Abstract:Abstract: The purpose of this social service is to provide learning media training based on the presentation application, Sparcol and Powtoon. This activity was given to teachers in Elementary School 9 Purwodadi. The social…
ial service session consists of installing an application, creating an account, adding images and text, changing the background, and saving the results that have been made. The model used is a workshop model with lectures, demonstrations, question and answer and direct practice methods. Evaluation is done by distributing information and motivation questionnaires to participants and product checklists. In general, participants claimed that the training schedule was right, the time sharing (lectures, demonstrations, question-answer and direct practice) was also felt positively by the participants. Participants are satisfied with the topic presented and feel that most of the expectations and objectives of the social service are fulfilled. Evaluation results indicate that the material delivered can be followed well.
Keyword: Powtoon Training, Sparcol Training, Elementary School
Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan media pembelajaran berbasis aplikasi presentasi Sparcol dan Powtoon. Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada guru-guru SD Negeri 9 Purwodadi. Sesi pengabdian terdiri dari instal aplikasi, membuat akun, menambah gambar dan teks, merubah background, dan menyimpan hasil yang telah dibuat. Model yang digunakan adalah model lokakarya dengan ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan metode praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan angket informasi dan motivasi kepada peserta dan daftar periksa produk. Secara umum, peserta mengklaim bahwa jadwal pelatihan sudah tepat, pembagian waktu (ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktik langsung) juga dirasakan positif oleh peserta. Peserta puas dengan topik yang disajikan dan merasa bahwa sebagian besar harapan dan tujuan pengabdian terpenuhi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diikuti dengan baik.
Kata Kunci: Pelatihan Powtoon, Pelatihan Sparcol, Sekolah Dasar
Abstract:Abstrack: Indonesian for the Indonesian nation is the language of unity. Indonesian is also a communication tool for all Indonesian people. Therefore, Indonesian language learning is devoted to improving the ability of students…
tudents to communicate using Indonesian language properly and correctly verbally or in writing. The community service activity entitled "Training on the Use of Enhanced Spelling and Effective Sentences on Writing Official Letters for the Bintang Mulia Coal Course in Pematang Rambai Village, Nibung Hangus District, Batu Bara District" aims to train students in the Guidance for Bintang Mulia Coal Village Pematang Rambai properly and correctly. The method used in this conventional activity is material exposure, discussion, and practice. The speaker conducts explanations about the use of improved spellings and arguments effectively in writing official letters.
Keywords: Use of Enhanced Spelling and effective sentences on official letter writing
Abstrak: Bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bahasa Indonesia juga sebagai alat komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Pelatihan Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan Dan Kalimat Efektif Pada Penulisan Surat Resmi Bagi Kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara†bertujuan untuk melatih peserta didik yang ada padabimbingan kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini konvensional yaitu paparan materi, diskusi, dan latihan. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang penggunaan ejaan yang disempurnakan dan dalimat efektifpada penulisan surat resmi.
Kata kunci: Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dan kalimat efektif pada Penulisan surat resmi
Abstract:Abstract: The challenges in the world of education today, especially in the Era of the Asean Economic Community (MEA) is quite heavy, where the world of education must be able to adjust to the current conditions. Starting…
g from policy makers who have to think about breakthroughs in the form of rules up to the educational implementer who can immediately act to improve the learning process to fit the need for market share in this era of competition. Participants Community service activities conducted at the Alma'shum Perguruan Foundation Sidodadi Village District West Kisaran is the teachers who teach at the Foundation of Alma'shum College. The purpose of this activity Provide information and knowledge about the role of teachers in the era of ASEAN Economic Community and Provide Information and knowledge about the importance of technology mastery in facing global challenges. The team of lecturers who conduct this activity consists of lecturers who have different educational background. The result of this activity is the approval of the follow up activities to improve the competence of lecturers especially in the field of Information Technology.
