak 36 sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dan dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program statistical package for social sciences (SPSS) versi 26. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan investment opportunity set berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan investment opportunity set, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan.
Abstract:Information Technology (IT) education has become a crucial component in the global education system in the current digital era. With the rapid development of technology, the world of education has also undergone significant…
ant changes, particularly in teaching methodologies. Information Technology is not only seen as a field of study but also as a powerful tool that supports the learning process across various disciplines, including social sciences, science, and humanities. The use of IT in education enables the creation of more interactive, dynamic, and easily accessible learning experiences for people from various backgrounds. This study aims to provide a comprehensive overview of the important role of Information Technology education in improving the quality of education, as well as the challenges and opportunities faced in its implementation. This research adopts a descriptive qualitative approach with a literature study to gather and analyze various relevant sources related to this topic. The data obtained indicate that despite significant challenges, such as the lack of adequate infrastructure and the readiness of educators to use technology, the implementation of IT in education has a significant positive impact on the quality of learning. The implementation of IT opens up great opportunities, particularly in terms of learning accessibility, which can be accessed by anyone, anytime, and anywhere. Technology also provides flexibility in teaching methods, both online and offline, allowing students to learn according to their needs and abilities. On the other hand, the use of IT can enhance the quality of learning through various innovations such as e-learning, simulations, and interactive learning tools that support a deeper and more enjoyable understanding of the material. Therefore, IT has become one of the key elements in advancing the world of education towards a more advanced and inclusive digital era.
Abstract:This research aims to assess the content validity of the instrument used to measure Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in prospective chemistry teachers. The evaluation encompasses a thorough analysis of…
the instrument's alignment with the knowledge domains being measured, ensuring that the instrument covers key aspects of TPACK that are relevant to the context of teaching chemistry. Content validity reflects the representation and relevance of a set of items used to measure a concept carried out through rational analysis of the contents of the test through an expert panel assessment. This validity refers to the accuracy of the measurement based on the contents of the instrument to ensure that the scale of the items used has fulfilled the entire concept of the item or the suitability of the item. The instrument used in this study was assessed by nine validators consisting of two chemistry education experts and seven chemistry teachers. The assessment is done by determining the appropriateness or relevance of the test contents to be used through rational analysis by a competent panel or through expert judgment. The instrument validations in this study were 20 multiple choice questions. The assessment is done by giving a score of 1-4 on each item. This research is a quantitative descriptive study using Rasch model analysis. The analysis showed that the exact agreement was 71.4% and the expected agreement was 73.8%. Based on measurements showing relevant items in this research instrument, there are 17, among others number 1, 10, 11, 14, 5, 8, 19, 20, 18, 3, 6, 12, 13, 15, 17, 4 and 9. While there are 3 items that are irrelevant and need to be corrected, including number 16, 2 and 7.