Keywords: Profesionalism MEA, Competence, Teacher, TI
Abstrak: Tantangan dalam dunia pendidikan saat ini terutama di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) cukup berat, dimana dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Mulai dari pembuat kebijakan yang harus memikirkan terobosan dalam bentuk aturan sampai dengan pelaksana pendidikan yang dengan segera bisa bertindak untuk memperbaiki proses pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan akan pangsa pasar di era persaingan seperti ini. Peserta Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Yayasan Perguruan Alma’shum Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kisaran Barat ini adalah guru-guru yang mengajar di Yayasan Perguruan Alma’shum. Tujuan dari kegiatan ini Memberikan informasi dan pengetahuan tentang peranan guru dalam era Masyarakat Ekonomi Asean dan Memberikan Informasi dan pengetahuan tentang pentingnya penguasaan teknologi dalam menghadapi tantangan global. Tim dosen yang melakukan kegiatan ini terdiri dari dosen-dosen yang memiliki latar pendidikan yang berbeda. Hasil dari kegiatan ini adalah disepakatinya kegiatan lanjutan guna meningkatkan kompetensi dosen terutama di bidang Teknologi Informasi
Kata kunci: Profesionalitas, MEA, Kompetensi, Guru, TI
Abstract:Abstract: Community Service Activities is conducted in the form of one day training for teachers in using Microsoft Office software as one way to utilize information technology in delivering learning materials to students…
s especially in SMA Tamansiswa Suka Damai. The target in this activity is the teachers of Tamansiswa Suka Damai High School in District Pulo Bandring Kab. Asahan which amounted to approximately 18 people. This devotional activity is done by lecture method, demonstration, and practice with question and answer. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of Microsoft Office software as one of the media in facilitating human work. Demonstration method is used to show a working process that is the stages of recognizing the tools that exist in the Microsoft Office software and know each function, while the practice method to practice the use of the application directly. While the question and answer method to give the participants the opportunity in consultation to overcome obstacles in understanding the material already obtained. The end result of this activity is expected to accelerate and facilitate the teachers in delivering learning materials to the students.
Keywords: Microsoft Office software, teachers, students, information technology
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan sehari bagi guru-guru dalam menggunakan software Microsoft Office sebagai salah satu cara dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswi khususnya di SMA Tamansiswa Suka Damai. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para guru-guru SMA Tamansiswa Suka Damai di Kecamatan Pulo Bandring Kab. Asahan yang berjumlah lebih kurang 18 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software Microsoft Office sebagai salah satu media dalam mempermudah pekerjaan manusia. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap mengenalan tool-tool yang ada pada software Microsoft Office dan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi tersebut. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendala dalam memahami materi yang sudah didapat. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah para guru dalam meyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswinya.
Kata kunci: Software Microsoft Office, Guru, Siswa-siswi, teknologi informasi
Abstract:Abstract: The Financial Management Unit (UPK) is one of the managing units of financial activities. One of its tasks is to bring together people who have the same needs or types of businesses to form business groups. The…
UPK is also tasked with channeling and developing government aid funds for the development of micro enterprises in each kelurahan. Government through the Ministry of Public Works and Public Housing continue to develop the capacity of the community through various types of training that are scheduled each year. One of training forms conducted is financial management training for the Financial Management Unit located in 25 urban subdistricts of East Kisaran and West Kisaran District. This financial management training is considered very important because UPK capacity building is needed in performing its duties as a financial management unit. The purpose of this Community Service activity is to improve the knowledge of UPK on Financial Management so that it can be applied to the community, to be able to do the recording of income and expenditure with good and detailed, to give reference to UPK in order to be able to educate financial management to community and introduce MYOB application for UPK. The result of this activity is the implementation of Community Service activity which attended by UPK as many as 48 people.
Keywords: UPK, Financial, Management,MYOB
Abstrak: Unit Pengelola Keuangan (UPK) merupakan salah satu unit pengelola kegiatan keuangan. Salah satu tugasnya adalah menghimpun masyarakat yang memiliki kebutuhan atau jenis usaha yang sama untuk membentuk kelompok-kelompok usaha. UPK ini juga bertugas menyalurkan serta mengembangkan dana bantuan pemerintah untuk pengembangan usaha mikro di masing-masing kelurahan.Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melakukan pengembangan kapasitas masyarakat melalui berbagai jenis pelatihan yang diagendakan setiap tahun. Salah satu bentuk pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan pengelolaan keuangan bagi Unit Pengelola Keuangan yang berada di 25 kelurahan Kecamatan Kisaran Timur dan Kecamatan Kisaran Barat. Pelatihan pengelolaan keuangan ini dipandang sangat penting karena, pengembangan kapasitas UPK sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya sebagai unit pengelola keuangan. Tujuan dilakukannya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan UPK terhadap Pengelolaan Keuangan sehingga dapat diterapkan ke masyarakat, untuk dapat melakukan pencatatat pemasukan dan pengeluaran dengan baik dan rinci, untuk memberikan acuan kepada UPK agar mampu melakukan edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat dan mengenalkan aplikasi MYOB bagi UPK .Hasil kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dihadiri UPK sebanyak 48 orang.
Kata kunci: UPK, Keuangan, Manajemen, MYOB
Abstract:Abstract: Community Service Activity is conducted in the form of training in the utilization of information technology in data processing that aims to provide knowledge and skills for the village apparatus in Buntu Pane…
subdistrict in data processing that is computerized as one way in making an institution decision.The target in this activity is the village apparatus in Buntu Pane sub-district which is approximately 25 people. Training in data processing is done by lecture method, demonstration, and practice with a question and answer. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of SPSS software as one of the media in data processing. Demonstration method is used to show a working process that is stages of recognizing the existing tools in the software SPSS and know each function, while the method of practice to practice data processing based on information technology by processing a certain data. While the question and answer method to give the participants the opportunity in consultation to overcome obstacles in understanding the material already obtained. The end result of activities is expected to accelerate and facilitate the employees in decision making for the future.
Keywords: Data processing, SPSS software, computer, information technology
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk Tridarma perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen. Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan mengimplementasikan kompetensi keilmuan yang dimiliki agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dimana kegiatan ini dilakukkan dalam bentuk pelatihan dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pengolahan data yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para perangkat desa di kecamatan Buntu Pane dalam pengolahan data yang bersifat komputerisasi sebagai salah satu cara dalam pengambilan keputusan sebuah instansi.Sasaran dalam kegiatan PKM ini adalah para perangkat desa di kecamatan Buntu Pane yang berjumlah lebih kurang 25 orang. Pelatihan dalam pengolahan data ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software SPSS sebagai salah satu media dalam pengolahan data. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap mengenalan tool-tool yang ada pada software SPSS dan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan pengolahan data berbasis teknologi informasi dengan mengolah sebuah data tertentu. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendala dalam memahami materi yang sudah didapat. Hasil akhir dari kegiatan PKM ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah para pegawai dalam pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.
Kata kunci: Pengolahan data, Software SPSS, komputer, teknologi informasi
Abstract:This study focuses on the development of an Augmented Reality (AR)–based learning application designed to assist students in understanding the mathematical concepts of volume and surface area of three-dimensional geometric…
tric shapes. The development process adopted the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) model, which consists of six systematic stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The research concentrated on the development and expert validation stages. Validation results from content and media experts indicate that the application meets pedagogical and technical feasibility standards. The content expert confirmed that the materials align with the national mathematics curriculum and are presented in a clear, contextual, and accurate manner, while the media expert highlighted the user-friendly interface, interactive features, and visual appeal of
the application. Theoretically, this AR-based medium bridges the gap between abstract mathematical concepts and concrete visualization by enabling students to interact directly with
virtual 3D objects. Practically, the application enhances learning motivation and engagement by providing dynamic, interactive experiences. Overall, this research contributes to the
advancement of educational technology by offering a systematic model for developing AR-based learning media that support active and meaningful learning in the digital
era.
Abstract:Abstract: Existing IoT anomaly detection studies have achieved high classification performance, but most focus on accuracy and F1-score without explicitly controlling the false positive rate (FPR). In addition, many approaches…
oaches rely on a single detection perspective, limiting their operational reliability. To address this gap, this study proposes a hybrid anomaly detection framework integrating Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, and autoencoder reconstruction error. Shannon entropy is incorporated as an additional feature, while LSTM and the autoencoder capture temporal and reconstruction characteristics. The resulting hybrid representation is processed by a constraint-based threshold selection mechanism that enforces FPR . Experiments on the TON-IoT and Edge-IIoTset datasets achieved average F1-scores of 0.9250 and 0.9934, while maintaining average FPR values of 0.0091 and 0.0714, respectively. Analysis of entropy distributions showed consistent differences between normal and anomalous traffic across both datasets, indicating that Shannon entropy provides discriminative information for anomaly detection. These results demonstrate strong detection performance with controlled false alarms, while ablation studies confirm the significant contribution of Shannon entropy to overall model performance.
Keywords: false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; network anomaly detection; Shannon entropy
Abstrak: Penelitian deteksi anomali Internet of Things (IoT) telah menunjukkan performa klasifikasi yang tinggi, namun sebagian besar masih berfokus pada accuracy dan F1-score tanpa mengendalikan false positive rate (FPR) secara eksplisit. Selain itu, banyak pendekatan hanya memanfaatkan satu perspektif deteksi sehingga reliabilitas operasionalnya masih terbatas. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka deteksi anomali hybrid yang mengintegrasikan Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, dan autoencoder reconstruction error. Shannon entropy digunakan sebagai fitur tambahan, sedangkan LSTM dan autoencoder menangkap karakteristik temporal dan deviasi rekonstruksi. Representasi hybrid yang dihasilkan kemudian diproses melalui mekanisme constraint-based threshold selection dengan batas FPR . Hasil pengujian pada dataset TON-IoT dan Edge-IIoTset menghasilkan F1-score rata-rata sebesar 0,9250 dan 0,9934, dengan FPR rata-rata sebesar 0,0091 dan 0,0714. Perbedaan nilai entropy yang konsisten antara trafik normal dan anomali pada kedua dataset menunjukkan bahwa Shannon entropy menyediakan informasi diskriminatif untuk deteksi anomali. Hasil tersebut menunjukkan performa deteksi yang kuat dengan false alarm yang terkendali, sementara studi ablasi mengonfirmasi kontribusi signifikan Shannon entropy terhadap performa model.
Kata kunci: deteksi anomali jaringan; false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; Shannon entropy
Abstract:Abstract: The advancement of digital technology has made it easier to create, process, and distribute files—using 317 files from the dataset https://www.kaggle.com/datasets/axon data/selfie-and-official-id-photo-dataset-18k…
t-18k images?select=metadata_image.csv has also introduced new challenges, such as the increasing practice of digital file manipulation that is difficult to detect visually. Therefore, an intelligent digital forensics system that can automatically and accurately detect file authenticity is required. This study aims to develop an intelligent digital forensics system for detecting file manipulation by leveraging metadata analysis and the Random Forest classification method. The methods used include extracting metadata from digital files—such as time information, device details, and processing history—followed by analysis to identify patterns of inconsistency that indicate manipulation. This data is then used as features in the classification process using the Random Forest algorithm to distinguish between original and manipulated files. The results of this study are expected to show that the use of metadata analysis combined with the Random Forest algorithm can improve accuracy in detecting digital file manipulation compared to conventional methods. The resulting system is expected to provide an effective, efficient, and integrated solution to support digital forensic investigations, Based on the test results, the system demonstrated good performance with an accuracy rate of 94%.
Keywords: Digital Forensics;File Manipulation;Metadata Analysis;Random Forest;Classification;Machine Learning
Abstrak:Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kemudahan dalam pembuatan, pengolahan,dan distribusi file sebanyak 317 file, sumber datasets https:// www.kaggle.com/datasets/axondata/selfie-and-official-id-photo-dataset-18k-images?select =metadata_image.csv, namun juga menimbulkan tantangan baru berupa meningkatnya praktik manipulasi file digital yang sulit dideteksi secara kasat mata. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem forensik digital yang cerdas dan mampu mendeteksi keaslian file secara otomatis dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem forensik digital cerdas untuk deteksi manipulasi file dengan memanfaatkan analisis metadata dan metode klasifikasi Random Forest. Metode yang digunakan meliputi proses ekstraksi metadata dari file digital, seperti informasi waktu, perangkat, dan riwayat pengolahan, kemudian dilakukan analisis untuk menemukan pola ketidaksesuaian yang mengindikasikan adanya manipulasi. Selanjutnya, data tersebut digunakan sebagai fitur dalam proses klasifikasi menggunakan algoritma Random Forest untuk membedakan antara file asli dan file yang telah dimanipulasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa penggunaan analisis metadata yang dikombinasikan dengan algoritma Random Forest mampu meningkatkan akurasi dalam mendeteksi manipulasi file digital dibandingkan metode konvensional. Sistem yang dihasilkan dapat memberikan solusi yang efektif, efisien, dan terintegrasi dalam mendukung proses investigasi forensik digital, Berdasarkan hasil pengujian, sistem menunjukkan performa yang baik dengan tingkat akurasi sebesar 94%.
Kata Kunci: Forensik Digital, Manipulasi File, Metadata, Random Forest, Klasifikasi, Machine Learning.
Abstract:Abstract: Mental health issues, particularly depression among young adult university students, are often detected late due to stigma and reluctance to seek medical consultation. The objective of this study is to develop…
an early screening model employing machine learning techniques, specifically the random forest algorithm, on a dataset of 268 students (aged 17-29 years; consisting of 98 males and 170 females) within a multicultural educational setting. The principal challenges associated with this dataset are class imbalance and the potential for data leakage from clinical scores. This study implements a rigorous feature selection approach that involves the elimination of depression score features and the utilization of the Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) to balance the training data distribution. Furthermore, a Threshold Tuning strategy is employed to prioritize detection sensitivity (Recall). The findings indicate that reducing the decision threshold to an optimal value of 0.25 led to a substantial enhancement in the recall value, increasing it from 36% (baseline) to 77%. A feature importance analysis was conducted, the results of which indicated that Total Social Connectedness (ToSC) is the most dominant predictor. In summary, the present study corroborates the notion that optimizing sensitivity through threshold tuning is of paramount importance for medical screening. Furthermore, social isolation factors emerge as more significant indicators of depression risk than demographic attributes.
Keywords: data mining; depression; imbalanced data; random forest; smote; threshold tuning
Abstrak: Masalah kesehatan mental, khususnya depresi di kalangan mahasiswa dewasa muda, sering terdeteksi terlambat akibat stigma dan enggan mencari konsultasi medis. Tujuan studi ini adalah mengembangkan model skrining dini menggunakan teknik machine learning, khususnya algoritma random forest, pada dataset 268 mahasiswa (usia 17-29 tahun; terdiri dari 98 laki-laki dan 170 perempuan) dalam lingkungan pendidikan multikultural. Tantangan utama yang terkait dengan dataset ini adalah ketidakseimbangan kelas dan potensi kebocoran data dari skor klinis. Studi ini menerapkan pendekatan seleksi fitur yang ketat, yang melibatkan eliminasi fitur skor depresi dan penggunaan Teknik Over-sampling Minoritas Sintetis (SMOTE) untuk menyeimbangkan distribusi data pelatihan. Selain itu, strategi Penyesuaian Ambang Batas diterapkan untuk memprioritaskan sensitivitas deteksi (Recall). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengurangi ambang batas keputusan ke nilai optimal 0,25 menyebabkan peningkatan signifikan dalam nilai recall, dari 36% (dasar) menjadi 77%. Analisis pentingnya fitur dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Total Social Connectedness (ToSC) adalah prediktor yang paling dominan. Secara ringkas, studi ini membenarkan bahwa mengoptimalkan sensitivitas melalui penyesuaian ambang batas sangat penting untuk skrining medis. Selain itu, faktor isolasi sosial muncul sebagai indikator risiko depresi yang lebih signifikan daripada atribut demografis.
Kata kunci: penambangan data; depresi; data tidak seimbang; hutan acak; smote; penyesuaian ambang batas